Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Percakapan Tiga Saudara


__ADS_3

“Gege, sekarang kita mau kemana?” tanya Lin Hua tak lama setelah mereka semua pergi meninggalkan istana penguasa alam kegelapan.


“Aku ingin pergi ke pusat kekuatan alam kegelapan, dan mulai memurnikan kekuatan kegelapan di alam ini,” kata Lin Feng memberi jawaban.


Mendengar itu Lin Hua menganggukkan kepalanya, tapi dia benar-benar tidak tahu dimana itu pusat kekuatan di alam kegelapan. “Gege, apa pusat kekuatan di alam ini sama dengan yang ada di alam semesta?” kembali Lin Hua bertanya.


Dari yang diketahuinya, pusat kekuatan alam semesta adalah pilar semesta, yang berada di lembah kehidupan, dan hanya penguasa alam semesta yang dapat memasuki tempat itu.


“Bisa dikatakan tempat itu sama dengan yang ada di alam semesta, tapi kita tidak membutuhkan seorang penguasa untuk memasukinya! Dengan apa yang aku miliki, tak ada yang dapat menghentikan kita untuk memasuki tempat itu!” ungkap Lin Feng.


“Jujur saja, sampai sekarang aku masih penasaran dengan identitas Gege yang sebenarnya. Aku yakin identitas Gege bukan sekedar penguasa alam semesta, tapi sesuatu yang lebih tinggi dari penguasa alam semesta,” kata Lin Hua.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Begitu kita kembali ke alam semesta, aku akan menceritakan semua padamu tentang siapa aku sebenarnya,” kata Lin Feng yang tak lagi ingin menyembunyikan semua dari Lin Hua.


“Baiklah, Gege harus menceritakan semua padaku, dan tidak boleh bohong!” kata Lin Hua tentunya pada Lin Feng.


“Aku akan menceritakan semua tanpa adanya kebohongan.” Lin Feng tersenyum selesai mengatakan itu.


Setelahnya mereka melakukan perjalanan dengan tenang, dan dari apa yang diketahui Lin Feng mereka tak lama lagi akan sampai di tempat tujuan.


Di alam kegelapan terdapat matahari yang bersinar tidak terlalu terang karena pengaruh kekuatan kegelapan yang tidak murni, dan tepat sebelum matahari terbenam akhirnya mereka semua sampai di tempat tujuan.


“Kita semua akan langsung masuk kedalam sana!” kata Lin Feng memimpin yang lainnya memasuki tempat yang dipenuhi kekuatan kegelapan.


“Swush...” Aura kekuatan Lin Feng menyelimuti semua orang, yang membuat mereka semua dapat memasuki tempat keberadaan pusat kekuatan di alam kegelapan. Tanpa aura kekuatan Lin Feng, bisa dipastikan mereka tak akan bisa memasuki tempat ini.

__ADS_1


Lin Feng yang berada di depan, dengan jelas dia dapat melihat sekeliling dengan bantuan kedua matanya, bahkan bagian belakang dapat terlihat jelas olehnya tanpa harus menolehkan kepala.


Terus berjalan, akhirnya mereka sampe di sebuah pilar, dan pilar itu adalah pusat kekuatan alam kegelapan. Dari aura kegelapan yang keluar dari pilar inti kekuatan, Lin Feng yakin darah Zang Tongzhi telah mencemari pilar, dan sudah tugasnya mengembalikan fungsi pilar seperti seharusnya.


Lin Feng menggigit jari telunjuknya sampai mengeluarkan darah, dan dia meneteskan darahnya ke pilar.


“Swoosshh...” Seketika semua orang dapat merasakan perbedaan kekuatan yang terpancar dari pilar, yang merupakan inti kekuatan alam kegelapan. Kekuatan kegelapan yang begitu murni dapat mereka rasakan, dan kekuatan ini tak lagi memiliki efek buruk pada tubuh mereka.


Dikarenakan Lin Feng menggunakan darahnya sendiri untuk mengembalikan fungsi pilar inti kekuatan alam kegelapan, secara tidak langsung alam kegelapan mengakui dirinya sebagai penguasa, dan sekarang dia adalah penguasa alam semesta begitu juga dengan alam kegelapan.


‘Bukan hanya kedua alam, tapi seluruh alam adalah milikku. Mereka ada karena kehendakku, dan kalau aku menginginkan kehancuran, mereka juga akan hancur seperti apa yang aku kehendaki,’ katanya dalam hati.


Selesai mengembalikan fungsi pilar inti kekuatan alam kegelapan, Lin Feng membawa Lin Hua dan yang lainnya menuju istana megah yang merupakan istana sesungguhnya dari penguasa alam kegelapan, dan istana itu tak begitu jauh dari tempat mereka saat ini. Di masa lalu Zang Tongzhi tidak dapat menemukan keberasaan istana ini, jadi ini adalah kunjungan pertama ke istana penguasa setelah jutaan tahun tak ada yang berkunjung.


Sementara itu, di alam semesta setelah berlangsungnya pesta selama satu tujuh hari tujuh malam, hari ini akan diadakan penghormatan terakhir untuk mereka yang telah gugur dalam peperangan.


Seratus tahun bukanlah waktu yang lama untuk para kultivator yang dapat hidup selama jutaan tahun, tapi dalam seratus tahun kedua keluarga besar yakin mereka semua akan mendapatkan tulang punggung keluarga yang baru.


“Satu persatu masalah yang timbul setelah perang besar telah terselesaikan,” kata Lin Mofeng pada Lin Junda, dan Lin Huang.


“Semua dapat diselesaikan dengan cepat, dan pada akhirnya kita semua bisa berkumpul seperti dulu,” kata Lin Junda senang karena pada akhirnya dia kembali dapat berkumpul dengan kedua saudaranya.


“Sebenarnya masih ada satu masalah penting dan kita harus segera menemukan jalan keluar terbaik untuk masalah ini,” ungkap Lin Mofeng dengan ekspresi wajah serius.


Kedua saudaranya yang mendengar itu, tiba-tiba saja muncul kerutan di kening mereka.

__ADS_1


“Adik, masala apa yang begitu penting sampai secepatnya kita harus menemukan jalan keluar untuk masalah ini? Apa masalah yang kamu maksud berhubungan dengan keselamatan alam semesta?” tanya Lin Huang sangat penasaran.


“Apa kalian telah melupakan ayah dan ibu kita yang saat ini berada di penjara? Jujur saja, meskipun aku sangat dirugikan oleh mereka, aku tak tega menyaksikan penderitaan mereka di dalam penjara,” ungkap Lin Mofeng.


Lin Junda dan Lin Huang seketika diam membatu karena jujur mereka sebelumnya benar-benar melupakan keberadaan mereka. Kalau Lin Mofeng tidak mengingatkan, mungkin selamanya mereka melupakan keberadaan dua orang itu.


Tak lama terdiam, Lin Junda berkata, “Kakak, kalau kita ingin membebaskan mereka, itu bukanlah sesuatu yang bisa kita putuskan! Seharusnya kalian tahu siapa yang memenjarakan mereka, dan tidak mungkin kita membebaskan mereka tanpa persetujuannya!”


“Sepertinya kita baru bisa melanjutkan pembahasan masalah ini setelah putraku kembali dari perjalanannya,” ungkap Lin Mofeng.


“Kakak, sebenarnya kemana perginya mereka? Ini sudah lebih dari dua puluh hari mereka pergi tanpa kabar, dan tak kunjung kembali,” kata Lin Junda pada Lin Mofeng.


“Mereka semua pergi ke alam kegelapan untuk memurnikan kekuatan kegelapan di tempat itu, dan seperti saat dia pamit, masih ada sepuluh hari lagi sebelum mereka kembali ke tempat ini,” kata Lin Mofeng menjelaskan keberadaan Lin Feng, Lin Hua, dan yang lainnya.


Lin Huang dan Lin Junda bersamaan mengangguk setelah mendengar perkataan Lin Mofeng.


“Aku sampai sekarang sebenarnya masih tidak menyangka memiliki keponakan yang statusnya adalah seorang penguasa alam semesta,” ungkap Lin Huang.


“Bukan hanya kakak pertama yang merasakan itu, tapi aku juga masih sulit mempercayainya. Namun kenyataannya, dia memang penguasa alam semesta dan tak ada yang dapat menentangnya,” kata Lin Junda.


“Jangankan kalian, aku sebagai orangtuanya saja masih penasaran bagaimana dia bisa memiliki kekuatan sebesar itu, dan bagaimana dia bisa menjadi penguasa alam semesta,” kali ini Lin Mofeng yang berbicara.


Ketiganya terdiam bersamaan, sampai akhirnya Lin Huang kembali membuka suara. “Adik, mungkin apa yang terjadi dengannya berhubungan dengan bagaimana kami melakukan rutinitas malam bersama adik Bing Hualing. Adik, apa kamu tidak ingin sedikit bercerita pada kami bagaimana kamu sering melakukan kegiatan malam?”


“HAHAHAHAHA...” Bukannya marah, Lin Mofeng justru tertawa lantang mendengar apa yang ditanyakan Lin Huang padanya, lalu dia meminta kedua saudaranya itu mendekat. “Kemari, aku akan menceritakannya pada kalian!”

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2