Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Bakti Istri sebelum Resmi Jadi Janda


__ADS_3

Satu bulan berlalu, namun Ariel masih belum sadar. Ia seperti menekan alam bawah sadarnya lagi untuk tidak bangun. Mungkin karena Ariel pun sudah lelah menghadapi semuanya, sehingga ia memilih untuk tetap dalam keadaan seperti ini.


Sedangkan Luna, ia sudah menggugat cerai Ariel di pengadilan. Luna memang sedih melihat keadan Ariel yang kacau balau, terlebih ia baru saja kehilangan Mamanya. Namun, Luna juga tidak bisa membiarkan pernikahan ini terus berlangsung di saat hatinya pun sudah tak lagi mencintai sang suami.


Luna memilih untuk berpisah, dan memulai hidup baru.


Setiap hari, Noah selalu memberikan kabar tentang Ariel padanya. Padahal Luna sudah bilang, agar Ariel tidak mengirim pesan lagi. Akan tetapi, Noah masih tetap bersikeras memberikan laporan tentang keadan Aril setiap hari, rutin tanpa ada satu hari pun yang terlewat.


Sehingga Luna bisa tau jika sampai detik ini, Ariel bahkan masih belum sadarkan diri.


Ada rasa kasihan dalam dirinya, namun Luna masih memilih untuk tidak peduli. Ia tidak datang ke rumah sakit dan melihat kondisi Ariel, padahal saat ini status Ariel bahkan masih sah jadi suaminya karena hakim belum mengetuk palu.


Luna memilih untuk menonton tivi, ada salah satu ceramah dari ustad yang ia sukai. Entah kenapa, Luna ingin mendengar ceramah itu karena berkaitan dengan kehidupan yang saat ini tengah ia jalani.


Lima pahala, istri yang di selingkuhi suami. Itulah judul dari ceramah itu.


Luna hanya mendengar point-point pentingnya saja.


Pahala pertama yang didapatkan oleh seorang istri, saat suaminya selingkuh, ialah ia akan mendapatkan pahala seperti Asiyah, istri Fir'aun. Dimana dulu Asiyah, pernah dipaksa oleh suaminya untuk menyembahnya, namun Asiyah menolak hingga membuat suaminya murka. Dan Asiyah pun mendapatkan perlakuan yang buruk dari suaminya bahkan, ia di siksa bertubi-tubi, hingga kepalanya pernah di jatuhi sebuah batu yang sangat besar. Dan pada akhirnya, Asiyah meninggal dunia dan oleh Allah disebut sebagai salah satu perempuan mulia yang dijamin surga.


Pahala kedua adalah jalan masuk surga. Ya, pahala istri yang diselingkuhi suami adalah jalan masuk surga. Istri yang sabar dan selalu mentaati perintah suaminya dan tidak pernah  menyakiti atau melawan suaminya, akan menimbulkan keberkahan dan menjadikan sepanjang kehidupannya menjadi jalan ibadah.


Pahala ketiga, akan mendapatkan Ridho dari Allah. Setiap detik kesabaran yang di laluinya dalam rumah tangga akan menjadi pahala yang besar, yang akan membawanya hidup di akhirat, kehidupan yang kekal.


Pahala keempat, Menjadi perempuan baik di mata Allah. Ini adalah pahala istri terbaik yang dimiliki jika pernah diselingkuhi suami. Allah sangat memuliakan istri yang sabar pada suaminya, sehingga Allah memberi imbalan berupa surga.


Kelima, dikabulkannya doa. Ya, karena suami selingkuh di kategorikan perbuatan yang dzolim sehingga istri yang pernah diselingkuhi suami akan mendapatkan pahala dan juga dikabulkan doa-doanya.


Mendengar hal itu, Luna hanya bisa menghela nafas. Walapun banyak pahala yang akan ia dapatkan, namun Luna bukan wanita yang mempunyai kesabaran yang berlebih. Ia manusia biasa, yang punya hati dan perasaan. Yang bila disakiti, ia akan merasa terluka.


Mungkin Luna akan merawat Ariel, mulai hari ini. Ia akan merawat sebagai persembahan dirinya sebelum akhirnya Hakim mengetuk palu dan setelah itu, sudah selesai semua urusannya dan Ariel bukan lagi tanggung jawabnya.


Luna akan menganggap, ini sebagai bakti terakhirnya sebagai seorang istri. Ya, ia hanya perlu menunggu tiga bulan lagi, sampai ia resmi menjadi seorng janda. Dan setelah itu, apapun yang terjadi pada ARiel, itu bukan lagi menjadi urusannya.


Luna pun pergi ke kamarnya, ia segera mandi dan memakai baju kesukaannya. Ia juga mengambil beberapa baju karena kemungkinan besar ia akan menginap di sana. Jadi ia membawa tas yang cukup besar, isinya juga ada mukenah, sejadah, dan alquran.


"Mas Ariel, aku merawatmu bukan karena aku mencintai kamu, tapi ini sebagai bakti aku untuk terakhir kalinya sebelum kita resmi berpisah," gumamnya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Dan setelah itu, Luna pun pamitan kepada Bibi Imah dan Bibi Neni. Ia mengatakan jika dirinya gak akan pulang untuk beberapa minggu ke depan. Karena akan menginap di rumah sakit.


Bibi Imah dan Bibi Neni pun mengangguk mengeri, mereka menitip salam untuk Ariel dan Noah.


Sungguh jika bukan karena takut dosa, mungkin Luna memilih untuk mengabaikannya saja. Tapi mendengar ceramah tadi, ia juga cukup takut. Takut jika Allah murka padanya, karena sudah menjadi istri yang tak lagi patuh.


Luna menganggap saat ini, Luna tengah mengejar pahala sebagai istri dan sebagai permintaan maaf karena sudah tak lagi peduli.


Luna memesan mobil online, untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit di mana Ariel di rawat dan karena perjalanan cukup lama dari rumahnya, Luna pun memilih untuk membaca novel di aplikasi online sepanjang jalan.


Namun di tengah-tengah perjalanannya, tiba-tiba Dion menelpon. Luna pun dengan senang hati mengangkatnya.


"Assalamualaikum," sapa Dion lebih dulu.


"Waalaikumsalam, Mas," jawab Luna ramah.


"Gimana kabarnya hari ini?" tanya Dion.


"Alhamdulillah, baik. Kabar Mas Dion sendiri gimana?"


"Sudah dong, ini kan sudah hampir jam sepuluh siang. Mana mungkin aku belum sarapann. Mas Dion sendiri sudah sarapan, kah?"


"Alhamdulillah sudah juga. Kamu lagi apa sekarang?"


"Lagi dalam perjalanan."


"Mau kemana?"


"Rumah sakit."


"Kamu sakit?"


"Enggak, tapi seseorang yang sakit dan aku harus menjenguknya."


"Oh, syukurlah. Aku fikir kamu. Bagaimana dengan sidang perceraiannya?"


"InsyaAllah tiga bulan lagi sudah selesai, Mas. Apalagi dari pihak wanita maupun laki-laki tidak ada yang datang, dan bukti yang ada juga banyak. Jadi InsyaAllah prosesnya cepat. Biasanya sih enam bulan, tapi ini mungkin hanya butuh waktu tiga bulan saja."

__ADS_1


"Itu artinya, kemungkinan besar kamu bercerai saat kamu sudah melahirkan, mengingat usia kehamilan kamu juga sudah enam bulan."


"Iya, Mas."


"Alhamdulillah, aku seneng dengernya."


"Kok seneng?"


"Itu artinya, tinggal menunggu masa iddah kamu selesai, aku bisa melamar kamu."


"Hmm ... untuk hal itu kita bicarakan nanti aja ya, Mas. Setelah aku melahirkan dan aku sudah resmi menjadi seorang janda."


"Iya deh. Aku akan menunggu dengan sabar."


"Mas ada di mana sekarang, kok seperti ada suara mesin."


"Ada di pabrik teh ini, berisik ya?"


"Enggak juga sih. Biasa aja. Cuma aku fikir apa."


"Oh ya ada salam dari Mami dan Papi aku. Katanya mereka kangen kamu."


"Aku juga kangen sama mereka, Mas. InsyaAllah, kelak aku pasti akan menemui mereka."


"Aamiin."


Mereka pus terus mengobrol hingga satu jam. Setelah itu, Dion menyudahinya karena harus mengerjakan sesuatu. Dan Luna pun tak memaksanya untuk terus menemani perjalanannya. Ia mengerti akan kesibukan Dion, jadi ia memakluminya.


Setelah selesai telfonan, Luna melanjutkan membaca novel.


"Ini masih jauh ya, Pak?" tanya Luna sopan.


"Lima belas menit lagi sampai, Non," ucap sang sopir tak kalah sopannya. Untungnya jalanan hari ini cukup lenggang, dan mereka tidak terjebak macek. Jadi untuk sampai di rumah sakit tempt Ariel di rawat pun tidak butuh waktu sampai berjam-jam lamanya.


Setelah sampai di depan rumah sakit, Luna segera turun. Ia menenteng tas besar dan tas kecil yang berisi parfum, dompet, hp, makeup, tisu dan yang lainnya. Sedangkan tas besar berisi baju, hijab, celana, mukenah, sejadah, Alquran dan perlengkapan lainnya yang di butuhkan selama ia menginap di rumah sakit. Tak lupa juga Luna membawa sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, dan juda handuk. Karenga gak mungkin, ia gak mandi selama menjaga Ariel.


Dengan menarik nafas pelan, Luna masuk ke dalam rumah sakit, ia berjalan dengan menenteng dua tas, ia bahkan sudah seperti mau camping dari pada menjenguk orang sakit, karena membawa perlengkapan yang banyak dan cukup lengkap.

__ADS_1


__ADS_2