
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Kediaman Ling Yuan.
“Apa Yang Mulia tidak khawatir dengan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Petir?” tanya penasihat Kaisar pada Ling Yuan.
Saat ini keduanya sedang berada di ruang baca Kaisar, dan baru saja mereka selesai membahas rencana untuk menangani kekacauan yang dibuat oleh para iblis dan monster.
“Kekaisaran Petir dan Kekaisaran Langit selama ini tidak pernah terlibat suatu masalah. Jadi, apa yang harus aku khawatirkan dari kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Petir?” tanya balik Ling Yuan.
“Dengan kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Petir, bisa saja mereka menggeser posisi Kekaisaran Langit sebagai kekuatan terbesar sekaligus penguasa Alam Langit,” kata penasihat Kaisar.
Ling Yuan menutup buku yang dia baca, lalu dia menatap pria tua yang sudah ratusan ribu tahun menjadi penasihat Kaisar Kekaisaran Langit. “Aku tidak pernah menganggap Kekaisaran Langit sebagai kekuatan terbesar sekaligus penguasa Alam Langit. Jadi, aku tidak akan pernah merasa dirugikan seandainya Kekaisaran Petir menggeser posisi Kekaisaran Langit yang saat ini dianggap sebagai Kekaisaran terkuar di wilayah manusia Alam Langit,” ujar Ling Yuan.
“Apa Yang Mulia sudah melupakan keinginan Kaisar terdahulu yang menginginkan Kekaisaran Langit menjadi penguasa Alam Langit, dan menentang kekuatan manapun yang mencoba melampaui pencapaian Kekaisaran Langit?” kata penasihat Kaisar.
“Itu keinginan Ayahku yang memang gila akan kekuasaan sehingga membuat Kekaisaran Langit terus berperang dengan Kekaisaran lain. Namun, aku tidak segila dia kalau itu menyangkut kekuasaan,” balas Ling Yuan.
Penasihat Kaisar terlihat tidak menyukai balasan Ling Yuan. “Yang Mulia, sebagai penerus kekuasaan Kekaisaran Langit, alangkah baiknya yang Mulia meneruskan apa yang menjadi keinginan Kaisar terdahulu, dengan menjadikan Kekaisaran Langit menjadi penguasa Alam Langit!”
“Kalau hanya itu yang ingin kamu bahas denganku, sebaiknya segera pergi tinggalkan tempat ini!” kata Ling Yuan dengan suara lantang.
Tidak ingin memancing kemarahan Ling Yuan, penasihat Kaisar buru-buru pergi meninggalkan ruang baca Ling Yuan.
Hanya dengan kekuatannya yang sekarang, dia tidak akan mampu menghadapi kemarahan Ling Yuan yang belum lama ini berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa Bintang 2.
‘Lihat saja! Kalau kau masih tidak ingin menuruti keinginanku, aku pastikan kau mati mengenaskan di tanganku!’ kata penasihat Kaisar membatin.
...----------------...
Satu minggu berlalu dengan cepat. Yan Guo dan Yan Ning akhirnya keluar dari pelatihan tertutup setelah keduanya berhasil menerobos tingkat Dewa Bintang 5 dan Bintang 6.
__ADS_1
Dalam satu minggu ini sebenarnya bukan hanya mereka berdua yang berhasil menerobos. Lin Feng berhasil menerobos tingkat Raja Dewa Bintang 3. Xiong Hu, Huang Zou, Xiao Bing dan Xiao Rong berhasil menerobos tingkat Dewa Bintang 8. Terakhir ada Xiao Lan dan Xiao Xi yang berhasil menerobos tingkat Raja Dewa Bintang 5.
Yin Hua sendiri tinggal sedikit lagi dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa Bintang 6, tapi dia menunda terobosan karena hari ini dia ingin mengikuti Lin Feng pergi ke wilayah kekuasaan iblis dan monster.
“Akhirnya banyak kekuatan tingkat Saint dan tingkat Dewa yang bermunculan di Kekaisaran Petir,” kata Lin Feng sambil tersenyum, melihat peningkatan kekuatan Jenderal Kekaisaran, Wakil Jenderal, dan seluruh petinggi Kekaisaran.
Seluruh Jenderal Kekaisaran dan Wakil Jenderal telah berhasil menerobos tingkat Dewa, sedangkan para petinggi Kekaisaran mereka telah berada di tingkat Saint, dan tak lama lagi kemungkinan mereka dapat menerobos tingkat Dewa.
Kekuatan Kekaisaran Petir bisa dikatakan setara dengan kekuatan Kekaisaran Cahaya dan Kekaisaran Kegelapan, tapi semua itu belum membuat Lin Feng puas karena dia ingin Kekaisaran Petir menjadi yang terkuat di Alam Langit.
“Sebelum aku pergi, setidaknya aku ingin Kekaisaran Petir memiliki sepuluh kultivator tingkat Kaisar Dewa sebagai pelindung,” gumam Lin Feng.
Dia tidak bisa tenang pergi meninggalkan Kekaisaran Petir, selama Kekaisaran Petir belum memiliki kekuatan yang mumpuni. Meskipun dia bukanlah Kaisar sesungguhnya dari Kekaisaran Petir, tapi tetap saja dia memiliki tanggungjawab melindungi Kekaisaran Petir karena bagaimanapun juga, tubuhnya adalah tubuh Kaisar Kekaisaran Petir.
“Paman, Bibi, aku percayakan Kekaisaran Petir pada kalian selama aku pergi ke wilayah iblis dan monster!” kata Lin Feng pada Yan Guo dan Yan Ning.
“Yang Mulia tenang saja, kami akan melakukan apapun untuk menjaga Kekaisaran,” ujar Yan Guo penuh keyakinan. Meski dia masih ingin terus meningkatkan kekuatannya, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai wakil dari Lin Feng.
“Kalau begitu, kami pergi dulu!” kata Lin Feng, lalu dia dan orang-orang yang mengikutinya begitu saja menghilang dari pandangan Yan Guo dan Yan Ning.
Lin Feng membawa orang-orang yang pergi bersamanya menuju Kekaisaran Cahaya dengan teknik teleportasinya. Dia sengaja memilih pergi ke Kekaisaran Chaya karena letak Kekaisaran Cahaya jauh lebih dekat dengan wilayah iblis dan monster, dibandingkan kalau harus pergi ke Kekaisaran Kegelapan.
Meskipun sama-sama berbatasan langsung dengan wilayah iblis dan monster, antara wilayah Kekaisaran Kegelapan dengan wilayah iblis dan monster masih terdapat hutan kematian yang menjadi pemisah kedua wilayah.
Sedangkan wilayah Kekaisaran Cahaya dengan wilayah iblis dan monster, kedua wilayah berbatasan langsung tanpa ada yang memisahkan.
Dengan penampilan selayaknya kultivator yang hidup bebas di Alam Langit. Lin Feng, Yin Hua, Xiong Hu, serta lima orang lainnya, saat ini mereka sedang mengantre untuk memasuki Kota Chaya Langit, yang merupakan ibukota Kekaisaran Cahaya.
Meski penampilan mereka sangat sederhana, tapi aura ketampanan dan kecantikan yang dimiliki rombongan Lin Feng tetap membuat mereka menjadi pusat perhatian. Tak sedikit orang-orang yang mengantre terus memandang kelompok Lin Feng.
“Mereka hanyalah kultivator bebas, tapi aku merasa aura mereka sangat berbeda dari kultivator bebas yang pernah aku temui,” ujar pria dengan mata emas dari dalam kereta naga miliknya, yang mengantre tepat di belakang kelompok Lin Feng.
“Apa Pangeran merasa ada yang aneh dengan penampilan mereka?” tanya wanita di samping pria bermata emas.
__ADS_1
“Aku tidak merasa ada yang aneh dengan mereka. Hanya saja, aku cukup tertarik dengan aura mereka, terutama aura yang dimiliki salah satu wanita di kelompok itu,” kata pria bermata emas.
Dari arah tatapan matanya, jelas pria itu sedang menatap Yin Hua yang senantias memeluk lengan Lin Feng, dan sedetikpun dia tidak pernah melepaskan pelukannya.
“Bawa wanit itu ke hadapanku begitu kita berada di dalam kota! Kalau wanita itu menolak dan anggota kelompoknya menghalangi kalian, bunuh saja anggota kelompoknya, dan bawa secara paksa wanita itu ke hadapanku!” perintah pria mata emas pada wanita di depannya.
“Baik Yang Mulia, hamba tidak akan membuat Yang Mulia kecewa,” kata wanita itu lalu segera daja dia keluar dari kereta naga milik pria bermata emas yang merupakan Pangeran Kedua Kekaisaran Cahaya.
Melihat rombongan di depannya hanyalah sekumpulan kultivator tingkat Penguasa, Qian Tao, Pangeran kedua Kekaisaran Cahaya yakin bukan hal sulit membawa wanita yang diinginkannya.
Sementara itu di rombongan Lin Feng, mereka semua tahu kalau ada sekelompok orang dengan niat tidak baik, terus memperhatikan mereka.
“Memiliki kekuatan khusus, tapi dia salah menggunakannya.” ujar Lin Feng yang baru saja menggunakan mata Dewa miliknya mencari tahu siapa sosok yang terus menatap Yin Huapenuh ketertarikan.
“Feng'gege, apa perlu aku melenyapkan keberadaan orang itu?” tanya Yin Hua sambil memandang wajah Lin Feng.
Lin Feng menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan Yin Hua. “Kita tidak perlu melakukan apa-apa untuk saat ini karena aku yakin tak lama lagi mereka sendiri yang mendatangi kita. Saat itulah kamu bebas melakukan apapun pada mereka,” jawab Lin Feng.
Yin Hua hanyan menganggukkan kepala. Kemudian, dia mengikuti langkah kaki Lin Feng memasuki Kota Cahaya Langit begitu mereka membayar biaya masuk.
"Aku penasaran seperti apa keadaan Kota Cahaya Langit yang dikatakan sebagai kota terindah di wilayah manusia Alam Langit,” kata Lin Feng melangkahkan kaki memasuki Kota Cahaya Langit.
Yin Hua yang mendengar itu kembali menganggukkan kepala, dan mengikuti kemanapun Lin Feng melangkahkan kaki. Di belakang mereka, Xiong Hu dan yang lainnya dengan tenang mengikuti keduanya.
“Kota yang benar-benar indah, tapi aku mulai terganggu dengan mereka yang terus mengikuti kita,” ujar Lin Feng.
“Feng'gege, apa sudah saatnya kita menyingkirkan mereka?” tanya Yin Hua yang sudah cukup sabar membiarkan beberapa orang terus mengikutinya.
“Aku rasa ini sudah saatnya kita menyingkirkan mereka, dan biarkan aku yang menghadapi pemimpin mereka!” jawab Lin Feng lalu tiba-tiba saja sosoknya menghilang.
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1