
Lin Feng, Lin Hua, serta dua orang lainnya, setelah melakukan perjalanan selama dua hari dua malam, mereka akhirnya sampai di tempat berkumpulnya para kultivator yang ingin menyerang pusat kekuatan iblis dan monster di Alam Sembilan Surga tingkat ke-tujuh.
Sudah banyak kultivator yang berkumpul di tempat itu, tapi Lin Feng belum melihat adanya kultivator yang berasal dari keluarga Lin maupun keluarga Suci Guo. Namun baru juga memikirkan keberadaan mereka, dari kejauhan Lin Feng bisa merasakan kehadiran banyak sosok kuat bergerak kearahnya.
Ribuan orang datang dengan menunjukkan aura kekuatan yang sangat mendominasi. Banyak dari mereka yang sudah berada di tingkat Dewa Agung, dan ada belasan orang sudah berada di tingkat Dewa Semesta antara Bintang 1 sampai Bintang 4.
Melihat kekuatan mereka, Lin Feng tidak memiliki keyakinan kalau mereka dapat memenangkan pertempuran melawan kekuatan utama iblis dan monster. Dari informasi yang baru disampaikan Lin Jia padanya, setidaknya ada du sosok kuat di pihak musuh, dan kekuatan mereka sudah berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 6.
Di sisi lain, pemimpin dari kultivator yang berasal dari keluarga Lin dan keluarga Suci Guo, terlihat ekspresi keduanya yang sangat menyombongkan kekuatan milik mereka, yang saat ini telah sama-sama berada di tingkat Dewa Semesta Bintang 4.
Kalau saja keduanya tahu lawan yang akan mereka hadapi jauh lebih kuat, mereka pasti tidak menunjukkan kesombongannya, dan ada kemungkinan mereka lebih memilih membatalkan rencana penyerangan.
Walau nantinya akan jatuh banyak korban karena ketidak tahuan mereka tentang seberapa besar kekuatan musuh, Lin Feng sama sekali tidak memiliki keinginan memberi tahu mereka tentang seberapa besar kekuatan utama, yang dimiliki musih.
“Biarkan saja mereka tahu sendiri seberapa besar kekuatan musuh yang akan mereka hadapi. Mati ataupun masih bertahan hidup setelah berakhirnya pertempuran, semua itu adalah takdir mereka masing-masing,” gumam pelan Lin Feng dan ia membawa Lin Hua serta dua orang lainnya menuju tempat yang tidak terlalu ramai.
Berada di tempat yang tidak terlalu ramai dan tidak ada orang yang memperhatikan kelompok kecilnya, Lin Feng mulai menceritakan pada Lin Hua dan dua orang lainnya tentang seberapa besar kekuatan musuh yang ke depannya akan menjadi lawan mereka.
Lin Feng menceritakan secara rinci dan sangat mudah untuk dimengerti oleh tiga orang pendengar ceritanya. “Kita memang akan bergabung dengan mereka, tapi bukan tugas kita melindungi mereka!” kata Lin Feng begitu ia selesai bercerita.
Lin Hua menganggukkan kepala begitu juga dengan Lin Baoshi dan Lin Yanran. Akan tetapi saat salah satu dari mereka ingin bicara, ada lima orang pria dan tiga wanita datang menghampiri mereka dan salah satunya berkata, “Apa kalian ingin bergabung dengan kelompok kami? Dengan bergabung dengan kelompok kami, aku Lu Wen pasti melindungi kalian, terutama kalian para wanita!” katanya dengan lirikan mata genit yang ia tujukan pada Lin Hua dan Lin Yanran.
__ADS_1
Lin Feng menatap pria berwarna Lu Wen dan ia sedikit mengeluarkan aura kekuatannya, yang seluruhnya ia arahkan pada pria itu. “Berani menggoda istriku di hadapanku, apa kamu punya sembilan nyawa sampai memiliki keberanian melakukan itu?” tanya Lin Feng dengan begitu dingin, sedangkan ia yang mendengar pertanyaannya saat ini sudah jatuh berlutut, tak sanggup menggerakkan tubuhnya.
“Ji-jika kamu melukaiku, keluarga Lu akan memburumu dan membunuhmu!” ancam Lu Wen yang masih belum bisa bergerak dari tempatnya.
“Kamu yakin keluarga Lu berani bersinggungan dengan keluargaku? Kalau kamu yakin, aku ingin melihat akhir seperti apa yang akan di alami keluarga Lu jika bersinggungan dengan keluargaku!” Lin Feng menunjukkan kilatan petir ungu keemasan di telapak tangannya pada Lu Wen dan tujuh orang lainnya.
Melihat kilatan petir yang muncul di telapak tangan Lin Feng, mereka segera tahu kalau pria yang mereka singgung adalah anggota keluarga Lin, dan dari warna elemen petirnya jelas ia bukan anggota biasa. Warna petir ungu keemasan hanya dimiliki oleh trah suci keluarga Lin, dan mereka benar-benar telah salah menyinggung seseorang yang seharusnya tak mereka singgung.
Pergi sebelum meminta maaf, Lin Feng mengabaikan tujuh orang yang datang bersama Lu Wen, tapi tidak dengan Lu Wen yang terang-terangan telah berani menggoda Lin Hua di hadapannya.
“Jujur saja aku tidak ingin membunuhmu atau membuatmu terluka, tapi aku tetap akan memberimu pelajaran yang dapat memberimu penyesalan seumur hidup!” Lin Feng memberi sebuah obat dari toko sistem dan langsung ia masukkan obat itu ke dalam mulut Lu Wen.
“Gege, bukannya kamu telah membuat dia tidak lagi dapat melanjutkan keturunan? Meminum obat itu sama saja membuat dia menjadi seorang kasim, tapi bedanya dengan kasim, dia tidak harus memotong miliknya karena benda itu tak akan pernah bangun meski ada sejuta wanita cantik menggodanya,” kata Lin Jia dalam kepala Lin Feng.
Lin Jia tidak membalas, tapi kini giliran Lu Wen yang berkata, "Apa yang telah kamu berikan padaku? Kenapa aku sekarang tak lagi dapat merasakan keberadaan milikku?” Lu Wen tak lagi dapat merasakan miliknya yang selama ini senantiasa memberi kenikmatan padanya.
Tak menjawab pertanyaan Lu Wen, Lin Feng menggunakan teknik teleportasi pada pria itu dan menteleportasikannya jauh dari tempatnya saat ini. “Benar-benar pria yang datang sebagai pengganggu!” kata Lin Feng setelah ia mengusir paksa Lu Wen.
Lin Hua yang penasaran dengan apa yang baru dilakukan Lin Feng pada Lu Wen, ia memutuskan bertanya, “Gege, sebenarnya pil apa yang tadi Gege berikan pada orang itu? Kenapa aku merasa dia sangat putus asa, meski aku tidak melihat adanya hal buruk yang terjadi padanya?”
“Aku hanya memberinya pil yang membuatnya menjadi seorang kasim, dan jelas itu akan sangat membuatnya putus asa karena ia tak lagi dapat melakukan apa yang selama ini sering ia lakukan,” jawab Lin Feng tak sedikitpun menutupi apa yang sebelumnya ia lakukan pada Lu Wen.
__ADS_1
Lin Hua dan dua orang lainnya yang mendengar jawaban Lin Feng, mereka bersamaan menggelengkan kepala dan tidak menyangka kalau Lin Feng melakukan itu pada Lu Wen. Namun, mereka merasa semua itu pantas didapatkan oleh Lu Wen.
Keempatnya tak lagi membahas Lu Wen. Sekarang mereka menunggu pergerakan yang akan dilakukan oleh kedua keluarga besar. Kedatangan kedua keluarga besar adalah pertanda penyerangan akan segera dilakukan, tapi tak ada yang tahu kapan serangan akan dimulai.
Tak lama pemimpin dari keluarga Lin dan pemimpin dari keluarga Suci Guo mengumpulkan seluruh kultivator di padang rumput luas yang dijadikan tempat berkumpulnya para kultivator, yang ingin ikut menyerang pusat kekuatan musuh.
Segera Lin Feng, Lin Hua, Lin Baoshi serta Lin Yanran pergi ke tempat itu. Mereka sebenarnya bisa pergi langsung ke pusat keberadaan kekuatan utama musuh, tapi mereka tidak melakukannya dan memilih pergi bersama dengan kultivator lainnya. Menyegel kekuatan sampai tingkat Dewa Agung bintang 1, mereka berbaur dengan kultivator lain, yang saat ini berkumpul di luasnya padang rumput.
“Aku ucapkan terimakasih pada kalian yang telah berkumpul di tempat ini, dan memiliki semangat membebaskan diri dari para iblis dan monster yang selama ini membatasi kebebasan kita. Meski kita tidak ada yang tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki musuh, tapi aku yakin dengan apa yang kita miliki, kita dapat mengalahkan mereka!” kata pemimpin kultivator dari keluarga Lin dengan suara lantang, sedangkan pemimpin kultivator keluarga Suci Guo hanya diam di sebelahnya.
Pemimpin kultivator keluarga Lin senang melihat semangat semua orang, meski terlihat sombong dan angkuh, sebenarnya ia menunjukkan semua itu hanya di hadapan mereka yang berasal dari keluarga Suci Guo. Meski sepakat menyatukan kekuatan dan bekerjasama untuk mengalahkan musuh yang sama, mereka tak sepenuhnya memiliki hubungan baik. Mereka hanya bekerjasama mengalahkan musuh, selebihnya mereka tetap musuh abadi.
Lin Feng menggunakan mata Dewa untuk melihat sifat asli pemimpin kultivator keluarga Lin. “Dia tak seburuk yang terlihat.” gumamnya lirih dan hanya ia sendiri yang mendengarnya.
“Kalian semua bersiaplah! Sebentar lagi kita bersama-sama menyerang musuh dan mengalahkannya!” teriak pemimpin kultivator keluarga Lin, meminta semua orang segera bersiap.
Semua orang segera mengecek perlengkapan yang mereka bawa untuk berperang melawan musuh. Persiapan mereka semua telah matang, dan kapanpun mereka siap menyerang musuh.
Lin Feng sendiri tidak melakukan persiapan apapun karena apa yang ia butuhkan, semua bisa didapatkan asalkan masih tersedia poin sistem. Selama ada poin sistem, ia tidak perlu melakukan persiapan apapun.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.