
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di kediaman keluarga Suci Guo Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Tetua Agung keluarga Suci Guo yang merupakan sosok penguasa keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama, dia dibuat terkejut oleh pesan jiwa yang dikirim muridnya, Guo Zong.
Sulit baginya mempercayai pesan jiwa Guo Zong, tapi mengingat muridnya itu selama ini tidak sekalipun pernah membohonginya, pada akhirnya dia hanya bisa mempercayai kebenaran dari pesan yang dikirim muridnya itu, meski semua itu membuat dirinya sangat terkejut.
Bagaimana dia tidak terkejut saat tiba-tiba mendengar adanya generasi muda keluarga Lin yang kekuatannya telah berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 2, padahal setelah terjadinya pengkhianatan di keluarga Lin, banyak jenius di keluarga Lin yang kini justru menjadi bagian dari keluarga Suci Guo.
Awalnya dia dan para pejabat tinggi keluarga Suci Guo di seluruh tingkatan Alam Sembilan Surga mengira keluarga Lin sudah mendekati akhir dari kejayaannya, setelah tak memiliki cukup generasi muda berbakat. Namun semua itu terbantahkan, setelah dia mendengar pesan jiwa dari muridnya.
Dia memiliki keyakinan kalau selama ini banyak generasi muda keluarga Lin yang keberadaannya disembunyikan dan mereka baru keluar di situasi tertentu, dan kompetisi Alam. Sembilan Surga tingkat pertama adalah situasi tertentu yang membuat keluarga Lin mengeluarkan generasi muda mereka, yang selama ini disembunyikan.
“Aku harus segera melaporkan semua pada keluarga inti dan berharap mereka memiliki solusi terbaik untuk menyingkirkan para generasi muda keluarga Lin,” gumamnya lirih lalu dia segera mengirim pesan jiwa yang dapat membuatnya terhubung dengan tetua keluarga Suci Guo di kediaman keluarga inti.
Sementara itu, pertempuran antara para peserta kompetisi dan siluman masih terus terjadi di hutan kabut abadi.
Dari ribuan peserta yang mengikuti kompetisi, sekarang tersisa tak lebih dari tiga ratus orang yang masih bertahan di hutan kabut abadi. Selain banyak peserta yang mati di tangan para siluman, banyak peserta yang memilih menyerah, dan pada akhirnya mereka pergi meninggalkan hutan kabut abadi.
Berbeda dengan sisa peserta yang membentuk satu kelompok besar untuk membuat mereka dapat bertahan di hutan kabut abadi, Lin Feng masih saja bertahan dengan kelompok kecilnya, meski banyak kultivator yang ingin bergabung dengan kelompoknya.
“Bukannya ingin berjuang bersama-sama, mereka yang ingin bergabung dengan kelompok kita hanya ingin menumpang nama, dan mencari perlindungan dari para siluman,” kata Lin Feng pada anggota kelompoknya, setelah dia menolak lima orang kultivator yang ingin bergabung dengan kelompoknya.
“Menerima orang-orang licik seperti mereka dalam kelompok kita, selain menjadi beban, keberadaan mereka juga bisa membahayakan kita,” ungkap Lin Hua.
“Tuan Muda dan Nona Hua benar, keberadaan orang-orang seperti mereka dalam kelompok justru dapat membahayakan kita karena besar kemungkinan mereka melakukan pengkhianatan,” kata Lin Mofan.
__ADS_1
Lin Feng dan Lin Hua bersamaan mengangguk, lalu Lin Feng kembali berkata, “Hari hampir malam, sebaiknya kita mencari tempat istirahat, dan sekalian aku ingin membantu kalian sedikit meningkatkan kekuatan!”
Lin Feng ingin meningkatkan kekuatan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya. Setidaknya di hari esok mereka harus lebih kuat dibandingkan hari ini. Sedangkan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya, mereka sangat penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Lin Feng.
Lima menit bergerak mencari tempat bermalam, kelompok Lin Feng menemukan gua yang tidak terdapat aura kehidupan di dalamnya. Pergi memasuki gua, Lin Feng segera menutup mulut gua dengan array perlindungan setelah semua anggota kelompoknya berada di dalam gua.
“Hua’er dan kalian berdua, apa kalian ingi istirahat di tempat ini, atau istirahat di tempat biasanya?” Lin Feng bertanya pada Lin Hua, Lin Shao dan Lin Meili, yang mana mereka tentu memilih istirahat di tempat biasa.
Lin Feng yang faham dengan keinginan mereka, langsung saja dia membuka gerbang menuju Alam Kehidupan. “Kalian tunggu aku di dalam sana karena masih ada sedikit urusan yang terlebih dulu harus aku selesaikan di tempat ini!” kata Lin Feng sambil tersenyum, sedangkan Lin Hua dan dua orang lainnya yang mendengar semua itu, mereka hanya menganggukkan kepala, lalu dengan tenang memasuki gerbang menuju Alam Kehidupan, mengabaikan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya yang menatap bingung keberadaan gerbang yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Setelah Lin Hua, Lin Shao, serta Lin Meili telah berada di Alam Kehidupan, Lin Feng segera mengarahkan pandangannya pada Lin Mofan dan sembilan orang lainnya. “Aku ingin sedikit membantu kalian meningkatkan kekuatan, tapi itu semua tidak aku lakukan di tempat ini. Kita bakalan pergi ke tempat di balik gerbang ini, dan di tempat itu aku yakin kalian dapat meningkatkan kekuatan lebih cepat daripada melakukan peningkatan kekuatan di tempat ini,” kata Lin Feng.
Penasaran dengan tempat apa yang ada di balik gerbang, Lin Mofan memutuskan bertanya, “Tuan Muda, kalau aku boleh tahu, tempat seperti apa yang ada di balik gerbang megah ini?”
“Di balik gerbang ini adalah Alam lain yang tidak memiliki hubungan dengan Alam Semesta, tapi Alam itu memiliki perputaran waktu lebih cepat dari Alam ini. Jadi, saat kita berada di Alam itu selama satu bulan, itu sama dengan kita menghabiskan satu malam di Alam ini,” kata Lin Feng menjelaskan.
Merasa semua orang telah memahami penjelasannya, Lin Feng langsung saja membawa mereka semua memasuki gerbang, dan memberi mereka kesempatan menikmati keadaan Alam Kehidupan yang kaya dengan Energi Qi elemen.
Berada di Alam Kehidupan untuk pertama kalinya, Lin Mofan dan sembilan orang lainnya sangat terpesona dengan pemandangan yang mereka lihat, tapi mereka lebih terpesona dengan keberadaan Energi Qi Elemen yang jauh lebih melimpah dibandingkan apa yang ada di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
“Kalian bisa berkultivasi di tempat ini, dan kalian memiliki waktu satu bulan untuk melakukan kultivasi di tempat ini,” kata Lin Feng sambil memberi mereka masing-masing satu botol berisi lima pil Qi spiritual, yang dapat membantu meningkatkan kekuatan mereka.
Lin Mofan dan sembilan orang lainnya menerima botol pil pemberian Lin Feng, dan begitu mereka membuka tutup botol, mereka dapat mencium aroma pil spiritual yang dari aromanya, mereka tahu pil spiritual di tangan mereka adalah pil spiritual kualitas terbaik.
“Tuan Muda, pil spiritual ini sangatlah berharga, kami tidak berani menerimanya.” Lin Mofan ingin mengembalikan pemberian Lin Feng, begitu juga dengan sembilan orang lainnya.
Melihat itu senyuman terlihat di wajah Lin Feng, lalu dia berkata, “Pil spiritual yang aku berikan pada kalian sudah tidak berguna untuk kekuatanku, tapi pil spiritual itu setidaknya masih berguna untuk meningkatkan kekuatan kalian sampai tingkat Raja Dewa Surgawi. Jadi, gunakan pil itu untuk mempercepat peningkatan kekuatan kalian!”
Lin Mofan dan sembilan orang lainnya yang mendengar perkataan Lin Feng, mereka akhirnya menerima pemberian Lin Feng. Mengambil sebutir pil Qi spiritual dan menelannya, mereka semua segera berkultivasi, memanfaatkan waktu yang diberikan Lin Feng.
__ADS_1
Melihat mereka semua mulai berkultivasi, Lin Feng memanggil sepuluh prajurit Dewa untuk mengawasi mereka, sedangkan dirinya segera pergi ke kediaman keluarga Luo menemui Lin Hua dan Lin Jia.
Senyum terlihat di wajah Lin Feng saat dia melihat Lin Hua dan Lin Jia sedang duduk bersantai di taman bunga, yang berada di kediaman keluarga Luo.
Lin Hua dan Lin Jia tersenyum menyambut kedatangan Lin Feng. “Apa kedatanganku mengganggu kalian?” tanya Lin Feng pada mereka, begitu dirinya berada di hadapan mereka.
Keduanya bersamaan menggelengkan kepala. “Bagaimana mungkin kedatangan Gege mengganggu kami, sedangkan kami sedari tadi menunggu kedatangan Gege?” kata Lin Hua sambil menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu dia segera memeluk lengan Lin Feng.
Lin Jia sendiri masih setia duduk di bangku taman bunga, sambil menikmati kemesraan tuannya dengan istrinya. “Gege, Jiejie, apa kalian ingin terus bermesraan di depan anak kecil yang imut ini? Bukannya kalian ini memberi contoh yang kurang baik untuk anak kecil sepertiku?” kata Lin Jia.
Lin Feng dan Lin Hua yang mendengar semua itu hanya tersenyum, lalu Lin Feng berkata, “Apa diantara kalian tidak ada yang ingin pergi ikut denganku berburu siluman di malam hari? Kalau tidak ada yang ingin ikut denganku, aku bisa pergi sendirian.” Selesai berkata, Lin Feng mengarahkan pandangan bergantian pada Lin Hua dan Lin Jia.
Lin Hua dan Lin Jia saling pandang, kemudian mereka bersamaan menganggukkan kepala. “Kami tentu saja ingin ikut,” kata Lin Hua dan Lin Jia bersamaan.
Tak perlu membuka gerbang, ketiganya telah kembali ke hutan kabut abadi, menikmati pemandangan malam hutan yang dipenuhi kabut, menambah seram keadaan hutan yang dipenuhi hawa keberadaan para siluman.
Dengan dipimpin Lin Feng, mereka segera melesat menuju tempat yang terdapat banyak hawa keberadaan para siluman.
Sementara itu, di tempat yang sedang dituju Lin Feng dan yang lainnya. Guo Zong dan ratusan kultivator yang tergabung dalam kelompoknya, saat ini mereka sedang berhadapan dengan puluhan siluman tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 4 dan Bintang 5. Dalam hal jumlah, kelompok Guo Zong memang lebih unggul, tapi dalam hal kekuatan para siluman lebih unggul dari mereka. Awalnya pertempuran berjalan berimbang, tapi dengan semakin banyaknya siluman yang datang, kelompok Guo Zong mulai kewalahan, dan perlahan mereka mulai bergerak mundur.
Meski kelompok Guo Zong berhasil membunuh puluhan siluman, tapi kelompok Guo Zong juga harus merelakan puluhan anggota yang mati di tangan para siluman. “Kalau semua ini terus terjadi, aku bisa kehilangan semakin banyak anggota,” gumam lirih Guo Zong sambil terus melawan siluman yang menjadi lawannya.
Tak jauh dari tempat pertempuran kelompok Guo Zong. Lin Feng dan dua orang lainnya yang baru saja sampai, dan melihat jalannya pertempuran. Mereka hanya melihat jalannya pertempuran, dan tak sedikitpun mereka memiliki niatan turun tangan memberi bantuan.
Melihat jalannya pertempuran, Lin Feng menunjukkan senyuman di wajahnya, lalu dia berkata, “Mereka hanya akan menemui kematian jika terus memaksakan diri melawan siluman yang jumlahnya semakin banyak.”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1