Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Akhir Kompetisi Alam Sembilan Surga Tingkat Pertama


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di kediaman keluarga Suci Guo Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Guo Xun, tetua kesepuluh keluarga Suci Guo di Alam Sembilan Surga tingkat pertama yang bertugas menjaga aula giok jiwa, dia segera berlari menuju kediaman Tetua Agung keluarga Suci Guo Alam Sembilan Surga tingkat pertama, setelah mendapati giok jiwa milik Guo Leng, Guo Zong, tetua ketujuh, serta giok jiwa milik seluruh generasi yang ikut kompetisi hancur berkeping-keping.


Hancurnya giok jiwa merupakan pertanda kalau hidup seseorang yang terhubung dengan giok jiwa telah menemui akhirnya, dan semua itu tentu bukan kabar baik untuk keluarga Suci Guo yang sedang gencar-gencarnya membangun kekuatan.


Kehilangan Guo Leng, ketua ketujuh, serta para generasi muda berbakat yang memiliki masa depan cerah, membuat keluarga Suci Guo Alam Sembilan Surga tingkat pertama mengalami kemunduran yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan.


Wajah Tetua Agung terlihat sangat jelek setelah mendengar laporan tetua kesepuluh. Dia tidak menyangka jika keputusannya mengirim Guo Leng dan tetua ketujuh untuk menghabisi keberadaan generasi muda keluarga Lin, justru mengarahkan keduanya menuju jalan kematian.


"Siapa sekiranya yang sosok penyebab kematian mereka? Apa mata-mata kita yang tersebar di beberapa bagian hutan kabut abadi melihat adanya sosok kuat dari keluarga Lin yang memasuki kawasan hutan?” tanya Tetua Agung pada tetua pertama yang kebetulan sedang berada di aula pertemuan bersama dengannya.


Tetua pertama menggelengkan kepala. “Mata-mata kita tidak melihat adanya sosok kuat dari keluarga Lin yang memasuki kawasan hutan kabut abadi. Dari kematian mereka yang begitu mendadak, ada kemungkinan mereka mati di tangan para siluman kuat di hutan itu,” katanya memberi jawaban.


Tetua Agung setuju dengan itu, tapi dia segera saja teringat tentang keberadaan generasi muda keluarga Lin yang kekuatannya telah mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 2.


“Pemuda itu hanya memiliki kekuatan tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 2, dan tidak mungkin baginya dapat mengalahkan mereka berdua...”


“Selain keluarga Lin yang bisa menyebabkan kematian pada mereka, hanya para siluman di hutan itu yang bisa melakukannya. Tak adanya sosok kuat keluarga Lin yang memasuki hutan, besar kemungkinan mereka memang mati di tangan para siluman, tapi berada di wilayah mana mereka sampai bisa bertemu siluman yang begitu kuat?” ujar Tetua Agung penasaran.


Tetua Agung, tetua pertama, serta tetua kesepuluh berpikir keras memikirkan berada di mana Guo Leng dan yang lainnya, saat mereka bertemu dengan siluman kuat, yang menjadi penyebab kematian mereka.


Lama berpikir, mereka memiliki kesimpulan yang sama. Guo Leng dan yang lainnya tanpa sengaja memasuki wilayah terdalam hutan kabut abadi, yang membuat mereka bertemu dengan siluman kuat penghuni tempat itu.


Meski mereka belum puas dengan kesimpulan yang dihasilkan, tapi untuk saat ini itu adalah kesimpulan paling masuk akal yang berhasil mereka pikirkan. Namun untuk lebih meyakinkan kesimpulan mereka, Tetua Agung memutuskan mengirim anggota keluarga Lin untuk mencari jejak pertempuran mereka di hutan kabut abadi.

__ADS_1


Sementara itu di kedalaman hutan kabut abadi, Lin Feng, Lin Hua, serta Lin Jia, mereka terus membunuh siluman yang berada di wilayah tengah hutan, dan setidaknya ribuan siluman telah mati di tangan mereka, dan jumlah itu terus bertambah sering dengan waktu yang terus berjalan.


Sedangkan untuk Lin Mofan dan sembilan orang lainnya yang sedang berada di Alam Kehidupan, mereka terus saja mengalami lonjakan kekuatan. Lin Mofan saat ini sudah berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 2, sedangkan sembilan orang lainnya, saat ini mereka sedang mencoba menerobos tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 1.


Pencapaian mereka sangatlah luar biasa karena semua itu mereka lakukan kurang dari satu bulan di Alam Kehidupan, yang setara dengan satu malam di Alam Sembilan Surga.


Tanpa sepengetahuan mereka, Lin Feng berencana membiarkan mereka semua tetap berada di Alam Kehidupan sampai hari terakhir berlangsungnya kompetisi, dan saat hari itu tiba Reinar yakin kekuatan mereka sudah lebih dari cukup untuk bersaing dengan generasi muda keluarga Suci Guo.


...----------------...


Hari-hari berlalu dan tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir sebelum berakhirnya kompetisi lima tahun sekali yang diadakan di Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Tepat di pagi hari, di hari terakhir. Lin Feng Mengeluarkan Lin Mofan dan sembilan orang lainnya dari Alam Kehidupan, setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan di tempat itu.


Saat ini kekuatan Lin Mofan telah berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 6, sedangkan untuk sembilan orang lainnya, mereka berada dua tingkat dibawahnya.


“Semua ini berkat bantuan Tuan Muda. Tanpa bantuan Tuan Muda, entah sampai kapan kami tertahan di tingkat Dewa Surgawi,” kata Lin Mofan tulus.


Lin Feng tersenyum mendengarnya. “Sesama bagian dari keluarga Lin, sudah kewajibanku membantu kalian, disaat aku memang bisa melakukan semua itu,” ungkapnya.


Meski Lin Feng tidak menuntut ucapan terimakasih dari mereka, Lin Mofan dan sembilan orang lainnya tulus mengucapkan terimakasih atas apa yang sudah diberikan Lin Feng pada mereka.


“Tuan Muda, begitu kompetisi ini berakhir, bagaimana kalau Tuan Muda, Nona Hua, serta Tuan Putri ikut bersama kami ke kediaman keluarga Lin? Aku yakin Tetua Agung pasti senang dengan kedatangan Tuan Muda dan yang lainnya,” kata Lin Mofan berharap Lin Feng dan yang lainnya setuju ikut dengannya pergi ke kediaman keluarga Lin.


“Aku memang ingin pergi ke kediaman keluarga Lin, tapi aku bakalan pergi ke sana bersama Lin Baoshi dan Lin Yanran,” kata Lin Feng yang merasa Lin Mofan mengetahui dua orang yang dimaksud olehnya.


“Tuan Muda ternyata sudah bertemu dengan kedua senior yang berasal dari Alam Atas. Kalau begitu aku dan yang lainnya bakalan menunggu kedatangan Tuan Muda di kediaman keluarga Lin,” kata Lin Mofan senang karena cepat atau lambat Lin Feng dan yang lainnya bakalan berkunjung ke kediaman keluarga Lin Alam Sembilan Surga tingkat pertama.


Setelah melakukan pembicaraan singkat, Lin Feng memberitahu Lin Mofan kalau hari ini adalah hari terakhir kompetisi dan mereka harus segera kembali ke Kota Bambu Ungu. Mendengar itu tentu saja Lin Mofan dan yang lainnya terkejut karena jumlah kristal inti kehidupan siluman yang mereka dapatkan masih terlalu sedikit.

__ADS_1


Jangankan untuk membuat mereka menjadi juara kompetisi, untuk masuk jajaran sepuluh besar saja, sepertinya mereka tidak bisa mendapatkannya. Akan tetapi, meski tidak mendapatkan nomor dalam kompetisi, mereka tetap senang karena telah berhasil meningkatkan kekuatan ke tingkat yang selama ini hanya ada dalam khayalan mereka.


Saat Lin Mofan dan yang lainnya mulai mengikhlaskan posisi juara maupun posisi sepuluh besar dalam kompetisi, tiba-tiba saja Lin Feng memberi mereka sebuah cincin penyimpanan, yang di dalamnya terdapat puluhan ribu kristal inti kehidupan siluman, dan rata-rata berada di tingkat Dewa Surgawi dan Raja Dewa Surgawi.


Kedua mata Lin Mofan membulat sempurna melihat banyaknya kristal inti kehidupan siluman di dalam cincin penyimpanan pemberian Lin Feng. “Tuan Muda, kenapa Tuan Muda memberikan cincin ini padaku? Bukannya dengan semua yang berada di dalam cincin ini dapat membuat Tuan Muda memenangi kompetisi?” tanya Lin Mofan.


“Aku sama sekali tidak tertarik dengan posisi juara kompetisi, dan kamu bisa memiliki semua itu untuk melambungkan nama keluarga Lin. Aku lebih tertarik dengan orang yang memiliki niat buruk padaku, dan lagi aku sudah mendapatkan manfaat besar dengan mengikuti kompetisi ini...”


Mengikuti kompetisi membuat Lin Feng mendapatkan satu kali terobosan setelah membunuh puluhan ribu siluman tingkat Raja Dewa Surgawi tingkat puncak, dan saat ini kekuatannya berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 9. Meski masih berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi, kekuatan penuhnya dapat mengimbangi mereka yang berada di tingkat Dewa Agung Bintang 4.


Sedangkan Lin Hua, kekuatannya juga mengalami peningkatan. Sekarang dia berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 4, tapi dengan kekuatan penuhnya, mereka yang berada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi Bintang 6 belum tentu menang saat berhadapan dengannya.


Mendengar perkataan Lin Feng, walau ada yang tak sepenuhnya dia mengerti, Lin Mofan segera menganggukkan kepala, dan menyimpan cincin pemberian Lin Feng kedalam cincin penyimpanan miliknya.


“Sebaiknya kita segera kembali sebelum hari beranjak siang! Kembali lebih dulu, setidaknya dapat memberi waktu pada kita untuk mengisi perut saat sampai di Kota Bambu Ungu, sebelum akhirnya kita harus berkumpul di atas arena kompetisi,” kata Lin Feng sambil tersenyum.


Lin Mofan dan sembilan orang lainnya cepat mereka menganggukkan kepala, lalu bergegas mereka mengikuti Lin Feng, Lin Hua, dan Lin Jia kembali ke Kota Bambu Ungu.


Meninggalkan hutan kabut abadi, Lin Feng berjanji kalau dirinya tak lama lagi pasti kembali ke tempat itu. “Begitu aku menerobos tingkat Dewa Agung, segera aku bakalan kembali ke hutan kabut abadi, dan mengungkap apa yang berada di wilayah terdalam hutan itu,” gumamnya liris sambil terus melanjutkan perjalanan.


Rombongan yang dipimpin Lin Feng telah meninggalkan kawasan hutan kabut abadi, meninggalkan mereka yang masih melakukan perburuan di wilayah hutan kabut abadi. Bisa dikatakan mereka adalah kelompok pertama yang meninggalkan hutan kabut abadi, sedangkan kelompok lainnya baru meninggalkan hutan setelah hari beranjak siang.


Disaat kelompok lainnya mulai membubarkan diri dan meninggalkan hutan kabut abadi, kelompok yang dipimpin Lin Feng hampir sampai di Kota Bambu Ungu. Akan tetapi, sebelum mereka sampai kota, Lin Feng dan Lin Jia menjadi yang pertama sadar jika ada sekelompok orang mengikuti mereka, dan dapat dirasakan niatan buruk dari orang-orang itu.


“Jika mereka datang untuk berperang, dengan senang hati aku menyambut mereka, dan memberi hadiah kematian pada masing-masing dari mereka,” gumam Lin Feng lirih sambil mewaspadai mereka, yang sewaktu-waktu bisa datang melakukan serangan pada anggota kelompoknya.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2