
“Argh...” Lin Feng mengerang kesakitan ditengah proses penyatuan inti kekuatan Lin Tongzhi dengan inti kekuatannya.
Proses penyatuan dan rasa sakit yang dialami Lin Feng sudah berlangsung selama satu hari satu malam, begitu juga dengan badai petir yang terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Setelah melewati waktu satu hari satu malam dengan rasa sakit seolah dirinya begitu dekat dengan kematian, perlahan rasa sakit yang dirasakan Lin Feng menghilang, berganti dengan rasa nyaman yang seolah sedang menyembuhkan tubuhnya dari rasa sakit.
Badai petir yang terjadi di Alam Sembilan Surga juga telah menghilang, dan bersamaan dengan Lin Feng kembali dari alam bawah sadarnya, hangat cahaya matahari semesta mulai menyinari Alam Sembilan Surga tingkat pertama.
Tak lagi melihat adanya badai petir yang membuat semua orang ketakutan, mereka yang tak lagi takut dengan fenomena badai petir, mereka mulai beraktivitas seperti biasanya.
Di kediaman keluarga Lin, Lin Sujin yang di hari sebelumnya menunda pertemuannya dengan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya yang mewakili keluarga Lin dalam kompetisi Alam Sembilan Surga tingkat pertama, hari ini dengan ditemani Lin Moli dia menemui Lin Mofan dan yang lainnya, yang sudah menunggu di aula kediaman keluarga Lin.
Memasuki aula dan pertama kali melihat Lin Mofan dan yang lainnya, Lin Sujin terkejut dengan perkembangan kekuatan mereka. Dibandingkan saat keberangkatan menuju Kota Bambu Ungu, kekuatan mereka telah banyak mengalami peningkatan.
“Berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 6, dan yang lainnya berada dua tingkat di bawahnya. Mengikutkan mereka dalam kompetisi, sepertinya telah memberi dampak besar pada peningkatan kekuatan mereka,” gumam lirih Lin Sujin sambil berjalan menuju tempat duduknya.
“Salam pada Tetua Agung, salam pada Tetua Pertama,” kata Lin Mofan dan sembilan orang lainnya saat Lin Sujin dan Lin Mofan telah duduk di tempat mereka.
Lin Sujin dan Lin Moli sama-sama menganggukkan kepala, lalu Lin Sujin mempersilahkan Lin Mofan dan lainnya duduk di tempat yang telah disiapkan untuk mereka.
“Sebelum kalian menyampaikan apa yang ingin kalian sampaikan padaku, aku ingin bertanya pada kalian.” Sejenak Lin Sujin terdiam sambil mengarahkan pandangannya pada Lin Mofan dan yang lainnya, lalu dia kembali berkata, “Bagaimana kekuatan kalian bisa meningkat pesat kurang dari satu bulan?”
Mendengar itu, Lin Mofan segera memberi jawaban, “Tetua Agung, jawaban dri pertanyaan Tetua Agung berhubungan dengan apa yang ingin kami sampaikan pada Tetua.” Lin Mofan mengeluarkan cincin penyimpanan pemberian Lin Feng, lalu dia menyerahkan cincin penyimpanan itu pada Lin Sujin.
“Tetua, cincin penyimpanan itu merupakan pemberian Tuan Muda Lin Feng, dan peningkatan kekuatan kami juga karena kebaikan hati Tuan Muda Lin Feng,” lanjutnya berkata.
Kerutan muncul di kening Lin Sujin saat dia mendengar nama yang sangat asing baginya, tapi nama itu adalah milik anggota keluarga Lin. “Ceritakan padaku, siapa Tuan Muda Lin Feng yang kalian maksud, dan dimana orangnya saat ini?” tanya Lin Sujin penasaran dengan sosok Lin Feng.
Tenang Lin Mofan menjawab pertanyaan itu, “Tetua, Tuan Muda Lin Feng berpisah dengan kami saat meninggalkan Kota Bambu Ungu, tapi dia berjanji suatu hari nanti bakal mengunjungi kediaman keluarga Lin...”
__ADS_1
“Lalu untuk siapa Tuan Muda Lin Feng, murid ini memanggilnya Tuan Muda karena dia memiliki kekuatan elemen petir berwarna ungu keemasan, tapi dengan mata kepala sendiri, murid ini pernah melihat Tuan Muda Lin Feng mengeluarkan menggunakan kekuatan petir berwarna hitam keemasan...”
Lin Mofan sempat melihat sekilas petir berwarna hitam keemasan dikeluarkan Lin Feng, saat Lin Feng mengeluarkan aura kekuatannya, menekan seluruh orang yang berada di tempat penentuan pemenang kompetisi. Meski sekilas, kekuatan petir berwarna hitam keemasan lebih dari cukup untuk membuat seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.
Sementara itu, Lin Sujin dan Lin Moli yang jelas mendengar keseluruhan jawaban Lin Mofan, entah apa penyebabnya, hanya dengan mendengar seseorang mampu mengeluarkan petir berwarna hitam keemasan, tubuh mereka tiba-tiba saja gemetaran.
Bukan gemetaran karena rasa takut, tapi tubuh mereka gemetaran karena teringat pesan pemimpin tertinggi keluarga Lin, tentang datangnya seorang penyelamat, yang kedatangannya selalu beriringan dengan kekuatan besar berwujud petir berwarna hitam keemasan.
Menghubungkan pesan pemimpin tertinggi keluarga Lin dengan jawaban Lin Sujin, dan menghubungkan semua itu dengan fenomena yang belum lama ini terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama. Lin Sujin dan Lin Moli, keduanya merasa ketiga hal itu saling berkaitan.
Lin Sujin ingin segera melaporkan keberadaan Lin Feng dan semua kejadian yang terjadi di Alam Sembilan Surga tingkat pertama pada pemimpin tertinggi keluarga Lin, tapi sebelum melakukan itu, dia ingin melihat apa saja isi dari cincin yang diberikan Lin Mofan padanya.
Mengalirkan energi spiritual kedalam cincin itu, Lin Sujin membelalakkan kedua matanya saat dia melihat isi dari cincin penyimpanan yang seketika membuat tangannya gemetaran.
“I... ini, di dalam cincin penyimpanan ini banyak sumberdaya yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan dari tingkat Dewa Surgawi, sampai tingkat Kaisar Dewa Surgawi...”
“Bukan hanya sumberdaya, tapi di dalam cincin penyimpanan ini juga terdapat berbagai jenis senjata, kitab seni tarung, kitab teknik, dan semuanya berada di tingkat Kaisar sampai tingkat Dewa...”
Mendengar itu, cepat Lin Mofan menggelengkan kepalanya. “Tetua Agung, Tuan Muda Lin Feng memberikan cincin penyimpanan itu untuk keluarga Lin, dan dia berharap apa yang diberikannya bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan generasi muda keluarga Lin di Alam Sembilan Surga tingkat pertama,” jawabnya menjelaskan.
Lin Sujin semakin penasaran dengan sosok Lin Feng setelah mendengar jawaban Lin Mofan. “Tuan Muda Lin Feng ini sangat dermawan, dan sangat perhatian dengan generasi muda keluarga Lin,” katanya memberi pujian pada Lin Feng.
“Lin Mofan, apa kamu tahu seberapa besar kekuatan Tuan Muda Lin Feng, dan berada diusia berapa dia saat ini?” tanyanya.
“Tetua Agung, murid ini cuma tahu kalau Tuan Muda Lin Feng berada di tingkat Dewa Agung, tapi tidak tahu seberapa tinggi pencapaiannya. Untuk usia...” Lin Mofan sejenak terdiam, dan terlihat dia malu-malu melanjutkan perkataannya.
“Te... Tetua Agung, usia Tuan Muda Lin Feng belum genap dua puluh tahun,” lanjutnya setelah menghela napas panjang.
Lin Sujin dan Moli hampir jatuh dari tempat duduk mereka setelah mendengar keseluruhan jawaban Lin Mofan. Belum genap berusia dua puluh tahun dan kekuatannya sudah berada di tingkat Dewa Agung? Dia bukan lagi seorang jenius, melainkan monster yang sesungguhnya.
__ADS_1
“Hah, bukan hanya kalian yang malu dengan tingkat kekuatannya, tapi aku sendiri juga malu karena di usia yang sudah lebih dari sepuluh juta tahun, tapi aku masih tertahan di tingkat Dewa Agung Bintang 7,” ungkap Lin Sujin.
Di sisi lain Lin Moli juga memiliki rasa malu yang sama, seperti yang dirasakan Lin Sujin, Lin Mofan, dan sembilan orang lainnya.
‘Fenomena badai petir berwarna hitam keemasan yang belum lama ini terjadi, sepertinya berhubungan dengannya, dan aku semakin malu dibuatnya karena di usia yang masih begitu muda dia telah berhasil menerobos tingkat Dewa Semesta,’ batin Lin Sujin.
Menghilangkan rasa malu pada pencapaian Lin Feng di usianya, Lin Sujin mengeluarkan beberapa sumberdaya dari cincin pemberian Lin Feng untuk keluarga Lin, dan dia ingin memberikan sumberdaya itu pada Lin Mofan dan sembilan orang lainnya.
Akan tetapi Lin Mofan tegas menolaknya, lalu dia menunjukkan satu lagi cincin penyimpanan pemberian Lin Feng. “Tetua Agung, kami sudah mendapatkan sumberdaya langsung dari Tuan Muda Lin Feng, dan dengan sumberdaya ini Tuan Muda berharap kami secepatnya dapat menerobos tingkat Kaisar Dewa Surgawi,” ungkap Lin Mofan.
Melihat apa yang dilakukan Lin Feng untuk keluarga Lin, tidak ada alasan bagi Lin Sujin, untuk tidak mengagumi sosok Lin Feng.
“Kalian bisa menggunakan aula kultivasi utama untuk melakukan kultivasi tertutup, dan jangan buat Tuan Muda Lin Feng kecewa! Kalau sumberdaya pemberiannya belum cukup, kalian bisa meminta sumberdaya tambahan padaku!...”
Lin Mofan dan sembilan orang lainnya senang karena Lin Sujin mengizinkan mereka menggunakan aula kultivasi utama untuk melakukan kultivasi tertutup. Dengan berada di tempat itu, mereka setidaknya dapat meningkatkan kekuatan sepuluh kali lebih cepat dibandingkan berada di tempat lain, yang berada di kawasan kediaman keluarga Lin.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada, mereka segera pamit, dan sesegera mungkin melakukan kultivasi tertutup di aula kultivasi utama. Untuk sumberdaya, apa yang diberikan Lin Feng di cincin penyimpanan, yang saat ini berada di tangan Lin Mofan, semua itu lebih dari cukup untuk meningkatkan kekuatan mereka sampai tingkat Kaisar Dewa Surgawi.
Setelah kepergian Lin Mofan dan sembilan orang lainnya, Lin Sujin dan Lin Moli terlibat dalam percakapan singkat.
“Tetua pertama, kamu atur semua sumberdaya di cincin ini, dan bagikan secara tepat pada mereka yang membutuhkannya! Untuk kitab dan senjata, sementara waktu biarkan semua itu tetap berada di dalam cincin ini!” kata Lin Sujin pada Lin Moli.
Mendapatkan perintah, Lin Moli segera menjalankan perintah itu.
“Sebaiknya sekarang aku menghubungi pemimpin tertinggi, dan menyampaikan kabar baik padany tentang kemunculan sang penyelamat,” kata Lin Sujin setelah kepergian Lin Moli, lalu dia segera melakukan apa yang ingin dilakukannya.
Sementara itu, di atas Danau Surgawi, Lin Feng yang semula duduk bersila dengan mata teepejam, perlahan dia membuka kedua matanya, bersamaan dengan munculnya aura agung yang terpancar keluar dari dalam tubuhnya.
Dengan senyum mengembang di bibirnya, dia berkata, “Dengan kekuatan ini, aku pasti bisa menyatukan seluruh kekuatan yang ada di Alam Semesta!...”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.