
“Apa mereka semua berhasil di kalahkan?” tanya Zang Tongzhi, penguasa alam kegelapan pada Zang Huai, sosok terkuat kedua di alam kegelapan.
“Tak ada yang selamat dari mereka. Semua musnah di tangan musuh!” jawab Zhang Huai yang sedang berlutut di hadapan Zang Tongzhi.
“Aku benar-benar tidak menyangka kekuatan mereka yang tinggal di alam semesta bisa meningkat pesat hanya dalam beberapa tahun. Aku sempat mengira setelah kita berhasil mengalahkan dua Dewa Agung penjaga alam semesta, dengan mudahnya alam semesta akan jatuh ke tangan kita. Namun semua itu salah.”
Dia benar-benar tidak menyangka jika kekuatan mereka yang tinggal di alam semesta memiliki kekuatan melampaui sosok Dewa Agung sang penjaga alam semesta, yang konon katanya merupakan sosok terkuat di alam semesta.
Setelah merasakan langsung kekuatan penguasa sejati alam semesta dan musnahnya seluruh prajurit yang datang lebih dulu ke alam semesta, sekarang dia tahu kalau kekuatan kedua Dewa Agung tak sebanding dengan mereka yang tinggal di alam semesta, terutama mereka yang tinggal di alam sembilan surga.
“Apa Tuan ingin menunda penyerangan?” tanya Zang Huai.
“Aku sama sekali tidak memiliki keinginan menunda penyerangan. Aku masih yakin dapat menguasai alam semesta dengan apa yang saat ini aku miliki. Sekalipun mereka kuat, aku tak kalah kuat dari mereka. Di tambah dengan keberadaanmu dan prajurit alam kegelapan, aku semakin yakin dapat mengalahkan mereka!” jawab Zang Tongzhi penuh dengan keyakinan.
“Apapun keputusan Tuan, hamba senantiasa akan mengerahkan semua kekuatan untuk memberikan kemenangan pada Tuan!”
“Peperangan ini tidak akan mudah kita menangkan dan jatuhnya korban jiwa sudah pasti tidak bisa dihindari. Namun dengan semangat untuk membalaskan kekalahan di masa lalu, keli ini kemenangan pasti menjadi milik kita!” ungkap Zang Tongzhi.
“Suruh seluruh prajurit mempercepat pergerakan mereka! Dalam dua hari aku ingin kita sudah sampai di tempat mereka yang sudah menanti kedatangan kita!” kata Zang Tongzhi memberi perintah pada Zang Huai, lalu Zang Huai segera pergi untuk melakukan apa yang diperintahkan Zang Tongzhi.
Saat Zang Huai memberitahu seluruh prajurit alam kegelapan untuk mempercepat pergerakan mereka, Zang Tongzhi mengarahkan pandangannya lurus ke arah depan, seolah dia dapat melihat keberadaan musuh-musuhnya. “Tunggu saja, sebentar lagi aku akan datang untuk memusnahkan kalian!”
...----------------...
Di padang kehampaan.
“Apa yang sebaiknya kita lakukan sambil menunggu kedatangan mereka?” tanya Lin Mofeng pada orang-orang di sekitarnya.
Mereka yang masih bisa meningkatkan kekuatan, sambil menunggu mereka masih berusaha meningkatkan kekuatannya. Sedangkan mereka yang sudah siap berperang, mereka saat ini bingung harus melakukan apa sedangkan musuh belum menunjukkan keberadaannya.
__ADS_1
“Ayah dan kalian semua, bagaimana kalau kita memasang jebakan untuk menyambut kedatangan mereka?” kata Lin Feng sambil mengeluarkan beberapa artefak yang berguna sebagai jebakan untuk menjebak musuh.
Artefak yang ditunjukkan Lin Feng adalah artefak sekali pakai, yang artinya artefak itu akan hancur setelah digunakan, dan di setiap artefak menyimpan kekuatan besar yang bisa diatur untuk menyerang musuh. Dengan meletakkan artefak itu di tempat tertentu, saat musuh melintas di dekatnya, artefak akan bereaksi dan melakukan serangan secara tiba-tiba.
“Artefak ledakan dan artefak racun, meski rasanya sedikit curang, demi kemenangan apapun bisa kita lakukan!” kata Lin Feng sambil memandang orang-orang di sekitarnya.
“Tidak ada yang melarang berbuat curang di medan perang,” ungkap Guo Ouyang.
“Semua cara bisa digunakan di medan perang untuk meraih kemenangan sekalipun itu curang!” kata Lin Junda sependapat dengan Guo Ouyang.
“Menyambut kedatangan musuh dengan jebakan, itu adalah rencana bagus dan sebaiknya kita segera melakukannya!” kata Lin Mofeng sambil mengarahkan pandangannya pada Lin Feng.
Tak ada yang keberatan dengan rencananya, Lin Feng segera mengeluarkan ribuan artefak dari cincin penyimpanannya.
Namun nyatanya semua artefak tidak berasal dari cincin penyimpanannya, melainkan berasal dari toko sistem.
“Swush... Swush... Swush...” Orang-orang yang telah menyimpan artefak jebakan ke dalam cincin penyimpanan mereka dan mendengarkan cara mengaktifkannya, segera mereka pergi ke jalan masuk yang menghubungkan padang kehampaan, dengan alam di luar alam semesta.
“Swush.. Swush...” Lin Hua, Lin Jia, Lin Luyao, serta Bing Healing, mereka muncul di dekat Lin Feng, dan melihat apa yang sedang dilakukan Lin Mofeng dan yang lainnya.
“Putraku, apa yang sedang mereka lakukan? Apa mereka sedang bermain-main?” tanya Bing Hualing pada Lin Feng.
“Mereka sedang memasang jebakan untuk menyambut kedatangan musuh. Ribuan jebakan telah aku persiapkan, dan mereka sangat bersemangat meletakkan jebakan di tempat strategis,” kata Lin Feng memberi jawaban.
“Memasang jebakan kemang terdengar sangat licik, tapi dalam peperangan yang hanya mencari kemenangan, kecurangan seperti apapun dapat dilakukan dan tak akan ada yang berani menyalahkannya,” ungkap Lin Hua.
“Oh iya, apa yang membuat kalian datang ke tempat ini? Bukannya sebelumnya kalian ingin mengumpulkan seluruh kekuatan para kultivator wanita yang ikut dalam peperangan ini, apa kalian sudah selesai melakukannya?” kini giliran Lin Feng yang bertanya pada tiga wanita di dekatnya.
“Semua kultivator wanita telah kita kumpulkan di satu tempat yang sama, dan kami juga telah membagi mereka menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tingkat kekuatan yang mereka miliki,” jawab Lin Jia.
__ADS_1
“Bukannya aku meremehkan kekuatan kultivator wanita, tapi apa kalian bisa membuat mereka tak masuk dalam barisan terdepan?” ujar Lin Feng.
“Saudara tenang saja, kami memang berencana meletakkan mereka di tempat prajurit tambahan, yang akan turun ke medan perang jika keberadaan mereka benar-benar diperlukan,” kata Lin Luyao memberi jawaban.
Lin Feng menganggukkan kepala puas dengan rencana Lin Hua, Lin Jia, Lin Luyao dan juga Bing Hualing. Mereka sangat tahu apa yang menjadi keinginannya, dan belum juga diminta mereka sudah melakukan sama persis seperti apa yang menjadi keinginannya.
Keempatnya kemudian pergi meninggalkan Lin Feng karena masih ada yang harus mereka persiapkan sebelum musuh datang. Sedangkan Lin Feng yang ditinggal sendirian, dia kembali fokus melihat apa yang dilakukan oleh ayahnya, dan yang lainnya.
Melihat mereka yang sangat bersemangat, membuatnya bosan hanya diam dan melihat apa yang mereka lakukan.
Pada akhirnya dia memutuskan ikut menyiapkan artefak jebakan, dan dia meletakkannya di tempat yang masih sedikit terdapat artefak jebakan.
Sehari berlalu, akhirnya seluruh artefak jebakan telah diletakkan di tempat strategis yang cukup tersembunyi, dan untuk membuat artefak jebakan benar-benar tak kelihatan oleh musuh Lin Feng membuat array yang menyamarkan seluruh artefak jebakan. Bahkan mereka yang meletakkan artefak jebakan, tak lagi bisa menemukan apa yang sebelumnya mereka letakkan.
“Dengan ini kita jauh lebih siap menyambut kedatangan mereka,” ungkap Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di wajahnya, begitu juga dengan yang lainnya. Meski kemungkinan tak berdampak banyak, keberadaan jebakan diyakini dapat mengurangi semangat tempur musuh.
“Putraku, sebenarnya tepatnya kapan mereka datang? Apa masih lama, atau sebentar lagi?” Lin Mofeng begitu penasaran dengan kapan datangnya kekuatan musuh yang berasal dari alam kegelapan. Jika masih lama, mungkin dia masih memiliki kesempatan untuk sedikit meningkatkan kekuatannya.
“Ayah, mereka tak lama lagi akan datang. Kemungkinan besok mereka akan datang, tapi besar kemungkinan mereka tak akan langsung menyerang. Setelah perjalanan jauh, mereka akan lebih memilih beristirahat, sebelum melakukan penyerangan!” ungkap Lin Feng.
“Ehm, bukannya kita memiliki kesempatan melakukan serangan secara tiba-tiba kalau benar mereka memutuskan istirahat sebelum melakukan penyerangan?” ujar Lin Huang.
Lin Feng menggelengkan kepala. “Kita tidak perlu melakukan serangan tiba-tiba karena jebakan yang kita pasang aku perkirakan tepat berada di tempat mereka beristirahat.”
Mendengarnya semua orang tersenyum semakin lebar.
Jika memang mereka istirahat di tempat yang telah ditaruh jebakan, bisa dipastikan banyak dari mereka yang akan menemui nasib buruk karena terkena jebakan.
“Dengan begini persiapan kita sudah matang, dan tinggal menunggu kedatangan mereka!”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.