Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Ramalan Leluhur Kekaisaran Api


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Setelah memastikan kematian Mo Luo dan seluruh iblis dan monster yang kali ini datang menyerang perbatasan Kekaisaran Cahaya, Lin Feng bermaksud membawa Yin Hua dan yang lainnya kembali ke Kekaisaran Petir.


Akan tetapi, sebelum Lin Feng membawa Yin Hua dan yang lainnya kembali ke Kekaisaran Petir, Qian Zu dan kedua Jenderalnya sudah lebih dulu muncul di hadapan Lin Feng. Dari cara mereka memandang, jelas mereka mengagumi sosok Lin Feng dan semua orang yang berada di sisinya.


“Kami tidak ada urusan lagi di tempat ini, jadi sebaiknya kalian bertiga segera menyingkir!” kata tegas Lin Feng menatap remeh keberadaan Qian Zu dan kedua Jenderalnya. Meskipun ketiganya merupakan orang terhormat di Kekaisaran Cahaya, di mata Lin Feng mereka bukanlah siapa-siapa.


Mendengar itu wajah Qian Zu dan kedua Jenderalnya terlihat jelek, mereka belum pernah di remehkan oleh siapapun, meskipun mereka berada di hadapan Kaisar Kekaisaran Langit. Akan tetapi, saat ini ketiganya sedang diremehkan oleh pria yang identitasnya tidak mereka ketahui.


Kedatangan mereka awalnya untuk berterimakasih dan saling mengenal satu sama lain, tapi sekarang mereka justru dibuat harus menahan emosi, di hadapan pria yang tidak mungkin dapat mereka kalahkan.


“Apa kalian bertiga tuli? Sebaiknya kalian segera menyingkir sebelum kesabaranku habis!” teriak Lin Feng tidak menyukai keberadaan Qian Zu dan kedua Jenderalnya.


Dengan wajah menghitam menahan amarah, Ketiganya akhirnya menyingkir karena mereka tidak menyinggung pria yang tak seharusnya mereka singgung.


Tidak ingin membiarkan rombongan Lin Feng pergi begitu saja, Qian Zu berkata saat Lin Feng melintas di depannya. “Setidaknya Tuan bisa memperkenalkan diri pada kami yang telah Tuan selamatkan!”


Mendengar itu Lin Feng tiba-tiba saja berhenti, kemudian dia menoleh menatap Qian Zu dan kedua Jenderalnya. “Kalian orang-orang lemah tidap pantas tau siapa kami! Satu lagi, aku sama sekali tidak bermaksud menyelamatkan kalian. Tujuanku di tempat ini hanya untuk bersenang-senang,” katanya, lalu dia kembali melangkahkan kakinya.


Saat rombongan Lin Feng sudah menjauh, Jenderal Fu berkata pada Qian Zu, “Yang Mulia, orang itu terlalu sombong, bahkan dia tidak menghormati keberadaan Yang Mulia, yang sudah menyempatkan diri menemuinya.”


“Meskipun kalian berdua tidak melihatnya, aku melihat kebencian yang mendalam dari sorot matanya saat dia melihat ke arahku, dan aku sendiri benar-benar tidak tahu apa yang menyebabkan semua itu,” balas Qian Zu.


...----------------...


Kekaisaran Iblis.


“Yang Mulia, giok jiwa milik Jenderal Mo Luo telah hancur. Sepertinya dia berhasil dikalahkan oleh bangsa manusia,” kata Mo Teng, penjaga aula giok jiwa di Kekaisaran Iblis.

__ADS_1


Kaisar Iblis cukup terkejut mendengar itu, tapi dia tidak menunjukkan kemarahannya setelah mendengar kegagalan untuk ketiga kalinya secara beruntun.


“Aku memang terlalu terburu-buru melakukan serangan ke wilayah manusia, tanpa menyelidiki kekuatan tersembunyi yang mereka miliki. Selama ini aku terlalu terfokus pada Kekaisaran Langit dan kekuatan yang mereka miliki,” kata Kaisar Iblis.


“Terlalu fokus pada Kekaisaran Langit, membuat aku mengabaikan kekuat lain, yang ternyata lebih kuat dibandingkan apa yang dimiliki Kekaisaran Langit,” lanjutnya.


Mo Teng yang mendengarnya menganggukkan kepala. Dia tahu selama ini Kaisarnya hanya terfokus pada Kekaisaran Langit dan empat Kekaisaran lainnya yang dirasa dapat memberi ancama pada rencananya.


“Yang Mulia, apa tidak sebaiknya kita menunda rencana, dan menyebar kembali mata-mata untuk mengukur kekuatan yang dimiliki bangsa manusia?” ujar penasihat Kaisar, yang berdiri samping singgasana Kaisar.


“Kematian Jenderal Mo Luo adalah kerugian besar bagi kita, dan aku merasa musuh yang kita hadapi memiliki kekuatan setara denganku,” balas Kaisar Iblis.


“Melihat semua itu memang lebih baik kita menunda rencana menguasai Alam Langit, dan mencoba untuk kembali meningkatkan kekuatan yang kita miliki,” lanjutnya.


Setelah mengatakan itu, Kaisar Iblis memberi perintah pada bawahannya untuk meningkatkan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Iblis. Selain itu, dia juga memberi perintah untuk menyebarkan mata-mata ke seluruh penjuru wilayah manusia, terutama ke tempat yang selama ini diabaikan olehnya.


Dalam sepuluh tahun ke depan Kaisar Iblis akan berusaha menerobos ke tingkat yang lebih tinggi. Begitu dia berhasil meningkatkan kekuatan dan seluruh mata-mata berhasil mengumpulkan seluruh informasi yang di butuhkan, dia akan memimpin langsung pasukan iblis dan monster menguasai seluruh wilayah kekuasaan manusi.


...----------------...


Kedua murid tetua kelima sekte Phoenix Api yang belum lama ini kembali ke sekte, mereka menceritakan semua yang mereka alami saat berada di perbatasan Kekaisaran Cahaya dengan wilayah bangsa iblis dan monster. Mereka juga menceritakan secara rinci penyebab kematian tetua kelima.


“Seorang wanita muda dengan kekuatan tingkat Dewa Bintang 9, dan seorang pria pemilik elemen ganda! Apa kalian tidak sedang berbohong?” bentak Patriak sekte setelah mendengar cerita kedua murid tetua kelima.


“Patriak, kami tidak berani berani berbohong,” jawab keduanya bersamaan.


Meskipun tahu keduanya tidak berbohong, Patriak sekte Phoenix Api masih sulit mempercayai cerita mereka. Wanita muda di tingkat Dewa Bintang 9 dengan elemen api, bisa dikatakan dia adalah super jenius. Akan tetapi keberadaan pria pemilik elemen ganda, tentu siapapun itu akan sulit mempercayainya.


“Kalau memang pria yang kalian katakan benar-benar memiliki elemen ganda, cepat katakan padaku elemen apa saja yang dimilikinya?” tanya Patriak sekte dengan suara keras.


“Patriak, dalam pertempuran pria itu kebanyakan menggunakan kekuatan elemen petir yang sangat mengerikan, dan karena itu guru kami mengira dia berasal dari Kekaisaran Petir. Akan tetapi anehnya dia membunuh guru kami menggunakan elemen api berwarna putih,” kata pria murid tetua kelima.

__ADS_1


“Meskipun kamu mengatakan seperti itu, aku tetap sulit mempercayainya,” kata Patrik Sekte.


Tetua Agung Sekte Phoenix Api yang semula hanya diam, dia tiba-tiba berkata. “Patriak, mungkinkah pria itu sosok yang dikatakan dalam ramalan leluhur Kekaisaran tentang pemilik api suci, yang akan menghancurkan kekuasaan Kekaisaran Api, dan dalam ramalan itu dikatakan juga kalau sosok pembawa kehancuran berasal dari Kekaisaran Petir?”


Patriak sekte Phoenix Api membulatkan matanya setelah mendengar itu. “Kenapa aku bisa melupakan ramalan yang menjadi awal mula Kekaisaran Api memutuskan menyerang Kekaisaran Petir? Memiliki elemen petir dan elemen api putih yang merupakan elemen api suci. Kabar ini secepatnya harus aku sampaikan pada Yang Mulia Kaisar,” kata Patriak sekte.


“Patriak, apa kita perlu mengirim orang-orang terbaik kita untuk mulai mencari keberadaan orang itu? Semakin cepat kita menemukannya, semakin cepat kita dapat memusnahkan keberadaannya, dan menyelamatkan Kekaisaran Api dari kehancuran yang dibawa oleh pria itu,” kata Tetua Agung.


Patriak sekte Phoenix Api menganggukkan kepala. “Tetua Agung, aku serahkan pencarian orang itu padamu, dan kalau memang memungkinkan segera akhiri hidup orang itu. Dia memang berhasil membunuh tetua kelima yang merupakan tetua terlemah di sekte Phoenix Api, tapi belum tentu dia dapat mengalahkan tetua lain, apalagi jika kamu yang turun langsung melawannya,” ungkap Patriak sekte.


Mendengar itu, Tetua Agung sekte Phoenix Api segera mengerahkan orang-orang terbaik untuk mencari keberadaan pria yang sebelumnya terlihat di wilayah perbatasan Kekaisaran Cahaya dengan wilayah bangsa iblis dan monster. Selain mencari keberadaan pria itu di Kekaisaran Cahaya, orang-orang yang ditugaskan Tetua Agung juga akan melakukan pencarian di Kekaisaran Petir.


“Entah kenapa aku merasakan hal buruk akan segera terjadi di Kekaisaran Api,” gumam Tetua Agung yang kini tinggal menunggu laporan orang-orang yang dia tugaskan mencari keberadaan pria pemilik elemen api putih, yang ciri-cirinya terasa tidak asing baginya.


...----------------...


Di sebuah istana megah yang terletak di Alam Dewa.


“Apa kalian sudah menemukan keberadaan putriku? Ini sudah lebih dari satu tahun tapi aku belum mendengar kabar kalian berhasil menemukan keberadaannya,” ujar seorang pria berambut merah, dengan pakaian dan jubah yang keseluruhannya berwarna merah. Dari aura panas yang terpancar dari tubuhnya, bisa ditebak kalau dia pemilik elemen api yang sangat kuat.


“Yang Mulia, setelah mengerahkan lebih dari satu juta orang, kami tidak berhasil menemukan keberadaan Putri di seluruh Alam Dewa. Kemungkinan Putri sudah meninggalkan Alam Dewa, dan pergi ke Alam lain,” kata seorang pria, pemimpin orang-orang yang selama ini mencari keberadaan Putri dari pria yang dia panggil tuan.


“Dia tidak mungkin pergi ke Alam Sembilan Surga dengan kekuatannya yang masih sangat lemah. Kemungkinan dia pergi ke Alam Langit karena tempat itu merupakan tempat paling aman untuknya.”


“Kalian jaga gerbang menuju Alam Langit! Kalau ada orang-orang pemuda sialan itu yang pergi ke Alam Langit, segera ikuti mereka, tapi salah satu dari kalian segera laporkan padaku! Aku tidak akan lagi membiarkan pemuda sialan itu mengganggu putriku,” kata tegas pria berjubah merah.


“Baik Tuan, hamba akan melakukan seperti yang Tuan inginkan...”


Pria berjubah merah hanya mengangguk, dan untuk sekarang dia hanya bisa menunggu laporan dari orang-orangnya.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2