Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Warisan Leluhur Keluarga Long


__ADS_3

Lin Feng dan Lin Jia terus melanjutkan perjalanan dan setelah dua hari dua malam berlalu akhirnya mereka sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-enam. Dikarenakan tak ingin jatidirinya diketahui orang-orang dari keluarga Lin, Lin Feng memutuskan menggunakan topeng untuk menutupi sebagian wajahnya dan merubah warna rambutnya menjadi perak.


Akan tetapi, bukannya membuat orang-orang enggan melihatnya, Lin Feng justru menjadi perhatian banyak orang, yang ditemuinya begitu ia sampai di Alam Sembilan Surga tingkat ke-enam.


“Bukannya membuat orang-orang enggan melihatku, kenapa justru semakin banyak orang yang memperhatikan keberadaanku?” Lin Feng bingung dengan orang-orang yang terus memperhatikan keberadaannya.


“Asal Gege tau, penampilan Gege saat ini jauh lebih menarik dari sebelumnya. Topeng yang membuat orang-orang semakin tertarik dengan rupa Gege, serta rambut berwarna perak yang selama ini jarang dimiliki oleh orang biasa, dan konon katanya hanya keturunan Dewa yang memiliki rambut berwarna perak,” ungkap Lin Jia.


Lin Feng merasa sial karena perubahannya justru membuat semakin banyak orang memperhatikannya. “Meimei, kita cari tempat sepi dan aku ingin merubah kembali penampilanku! Mungkin aku bisa berubah menjadi kakek tua,” katanya.


Lin Jia mengangguk dan bersama-sama mereka mencari tempat sepi untuk kembali merubah penampilan Lin Feng. Akan tetapi, saat mereka mencari tempat sepi, keduanya merasakan keberadaan orang-orang yang terus memperhatikan keberadaan mereka dari tempat persembunyian.


“Mereka tidak memiliki niatan buruk pada kita, tapi mereka terus mengikuti gerak-gerik kita dari tempat persembunyian begitu kita sampai di tempat ini!” kata Lin Jia yang sejak memasuki kota tanpa nama, ia sudah merasakan keberadaan mereka yang diam-diam terus memperhatikan keberadaannya dan juga Lin Feng.


Lin Feng menggunakan mata Dewa untuk melihat lebih jelas keberadaan mereka. “Aku tidak melihat lambang keluarga Lin maupun lambang keluarga Suci Guo di jubah mereka, yang aku lihat hanya gambar naga berada di bagian belakang jubah mereka,” kata Lin Feng jelas melihat gambar di jubah orang-orang yang terus memperhatikannya dari kejauhan.


“Mungkin mereka berasal dari keluarga ras naga, atau di Alam Sembilan Surga ini mereka dikenali sebagai keluarga Long. Akan tetapi, kenapa mereka tiba-tiba mengikuti kita? Apa tanpa sepengetahuanku Gege pernah menyinggung mereka yang berasal dari keluarga Long?” tanya Lin Jia menatap wajah Lin Feng.


Lin Feng menggelengkan kepala dan berkata, “Aku tidak pernah menyinggung mereka yang berasal dari keluarga Long,” katanya dan ia memang tidak pernah bersinggungan dengan mereka yang berasal dari keluarga Long.


“Karena Gege tidak pernah bersinggungan dengan mereka, bagaimana kalau kita langsung pergi bertanya pada mereka, kenapa mereka diam-diam memperhatikan kita?” ujar Lin Jia yang dibalas anggukan kepala oleh Lin Feng.


"Swuusshh...” Keduanya tiba-tiba menghilang dari tempatnya, membuat terkejut mereka yang terus memperhatikan keberadaan mereka. Namun, tak lama keduanya begitu saja muncul di dekat salah satu orang, yang sedari tadi terus memperhatikan Lin Feng dan Lin Jia.

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang kalian inginkan dari kami? Apa kalian memiliki niatan buruk tersembunyi pada kami?” tanya Lin Feng membuat terkejut sosok yang ia beri pertanyaan.


Terkejut, sosok itu melompat menjauhi Lin Feng dan Lin Jia, tapi tubuhnya tiba-tiba terkunci di tempat dan dia tidak bisa bergerak semakin jauh. Melayang mendekat, Lin Feng dan Lin Jia kembali mendekati ia yang saat ini terus berusaha melepaskan diri dari sesuatu yang membuat tubuhnya tak bisa digerakkan.


"Aku tidak akan melukaimu dan dengan senang hati aku akan melepaskanmu, asalkan kamu menjawab apa yang sebelumnya aku tanyakan padamu!” kata Lin Feng menunggu jawaban dari apa yang dia tanyakan pada sosok pria, yang berada di hadapannya.


“Tu... Tuan Muda dan Nona Muda, kami tidak memiliki niatan buruk tersembunyi pada kalian, kami hanya diminta penguasa keluarga Long untuk mencari seseorang yang ditakdirkan menerima warisan dari leluhur keluarga Long, dan ciri-ciri orang itu sama dengan yang Tuan Muda miliki,” jawab pria itu.


"Memiliki rambut berwarna perak dan aura penuh keagungan. Kedua ciri itu ada pada diri Tuan Muda, dan sejak awal kami mengawasi Tuan Muda semua itu kami lakukan untuk memastikan kebenaran ciri-ciri yang ada pada diri Tuan Muda,” lanjut pria itu memberi jawaban.


Mendengar itu Lin Feng mencoba menunjukkan penampilan aslinya pada pria itu, tapi sebuah keanehan terjadi padanya. Saat topeng di wajahnya menghilanh, seharusnya warna rambutnya ikut berubah, tapi anehnya warna rambutnya tak berubah, tetap berwarna perak tak berubah warna menjadi hitam.


“Meimei, bukannya setelah aku membuka topeng seharusnya warna rambutku berubah seperti semula, tapi ini kenapa rambutku tetap berwarna perak?” tanya Lin Feng pada Lin Jia penuh dengan rasa penasaran.


Pria di hadapan Lin Feng mendengar semua dan setelahnya ia berkata. “Begitu Tuan Muda memasuki Alam Sembilan Surga tingkat ke-enam, tak ada penyamaran yang mampu menutupi jatidiri Tuan Muda. Semua penyamaran tidak berlaku di Alam ini dan di Alam yang lebih tinggi. Jadi, penyamaran yang bisa dilakukan di tempat ini hanyalah menutupi wajah menggunakan topeng.”


“Aku sampai lupa kalau darah yang mengalir di tubuhku adalah darah Dewa, dan jika di Alam ini penyamaran tidak berguna percuma aku melakukan penyamaran,” gumam Lin Feng sambil membebaskan pria di hadapannya dari jeratan rantai array ciptaannya.


“Swuusshh... Swuusshh...” Enam orang lainnya yang semula mengawasi gerak-gerik Lin Feng dari kejauhan, mereka datang di waktu bersamaan, dan segera mengambil posisi berlutut di hadapan Lin Feng dan Lin Jia.


“Bangunlah dan katakan apa kalian bagian dari dia, dan kalian memiliki tujuan yang sama dengannya?” ujar Lin Feng.


Mereka semua bangun, dan salah satu dari mereka berkata, “Kami semua memiliki tujuan yang sama, dan kami sangat berharap Tuan Muda dan Nona ikut bersama kami bertemu dengan pemimpin keluarga Long!”

__ADS_1


Tidak melihat tanda-tanda niatan buruk atau kebohongan dari mereka, membuat Lin Feng menganggukkan kepala, setelah mendengar perkataan pria yang dia rasa merupakan sosok terkuat diantara mereka yang berada di hadapannya.


“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian, dan silahkan tunjukkan jalan pada kami!” kata Lin Feng, dan segera mereka yang berada di hadapannya menunjukkan jalan untuknya.


Dibimbing tujuh sosok yang merupakan anggota keluarga Long, Lin Feng dan Lin Jia bergerak menuju kediaman keluarga Long yang berada di Alam Sembilan Surga tingkat ke-enam. Keluarga Long sendiri namanya kurang tenar dibandingkan keluarga besar di Alam Sembilan Surga, tapi dalam kekuatan mereka tak kalah dari keluarga besar yang ada di Alam Sembilan Surga.


"Apa keluarga Long hanya ada di Alam ini?” tanya Lin Feng pada anggota keluarga Long yang berada di sebelahnya.


“Keluarga Long memiliki keluarga cabang di Alam yang lebih tinggi maupun Alam yang lebih rendah, tapi pusat keluarga Long berada di Alam ini,” jawabnya.


Lin Feng menganggukkan kepalanya, dan tak lama ia melihat pemandangan kota di tengah-tengah pegunungan. “Kota yang sangat indah,” gumam Lin Feng menilai keindahan kota yang dilihatnya.


“Tuan Muda, selamat datang di Kota Naga, kota yang sebagian besar penduduknya adalah ras naga,” kata pria di sebelah Lin Feng.


Lin Feng menanggapi perkataan pria itu dengan senyuman, dan ia serta Lin Jia terus mengikuti anggota keluarga Long yang membawa mereka memasuki Kota Naga.


Sampai di gerbang masuk Kota Naga, semua orang yang melihat penampilan Lin Feng, mereka segera berlutut. “Salam pada Yang Mulia,” kata semua orang membuat Lin Feng kebingungan.


Melihat Lin Feng kebingungan, tujuh orang yang menemaninya hanya tersenyum dan salah satu dari mereka berkata, “Tuan Muda, semua orang telah tahu ciri-ciri dari sosok yang akan menerima warisan leluhur keluarga Long, dan selama ini mereka menganggap sosok itu adalah sosok suci.”


Setelah mengerti alasan semua orang berlutut saat melihatnya, Lin Feng berkata, “Bangun dan jangan lagi berlutut saat melihatku! Aku tidak suka melihat orang-orang berlutut di hadapanku karena bagiku kita semua sama, sama-sama makhluk hidup yang tinggal di Alam ini, dan tak seharusnya kita yang berada di tempat yang sama, tapi kalian justru berlutut di hadapanku!”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2