Sistem Sang Penguasa

Sistem Sang Penguasa
Dimulainya Kompetisi


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih.


...----------------...


Di Kota Bambu Ungu.


Setelah melewati hari pendaftaran dan bersitegang dengan Tuan Muda keluarga Meng, pagi ini Lin Feng, Lin Hua dan dua orang lainnya, mereka telah berkumpul di arena kompetisi bersama dengan peserta yang lain.


Seluruh peserta kompetisi telah berkumpul di arena, menunggu dimulainya jalannya kompetisi yang tahun ini bakal dilakukan di hutan kabut abadi.


Kompetisi tahun ini bukanlah pertarungan berkelompok ataupun pertarungan satu lawan satu, melainkan kompetisi tahun ini seluruh peserta harus mengumpulkan sebanyak mungkin kristal inti kehidupan siluman yang berada di hutan kabut abadi.


Sebenarnya peserta kompetisi tidak perlu mengalahkan banyak siluman untuk diambil kristal inti kehidupannya, melainkan peserta kompetisi cukup membunuh siluman tingkat tinggi, yang mana kristal inti kehidupan siluman tingkat tinggi jauh lebih berharga daripada ribuan kristal inti kehidupan siluman tingkat rendah, maupun tingkat menengah.


Kompetisi jenis serupa pernah dilakukan seratus tahun yang lalu, dan dengan usulan penguasa Kota Bambu Ungu kompetisi yang sama bakalan digelar tahun ini. Peserta kompetisi senang dengan kompetisi yang tidak tidak mengharuskan mereka melakukan pertarungan sesama peserta di atas arena.


Namun, penonton sedikit kecewa karena mereka tidak bisa menyaksikan jalannya kompetisi secara langsung, melainkan hanya dapat menunggu hasil akhir dari jalannya kompetisi.


Beberapa peserta individual segera membentuk kelompok untuk bersama-sama melakukan perburuan siluman. Sementara peserta dari keluarga besar maupun sekte, mereka memilih berkelompok dengan anggota yang berasal dari tempat yang sama, tapi masih ada peserta yang memilih melakukan perburuan seorang diri.


Lin Feng tentu saja membentuk kelompok kecil bersama Lin Hua dan dua bawahannya, sedangkan Lin Baoshi dan Lin Yanran, keduanya hanya menjadi penonton.


Saat Lin Feng sudah menentukan kelompoknya, sekelompok orang tiba-tiba datang menghampiri kelompoknya. Sekelompok orang itu di pimpin Meng Wan, yang hari ini terlihat jauh percaya diri dibandingkan kemarin. Kepercayaan dirinya didapatkan dari anggota kelompoknya, yang mana seluruh anggota kelompoknya merupakan kumpulan para kultivator tingkat Raja Dewa Surgawi.


Separuh anggota kelompok Meng Wan merupakan murid terbaik sekte Awan Suci dan separuhnya lagi merupakan generasi muda terbaik yang dimiliki keluarga Meng. Jika ditotalkan, jumlah mereka tidak lebih dari lima puluh orang.

__ADS_1


Bisa dikatakan kelompok Meng Wan merupakan kelompok terkuat yang mengikuti kompetisi, bahkan kekuatan keluarga Suci Guo dan kekuatan keluarga Lin tak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki kelompok Meng Wan. Akan tetapi, kekuatan kelompok Meng Wan sama sekali tidak membuat gentar Lin Feng dan anggota kelompoknya.


“Apa sekarang kamu menyesal telah menolakku dan lebih memilih pria ini? Kalau kamu menyesal, aku masih membuka pintu bagimu jika ingin menjadi bagian dari kelompokku!” kata Meng Wan tepat di hadapan wajah Lin Hua, sambil menatap sini keberadaan Lin Feng yang berdiri tepat di sebelah Lin Hua.


Banyak peserta wanita yang iri dengan perlakuan yang diberikan Meng Wan pada Lin Hua, tapi bagi para peserta yang melihat kejadian kemarin di tempat pendaftaran, mereka menganggap Meng Wan sebagai pria tak tahu malu karena terus-terusan menggoda istri orang, bahkan dia melakukan semua itu tepat di hadapan suaminya.


“Siapa yang menyesal? Aku sama sekali tidak menyesal, dan sedikitpun aku tidak memiliki ketertarikan menjadi bagian dari kelompok! Sebaiknya kamu segera menyingkir karena kompetisi segera dimulai!” Tegas Lin Hua mengatakan semua itu dihadapan Men Wan dan semua orang di arena kompetisi.


Dua kali mendapatkan penolakan dari wanita yang sama. Seumur-umur baru kali ini Meng Wan mendapatkan penolakan, yang mana orangtuanya sendiri maupun gurunya di sekte Awan Suci, mereka tidak pernah menolak keinginannya. Apapun yang menjadi keinginannya, dengan senang hati mereka mengabulkannya.


Wajah Meng Wan menggelap setelah menerima penolakan yang terasa bagaikan sebuah hinaan baginya. “Jika itu keputusanmu, jangan salahkan aku jika berperilaku kasar saat nanti kita bertemu di hutan kabut abadi,” katanya, lalu dia pergi meninggalkan kelompok Lin Feng.


Lin Feng dan Lin Hua hanya tersenyum saat mendengar perkataan Meng Wan yang jelas itu adalah sebuah ancaman, yang ditujukan pada mereka.


Dalam kompetisi yang berlangsung di hutan kabut abadi, selain mendapatkan kristal inti kehidupan siluman dari para siluman, para peserta juga bisa mendapatkan kristal inti kehidupan siluman dari peserta lainnya dengan cara melakukan pertarungan.


Membunuh peserta lain selama kompetisi tidak dilarang, dan bagi yang tidak terima dengan peraturan dia dipersilahkan keluar dari arena kompetisi. Namun, bagi peserta yang keluar, selamanya mereka tidak lagi bisa mengikuti kompetisi.


Meng Wan yang mendengar peraturan kompetisi, dia terlihat senang dengan menunjukkan senyuman lebar di wajahnya. ‘Dengan begini jelas kemenangan pasti menjadi milikku, selain itu aku dapat membunuh pria itu dan merebut wanitanya saat kompetisi sedang berlangsung,’ katanya membatin sambil melirik Lin Hua yang selalu terlihat indah di kedua matanya.


Selesai mengatakan peraturan kompetisi, Meng Wang membuka jalannya kompetisi, tapi sebelum semua peserta kompetisi pergi menuju hutan kabut abadi, Meng Wang mengingatkan pada mereka kalau kompetisi berlangsung selama sepuluh hari, dan mereka harus kembali ke Kota Bambu Ungu di hari kesepuluh sebelum terbenamnya matahari.


Setelah mendengar pesan Meng Wang, seluruh peserta berbondong-bondong meninggalkan Kota Bambu Ungu, dan tujuan mereka adalah hutan kabut abadi.


Saat peserta lainnya begitu buru-buru pergi meninggalkan Kota Bambu Ungu, Lin Feng dan anggota kelompoknya justru dengan santainya melangkahkan kaki mereka menuju gerbang keluar kota. “Apa kalian dapat merasakan keberadaan para pembunuh bayangan yang berada di dalam bayang-bayang Meng Wang, dan beberapa anggota kelompoknya?” tanya Lin Feng pada anggota kelompoknya.

__ADS_1


Lin Hua dan dua orang lainnya mengangguk bersamaan. “Aura mereka masih sedikit mengalami kebocoran, jadi tidak sulit bagiku mengetahui keberadaan, dan jumlah mereka yang berjumlah sepuluh orang. Sepuluh orang dengan kekuatan rata di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 4, keberadaan mereka bisa sedikit mengancam keberadaan kita,” ungkap Lin Hua sambil menyamakan langkah dengan Lin Feng.


Keberadaan mereka memang dapat membuat sedikit kesulitan kedua bawahan Lin Feng yang kekuatannya saat ini baru berada di tingkat Raja Dewa Surgawi Bintang 7, tapi bagi Lin Feng maupun Lin Hua, mereka bukanlah sebuah ancaman.


Namum, keduanya tidak ingin meremehkan kekuatan musuh, walaupun kekuatan musuh lebih lemah. Meremehkan kekuatan musuh hanya membuat mereka lengah, dan kelengahan adalah awal dari sebuah kekalahan.


“Dari jalannya kompetisi dan aturan yang berlaku, entah kenapa aku merasa kompetisi ini dipersiapkan penguasa kota untuk mempermudah rencana putranya, yang sangat ingin melenyapkanku, dan merebutmu dari siaiku,” kata Lin Feng pada Lin Hua.


“Feng’gege, bukannya semua sudah jelas? Kompetisi yang tiba-tiba mengalami perubahan, dan adanya peraturan diizinkan saling membunuh diantara para peserta. Semua itu memang sengaja dilakukan untuk mempermudah apa yang menjadi keinginan Meng Wang,” ungkap Lin Hua.


Lin Feng menganggukkan kepala setuju mendengar itu. “Kalau Meng Wan memang mengincar nyawaku, tidak ada salahnya kalau aku juga mengincar nyawanya, dan aku juga tidak memiliki keraguan kalau harus melenyapkan keluarga Meng,” katanya sambil menyeringai.


Tidak ada yang tidak setuju dengan perkataan Lin Feng. Baik Lin Hua maupun dua orang lainnya, mereka setuju dengan apa yang baru dikatakan Lin Feng, dan tidak mungkin mereka membiarkan Lin Feng melakukannya seorang diri.


“Kalau Feng’gege ingin menghancurkan keluarga Meng, jangan melakukannya seorang diri! Setidaknya bawa aku juga untuk melakukan semua itu!” kata Lin Hua, yang sama persis dengan apa yang ingin dikatakan Lin Shao dan Lin Meili.


Senyuman terlihat di bibir Lin Feng setelah mendengar semua itu. “Aku pasti membawa kamu dan yang lainnya bersenang-senang saat aku memiliki keinginan menghancurkan keluarga Meng, tapi untuk sekarang sebaiknya kita bergegas pergi ke hutan kabut abadi karena sepertinya kita menjadi peserta terakhir meninggalkan kota ini,” kata Lin Feng lalu dia dan kelompoknya mulai mempercepat langkah kaki, dan begitu berada di luar kota sosok mereka tiba-tiba saja menghilang dalam satu kedipan mata.


“Feng’gege, apa kamu tahu letak hutan kabut abadi?” tanya Lin Hua pada Lin Feng saat keduanya melesat di atas ketinggian langit menuju hutan kabut abadi.


“Bukannya kita tinggal mengikuti jejak yang peserta lainnya tinggalkan? Mereka meninggalkan banyak jejak yang bisa kita ikuti untuk sampai ke hutan kabut abadi,” jawab Lin Feng sambil membawa Lin Hua dan dua orang lainnya mengikuti jejak peserta lainnya yang bergerak cepat menuju hutan kabut abadi.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2