
Datang bersama orang-orang yang memiliki kekuatan cukup mumpuni, Lin Cong melihat apa yang sedang terjadi di gerbang kediaman, yang belum lama ini ia tempati. Dengan kedua mata kepalanya sendiri, ia melihat ratusan prajuritnya mati, dan ada empat orang asing yang berdiri di gerbang kediamannya.
“Siapa kalian?” tanya Lin Cong dengan ekspresi wajah serius.
Empat orang yang dilihat Lin Cong adalah Lin Feng, Lin Hua, Ling Baoshi dan Lin Yanran, yang terlihat tenang berdiri di tempatnya. “Kediaman ini sangat indah, sayangnya banyak sampah yang membuat kotor tempat ini!” kata Lin Feng mengabaikan keberadaan Lin Cong dan orang-orang yang datang bersama pria itu.
“Beraninya kalian mengabaikan keberadaanku! Siapa sebenarnya kalian?” tanya Lin Cong dengan suara kerasnya.
“Siapa kami? Kenapa juga kami harus memperkenalkan diri padamu?” Lin Feng mengarahkan pandangan ke arah Lin Cong, memandang sinis keberadaan pria itu dan orang-orang yang berada di belakangnya, dan tanpa rasa takut ia melayang mensejajarkan posisi dengan mereka.
Melihat sosok yang berada di hadapannya, Lin Cong merasa ada kemiripan antara wajah sosok itu dengan seseorang yang dikenalnya di masa lalu, tapi jelas sosok dihadapannya jauh lebih muda dari orang itu.
“Berani tidak sopan pada Yang Mulia Penguasa, kau harus mati!” teriak salah satu orang yang berada di belakang Lin Cong, dan bersama dua orang lainnya ia langsung maju menyerang Lin Feng.
“Hanya tiga orang Dewa Agung ingin membunuhku? Kalian hanya mempercepat datangnya kematian untuk diri kalian sendiri,” kata Lin Feng begitu santai, meski ada tiga orang yang datang menyerangnya.
“Boom... Boom... Boom...” Terjadi adu pukulan dan tendangan antara Lin Feng dan tiga orang yang bersama-sama menyerangnya.
“Bang... Bang... Bang...” Tiga orang yang menyerang Lin Feng melesat jatuh menghantam permukaan tanah, setelah masing-masing dari mereka terkena pukulan Lin Feng.
“Apa? Bagaimana mungkin mereka bertiga dikalahkan?” Lin Cong terkejut dengan apa yang baru ia lihat, tiga orang kuat yang sentiasa mendampinginya berhasil dikalahkan seseorang, yang identitasnya sampai saat ini belum diketahui olehnya.
“Ka-kau, siapa kau sebenarnya? A-aku merasa sebelumnya tidak pernah menyinggung keberadaanmu!” ujar Lin Cong yang mulai merasakan ketakutan pada keberadaan Lin Feng.
“Kamu memang tidak pernah menyinggungku secara langsung, tapi aku ada alasan pasti kenapa datang dan membuat keributan di tempat ini!” kata Lin Feng sambil menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.
Mendengar perkataan Lin Feng, Lin Cong merasa kedatangan pria itu berhubungan dengan peraturan baru di Alam Sambilan Surga tingkat kedelapan, yang jelas peraturan baru itu dibuat untuk memberi keuntungan lebih pada dirinya sendiri. Jika tebakannya benar, peraturan barunya telah banyak merugikan pria di hadapannya.
Memikirkan semua itu, ia tak melihat adanya jalan damai antara dirinya dan pria itu. Satu-satunya cara menyelesaikan masalah antara dirinya dan pria itu hanya dengan cara peperangan, tapi sebelum melakukannya, ia terlebih dahulu ingin mengetahui identitas musuhnya.
“Setidaknya katakan dulu namamu, sebelum aku membunuhmu! Bagiku hanya kematian yang pantas didapatkan oleh mereka yang membuat keributan di kediamanku!” teriak Lin Cong.
__ADS_1
“Boom...” Aura kuat Dewa Semesta Bintang 4 meledak dari tubuh Lin Cong, dan seluruh aura nya ia tujukan pada Lin Feng dan pada tiga orang lainnya.
“Cukup kuat,” kata Lin Feng menilai kekuatan milik Lin Cong.
“Sebelum aku membunuhmu, cepat katakan padaku siapa namamu?” tanya Lin Cong dengan niat membunuh yang sepenuhnya ia tujukan pada Lin Feng.
“Baiklah, aku akan memperkenalkan diri, dan aku harap kamu tidak terkejut!” ungkapnya.
“Aku Lin Feng, dan kedatanganku ke tempat ini adalah untuk merebut kembali apa yang sudah seharusnya menjadi milik keluargaku! Asal kau tahu, semua yang ada di tempat ini adalah milik keluargaku, dan tak sedikitpun harta keluarga Lin digunakan untuk membangun tempat ini!” kata Lin Feng menjawab keingin tahuan Lin Cong.
“Ka-kau, ja-jangan-jangan kau putra orang itu?” tanya Lin Cong dengan tergagap-gagap, dan ia merasa nasib buruk segera mendatanginya.
“Ya, aku adalah putranya, dan aku pasti mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milikku!”
“Swush... Swush... Swush...” Sepuluh ribu prajurit Dewa muncul dengan kekuatan mereka yang saat ini telah berada di tingkat Dewa Agung Bintang 8.
Tak lama seluruh binatang kontrak serta para bawahan Lin Feng juga muncul menunjukkan keberadaannya.
Terakhir ada ibu, paman, dan saudarinya. Mereka muncul paling terakhir, dan saat ini mereka mengambil tempat bersebelahan dengan Lin Hua.
Lin Feng yang melihat mereka semua, ia dengan santainya tersenyum lalu ia melihat Lin Cong yang ekspresi wajahnya menunjukkan kalau ia sangat terkejut dengan apa yang terlihat, dan apa yang saat ini dirasakan olehnya.
“No-Nona Bing Hualing, Tu-Tuan Lin Junda, Pu-Putri Lin Luyao, bu-bukannya kalian semua telah mati? Ke-kenapa tiba-tiba kalian semua bisa ada di tempat ini?” tanya Lin Cong dengan suara terbata-bata.
“Mati, kenapa juga aku dan putriku harus mati, sedangkan kami masih sanggup hidup lebih lama dari kamu?” ujar Lin Junda.
“Lin Cong, dulu kamu adalah teman baik suamiku, tapi sekarang kamu justru mengambil miliknya, bahkan terakhir kali aku mendengar kau membunuh seluruh pelayan, yang selama ini merawat tempat ini, dan mereka adalah para pelayan setia keluargaku yang selamat dari peristiwa di masa lalu!”
“Lin Cong, kau pantas mati!” teriak Bing Hualing.
“Boom...” Sebuah serangan menghantam tubuh Lin Cong.
__ADS_1
“Ugh...” Tak berlama-lama setelah Bing Hualing berkata, Lin Feng langsung menyerang Lin Cong, dan satu serangan yang dilakukannya berhasil membuat Lin Cong terpental mundur dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Namun serangan Lin Feng tak berhenti sampai di situ saja. Tak memberi kesempatan Lin Cong bangkit dan memulihkan diri, Lin Feng terus menyerang memukul tanpa henti pria itu.
“I-ini buruk, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!” ucap seseorang yang memiliki hubungan baik dengan Lin Cong.
Orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan Lin Cong, serta prajurit yang sebelumnya memiliki kesetiaan tinggi padanya, satu-persatu dari mereka mencoba pergi menyelamatkan diri dari kematian. Namun semua tak semudah pikiran mereka. Prajurit Dewa, para bawahan serta para binatang kontrak Lin Feng, mereka memburu orang-orang yang ingin pergi menyelamatkan diri, dan mengirim orang-orang itu ke alam kematian.
Semua orang mulai putus asa saat mereka tak bisa pergi menyelamatkan diri, dan pada akhirnya satu-persatu dari mereka bertemu dengan kematian. Bahkan tak sedikit yang mati sia-sia tak sempat melakukan perlawanan.
“Boom... Boom... Boom...” Lin Feng masih saja memukuki Lin Cong.
“Sepertiny kamu memiliki ketahanan fisik yang sangat baik, terbukti dari kamu belum kehilangan kesadaran setelah berkali-kali terkena pukulanku,” kata Lin Feng yang masih saja terus memukuli Lin Cong.
Lin Cong memang masih mempertahankan kesadarannya, tapi ia tak lagi sanggup menggerakan tubuhnya, dan hanya bisa pasrah menerima pukulan Lin Feng.
Darah terus saja termuntahkan dari mulut Lin Cong yang menandakan kalau organ dalamnya telah mengalami luka yang serius. Darah bahkan terus menerus mengalir dari lubang hidung dan telinganya. Dia hidup dan sadar, tapi nyatanya ia sudah mirip seperti orang yang telah mati.
“Aku sebenarnya sangat ingin mengakhiri hidupmu, tapi kematian terlalu murah untuk apa yang sudah kamu lakukan di alam ini. Lin Cong, aku akan membuat kamu menanggung semua kesalahan yang pernah kamu lakukan!”
Tubuh Lin Feng bergetar karena marah setelah ia melihat kenangan apa saja yang pernah di lakukan Lin Cong. Dia melihat semua itu di mata Lin Cong, dan apa yang dilihatnya sangat membuat marah dirinya.
“Membunuh anak-anak tidak berdosa. Mengambil paksa kesucian para gadis lalu membiarkan mereka menjadi mainan orang-orangmu, dan banyak membunuh orang-orang yang ingin menuntut keadilan.”
“Kau harus membayar semua perbuatanmu!” teriak Lin Feng marah.
“Boom... Boom... Boom...”
“Argh...” Teriakan demi teriakan terdengar keluar dari mulut Lin Cong. Pukulan Lin Feng berhasil menghancurkan meridian Lin Cong, dan menjadikan pria itu cacat serta kehilangan seluruh kekuatannya.
Dia tidak mati, dan Lin Feng tak memberinya izin merasakan kematian dalam waktu dekat. Dia harus merasakan penderitaan, untuk membayar semua kesalahan yang pernah ia perbuat.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.