
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.
...----------------...
Kediaman keluarga Yin.
“Ini sudah lewat tiga hari tapi dia belum juga mengabariku tentang keberadaan Hua'er.” Yin Jun sangat menanti kabar dari Xin Qian yang tiga hari yang lalu memutuskan pergi ke Kota Awan.
“Tuan, ada surat resmi yang dikirim kepala keluarga Yang.” Salah satu prajurit penjaga kediaman keluarga Yin menyerahkan surat resmi yang dikirim kepala keluarga Yang.
Yin Jun menerima surat dari Yang Ping, kemudian dia mulai membaca isi dari surat itu dari atas sampai bawah.
“Putranya terluka sampai kehilangan seluruh kekuatannya tapi dia justru menuduh Hua'er terlibat dalam hal buruk yang menimpa putranya.”
Penuh kekesalan Yin Jun meremas surat dari Yang Ping, kemudian dia membakar surat itu sampai menjadi abu.
“Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia selalu menindas mereka yang lebih lemah, termasuk menindas keluarga Yin ku.” Sejak awal Yin Jun tidak menyukai keluarga Yang, apalagi setelah Yang Gang terus mengganggu putrinya, kebenciannya pada keluarga Yang semakin bertambah besar.
“Secepatnya aku harus menikahkan Hua'er dan Xin Qian. Begitu mereka menikah, keluarga Yin dan Xin bisa menyatukan kekuatan melawan keluarga Yang!” Keluarga Xin sedikit lebih kuat dari keluarga Yin, tapi belum bisa mengimbangi kekuatan keluarga Yang.
Keluarga Xin memang belum sekuat keluarga Yang jika sendirian, tapi dengan adanya keluarga Yin, bukan kemustahilan dapat mengimbangi, atau bahkan mengalahkan kekuatan yang dimiliki keluarga Yang.
“Kalian semua segera hias aula keluarga dengan hiasan pernikahan! Aku yakin tak lama lagi Hua'er dan Xin Qian akan kembali, dan hari kembalinya mereka akan menjadi hari pernikahan mereka!”
Semua orang yang mendengar itu segera mengangguk, kemudian mereka semua segera pergi ke aula keluarga untu menghias tempat itu supaya indah dipandang mata.
“Sepertinya aku harus menghubungi keluarga Xin untuk memberitahukan hari pernikahan mereka.”
Yin Jun mulai menulis surat resmi yang dia tujukan pada kepala keluarga Xin. Begitu surat selesai di tulis, dia memanggil prajurit yang berjaga di luar ruangannya, kemudian dia memberi tugas pada prajurit itu mengantarkan suratnya pada keluarga Xin.
...----------------...
Tujuh hari berlalu sejak seluruh anggota keluarga Lin masuk ke dalam Alam Kehidupan, yang setara 14 bulan waktu di Alam Kehidupan.
Semua orang berhasil meningkatkan kekuatannya. Lin Zan dan Lin Dan berhasil menerobos sampai tingkat Raja Dewa Langit Bintang 2. Untuk Lin Sang, akhirnya dia dapat menerobos tingkat Raja Dewa Langit.
__ADS_1
Sedangkan untuk anggota keluarga inti, semua telah berhasil menerobos tingkat Dewa Langit antara Bintang 3 sampai Bintang 7.
Kemudian ada anggota keluarga luar yang kebanyakan dari mereka berhasil menerobos tingkat Kaisar Dewa, tapi ada beberapa yang berhasil menerobos tingkat Dewa Langit.
Jika ditotal, Keluarga Lin saat ini memiliki dua belas kuktivator tingkat Raja Dewa, empat ratusan kuktivator tingkat Dewa Langit, dan lebih dari lima ratus kuktivator tingkat Kaisar Dewa.
Kekuatan keluarga Lin sebenarnya sudah setara dengan kekuatan keluarga besar, tapi karena jumlah anggota keluarga yang masih jauh dari angka lima ribu, keluarga Lin masih dikategorikan sebagai keluarga menengah.
“Selamat datang kembali di kediaman keluarga Lin.” Lin Feng dan Yin Hua menyambut Lin Dan dan yang lainnya, yang baru saja keluar dari Alam Kehidupan di halaman kediaman keluarga Lin.
“Tuan, terimakasih atas semuanya. Berkat semua pemberian Tuan, kekuatan kami meningkat pesat dalam waktu yang begitu singkat.” Lin Dan sangat menghormati keberadaan Lin Feng dan Yin Hua.
“Itu sudah kewajibanku sebagai kepala keluarga Lin, jadi tidak ada yang perlu berterimakasih padaku.” Lin Feng tidak membutuhkan ucapan terimakasih, dia hanya membutuhkan kesetiaan dan kerja keras seluruh anggota keluarga Lin.
“Kakek Lin Dan, Kakek Lin Zan dan saudara Lin Sang, kalian ikut denganku ke aula keluarga! Untuk yang lainnya, kalian bisa kembali ke tempat masing-masing.” Lin Feng mempersilahkan yang lain pergi, sedangkan dirinya dan Yin Hua pergi ke aula istana bersama Lin Dan, Lin Zan, dan Lin Sang.
Setel sampai di aula keluarga dan semua orang telah menempati tempat duduk mereka masing-masing, Lin Feng mulai membuka pembicaraan.
“Selama ini aku belum memperkenalkan secara resmi identitas lengkap istriku pada kalian.”
“Dia Yin Hua, putri tunggal Yin Jun kepala keluarga Yin, dan rencananya besok aku akan membawa kalian semua berkunjung ke kediaman keluarga Yin untuk bertemu ayah mertuaku.”
“Sepertinya keberuntungan sedang menyelimuti keluarga Lin. Keluarga Yin termasuk keluarga besar di Alam Dewa. Memiliki hubungan pernikahan dengan keluarga Yin adalah hal sangat luar biasa.” Lin Zan sangat senang setelah mengetahui identitas Yin Hua.
“Jadi, apa kalian besok bisa pergi bersamaku mengunjungi kediaman keluarga Yin?” Lin Feng bertanya sambil menatap tiga orang di hadapannya.
“Tentu saja kami akan pergi menemani Tuan.” Dengan tegas Lin Dan menjawab pertanyaan Lin Feng, sedangkt dua orang lainnya hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan.
Lin Feng tersenyum mendengar jawaban mereka, kemudian dia mempersilahkan ketiganya kembali ke kediaman mereka untuk beristirahat setelah lama berkultivasi di Alam Kehidupan. Sedangkan dirinya sendiri, dia mengajak Yin Hua pergi berkeliling melihat keadaan seluruh wilayah keluarga Lin.
...----------------...
Satu hari kemudian.
Menggunakan teknik teleportasi yang dimiliki Lin Feng, rombongan dari keluarga Lin telah sampai di Kota Giok, kota yang selama jutaan tahun berada di bawah kekuasaan keluarga Yin.
__ADS_1
“Kita tidak perlu mengantre.” Yin Hua yang menggandeng tangan Lin Feng, dia pergi ke jalur khusus keluarga Lin saat melihat antrean panjang di gerbang Kota Giok.
“Maaf, hanya anggota keluarga Lin yang bisa menggunakan jalur ini.” Salah satu prajurit penjaga menghalangi Yin Hua yang ingin menerobos masuk.
Tak ingin membuat keributan, Yin Hua menunjukkan lencana emas milik keluarga Lin yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri dan Lin Jun. “Apa aku dan orang-orang yang datang bersamaku sekarang boleh melewati jalur ini?” Dengan santai Yin Hua bertanya pada prajurit di hadapannya.
Prajurit itu tahu tentang lencana di tangan Yin Hua, dan dia segera membukakan jalan untuk Yin Hua beserta orang-orang yang bersamanya.
“Selamat datang kembali Nona Muda.” Prajurit itu menundukkan kepala.
Yin Hua yang masih menggandeng tangan Lin Feng melangkahkan kakinya memasuki Kota Giok. Sedangkan Lin Zan, Lin Zan, Ling San, Xiao Bing dan Xiao Lan, mereka mengekor tepat di belakang keduanya.
Berada di dalam kota, banyak pasang mata yang mengarahkan pandangan ke pada Lin Feng dan Yin Hua. Paras Lin Feng yang semakin tampan setelah berhasil menerobos tingkat Raja Dewa Langit, membuat banyak wanita lupa cara berkedip saat melihatnya.
Hal yang sama juga terjadi pada para pria yang menatap Yin Hua. Walaupun memakai cadar dan pakaian yang sangat tertutup, mereka para pria masih dapat melihat keindahan yang terpancar dari diri Yin Hua.
Baik Lin Feng, Yin Hua dan yang lainnya, mereka memilih mengacuhkan orang-orang itu, dan terus saja berjalan menuju kediaman keluarga Yin.
“Sungguh kota yang ramai.” Lin Feng melihat Kota Giok lebih ramai dibandingkan ibukota Kekaisaran Petir di Alam Langit.
“Kota Giok dikatakan juga sebagai kota dagang dan kota hiburan. Jadi, kota ini memang selalu ramai baik pagi, siang, sore, maupun malam,” kata Yin Hua.
“Kita bisa menikmati hiburan di kota setelah mengunjungi kediamanmu.” Lin Feng sudah siap bertemu dengan ayah Yin Hua, dan dirinya memiliki keyakinan kalau keberadaannya tidak akan langsung disukai oleh orang-orang di keluarga Yin.
Yin Hua sendiri juga tahu kalau keluarga Yin nya tidak akan langsung menerima keberadaan Lin Feng yang berasal dari keluarga Lin. Namun, dia sangat berharap tidak ada dari anggota keluarganya yang menyinggung Lin Feng.
Sampai di kediaman keluarga Yin. Lin Feng, Yin Hua dan yang lainnya diizinkan memasuki kediaman keluarga Yin, setelah Yin Hua menunjukkan lencana miliknya.
Berada di dalam kediaman dimana banyak orang yang mengetahui siapa dirinya, Yin Hua menanyakan keberadaan ayahnya pada prajurit yang ditemuinya. Prajurit itu mengatakan Yin Jun sedang berada di aula pertemuan, membahas acara pernikahan antara dirinya dan Xin Qian.
“Aku tidak menyangka, ayahku bisa berubah secepat ini setelah kepergianku!”
Yin Hua tidak habis pikir ayahnya mengambil keputusan tanpa persetujuan darinya, padahal dulu ayahnya tidak pernah melakukan itu.
“Feng'gege, sebaiknya kita pergi ke sana dan menghentikan apa yang direncanakan ayahku!” Yin Hua membawa Lin Feng dan yang lainnya menuju aula pertemuan. Dari aura tipis yang keluar dari tubuhnya, jelas Yin Hua sedang marah.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.