Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menyerang Lebih Dulu


__ADS_3

“Keadaan Alam ini dari luar terlihat baik-baik saja, tapi nyatanya banyak permasalahan yang harus segera aku selesaikan untuk menyelamatkan Alam ini,” kata Lin Feng pada Lin Jia, yang saat ini menemaninya melihat langsung kehidupan orang-orang di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


“Saat ini Gege punya banyak poin sistem untuk membantu penyelesaian masalah di Alam ini, terutama masalah kelaparan yang sedang menjamur di mana-mana. Dengan adanya poin sistem, aku yakin Gege dapat menyelesaikan semua masalah di Alam ini,” kata Lin Jia dengan wajah sedih melihat keadaan orang-orang yang saling berebut makanan.


Di Alam Sembilan Surga memang sebagian besar penghuninya adalah para kultivator yang bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum asalkan masih ada Qi elemen. Namun bagi penduduk asli yang merupakan manusia biasa dan jumlah mereka tidaklah sedikit, makan dan minum adalah kebutuhan pokok bagi mereka, dan tanpa semua itu mereka tak akan bertahan hidup lebih lama.


“Apa dengan penggunaan poin sistem semua masalah ini bisa cepat teratasi?” tanya Lin Feng.


“Tentu saja bisa karena apa yang Gege beli dari toko sistem menggunakan poin sistem adalah barang-barang terbaik, yang tidak mungkin ditemukan di Alam ini,” jawab Lin Jia dan ia menunjukkan senyuman di wajahnya.


Lin Feng ikut tersenyum saat melihat senyuman Lin Jia. Dia tahu barang-barang yang dibelinya dari toko sistem memiliki kualitas terbaik, bahkan semua itu membuatnya penasaran siapa sebenarnya yang memproduksi barang-barang di toko sistem.


“Sebenarnya dari dulu aku sangat penasaran, berasal dari mana sebenarnya barang-barang yang dijual di toko sistem,” ungkap Lin Feng penasaran seraya mengarahkan pandangannya pada Lin Jia.


“Kalau Gege ingin tahu semua itu, Gege harus lebih dulu mengalahkan dia yang memiliki tujuan buruk dengan Alam Semesta. Setelah Gege mengalahkan orang itu, apapun yang ingin Gege ketahui, dengan senang hati aku akan memberitahu semua pada Gege,” kata Lin Jia.


...----------------...


“Tuan, saya yakin dengan bantuan Tetua Agung yang langsung datang sendiri memberi bantuan, kita pasti bisa merebut kekuasaan Alam ini dari mereka yang telah merebutnya dari Lin Cong,” kata Guo Jin, orang kepercayaan Guo Zang, kepala keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan.


Baru juga Guo Jin selesai berbicara, sosok Tetua Agung yang dia bicarakan masuk ke dalam ruangan, yang selama ini dijadikan sebagai ruang kerja oleh Guo Zang.


Keduanya segera berdiri saat melihat sosok tetua agung Guo Baiji, dan Guo Zang segera memberikan tempat duduknya pada dia yang statusnya lebih tinggi dari dirinya. “Tetua Agung, selamat datang di kediamanku yang terlalu sederhana ini,” kata Guo Zang.


Tetua agung Guo Baiji hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban dan setelahnya dia berkata. “Bagaimana persiapan kalian? Apa semua persiapan sudah kalian lakukan? Kalau persiapan kalian belum matang, sebaiknya segera matangkan persiapan kalian karena aku ingin keluarga Suci Guo segera menjadi penguasa Alam ini!”

__ADS_1


“Tetua Agung, semua persiapan telah kami lakukan. Setidaknya kami sidah mempersiapkan seratus ribu prajurit tingkat Raja Dewa Surgawi, lima puluh ribu prajurit tingkat Kaisar Surgawi, serta sekitar seribu prajurit tingkat Dewa Agung Bintang 1 sampai Bintang 5,” kata Guo Zang.


“Ditambah seribu prajurit tingkat Dewa Agung yang aku bawa dari Alam Sembilan Surga tingkat kesembilan, serta kekuatan yang aku miliki, sepertinya kita akan meraih kemenangan mudah,” kata tetua agung Guo Baiji penuh dengan keyakinan.


Mendengar itu Guo Zang dan Guo Jin juga memiliki keyakinan yang sama, seperti yang diyakini tetua agung Guo Baiji, dan pada akhirnya mereka akan merebut apa yang selama ini menjadi milik keluarga Lin.


“Mereka yang selama ini masih terlihat sombong karena Alam ini yang sepenuhnya mereka kuasai, begitu Alam ini jatuh ke tangan kita, mereka tak lagi dapat menyombongkan diri di hadapan kita!” kata tetua agung yang sudah bosan dengan keluarga Lin yang selalu menyombongkan diri karena mereka berhasil menjadi penguasa salah satu Alam, sedangkan keluarga Suci Guo tidak mampu melakukannya.


Kekuatan yang mereka miliki saat ini dirasa lebih dari cukup untuk mengambil alih kekuasaan Alam Sembilan Surga tingkat kedelapan, dan besok adalah hari penentuannya.


Sementara itu tak jauh dari kediaman keluarga Suci Guo, empat sosok terus saja mengamati pergerakan keluarga Suci Guo.


Keempat sosok itu tak lain adalah Lin Wucin, Lin Shao, Xiong Hu, dan Huang Zhu. Mereka ditugaskan Lin Feng untuk mengawasi pergerakan keluarga Suci Guo, dan melaporkan padanya apapun yang terlihat mencurigakan dari pergerakan keluarga Suci Guo.


“Mereka sedang menyiapkan kekuatan dalam jumlah besar, dan sepertinya mereka akan segera memulai peperangan. Namun aku tidak tahu siapa yang akan berperang dengan mereka,” kata Xiong Hu setelah melihat keluarga Suci Guo sedang mempersiapkan prajurit dalam jumlah besar.


“Tak perlu banyak berpikir untuk tahu siapa yang ingin mereka serang. Jika mereka ingin menguasai Alam ini, hanya satu tempat yang pastinya mereka serang, dan tempat itu tentunya adalah kediaman keluarga Tuan,” kata Lin Wucin memberi jawaban.


“Kalau memang seperti itu, alangkah baiknya jika kita segera melaporkan semua ini pada Tuan, supaya Tuan punya waktu melakukan persiapan sebelum kedatangan mereka,” ungkap Lin Shao yang ingin menghubungi Lin Feng menggunakan telepati, tapi apa yang ingin dilakukannya dihentikan oleh Xiong Hu.


“Aku sudah menghubungi Tuan dan memberitahu apa yang sedang dilakukan keluarga Suci Guo, dan mungkin tak lama lagi Tuan serta yang lainnya akan segera sampai di tempat ini,” kata Xiong Hu.


“Kenapa Tuan dan yang lainnya pergi ke tempat ini? Apa jangan-jangan Tuan ingin lebih dulu menyerang mereka, sebelum mereka datang menyerang?” tanya Lin Shao.


“Kamu benar, Tuan berencana menyerang mereka daripada membiarkan mereka menyerang dan membuat kerusakan di kediaman. Meski kediaman yang dibuat ayah Tuan dapat memperbaiki sendiri bagian bangun yang rusak, tetap saja Tuan tidak ingin ada yang merusak bangunan yang dibangun oleh ayahnya,” kata Xiong Hu menjelaskan kenapa Lin Feng memutuskan menyerang daripada menunggu di serang.

__ADS_1


"Kalau itu yang menjadi keinginan Tuan, dengan senang hati aku akan menghancurkan kediaman keluarga Suci Guo sampai rata dengan tanah!” kata Lin Wucin dengan semangat berapi-api.


“Bukan hanya kediaman mereka yang akan kita ratakan dengan tanah, tapi kita juga akan melenyapkan seluruh anggota keluarga beserta para petinggi yang berada di tempat itu!” kata Huang Zhu dengan sorot mata tajam memandang kediaman keluarga Suci Guo di kejauhan.


Tiga orang mengangguk mendengar semua itu, dan sekarang mereka tinggal menunggu kedatangan Lin Feng untuk melakukan serangan ke kediaman keluarga Suci Guo.


...----------------...


“Keluarga Suci Guo menyiapkan kekuatan besar untuk melakukan peperangan, dan aku yakin mereka ingin menyerang kita,” kata Lin Feng yang saat ini sedang berada di aula kediaman keluarganya bersama Lin Hua, Bing Hualing, Lin Luyao, Lin Junda, serta ada Lin Baoshi dan Lin Yanran.


“Lalu, apa rencanamu? Apa kita menunggu mereka menyerang, atau kita serang mereka lebih dulu?” tanya Bing Hualing.


Lin Feng tersenyum lalu berkata, “Daripada menunggu di serang, tentu aku akan menyerang mereka lebih dulu, dan menghancurkan kekuatan yang mereka miliki!” Lin Feng berkata penuh semangat.


“Keponakanku, kalau itu yang menjadi keinginanmu, dengan senang hati aku Lin Junda akan membunuh banyak anggota keluarga Suci Guo demi kemenangan kita!” kata Lin Junda tak kalah bersemangat, apalagi setelah semalam dia baru saja mendapatkan terobosan.


“Aku tidak akan kalah darimu! Dengan kekuatanku yang sekarang aku pasti dapat membunuh lebih banyak musuh daripada kamu!” kata Bing Hualing yang juga bersemangat, dan dia mengumumkan persaingan terbuka dengan Lin Junda.


“Hah, kalau bersaing dengan adik ipar aku pasti kalah,” Dengan kekuatan Bing Hualing yang berada satu tingkat di atasnya, Lin Junda pebih baik mengakui kekalahannya dari awal.


“Hahahaha... kamu masih saja seperti dulu, menyerah lebih dulu sebelum dimulai,” kata Bing Hualing yang disambut senyum semua orang.


Merasa sudah cukup melakukan pembicaraan, mereka segera bersiap pergi menuju kediaman keluarga Suci Guo dan memulai pertempuran di tempat itu.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2