Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Menyerap Satu Tingkatan Kultivasi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Lin Feng menarik seluruh auranya dan menyimpan kembali pedang elemen ke ruang penyimpanan setelah berhasil melenyapkan seluruh sosok pria berjubah abu-abu.


Berakhirnya pertempuran Lin Feng melawan tujuh pria berjubah abu-abu seketika membuat seluruh medan pertempuran hening, kematian seluruh sosok pria berjubah abu-abu menunjukkan kalau Lin Feng jauh lebih kuat dari mereka yang berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 7.


Mereka yang kekuatannya hanya berada di tingkat Kaisar Dewa Langit Bintang 2 dan Bintang 3 tentunya bukan lawan sepadan untuk Lin Feng, apalagi mereka yang masih berada di tingkat Raja Dewa Langit.


Lin Feng yang sudah kembali ke sisi Lin Hua, dia mengarahkan pandangan pada ratusan ribu kultivator yang masih belum bisa bergerak akibat tekanan kuat dari belasan ribu prajurit yang mengikutinya.


“Apa kalian masih ingin membuat kekacauan di tempat ini? Kalau kalian masih menginginkannya, dengan senang hati aku melayani keinginan kalian.” Jika cara baik-baik tidak bisa membuat mereka semua pergi, Lin Feng terpaksa menggunakan cara kasar untuk mengusir mereka.


Semua orang diam, mereka tak lagi berminat membuat kekacauan di wilayah tengah. Jika diberi kesempatan pergi, tanpa berpikir panjang mereka pasti segera pergi.


“Meskipun kalian tidak ingin kembali membuat kekacauan, aku juga tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja setelah apa yang kalian lakukan di tempat ini.” Lin Feng begitu cepat melakukan segel tangan, dan setelahnya muncul array raksasa yang sangat rumit di atas langit.


“Setidaknya kalian harus membayar semua yang kalian lakukan dengan satu tingkat kekuatan kalian.” Menggunakan array yang memperluas jangkauan tekniknya, Lin Feng menggunakan teknik Penyerap Kultivasi untuk mengambil satu tingkatan kekuatan dari seluruh kultivator.


Semua orang dapat merasakan kalau kekuatan mereka turun satu tingkatan, tapi mengingat itu semua sebagai bayaran nyawa mereka, kehilangan satu tingkatan kultivasi jauh lebih baik dibandingkan harus mati meregang nyawa.


Sementara itu, Lin Feng yang telah menyerap satu tingkatan kekuatan dari ratusan ribu kultivator, dia merasa perkembangannya cukup pesat. Setidaknya tingkatan kekuatan yang baru dirinya serap telah memberi tambahan lima persen poin pengalaman, yang dibutuhkan untuk menerobos tingkat Dewa Surgawi.


Dengan begini dia semakin dekat untuk dapat menerobos tingkat Dewa Surgawi. “Dalam beberapa bulan ke depan mungkin aku dapat menerobos tingkat Dewa Surgawi. Memang waktu yang cukup lama, tapi itu semua harus aku lakukan demi kekuatan yang lebih besar.”


Lin Feng menghilangkan array ciptaannya dan kembali dia mengarahkan pandangannya pada ratusan ribu kultivator yang auranya lebih lemah dari sebelumnya. “Begitu kekuatan besar yang menekan kalian menghilang, aku sarankan kalian semua cepat pergi meninggalkan tempat ini, dan jangan pernah kembali ke wilayah tengah dengan membawa niatan buruk! Kalau kalian melakukan itu, tak satupun dari kalian dapat terhindar dari kematian!”

__ADS_1


Bersamaan dengan selesainya Lin Feng berkata, aura kuat yang sebelumnya membuat ratusan ribu kultivator tak bisa bergerak tiba-tiba saja menghilang. Tak lagi merasakan adanya aura kuat yang menekan mereka, seluruh kultivator buru-buru pergi, dan mereka berpikir untuk tidak lagi mendatangi wilayah tengah di masa depan.


Hanya dalam hitungan detik ratusan kultivator telah pergi meninggalkan tempat yang sebelumnya menjadi medan pertempuran, meninggalkan kerusakan dan ribuan mayat korban pertempuran. Tak ada kultivator yang mempedulikan keberadaan ribuan mayat di medan pertempuran karena mereka semua lebih mementingkan keselamatan diri sendiri.


Pada akhirnya Lin Feng memerintahkan prajurit Dewa dan prajurit penjaga kota untuk membereskan mayat yang berserakan di mana-mana.


Tidak memakan waktu lama seluruh mayat telah dikumpulkan di satu tempat yang sama, dan dengan menggunakan api milik Lin Hua tumpukan mayat dibakar. “Semoga saja mereka yang hari ini mati di tempat ini kelak menjadi orang yang lebih baik di kehidupan selanjutnya.”


Setelah memastikan tidak lagi ada mayat yang berserskan, Lin Feng bermaksud kembali ke kediaman baru keluarga Lin, tapi sebelum pergi sosok Huo Bin datang menghampirinya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


“Yang Mulia Huo Bin, selamat datang di wilayah keluarga Lin.” Lin Feng memberi sambutan baik pada Huo Bin karena hanya sekilas melihat, pria itu datang tanpa adanya niatan buruk.


Huo Bin yang mendapatkan sambutan seperti itu tersenyum, dan dia merasa dirinya sangat beruntung karena telah dipertemukan lebih dulu dengan sosok seperti Lin Feng. “Panggilan Yang Mulia tidaklah pantas diberikan padaku setelah melihat apa yang baru saja terjadi.”


Di Alam Dewa kekuatan adalah segalanya. Seorang Kaisar sekalipun harus menundukkan kepala saat bertemu sosok yang lebih kuat darinya, dan itulah yang sekarang sedang dilakukan Huo Bin. Dia menundukkan kepala di hadapan Lin Feng yang jelas lebih kuat darinya.


Sedangkan Lin Feng yang perkataan Huo Bin, dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. “Bagaimanapun juga Yang Mulia adalah seorang Kaisar penguasa, sedangkan aku hanyalah kepala keluarga Lin. Kalau panggilan Yang Mulia tidak pantas, lalu bagaimana cara aku memanggil Yang Mulia?”


Memikirkan itu Huo Bin teringat tentang buku sejarah kuno Alam Dewa. Di buku itu dikatakan Alam Dewa dulunya memiliki lima penguasa, tapi karena suatu hal, penguasa kelima sekaligus penguasa terkuat harus mengorbankan diri untuk melindungi Alam Dewa.


Mengingat semua itu, Huo Bin menjadi penguasa pertama yang mengakui keberadaan penguasa kelima Alam Dewa, dan sosok yang dianggapnya penguasa kelima Alam Dewa tak lain adalah Lin Feng yang statusnya sebagai kepala keluarga Lin.


“Saudara Feng cukup memanggil namaku, atau sauda bisa menganggapku selayaknya saudara sendiri.” Memiliki saudara seperti Lin Feng adalah sebuah keberuntungan besar untuk Huo Bin dan Kekaisaran Api nya.


Selama ini Huo Bin dan Kekaisaran Api dikenal sebagai Kekaisaran yang tidak menggilai perang, dan lebih mencintai perdamaian. Meski begitu, Huo Bin sangat kesulitan menularkan perasaan cinta damai miliknya pada mereka yang tinggal di wilayah kekuasaannya.


Masih banyak yang membangkang peraturannya, bahkan mereka tak segan mengangkat senjata saat Huo Bin menggunakan kekerasan untuk memberi sedikit tindakan tegas pada mereka yang terus-terusan membangkang.

__ADS_1


Pada akhirnya Huo Bin memilih mengalah dan hanya bertindak saat situasi di wilayahnya sudah sangat memburuk, dan banyak penduduk yang dirugikan oleh situasi saat itu. Jika sudah demikian, Huo Bin tak segan memusnahkan mereka yang telah merugikan banyak penduduk.


Sementara itu Lin Feng yang mendengar Huo Bin mengatakan tentang persaudaraan, dia teringat dengan sosok tuan muda keluarga Huo yang sebelumnya menjadi saudaranya meski dalam waktu yang begitu singkat. “Memiliki saudara bukan sesuatu yang buruk, tapi membunuh saudara sendiri yang berbuat kesalahan juga bukan sesuatu yang sulit dilakukan.”


Lin Feng mengatakan semua itu karena dia tidak ingin lagi terjebak hubungan persaudaraan dengan orang yang salah.


Bukannya tersinggung dengan perkataan Lin Feng, Huo Bin justru tersenyum saat mendengarnya. “Saudara sekalipun jika memang melakukan keslahan, sudah sewajarnya dia mendapatkan hukuman sesuai kesalahannya.”


Lin Feng yang mendengar itu mengangguk pelan. “Kalau begitu, saudara Huo Bin selamat datang di wilayah keluarga Lin dan jika saudara ada waktu, saudara bisa mengunjungi kota kebanggaan keluarga Lin.”


Huo Bin yang sangat penasaran dengan keberadaan kota di bagian terdalam wilayah tengah tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Lin Feng. Melihat secara langsung keberadaan kota itu dapat memuaskan rasa pemasarannya.


“Kalau saudara Feng mengizinkan, aku sangat ingin melihat keberadaan kota itu.” Huo Bin tidak memiliki niatan lain setelah melihat kota yang sangat membuat dirinya penasaran.


Lin Feng yang tau Huo Bin hanya ingin memuaskan rasa penasarannya dan tak sedikitpun memiliki niatan buruk, dia memutuskan membawanya ke kota yang keberadaannya tepat di bagian terdalam wilayah tengah.


Sambil melesat menuju kota tempat tinggal keluarga Lin, Huo Bim bertanya pada Lin Feng. “Saudara Feng, apa benar beberapa waktu lalu keluarga Huo sempat berselisih dengan keluarga Lin? Kabar itu telah tersebar luas di Kekaisaran Api, tapi aku sama sekali tidak tau kebenarannya. Oleh karena itu aku menanyangkan langsung semua itu pada saudara.”


“Semua itu benar adanya. Aku pernah berselisih dengan mereka, dan semua itu diawali dari keinginan mereka mengambil wanitaku.”


Mendengar jawaban Lin Feng, Huo Bim tertunduk lesu. “Sejak dulu mereka tidak pernah berubah. Setiap melihat wanita kuat, mereka selalu menginginkannya tidak peduli wanita itu sudah bersuami atau masih seorang gadis suci.”


Huo Bin masih jelas mengingat bagaimana Ayah dan Ibunya yang lebih memilih mati bersama daripada hubungan mereka dipisahkan karena salah satu tetua keluarga Huo menginginkan ibunya, dan meminta ayahnya untuk menceraikannya.


“Aku sebenarnya ini menuntut balas pada mereka yang di masa lalu menjadi penyebab utama kematian ibu dan ayahku, tapi mengingat tak semua orang di keluarga Huo memiliki sifat buruk, aku tidak memiliki alasan untuk melenyapkan keberadaan keluarga Huo.” Huo Bin berkata sambil mengarahkan pandangan pada Lin Feng.


Lin Feng sendiri tersenyum mendengar semua itu. “Aku sendiri berencana menghancurkan mereka, kalau sampai mereka kembali muncul di hadapanku dengan niatan buruk!” Kalau saja sebelumnya Lin Feng melihat keberadaan keluarga Huo diantara ratusan ribu kultivator yang membuat kekacauan di wilayahnya, saat itu juga bisa dipastikan menjadi akhir dari keberadaan mereka.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2