
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Di aula pertemuan yang berada di Kota Cahaya Dewa, petinggi keluarga Lin dan keluarga Luo yang sedang mengadakan pertemuan, membahas rencana ke depannya setelah kepergian Lin Feng dan Lin Hua ke Alam Sembilan Surga.
Kepergian keduanya memang bukan sesuatu yang mengejutkan bagi mereka, tapi mereka sadar kalau kepergian kedua orang itu merupakan kehilangan terbesar bagi Alam Dewa, dikarenakan selama ini keduanya adalah pilar penting di Alam Dewa, terutama keberadaan Lin Feng.
Tanpa Lin Feng, mereka tidak mungkin merasakan kejayaan seperti saat ini, bahkan bisa dikatakan mereka semua saat ini adalah kekuatan utama Alam Dewa.
“Apa sebaiknya yang kita lakukan setelah kepergian Tuan Feng dan Nyonya Hua?” Lin Dan bertanya pada semua orang yang hadir di aula pertemuan.
Luo Cheng cepat memberi jawaban. “ Kita hanya perlu melanjutkan apa yang menjadi keinginan mereka. Menjaga perdamaian dan melindungi Alam Dewa.”
Mendengar itu, semua orang termasuk Lin Dan segera saja menganggukkan kepala setuju. “Dengan kekuatan kita saat ini, menjaga keamanan apa yang ada di Alam Dewa bukanlah sesuatu yang menyulitkan, tapi untuk melindungi Alam Dewa dari kekuatan asing, kekuatan kita saat ini masih belum cukup untuk melakukan semua itu. Kita harus lebih kuat dari saat ini untuk bisa melanjutkan keinginan Tuan Feng dan Nyonya Hua, yang berkeinginan besar melindungi Alam Dewa,” ungkap Lin Zan.
Meski kekuatan mereka semua telah mencapai tingkat Dewa Surgawi, kekuatan mereka masih terlalu lemah dibandingkan sosok gelap yang sebelumnya muncul di ruang hampa. Setidaknya mereka semua harus meningkatkan kekuatan sampai tingkat Raja Dewa Surgawi, kalau memang bisa, tak ada salahnya mencoba meningkatkan kekuatan sampai tingkat Kaisar Dewa Surgawi.
Lin Sang yang semula diam, dia mulai membuka suara, “Kita jangan cuma hanya memikirkan cara meningkatkan kekuatan untuk diri sendiri. Ingat, kita hanya memiliki waktu seratus tahun tinggal di Alam Dewa, sebelum kita semua dipaksa pergi dari Alam ini oleh aturan yang diciptakan Sang Pencipta. Selain meningkatkan diri sendiri, dalam seratus tahun yang tersisa untuk kita di Alam ini, kita juga harus meningkatkan kekuatan orang-orang, yang kelak dimasa depan dapat menggantikan tempat kita.”
Luo Cheng menanggapi perkataan Lin Sang, “Aku sangat setuju dengan itu karena bagaimanapun juga kita tak selamanya berada di tempat ini. Menentukan siapa-siapa saja yang kelak dapat menggantikan tempat kita, sudah sewajarnya kita segera melakukan itu. Semakin lama kita melakukan semua itu, yang ada kita hanya membuang-buang banyak waktu berharga.”
“Apa yang kamu katakan benar, memilih siapa-siapa yang pantas menggantikan posisi kita di masa depan memang harus segera kita lakukan. Namun, aku tidak ingin kalian semua memilih hanya dari sisi kekuatan. Banyak aspek lain yang harus kalian perhatikan sebelum menentukan sebuah pilihan,” ungkap Lin Dan pada semuanya.
Semua orang tidak ada yang tidak menganggukkan kepalanya, mereka setuju dengan apa yang baru diungkapkan oleh Lin Dan. Kekuatan memang penting, tapi kekuatan bukanlah satu-satunya untuk menilai kelayakan pengganti mereka. Perilaku dan kepribadian juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum memilih.
Lin Zan membuka suara, “Paling lambat dalam sepuluh tahu ke depan kita harus menemukan sosok yang di masa depan mampu menggantikan tempat kita dan meneruskan apa yang menjadi keinginan kita!”
__ADS_1
Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, dan semua orang menyetujuinya. “Setelah menemukan mereka, tugas kita adalah memberi pelatihan pada mereka, supaya kelak mereka juga dapat memilih sosok yang layak sebagai penerus, setelah mereka semua menyusul kita ke Alam Sembilan Surga,” ujar Luo Cheng.
Semua orang telah sepakat dengan apa yang segera mereka lakukan setelah kepergian Lin Feng dan Lin Hua, yang tak lama lagi pergi meninggalkan Alam Dewa.
...----------------...
Memberi tugas menjaga portal menuju Alam Dewa pada kelima saudari Jiang dan sepuluh prajurit Dewa, Lin Feng memutuskan membawa Lin Hua dan Lin Jia kembali ke Kota Cahaya Dewa.
Masih banyak yang harus dilakukan olehnya di Kota Cahaya Dewa, sebelum kepergiannya ke Alam Sembilan Surga. Terutama, dia harus menyediakan lahan khusus yang sangat luas untuk menanam tanaman spiritual yang keberadaannya sangatlah langka di Alam Dewa.
Selain menyediakan lahan dan bibit tanaman spiritual, Lin Feng juga ingin membagikan informasi tentang menanam, merawat, dan membudidayakan tanaman spiritual yang kelak menjadi pengganti sumberdaya yang dirinya tinggalkan untuk mereka yang tinggal di Alam Dewa.
Meski sumberdaya yang ditinggalkan olehnya tidak mungkin habis selama ratusan ribu tahun, tetap saja dirinya harus memikirkan kebutuhan jangka panjang untuk mereka, yang tinggal di Alam Dewa.
Dirinya tidak ingin terjadi penurunan kekuatan besar-besaran di Alam Dewa setelah seluruh sumberdaya peninggalannya habis. Oleh karena itu, membudidayakan tanaman spiritual langka adalah jalan keluar terbaik untuk permasalahan jangka panjang Alam Dewa.
Setelah lahan siap untuk ditanami bibit, Lin Feng yang dibantu Lin Hua, Lin Jia, serta lima ribu prajurit Dewa, mereka mulai menyebar berbagai jenis benih tanaman spiritual langka, dan buruh waktu setengah hari untuk menyebar benih ke seluruh lahan yang sebelumnya telah disiapkan.
Selesai dengan urusan lahan dan menabur benih, setelah mengembalikan prajurit Dewa ke Alam Kehidupan, Lin Feng membawa Lin Hua dan Lin Jia melanjutkan perjalanan menuju Kota Cahaya Dewa.
Lin Dan, Lin Zan, Lin Sang, Luo Cheng dan Luo Qujing, terlihat mereka menyambut kedatangan Lin Feng dan yang lainnya, bahkan Huo Bin dan kelima Jenderal kepercayaannya juga berada di Kota Cahaya Dewa untuk menyambut kedatangan mereka. Semua orang tahu Lin Feng dan Lin Hua tak lama lagi pergi, jadi mereka memutuskan untuk berkumpul.
Setelah saling menyapa, Lin Feng memberi masing-masing dari mereka termasuk para Jenderal Kekaisaran Api sebuah cincin penyimpanan, yang mana di dalam cincin penyimpanan itu terdapat berbagai jenis sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan, artefak, serta senjata. Tak lupa di masing-masing cincin penyimpanan juga terdapat Kitan Seni Tarung maupun Kitab Teknik.
Cincin penyimpanan lainnya juga diberikan pada Lin Dan serta yang lainnya, tapi cincin itu berisikan sumberdaya, artefak, kitab, serta senjata yang harus diberikan pada orang-orang yang memang pantas mendapatkannya. Kekaisaran Api juga mendapatkan seperti yang didapatkan Keluarga Lin maupun keluarga Luo karena sebelumnya Huo Bin sudah bersumpah setia menjadi pelindung keluarga Lin.
Terakhir, Lin Feng memberi tugas pada keluarga Lin dan keluarga Luo untuk menjaga serta merawat kebun tanaman spiritual yang berada di utara Kota Cahaya Dewa.
__ADS_1
Setelah semua urusan selesai, Lin Feng, Lin Hua dan Lin Jia, mereka segera saja pamit pada semua orang.
“Kalian tidak perlu terburu-buru menyusul ke Alam Sembilan Surga. Nikmati waktu seratus tahun yang kalian miliki, dan percayalah setelah seratus tahu ada tempat yang layak untuk kalian begitu naik ke Alam Sembilan Surga,” kata terakhir Lin Feng sebelum dia, Lin Hua serta Lin Jia pergi meninggalkan Kota Cahaya Dewa.
Lin Feng, Lin Hua dan Lin Jia, mereka segera kembali ke tempat portal penghubung Alam Dewa dan Alam Sembilan Surga. “Aku sudah menandai tempat ini dan memasang array perlindungan. Setelah kepergian kita, tempat ini hanya dapat ditemukan oleh anggota keluarga Lin, dan orang luar yang ingin memasuki portal harus seizin petinggi keluarga Lin...”
“Di cincin penyimpanan yang aku berikan pada Lin Dan, Lin Zan, serta Lin Sang, aku telah menuliskan surat pada mereka. Intinya dalam surat itu aku menunjuk Lin Dan sebagai kepala keluarga Lin serta penguasa Kota Cahaya Dewa. Sedangkan Lin Zan dan Lin Sang, mereka adalah tetua agung dan tetua pertama keluarga Lin,” kata Lin Feng yang jelas dapat dimengerti oleh Lin Hua dan Lin Jia.
“Melihat apa saja yang sudah Feng’Gēgē lakukan, sepertinya kita dapat pergi dengan tenang meninggalkan Alam Dewa. Dengan kemampuan keluarga Lin, keluarga Luo, serta Kekaisaran Api, melindungi dan menjaga Alam Dewa pasti dapat mereka lakukan,” ungkap Lin Hua sambil menunjukkan senyuman dibalik cadarnya.
Lin Feng hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala mendengar perkataan Lin Hua, kemudian segera saja dia mengeluarkan Xiong Hu dan yang lainnya dari Alam Kehidupan, dan membiarkan prajurit Dewa yang sebelumnya menjaga portal kembali ke Alam Kehidupan.
Semua orang kini sudah berbaris di depan portal, menunggu portal benar-benar siap untuk digunakan.
Mereka dapat melihat energi di dalam portal mulai stabil meski belum sepenuhnya stabil. “Setidaknya butuh satu hari lagi untuk membuat portal benar-benar stabil dan aman untuk digunakan,” kata Lin Jia.
Lin Feng mengangguk, kemudian dia mengarahkan pandangan pada para bawahan dan binatang kontraknya. “Sebentar lagi kita akan pergi ke Alam Sembilan Surga, tapi aku tidak bisa bepergian dengan kelompok besar.”
“Kemungkinan untuk hari-hari awal di Alam Sembilan Surga, kalian harus tetap berada di Alam Kehidupan, dan aku baru bisa mengeluarkan kalian setelah menemukan pijakan tepat di Alam Sembilan Surga.”
Mendengar semua itu tak satupun dari mereka yang keberatan, lagian dengan berada di Alam Kehidupan secara perlahan mereka dapat terus meningkatkan kekuatan.
Sementara itu, setelah melihat mereka semua tidak keberatan, Lin Feng segera mengirim mereka kembali ke Alam Kehidupan begitu juga dengan kelima saudari Jiang.
“Sekarang kita tinggal menunggu energi di dalam portal stabil sebelum kita bisa pergi ke Alam Sembilan Surga...”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.