Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Kebahagiaan Luna Vs Penderitaan Laras dan Ariel


__ADS_3

Tiga hari berlalu namun Luna tak kunjung pulang, sedangkan Ariel ia sudah tidak tidur beberapa hari bahkan makan pun hanya sehari sekali, itupun setelah Noah memaksanya untuk makan walaupun dikit. Jujur melihat Ariel seperti ini, Noah merasa gak tega, sudah beberapa hari Ariel gak beranjak dari ruang tamu dan terus menunggu kedatangan Luna pulang. Sedangkan Luna entah ada di mana sekarang, seharusnya ia sudah pulang kemaren tapi sayangnya sampai sekarang, Luna tak kunjung pulang.


Nomernya pun juga tak bisa di hubungi, bukan hanya nomer Luna tapi juga nomer Dion, dua duanya tak ada yang bisa di hubungi. Dan itu membuat Ariel cemas. Hanya saja sebelum nomer Luna gak aktiv, Luna sudah mengirim pesan pada Bibi Imah, jangn menunggu dirinya pulang karena Luna masih ingin menikmati waktunya sendiri dulu untuk bersenang senang dan menjelajah semua wisata yang ada di Bandung. Dan ia akan pulang jika ia sudah merasa puas berkeliling daerah Bandung.


Menerima pesan dari itu, setidaknya membuat Bibi Imah dan Bibi Neni merasa lega. Begitupun dengan Noah, setidaknya mereka tau jika Luna gak papa, hanya saja berbeda dengan Ariel, ia terus merasa cemas dan takut jika Luna kenapa napa di sana. Padahal Luna tengah menikmati liburannya dan ia menginap di rumah orang tua Dion yang menyambut kedatangannya dengan sangat baik, bahkan Luna betah tinggal di kediaman Dion karena orang tua Dion, saudara Dion dan pelayan yang ada di sana sangat ramah padanya, membuat Luna gak bosen jika harus berlama lama di sana. Apalagi setiap hari, seharian, Dion mengajak Luna untuk jalan jalan. Sedangkan sopir yang di sewa oleh Dion sudah pulang setelah Dion membayar sopir itu dengan bayaran mahal karena ada bonus gede dari Dion.


Dion gak perlu pakai sopir lagi, toh di kediamanya juga banyak sopir jika ia emang butuh jasa sopir. Tapi sayangnya Dion gak butuh jasa mereka, ia ingin menyetir sendiri dan berkeliling daerah Bandung, berdua bersama dengan Luna. Menikmati kebersamaan mereka berdua dengan mendatangi setiap wisata yang ada di daerah Bandung. Luna sangat bahagia sekali, ia bahkan gak pernah merasa sebahagia ini. Ia dengan bebas bisa pergi kemana aja, makan apa aja, karena Dion selalu menuruti keinginannya. Dulu saat bersama dengan Ariel, jangankan menikmati kebebasan seperti ini, bahkan untuk keluar rumah menghirup udara segar pun rasanya sangat susah karena Ariel suka melarang ini dan itu.


Akan tetapi, sekarang Luna seperti terlepas dari semua belenggu itu, ia bebas. Dan ia jadi gak sabar untuk segera berpisah dengan Ariel, agar ia menikmati kebebasan ini selamanya. Karena selama ia terikat pernikahan dengan Ariel, tentu ia masih kurang nyaman dengan status yang ia miliki saat ini.


Dion juga sudah menyiapkan pengacara terbaik, apalagi dengan adanya banyak bukti yang Luna punya, Dion yakin proses perceraian akan berjalan dengan cepat dan lancar.


Dion juga merasa bahagia dengan kedekatannya dengan Luna, ia yakin kelak ia bisa menikahi dengan Luna. Ia hanya menunggu Luna menyelesaikan urusannya dengan Ariel dan setelah selesai, ia tinggal menunggu Luna melahirkan dan setelah masa iddahnya selesai, barulah ia akan menikahi Luna. Ia akan menjadi suami dan ayah yang baik buat calon anak mereka. Bahkan Dion juga sudah menganggap jika anak yang ada dalam kandungan Luna, adalah anaknya sendiri.


Keluarga Dion pun tak mempermasalahkan jika Dion menyukai Luna dan berniat ingin menikahi Luna suatu hari nanti, mereka bukan orang tua yang kolot,, jadi mereka membebaskan Dion untuk memilih pendamping karena Dion pasti jauh lebih tau, apa yang baik menurutnya yang pantas untuk mendampinginya seumur hidupnya.


Lagian mereka semua menyukai Luna, yang sangat baik, ramah, peduli terhadap sesama, terbukti dengan kedekaan Luna dengan semua pelayan yang ada di kediaman Dion, Luna merasa nyaman dan bisa berbaur dengan mereka, tanpa merasa canggung atau apapun. Luna juga taat beribadah, memakai pakaian tertutup, cantik, dan sholehah. Luna juga kadang membantu para chef yang ada di dapur, membantu mereka sambil mengobrol santai.

__ADS_1


Lalu apa yang kurang dari Luna? Mungkin kelak dia akan jadi janda dengan satu anak, tapi apa gunanya status janda, bukankah yang penting adalah sifat dan karakter seseorang. Buat apa gadis, jika karakternya buruk. Mending janda, tapi punya sifat yang baik dan penyayang terhadap keluarga, gak suka neka neko dan setia tentunya.


Luna juga sangat dekat dengan orang tua Dion, sesekali Mami Ocha-Maminya Dion mengajak Luna ke kebun untuk memetik buah sendiri. Luna tentu tak menolak, ia malah senang dan semangat buat pergi ke kebun. Memakan buah hasil dari petikannya sendiri.


Luna sangat betah sekali, malah ia malas jika harus pulang ke Jakarta, ia ingin di sini selain udaranya segar, ia bisa keliling kebun, bisa mengambil buah apa saja yang ia suka. Makan buah dari pohonnya sambil duduk santai, rasanya sangat mantap sekali.


Luna benar benar seakan lupa dengan Ariel sang suami. Apalagi Luna emang gak tau jika Ariel ada di Jakarta, jadi ia pun tak buru buru buat pulang. Toh Luna juga sudah mengirim pesan pada Bibi Imah dan mengabari Bibi Imah jika ia akan lama di Bandung.


Luna juga sudah vidio call dengan Lintang, Bunda Naira dan Ayah Lukman. Luna bahkan memamerkan kebun milik Dion, membuat Lintang juga ingin segera pergi ke sana dan menikmati buah yang ada disana.


Melihat kebahagiaan Luna, Ayah Lukman dan Bunda Naira pun merasa bahagia. Mereka menitipkan Luna pada Dion, mereka yakin, di tangan Dion, Luna pasti akan bahagia.


Awalnya Luna cuma mau singgah sebentar di kediaman Dion, namun siapa sangka, jika Luna betah dan malas buat pulang ke Jakarta. Ia bahkan juga menginap di kamar yang sangat mewah, bak di hotel bintang lima. Semuanya juga lengkap di kamarnya, ada tivi besar dan apa saja yang ia butuhkan tinggal manggil karyawan. Maka akan segera keturutan.


Luna juga bisa merasakan ketulusan dari orang orang di sekitarnya, sesekali Luna juga mengajak mereka ngobrol dan rujak an bersama, Dion pun tak kalah ketinggalan, ia bersama saudara dan Maminya, ikut rujaan bareng Luna dan semua asisten rumah tangganya. Sungguh keberadaan Luna membuat semua orang menjadi semakin akrab dan saling kumpul seperti ini. Karena Luna paling suka keramaian dan mengobrol apa saja dengan mereka. Sayangnya Papi Dimas-Papinya Dion gak bisa ikut, karena ia harus di sibukkan dengan pekerjaan. Namun setiap pulang kerja, ia akan membawa banyak oleh oleh buat Luna, seakan Luna adalah putrinya sendiri. Papi Dimas selalu menanyakan Luna mau apa, saat ia mau pulang kerja. Luna pun tak sungkan untuk memberitahu apa yang ia inginkan. Dan Papi Dimas akan membelikan apa yang Luna mau.


Bahkan Luna merasa jika orang tua Dion sangat memanjakannya, bahkan orang tua Ariel pun tak sampai seperti ini memperlakukan dirinya. Di kediaman Dion, emang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Pantas aja jika Dion sangat baik karena ia di besarkan di lingkungan yang baik dan penuh dengan cinta dan kasih sayang. Hingga Dion pun tumbuh dengan banyak cinta dari orang orang di sekitarnya.

__ADS_1


Luna selalu berandai, jika ia punya anak, pasti anaknya pun akan mendapatkan limpahan cinta dan kasih sayang dari mereka semua. Anaknya gak akan kekurangan kasih sayang dan masa depannya pun pasti cerah. Memikirkan itu, entah kenapa Luna juga berharap bisa segera memiliki Dion seutuhnya, laki-laki yang diam diam mulai menjerat hatinya itu.


Jika Luna sangat menikmati hidupnya yang penuh dengan kebagiaan, berbeda dengan Laras yang siang malam mengeluh kesakitan akibat di pukul oleh Rahman-Bapaknya Laras. Lestari pun sampai menangis melihat luka luka yang ada di tubuh Laras. Lestari sampai menghabiskan uang tabungannya buat beli obat agar luka luka di tubuh Laras bisa segera sembuh dan kering. Lestari gak tega melihat Laras menangis dan merintih kesakitan.


LestariĀ  juga kecewa kepada orang tuanya karena tega menyiksa Laras sampai seperti ini. Lestari menyalahkan Rahman, karena terlalu keras dan kasar kepada Laras, menghukumnya dengan membabi buta, tanpa memperdulikan Laras yang tengah kesakitan.


Lestari berjanji akan membantu Laras untuk keluar dari rumah ini, Laras berhak bahagia. Atau Laras akan gila jika terus menerus berada di rumah ini. Bagaimanapun Laras juga berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri.


Lestari emang kecewa dengan Laras, tapi rasa kecewa itu berubah menjadi rasa tak tega melihat hidup Laras yang seperti ini. Siang malam, hanya bisa menangis. Bahkan saat tidurpun, Laras kadang mengigau memanggil nama Ariel. Lalu bagaimana mungkin sebagai saudaranya, Lestari akan diam aja melihat saudara satu satunya, mentalnya lagi gak baik baik saja.


Sedangkan di rumah yang cukup mewah, ada laki-laki yang kini tengah pusing karena terserang demam setelah beberapa hari gak tidur, siapa lagi kalau bukan Ariel. Ya, akhirnya ia tumbang juga setelah lebih dari tiga hari dia gak tidur. Noah membantunya membawa Ariel ke kamarnya. Noah juga membantu Ariel mengganti semua baju dan celananya karena beberapa hari gak di ganti. Baunya bahkan sudah apek, entah bagaimana bisa ARiel betah gak ganti baju sampai berhari hari.


Noah juga mengganti ****** ********, yah mau bagaimana lagi. Ia gak mungkin membiarkan Ariel memakai yang kotor. Setelah mengganti bajunya, Noah pun meminta Bibi Imah untuk membuatkan bubur dan air hangat serta obat. Jika panasnya gak turun, sampai nanti malam, barulah Noah akan memanggil dokter buat memeriksa Ariel.


Noah hanya bisa menghela nafas, melihat Ariel yang memejamkan matanya, sedangkan tubuhnya sangat panas. Sungguh, andai ia tau rumah Dion, mungkin Noah akan menyusul ke sana untuk meminta Luna agar segera pulang karena kondisi Ariel saat ini yang memperihatinkan.


Sayangnya, Noah gak punya nomer Dion ataupun alamatnya. Jadi, yang bisa di lakukan oleh Noah saat ini, adalah merawat Ariel agar cepat sembuh. Dalam hati, Noah berharap, agar Luna bisa merasakan apa yang Ariel rasakan. Noah tau, jika Ariel sudah menyadari kesalahannya dan ingin memperbaikinya. Tapi ia juga tak bisa memaksa Luna buat memaafkannnya begitu saja, mengingat dosa yang sudah ARiel lakukan terlalu banyak pada Luna.

__ADS_1


"Oh Tuhan, kenapa rumit seperti ini?" gumamn Noah dalam hati.


__ADS_2