
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Dalam satu hari wabah penyakit yang sebenarnya adalah racun kabut kematian di Kota Seribu Petir telah terselesaikan. Seluruh penduduk kota yang sebelumnya di rawat, kini mereka telah pulang ke rumah masing-masing, bahkan sudah ada yang mulai beraktivitas seperti sedia kala.
Sedangkan Lin Feng dan Yin Hua, keduanya saat ini sedang melihat-lihat keadaan keseluruhan Kota Seribu Petir. Dinamakan Kota Seribu Petir karena satu hari dalam satu tahun, biasanya akan akan muncul satu petir raksasa yang merupakan gabungan dari jutaan petir, dan petir raksasa itu biasanya akan menyambar tepat di altar yang berada di tengah-tengah pusat Kota Seribu Petir.
Dan sebuah kebetulan ataupun sebuah keberuntungan, petir itu diperkirakan akan muncul tepat di tengah malam hari ini.
“Sistem, apa benar petir itu dapat meningkatkan kekuatanku seandainya aku mampu menyerapnya?” tanya Lin Feng pada sistem dalam pikirannya.
[DING... petir itu bernama petir dewa, dan hanya akan muncul satu tahun sekali di tempat yang sama. Kalau Tuan dapat menyerap kekuatan petir itu dan tidak terbunuh olehnya, besar kemungkinan kekuatan Tuan dapat meningkat pesat]
“Tidak terbunuh olehnya? Apa aku taruhannya adalah nyawa saat aku menyerap kekuatan petir itu?” kembali Lin Feng bertanya.
[DING... kekuatan petir itu memang dapat membunuh siapapun yang mencoba menyerapnya, tapi dengan jenis tubuh yang Tuan miliki, kecil kemungkinan petir Dewa dapat membunuh Tuan. Meskipun hanya kemungkinan kecil, Tuan tetap harus berhati-hati supaya kemungkinan kecil itu tidak menjadi sebuah kenyataan pahit]
“Jadi begitu, kemungkinan kematian memang ada meskipun hanya kemungkinan kecil,” ujar Lin Feng.
Setelah mengetahui semua itu, Lin Feng kemudian mengakhiri pembicaraannya dengan sistem, dan kembali menikmati perjalannya di Kota Seribu Petir berdua dengan Yin Hua.
Terus berjalan keduanya akhirnya sampai di pusat Kota Seribu Petir yang siang ini mulai terlihat adanya aktivitas penduduk kita, berbeda jauh dengan hari sebelumnya yang sangat sepi. Melihat-lihat pusat Kota Seribu Petir, Lin Feng dapat melihat altar tempat yang setiap tahunnya menyerap kekuatan petir Dewa.
Melihatnya dengan mata biasa, Lin Feng tidak melihat adanya keanehan dari altar di pusat Kota Seribu Petir. Namun, perbedaan terlihat jelas saat dia mengaktifkan kekuatan mata Dewa. “Altar itu menyimpan Qi elemen petir yang sangat melimpah, tapi sayangnya Qi elemen sebanyak itu hanya dapat diserap bersamaan dengan kemunculan petir Dewa.” gumam Lin Feng lalu dia segera menonaktifkan kekuatan mata Dewa miliknya.
Setelah melihat Qi elemen petir dalam jumlah besar tersimpan di altar yang sudah bertahun-tahun menyerap kekuatan petir Dewa, Lin Feng yakin dapat meningkatkan kekuatannya ke tingkat yang tidak bisa dia bayangkan setelah menyerap petir Dewa, dan menyerap seluruh Qi elemen petir yang tersimpan di altar.
“Feng gege, apa ada yang aneh dari altar itu?” tanya Yin Hua yang melihat Lin Feng terus memperhatikan altar di tengah pusat Kota Seribu Petir.
“Altar itu bukanlah altar sembarangan, dan malam ini aku akan mencoba meningkatkan kekuatan dengan memanfaatkan altar itu,” jawab Lin Feng.
“Bagaimana mungkin altar itu dapat meningkatkan kekuatan Feng gege?”kembali Yin Hua bertanya.
__ADS_1
“Aku tidak akan menjawabnya sekarang, tapi kamu bisa melihatnya langsung jawaban dari pertanyaanmu tepat nanti di tengah malam,” jawab Lin Feng sambil menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Apa harus aku menunggu tengah malam dan melihatnya secara langsung untuk mendapatkan jawabannya?”
Lin Feng mengangguk. “Lakukan saja seperti yang aku katakan,” katanya.
Tak ingin memaksa Lin Feng menjawab pertanyaannya, Yin Hua hanya bisa menunggu tengah malam untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.
Sambil menunggu tengah malam dan kebetulan ada salah satu restoran di pusat kota yang sudah mulai buka, Lin Feng dan Yin Hua memutuskan mengisi perut mereka di restoran itu. Pemilik restoran yang tahu identitas keduanya, dengan penuh hormat dia menyambut kedatangan keduanya, dan memberi pelayanan terbaik untuk mereka.
...----------------...
Waktu sudah menunjukkan tengah malam dimana kilatan petir mulai terlihat di atas Kota Seribu Petir. Melihat kilatan petir yang muncul, penduduk kota tahu apa yang akan terjadi, dan mereka segera pergi menuju pusat kota untuk menyaksikan kejadian yang hanya terjadi setiap satu tahun sekali.
Namun, tahun ini ada yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Saat penduduk kota tiba di pusat kota, altar yang mereka beri nama altar Petir Dewa terlihat tidak seperti seharusnya. Di atas altar yang biasanya kosong, saat ini terlihat ada seseorang yang duduk bersila di atas altar dengan kekuatan petir yang menyelimuti tubuhnya.
“Bukannya itu Yang Mulia Kaisar? Apa yang dilakukan Yang Mulia di tempat itu?”
“Bukannya itu terlalu berbahaya? Kalau gagal menyerap, Yang Mulia bisa mengalami luka parah.”
Semua penduduk yang mengenali sosok Lin Feng khwatir, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena awan petir raksasa sudah terbentuk di atas Kota Seribu Petir.
“Mereka tidak perlu khawatir karena kecil kemungkinan kekuatan Petir dapat melukai Feng gege,” kata Yin Hua sambil berdiri di salah satu atap bangunan, melihat apa yang dilakukan Lin Feng.
Kekuatan petir yang terkumpul di awan petir raksasa sangatlah besar dan siap memusnahkan apapun yang terkena sambarannya. Jika itu orang lain, tubuhnya akan hancur menjadi abu saat terkena sambaran petir dengan kekuatan sebesar itu.
Namun, Lin Feng yang memiliki tubuh Dewa Elemen, tubuhnya justru dapat merubah keluarga sambaran petir menjadi energi yang dapat meningkatkan kekuatannya.
Kilatan petir berukuran raksasa mulai terbentuk tepat di atas Lin Feng, dan hanya dalam hitungan detik kilatan petir yang begitu besar dan kuat turun dari langit menyambar Lin Feng yang duduk tepat di tengah-tengah altar.
“BOOM...” Ledakan besar terjadi saat kilatan petir menyambar tubuh Lin Feng.
__ADS_1
Bukannya ikut meledak bersama kilatan petir yang menyambar, tubuh Lin Feng terlihat baik-baik saja. Hanya saja, saat ini di sekeliling Lin Feng dipenuhi Qi elemen petir, yang secara mengerikan terserap masuk kedalam tubuh Lin Feng.
“Boom...” ledakan teredam terdengar dari tubuh Lin Feng, bersamaan dengan Qi elemen petir yang terus masuk ke dalam tubuhnya.
Tidak hanya sekali, ledakan teredam terdengar berkali-kali bahkan Yin Hua dibuat terperangah dengan apa yang dia saksikan. “Terobosan beruntun dan belum berhenti setelah mendapat terobosan sebanyak empat kali? Apa Feng gege ingin langsung menerobos tingkat Dewa?” ujar Yin Hua terus menyaksikan kejadian luar biasa yang selama ini belum pernah dia saksikan.
“Boom...” ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Lin Feng saat dia berhasil menerobos tingkat Saint Bintang 9, dan itu menjadi akhir dari terobosannya.
“Qi elemen petir di tempat ini telah habis, dan ini sangat luar biasa,” kata Lin Feng merasakan kekuatan baru setelah berhasil menerobos tingkat Saint Bintang 9.
“Aku benar-benar tidak menyangka dalam waktu singkat Feng gege dapat meningkatkan kekuatan sampai tingkat Saint Bintang 9, dan tinggal satu langkah lagi untuk sampai tingkat Dewa,” kata Yin Hua yang sudah berada di sebelah Lin Feng.
Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Apa kamu sekarang percaya padaku kalau dalam satu bulan aku dapat menerobos tingkat Raja Dewa?” tanya Lin Feng.
“Kemungkinan Feng gege dapat menerobos tingkat Raja Dewa dalam setahun memang ada, tapi kemungkinan itu hanyalah kemungkinan kecil, dan sulit bagiku percaya Feng gege dapat menerobos tingkat Raja Dewa dalam satu tahun,” jawab Yin Hua.
“Aku tidak akan memaksamu percaya, tapi aku akan langsung membuktikannya,” kata Lin Feng sambil melambaikan tangan mengganti pakaiannya yang sedikit mengalami kerusakan dengan pakaian baru.
Setelah itu, Lin Feng langsung bangkit berdiri dan bersama dengan Yin Hua dia pergi meninggalkan altar yang telah memberi banyak manfaat untuknya.
Di atas langit begitu awan petir raksasa menghilang, terlihat dua pria tua terus memperhatikan Lin Feng dan Yin Hua.
“Akhirnya diantara penerusku ada yang mampu menyerap kekuatan Petir Dewa,” kata salah satu pria tua.
“Dia adalah penerua kita di Kekaisaran Petir, tapi aku yakin tak lama lagi dia akan segera menyusul kita pergi ke Alam Dewa. Akan tetapi, kita tidak bisa memberikan sambutan baik untuknya saat tiba di Alam Dewa, dikarena orang-orang dengan kekuatan elemen petir saat ini sedang diburu karena dituduh sebagai pencuri permata Dewa milik penguasa Alam Dewa, yang konon katanya permata itu adalah satu-satunya permata yang dapat membuka gerbang dari Alam Dewa menuju Alam Sambilan Surga,” kata pria tua lainnya.
“Namun, dari apa yang aku lihat dia bukan hanya memiliki elemen petir karena sekilas aku dapat melihat dia berhasil menyerap seluruh jenis Qi elemen di sekitarnya.”
“A-apa? Bagaiamana mungkin dia dapat melakukan itu? Bukannya seluruh makhluk hidup di Alam Semesta ini hanya terlahir dengan satu kekuatan elemen?”
“Aku sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa melakukan itu, tapi jika kamu mengatakan semua makhluk hidup di Alam Semesta ini hanya terlahir dengan satu kekuatan elemen, kamu salah. Dewa Elemen dan Dewa Neraka yang jutaan tahun lalu telah mati, mereka masing-masing memiliki lebih dari satu elemen, terutama Dewa Elemen yang memiliki lebih dari tujuh elemen.”
“Ah iya, aku melupakan mereka, dan memang benar ada kemungkinan dia memiliki lebih dari satu elemen. Jika itu benar, dia bisa saja menjadi penyelamat pemilik elemen petir di masa depan,” ujar salah satu pria tua, lalu seperti asap, keduanya tiba-tiba saja menghilang terbawa hembusan angin malam.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.