Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Meredakan Hawa Panas


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Seluruh prajurit yang menjaga istana Kekaisaran Angin telah musnah, bahkan seluruh anggota keluarga Kekaisaran Angin juga telah musnah bersama prajurit yang menjaga mereka.


Namun, suara rintihan kesakitan yang menyayat hati masih terdengar dari puluhan prajurit, yang berada dalam keadaan sekarat.


“BOOM...” Suara ledakan besar terdengar ke seluruh wilayah ibukota Kekaisaran Angin, saat bangunan megah istana Kekaisaran Angin runtuh rata dengan tanah.


Semua mayat prajurit dan keluarga Kekaisaran Angin tertimbun di bawah reruntuhan istana Kekaisaran, bersama dengan puluhan prajurit yang sebelumnya dalam keadaan sekarat.


“Hah, akhirnya ini selesai.” Xiong Hu menghela nafas lega setelah melihat runtuhnya istana Kekaisaran Angin, bersama dengan musnahnya seluruh keluarga Kekaisaran.


“Kekaisaran Angin hanya tersisa nama. Dengan begini, kita sudah menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh Tuan,” kata Huang Zou senang karena dia tidak membuat kecewa Lin Feng.


Keduanya lalu pergi meninggalkan reruntuhan istana Kekaisaran Angin. Menggunakan teknik teleportasi, secepatnya mereka ingin kembali ke Kekaisaran Petir.


Sedangkan di Kekaisaran Petir, pertempuran antara prajurit Kekaisaran Petir dan prajurit Kekaisaran Langit yang dibantu murid sekte Naga Langit baru saja berakhir. Prajurit Kekaisaran Petir keluar sebagai pemenang, sedangkan musuh mereka musnah tak bersisa.


“Siapa lagi yang datang ke Kekaisaran Petir dengan tujuan tidak baik, mereka akan bernasib sama seperti orang-orang yang mati di tempat ini!” teriak Yan Guo penuh semangat.


Lin Feng yang mendengar teriakan Yan Guo hanya tersenyum, lalu dia membawa Yin Hua kembali ke istana Kekaisaran Petir.


“Secepatnya aku akan menerobos tingkat Dewa Langit supaya dapat pergi bersamamu ke Alam Dewa.” Sebenarnya dengan kekuatan Kaisar Dewa sudah cukup untuk Lin Feng pergi ke Alam Dewa, tapi karena tidak ingin dipandang remeh oleh keluarga Yin Hua, setidaknya dia ingin memiliki kekuatan setara dengan Yin Hua.


“Aku justru merasa tak lama lagi Feng'gege dapat melampaui kekuatanku,” kata Yin Hua sangat yakin Lin Feng tak lama lagi dapat melampaui kekuatannya.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Aku memang harus menjadi lebih kuat dari siapapun supaya aku dapat melindungi orang-orang yang ingin aku lindungi, terutama melindungi Hua'er,” ujar Lin Feng.


“Swishh...” Keduanya telah sampai di kediaman Kaisar, di istana Kekaisaran Petir.

__ADS_1


“Apa sekarang yang ingin Feng'gege lakukan?” tanya Yin Hua yang masih memeluk erat lengan Lin Feng.


Lin Feng menoleh menatap keindahan yang terpancar dari wajah Yin Hua. Dari wajah, pandangan Lin Feng tertuju ke arah bukit kembar Yin Hua yang seketika membuatnya merasakan hawa panas menerpa tubuhnya.


“Ruangan ini terasa sangat panas. Sepertinya aku ingin mendinginkan tubuh dengan berendam air dingin.” Lin Feng dengan lembut melepas tangan Yin Hua yang memegang lengan tangannya, kemudia dia mengarahkan pandangan ke pintu kamar mandi.


“Bagaimana kalau aku membantu menghilangkan hawa panas di tubuh Feng'gege?” Tak menunggu jawaban dari Lin Feng, Yin Hua kembali memegang lengan Lin Feng dan menyeretnya menuju tempat tidur.


“Hua'er, apa yang ingin kamu lakukan?” Lin Feng melihat Yin Hua mulai menanggalkan pakaiannya, setelah memaksa dirinya duduk di atas tempat tidur.


“Aku ingin melakukan apa yang sudah seharusnya kita lakukan, dan aku sudah yakin kita memang harus segera melakukannya.” Menyisakan kain tipis yang menutupi tubuhnya, Yin Hua mendorong jatuh Lin Feng di atas tempat tidur, kemudian dia menindih tubuh Lin Feng.


"Apa Feng'gege tidak ingin melakukannya denganku? Atau mungkin apa yang aku miliki tidak membuat Feng'gege tertarik.” Yin Hua terlihat sedih, tapi wajah sedih Yin Hua justru membuat Lin Feng merasa gemas dengannya.


Tak lagi bisa menahan keinginannya saat bersama Yin Hua dan lagi dia sudah mendapatkan izin untuk melakukan itu, Lin Feng tak lagi menahan apa yang ingin dia lakukan.


“Kalau begitu aku tidak akan segan untuk melakukannya, bagaimanapun juga kamu adalah wanita paling sempurna dalam hidupku, dan selamanya akan tetap seperti itu.” Lin Feng duduk menghadap Yin Hua, dan begitu saja dia mencium bibir ranum yang tepat berada di hadapannya.


Yin Hua tersenyum saat Lin Feng mengakhiri ciumannya, dan mulai menanggalkan pakaiannya. “Lakukan apapun yang ingin Feng'gege lakukan padaku! Malam ini dan selamanya, aku adalah milik Feng'gege.” Yin Hua menanggalkan pakaian terakhirnya, menunjukkan keindahan setiap jengkal tubuhnya pada Lin Feng.


Tak lagi menahan keinginannya, Lin Feng kembali menciun bibir Yin Hua, dari ciuman biasa, Lin Feng mulai ******* bibir ranum Yin Hua dengan penuh gairah. Ciuman yang semula hanya di bibir perlahan berpindah ke leher jenjang Yin Hua, dan terus bergerak turun sampai ke dua bukit kembar dengan puncak berwarna merah muda merekah.


Dijilatnya puncak bukit oleh Lin Feng, membuat Yin Hua mendongakkan kepala sambil memejamkan kedua matanya. Jantung Yin Hua berdegup kencang tiap kali Lin Feng bermain di puncak buktinya, dan tak lagi bisa ditahan desah*n kecil keluar dari mulutnya.


Setelah membuat beberapa tanda kepemilikan di tubuh Yin Hua, kini giliran kedua tangan Lin Feng yang bergerilya menjamah setiap jengkal tubuh Yin Hua. Tangan kanan Lin Feng bergerak ke arah bukit kembar yang terasa lembut, hangat, dan kenyal saat di sentuh. Sedangkan tangan kirinya sudah berada di milik Yin Hua yang mulai mengeluarkan ****** *****.


“Fe... Feng'gege, cepat lakukan!” Yin Hua tak lagi dapat menahan gairahnya, dia meminta Lin Feng segerr melakukannya.


Tahu keinginan wanitanya, Lin Feng membalik posisinya. Sekarang dia yang menindih tubuh Yin Hua, dan bersiap melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.


Meski di awali rasa sakit, kedua manusia yang sedang dimabuk cinta terus menyalurkan gairah mereka bersama dengan kucuran keringat yang membasahi tubuh keduanya. Rasa sakit tergantikan dengan rasa nikmat, dan mereka terus menyalurkan gairah menuju puncak kenikmatan.

__ADS_1


...----------------...


Semalaman mereka terus menyalurkan gairah memburu kenikmatan. Di saat Lin Feng mendapatkan tiga kali puncak kenikmatan, Yin Hua mendapatkan belasan kali puncak kenikmatan, yang membuat tubuhnya pagi ini sangat lemas, dan dia masih terlelap dalam tidur saat pagi sebentar lagi berganti siang.


Tempat tidur yang mereka gunakan bahkan masih basah. Begitu jelas terciun bau cairan kenikmatan di tempat tidur yang basah, dikarenakan semalam Yin Hua berkali-kali membanjiri tempat tidur dengan cairan kenikmatan, yang keluar dari miliknya.


Lin Feng beberapa saat yang lalu terbangun, dan baru saja dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.


Melihat Yin Hua masih terlelap dalam tidurnya Lin Feng hanya tersenyum, tapi saat mengingat di balik selimut yang menutupi tubuh Yin Hua ada keindahan tubuh wanitanya, Lin Feng merasa miliknya kembali bangkit, dan ingin kembali menyalurkan gairahnya.


Hasrat ingin melakukan itu dengan Yin Hua kembali muncul, tapi segera Lin Feng menyingkirkan hasrat itu karena dia tahu kalau Yin Hua masih dalam keadaan kelelahan setelah pertempuran mereka semalam.


“Lebih baik sekarang aku pergi ke Alam Kehidupan karena entah kenapa aku merasa akan mendapatkan terobosan setelah melakukan itu dengan Hua'er.” Gerbang menuju Alam Kehidupan muncul, kemudia Lin Feng segera memasuki gerbang itu.


Setelah Lin Feng pergi ke Alam Kehidupan, Yin Hua yang sebenarnya sudah bangun sejak Lin Feng bangun, segera dia membuka mata dan duduk di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


“Uh, bau ini, aku tidak menyanhka kalau itu benar-benar nikmat.” Yin Hua membayangkan kejadian semalam. Membayangkan itu membuat dia merasakan hangat di tubuhnya dan nafasnya mulai tidak teratur.


“Apa yang aku bayangkan? Sebaiknya aku berendam di air dingin untuk mendinginkan tubuhku.” Yin Hua segera pergi ke berendam di kolam pemandian yang menyatu dengan kamarnya.


“Aku tahu kalau Feng'gege kembali menginginkannya saat tadi melihatku, tapi dia memilih pergi ke Alam Kehidupan karena tidak tega melihatku yang masih tertidur. Kalau saja tadi Feng'gege melakukannya, aku tentu tidak menolak. Bodohnya aku, kenapa juga tadi pura-pura tidur.” Yin Hua membayangkan melakukan itu di pagi hari, tapi sepertinya pagi ini dia belum bisa mendapatkannya.


Sedangkan Lin Feng yang berada di Alam Kehidupan, dia baru saja mengalami lonjakan kekuatan setelah berhasil menerobos tingkat Dewa Langit. Dibandingkan kekuatan Kaisar Dewa Bintang 9, kekuatan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan tingkat Dewa Langit Bintang 1.


Akan tetapi, meski sangat mudah baginya berhasil menerobos tingkat Dewa Langit, Lin Feng masih dibuat bingun dengan lonjakan kekuatan yang membuatnya dapat menerobos tingkat Dewa Langit.


“Sebaiknya aku menanyakan semuanya pada sistem begitu peningkatan levelnya selesai. Sekalian, aku ingin menagih hadiah karena berhasil menerobos tingkat Dewa Langit,” gumam Lin Feng.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


Yuk mampir dan baca Novel baru Author.



__ADS_2