
“BOOOMM...” Sebelum Patriark sekte membalas perkataan Lin Feng, satu pukulan yang dilakukan Lin Feng dengan menggunakan seperempat kekuatannya, telak menghantam dada Patriark sekte, membuat lubang menganga lebar di dadanya, dan tak lama Patriark sekte tumbang dengan darah segar mengalir dari luka di dadanya.
Tetua Agung, para tetua, serta sisa murid Sekte Gagak Hitam, tentu saja mereka terkejut, setelah melihat kejadian yang terjadi di depan mata kepala mereka sendiri.
Patriark sekte yang selama ini mereka anggap kuat dan mampu melindungi mereka, ternyata sosok kuat bagi mereka mati hanya dengan satu kali pukulan di tangan seorang pemuda.
“Tidak perlu terkejut melihat kematian orang lemah karena sebenar lagi kalian juga bakal mengalaminya!” kata Lin Feng, dan langsung saja dia melesat maju menyerang sisa musuhnya.
Mereka yang tidak ingin mati konyol di tangan Lin Feng, segera mereka pergi berpencar, dan berusaha mencari tempat perlindungan.
Akan tetapi, kemanapun mereka pergi, mudah bagi Lin Feng menemukan keberadaan mereka, dan pada akhirnya satu-persatu dari mereka mati di tangan Lin Feng.
Perbedaan kekuatan yang begitu kentara, membuat mereka sama sekali tidak bisa bereaksi saat Lin Feng melakukan serangan, dan mengirim mereka menuju Alam Kematian.
Sementara itu, dua Leluhur sekte yang melihat sisa-sisa kekuatan Sekte Gagak Hitam, mereka hanya bisa mengerang matah, tapi dengan sekujur tubuh dipenuhi luka, keduanya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah musnahnya seluruh kekuatan sekte yang selama ini berada dalam perlindungan mereka.
“Apa ini balasan untuk kita yang senantiasa membenarkan berbagai cara hanya untuk meningkatkan kekuatan?”
“Karma, mungkin itu yang tepat untuk menjelaskan apa yang saat ini terjadi pada kita...”
Kedua leluhur tak melanjutkan pembicaraan karena Lin Feng telah berdiri diantara mereka, yang masih tergeletak tak berdaya di atas permukaan tanah.
“Bagaimana, apa kalian menyukai pertunjukanku? Seharusnya kalian menyukainya karena apa yang aku tunjukkan pada kalian, adalah bagaimana cara terbaik mengurangi jumlah sampah di Alam ini!” ungkap Lin Feng sambil menyeringai.
“Se... sebelum kau membunuh kami, katakan padaku siapa kamu, dan apa yang membuatmu memiliki keinginan melenyapkan keberadaan Sekte Gagak Hita?” tanya salah satu leluhur.
Mendengarnya, dengan tenang Lin Feng menjawab, “Bisa dikatakan aku adalah salah satu Tuan Muda dari keluarga Lin, dan aku benar-benar masih muda, tak seperti kalian yang sudah tua...”
“Lalu, untuk alasan kenapa aku ingin melenyapkan keberadaan Sekte Gagak Hitam, aku ingin melakukannya karena kesalahan besar yang dilakukan sekte kalian, dan sebagai Leluhur sekte seharusnya kalian tahu apa kesalahan sekte kalian,” ungkap Lin Feng.
Kedua Leluhur sekte tersenyum masam mengetahui fakta lawan mereka benar-benar masih muda, persis seperti usia tulang di tubuhnya.
Sedangkan untuk kesalahan sekte, jelas mereka mengetahuinya karena semua yang terjadi di sekte, semua bermula dari mereka.
“Karena aku sudah menjawab pertanyaan kalian, sudah saatnya kalian mati, dan bertemu dengan mereka yang lebih dulu mati meninggalkan kalian!...”
__ADS_1
Tak menunggu balasan dari mereka, Lin Feng langsung saja menyerap kekuatan mereka, dan tanpa adanya kekuatan yang membuat keduanya tidak ada bedanya dengan manusia biasa. Hanya sentilan kecil yang dilakukan Lin Feng di kening mereka, semua itu lebih dari cukup untuk mengakhiri hidup keduanya.
Selain Lin Feng, kini tak ada sosok manusia hidup di kawasan Sekte Gagak Hitam.
Seluruh anggota Sekte Gagak Hitam telah bertemu dengan kematian, menyisakan bangunan sekte yang sebagian telah hancur saat terjadi pertempuran.
Berkeliling diantara bangunan kosong Sekte Gagak Hitam, di salah satu bangunan, Lin Feng menemukan tumpukan mayat wanita dengan tubuh telah mengering.
Melihat mayat mereka, Lin Feng tidak bisa membayangkan hari-hari berat yang harus mereka lewati sebelum kematian datang menjemput.
“Seluruh anggota Sekte Gagak Hitam memang sudah mati, tapi melihat keadaan ini, entah kenapa aku tidak rela membiarkan mereka mati dengan mudahnya!” ungkap Lin Feng lalu dia menyimpan seluruh mayat ke dalam cincin penyimpanannya, dan kemudian dia bakal mengubur mereka di tempat yang layak.
Tak lagi menemukan sesuatu yang berhubungan dengan kekejaman Sekte Gagak Hitam, tubuh Lin Feng terangkat, melayang menuju ketinggian langit.
Melihat bangunan Sekte Gagak Hitam dari ketinggian, Lin Feng tidak rela begitu saja membiarkan bangunan itu berdiri kokoh di tempatnya.
“Mereka yang berasal dari Sekte Gagak Hitam telah musnah di tanganku, rasanya kurang sempurna jika aku hanya memusnahkan mereka, tapi membiarkan bangunan sekte mereka tetap kokoh berdiri di tempatnya...”
“Sebaiknya aku memusnahkan semua yang berhubungan dengan mereka!...”
“Sekarang baru terlihat sempurna,” gumam Lin Feng lalu dia melesat pergi meninggalkan kawasan yang sesaat yang lalu masih berdiri kokoh Sekte Gagak Hitam.
Sementara itu, Su Jiang dan Su Yuqi yang melihat dari awal sampai akhir bagaimana Lin Feng melenyapkan keberadaan Sekte Gagak Hitam, kalau tidak melihat secara langsung, mereka tidak bakalan percaya seorang diri Lin Feng berhasil melenyapkan Sekte Gagak Hitam, bahkan sekte itu sekarang lenyap tak bersisa.
“Gege, apa Sekte Gagak Hitam benar-benar sudah dilenyapkan oleh Tuan Muda Lin Feng?” tanya Su Yuqi memastikan apa yang dilihatnya bukanlah sebuah ilusi.
“Dari yang aku lihat, Sekte Gagak Hitam memang sudah dilenyapkan,” jawab Su Jiang yang semula juga merasa kalau yang dilihatnya hanyalah ilusi.
“Tuan Muda Lin Feng itu, sebenarnya seberapa besar kekuatan yang dia miliki? Seorang diri melenyapkan Sekte Gagak Hitam yang dijaga dua Leluhur sekte, dengan kekuatan tingkat Dewa Agung Bintang 5,” kata Su Yuqi.
“Yang jelas dia lebih kuat dari kita, dan semua orang yang berada di Sekte Rajawali Perak,” balas Su Jiang yang kini baru tahu sebesar apa kekuatan generasi muda yang berasal dari keluarga besar di Alam Sembilan Surga.
“Hah, sekte menengah tempat kita bernaung ternyata tidak sebanding dengan kekuatan generasi muda yang berasal dari keluarga besar,” ungkap Su Yuqi melihat jauhnya perbedaan antara dirinya dan Lin Feng.
“Sebaiknya kita segera kembali ke sekte, dan melaporkan pada Patriark apa yang telah terjadi pada Sekte Gagak Hitam!” ujar Su Jiang.
__ADS_1
Su Yuqi mengangguk, lalu keduanya segera pergi meninggalkan kawasan Sekte Gagak Hitam yang kini tidak ubahnya seperti tanah kosong yak beroenghuni.
Tak lama setelah kepergian keduanya, orang-orang yang merasakan keanehan dari Sekte Gagak Hitam mulai berdatangan.
Orang-orang yang baru datang, mereka dibuat terkejut begitu melihat keadaan kawasan Sekte Gagak Hitam. Bangunan megah yang selama ini mereka lihat lenyap tak bersisa bersama seluruh penghuninya.
Segera saja kabar lenyapnya Sekte Gagak Hitam tersebar ke seluruh penjuru Kota Giok Hitam, dan kota-kota yang berbatasan langsung dengan Kota Giok Hitam.
Mendengar lenyapnya Sekte Gagak Hitam, banyak orang yang senang saat mendengarnya, terutama mereka yang pernah dirugikan oleh Sekte Gagak Hitam. Akan tetapi, bagi segelintir orang yang selama ini memiliki ikatan bisnis dengan Sekte Gagak Hitam, selain kehilangan pemasukan, mereka mulai khawatir jikalau apa yang terjadi pada Sekte Gagak Hitam juga bakal terjadi pada mereka.
Orang-orang seperti itu segera menyembunyikan keberadaan mereka, dan tak berani keluar dari persembunyian sampai keadaan benar-benar aman untuk mereka.
...----------------...
Satu hari berlalu setelah lenyapnya Sekte Gagak Hitam, Lin Feng yang melakukan perjalanan seorang diri, dia telah sampai di Kota Rantai Surgawi, kota terbesar di Alam Sembilan Surga, mengalahkan Kota Teratai Emas yang merupakan kota kekuasaan Keluarga Lin.
Kota Rantai Surgawi sepenuhnya berada dalam kekuasaan Keluarga Suci Guo, yang merupakan penguasa tinggal Kota Rantai Surgawi.
Sebenarnya ada keluarga lainnya yang tinggal di Kota Rantai Surgawi, tapi mereka semua dipaksa tunduk pada kekuasaan mutlak Keluarga Suci Guo.
Melihat gerbang megah Kota Rantai Surgawi dan antrean panjang orang-orang yang ingin masuk ke dalam kota, Lin Feng berpikir untuk menyusup masuk tanpa melewati pemeriksaan di gerbang kota.
Melihat sekeliling dan tak terlihat ada yang memperhatikan keberadaannya, menggunakan teknik teleportasi, Lin Feng langsung saja masuk ke dalam kota.
Berdiri tak jauh dari gerbang kota, sosok Lin Feng segera menghilang dari tempatnya, saat banyak orang mulai memperhatikan keberadaannya yang tiba-tiba saja muncul dari kekosongan.
Berpindah tempat sambil mengaktifkan mata Dewa miliknya, sosok Lin Feng muncul di gang sepi, jauh dari pusat keramaian kota.
“Sebaiknya aku merubah penampilan sebelum melihat-lihat keadaan kota,” gumamnya lirih, dan dengan hanya menjentikkan jarinya, pakaiannya yang semula berwarna putih dengan banyak noda darah, kini telah berganti dengan pakaian hitam polos dan tak ketinggalan jubah berwarna merah yang menambah sempurna penampilannya.
Menyempurnakan penampilannya, Lin Feng membeli sebuah kipas yang merupakan senjata pusaka tingkat Surgawi. “Sempurna, dan sekarang aku bisa bebas menikmati apa yang ada di kota ini...”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1