
Satu bulan berlalu sejak terjadinya perang besar di padang kehampaan, yang mana perang itu berhasil dimenangkan kekuatan alam semesta.
Setelah peperangan besar itu berakhir, pesta besar terjadi di seluruh tingkatan alam sembilan surga untuk merayakan kemenangan. Bahkan kabar menggembirakan ini tersebar sampai alam langit dan alam dewa. Sekarang mereka yang tinggal di kedua alam tahu apa penyebab terjadinya fenomena aneh yang terjadi selama beberapa hari ini.
Perang besar terjadi di alam tertinggi, dan mereka senang peperangan berhasil dimenangkan pihak alam semesta. Kalau saja pihak alam semesta kalah, bisa dipastikan mala petaka akan terjadi di kedua alam, yang dihuni oleh orang-orang dengan kekuatan jauh lebih lemah dibandingkan mereka yang tinggal di alam sembilan surga.
Sementara itu, di kediaman keluarga Lin yang saat ini menjadi keluarga terkuat dan terbesar di alam semesta, dan semua keluarga mengakui semua itu. Lin Junda yang merupakan kepala keluarga Lin sedang menyambut kedatangan tamu penting. Mereka adalah para kepala keluarga seta para patriark sekte yang berada di sembilan tingkatan alam sembilan surga.
Juga terdapat para leluhur, para tetua, dan banyak tokoh penting lain yang hadir di kediaman utama keluarga Lin. Guo Ouyang yang merupakan kepala keluarga Suci Guo juga hadir, dan terlihat hubungan keluarga Lin dengan keluarga Suci Guo yang terjadilah sangat baik. Bahkan, pernikahan antara dua keluarga sudah terjadi.
Hari ini mereka semua berkumpul di kediaman utama keluarga Lin untuk mengikuti pesta kemenangan yang sesungguhnya, setelah selama satu bulan ini mereka memastikan tak ada lagi musuh yang datang dan mengancam keamanan alam semesta.
Lin Mofeng, Bing Hualing, mereka yang mendapatkan gelar sosok agung alam semesta karena telah melahirkan seorang penguasa alam semesta, semua orang menunduk hormat saat melihat kedatangan keduanya. Namun sayangnya sang penguasa alam semesta tak bisa menghadiri pesta karena ada urusan yang harus dia selesaikan.
Setelah kedatangan Lin Mofeng dan Bing Hualing, pesta pun dimulai. Makanan, minuman, serta pertunjukan tari maupun musik, semua membuat suasana pesta semakin meriah, dan semua orang parut menikmati jalannya pesta.
Pesta tak hanya berlangsung di kediaman utama keluarga Lin, atau tepatnya di aula kediaman. Pesta juga terjadi di kota-kota besar yang berada di sekitar kediaman keluarga Lin. Semua orang berpesta dan bergembira, tapi mereka tak melupakan keamanan.
Semua orang bergantian melakukan penjagaan, jadi saat pesta berlangsung kemanan tetap terjaga.
...----------------...
Di alam kegelapan, tepatnya istana kosong yang telah ditinggalkan Zang Tongzhi.
Lin Feng yang ditemani Lin Hua serta para bawahan dan binatang kontraknya, mereka baru saja sampai di alam kegelapan yang kini tak pagi dikuasai kegelapan. Kekuatan kegelapan masih ada, tapi semua dalam batas kewajaran.
__ADS_1
Setelah sampai di alam kegelapan, hal pertama yang dilakukan Lin Feng adalah melihat keadaan istana yang dulunya dimiliki Zang Tongzhi. Istana megah yang berdiri di pusat kota terbesar alam kegelapan. Baik istana maupun kota saat ini benar-benar kosong tak berpenghuni.
“Mereka semua telah pergi ke medan perang, dan yang tersisa mereka memilih bersembunyi karena tahu kedatangan kita di tempat ini.” Dengan mata yang dapat melihat semua yang tersembunyi, tak sulit bagi Lin Feng menemukan mereka yang bersembunyi.
Selain bisa melihat mereka yang bersembunyi di kota, dia juga melihat ribuan prajurit serta beberapa sosok yang diyakininya sebagai wanita, mereka semua bersembunyi di bagian lantai bawah tanah istana megah Zang Tongzhi.
Dia hanya menjentikkan jari, dan mereka semua yang bersembunyi tiba-tiba saja muncul di halaman luas istana Zang Tongzhi. Jumlah mereka tidak sedikit, tapi sebagian besar mereka adalah para wanita, kalaupun ada pria, mereka hanyalah anak kecil yang masih sangat lemah.
Dari banyaknya sosok yang muncul di halaman istana, Lin Feng dapat merasakan lalu melihat dua anak kecil yang auranya sama persis dengan apa yang dimiliki Zang Tongzhi. Tak perlu bertanya, dia tahu kalau kedua anak itu kemungkinan adalah putra Zang Tongzhi.
Melihat sorot mata yang tertuju padanya, dua wanita yang menggendong putra kecil keturunan Zang Tongzhi, mereka sangat ketakutan, takut jika kedua putra mereka dibunuh karena memiliki hubungan dengan Zang Tongzhi.
Keduanya mencoba menyembunyikan keberadaan putra mereka, tapi sosok Lin Feng yang tiba-tiba saja muncul dihadapkan keduanya, membuat tubuh kedua wanita itu gemetaran, bahkan setelahnya mereka jatuh berlutut.
Dengan kekuatannya, Lin Feng membantu kedua wanita itu merasakan ketenangan, dan tak lagi ketakutan dengan keberadaannya.
“Swush...” Sosok Lin Hua muncul di dekat Lin Feng, dan pandangannya segera tertuju pada dua wanita yang masing-masing dari mereka sedang menggendong anak laki-laki. Merasakan aura kedua anak laki-laki, Lin Hua tahu kalau mereka memiliki hubungan dengan Zang Tongzhi.
Kedua wanita itu masih merasakan rasa takut meski mereka tak merasakan ancaman dari keberadaan Lin Feng dan Lin Hua. “Tuan, tolong jangan sakiti putra hamba! Meski dia adalah putra Zang Tongzhi, keberadaan mereka tak pernah mendapatkan pengakuan darinya, bahkan dua putra hamba yang lain telah di jadikan sebagai sumberdaya untuk meningkatkan kekuatannya!”
Wanita itu tulus dengan apa yang dia katakan, dan Lin Feng maupun Lin Hua dapat melihat ketulusannya. “Aku tidak akan menyakiti putra kalian, asalkan kalian nerdua berjanji dapat menjadikan mereka sosok yang kelak berada di jalan kebenaran!” ungkap Lin Feng, sembari menatap bergantian kedua wanita di hadapannya.
Lin Hua sendiri mencoba menggendong salah satu putra Zang Tongzhi, dan anak laki-laki yang berusia kurang dari dua tahun itu terlihat senang berada di gendongan Lin Hua meski ibunya takut putranya itu akan disakiti. Namun nyatanya ketakutannya adalah sesuatu yang salah.
Lin Hua memperlakukan putranya dengan sangat baik, dan setelah beberapa waktu Lin Hua mengembalikan putranya yang tiba-tiba saja nangis. Terlihat putranya tak ingin berpisah dari Lin Hua.
__ADS_1
“Putramu akan menjadi penguasa baru alam kegelapan.” Lin Feng menunjuk putra Zang Tongzhi yang berusia tujuah tahu sebagai penguasa baru alam kegelapan.
“Bimbing dia supaya menjadi sosok yang lebih baik di masa depan, dan setiap lima tahun sekali aku akan berkunjung untuk melihat perkembangannya! Jika perkembangannya membuatku puas, aku akan memberi hadiah tak sedikit pada alam ini,” ungkap Lin Feng.
“Baik Tuan, hamba mengerti,” jawab wanita di hadapan Lin Feng.
Sosok Lin Feng dan Lin Hua kemudian melayang di langit, dan menatap seluruh sosok yang berada di halaman istana.
“Percaya atau tidak, aku tahu siapa-siapa saja diantara kalian yang masih memiliki kesetiaan pada Zang Tongzhi, dan memiliki niat melanjutkan apa yang gagal dilakukannya. Untuk kalian yang masih memiliki kesetiaan padanya, hari ini adalah hari kematian kalian!”
Kembali Lin Feng menjentikkan jarinya, lalu benyak sosok di halaman istana yang tiba-tiba saja menghilang. “Mereka hanya akan menjadi Zang Tongzhi selanjutnya, yang akan kembali membuat kalian semua hidup dalam penderitaan!” kata Lin Feng bersuara lantang.
Mereka semua mengerti dengan apa yang terjadi, dan saat ini yang tersisa di halaman istana adalah mereka yang membenci keberadaan Zang Tongzhi.
“Sekarang kalian bebas melakukan apapun yang selama ini dilarang oleh Zang Tongzhi. Namun ingat, jangan ada yang berpikiran untuk menjadi Zang Tongzhi yang selanjutnya!” Lin Feng senantiasa mengingatkan mereka, supaya kelak di masa depan tak lagi ada sosok Zang Tongzhi yang akan membawa kehancuran pada alam kegelapan.
Mereka semua mengerti, dan berjanji atas nyawa mereka sendiri tak akan lagi muncul sosok Zang Tongzhi selanjutnya. Jika janji itu diingkari, mereka semua beserta seluruh keturunan akan mati mengenaskan karena dianggap melanggar janji.
Menyelesaikan urusan tentang penguasa selanjutnya alam kegelapan, pengganti Zang Tongzhi. Lin Feng, Lin Hua dan yang lainnya, mereka bersama-sama meninggalkan istana penguasa alam kegelapan. Mereka ingin berkeliling ke segala penjuru alam kegelapan, dan memurnikan kekuatan kegelapan supaya tak lagi muncul sosok Zang Tongzhi selanjutnya.
Kekuatan kegelapan yang dipenuhi hal buruk dapat mempengaruhi jiwa seseorang, dan pada akhirnya akan menumbuhkan sifat keserakahan, sifat yang menjadi dasar alasan Zang Tongzhi melancarkan serangan ke alam semesta.
Sebenarnya kekuatan kegelapan tak sepenuhnya buruk, namun kekuatan itu harus lebih dulu dimurnikan, dan itulah yang saat ini ingin dilakukan Lin Feng.
“Setelah memurnikan kekuatan kegelapan di alam ini, barulah kita bisa kembali ke alam semesta!” ungkap Lin Feng.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.