Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Menjadi Cibiran Para Tetangga


__ADS_3

Keluarga Laras juga sangat merasa malu, karena ada banyak tetangga yang terang terangan datang dan menghina keluarganya Laras, andai Laras sudah pulang dari tadi, mungkin Laras pun yang menjadi orang pertama yang akan mendapatkan hinaan dan caki maki mereka. Dulu aja saat Laras mau ke Jakarta, sangatlah sombong, karena merantau di kota besar Jakarta. Bahkan berbulan bulan gak pulang, sekali pulang malah bikin aib sekeluarga.


Ya Laras harus bersyukur karena saat ini ia masih di rumah sakit dan tidak menjadi amukan para warnga di kampungnya. Karena Laras membuat kampung itu terkenal menjadi kampung pelakor. Padahal cuma Laras yang bikin ulah, namun kampung itu yang kena dampaknya juga.


Sedangkan di tempat Luna, awalnya ia gak tau apa apa, karena sibuk membaca buku novel. Dan Hpnya pun juga di silent. Hingga akhirnya adik dan kedua orang tuanya datang dan menanyakan apakah Ariel datang ke sini, dan seketika Luna mengernyitkan dahi, emang mereka tau dari mana, seperti itulah yang ada di benaknya.


MelihatĀ  Luna seperti tak tau apa apa, Lintang meminta Luna melihat hpnya dan benar saja, banyak chat dan telfon yang masuk ke hpnya. Dion, Papa mertuanya, Mama Mertuanya, keluarga suaminya yang kebetulan punya nomernya pun juga banyak yaang nelfon dan mengirim pesan, bahkan Bibi Neni dan Bibi Laras pun sama. Karyawa Resto juga ada yang mengirim pesan padanya, temen-temennya pun sama. Saudara jauhnya pun juga sama, mereka mengirim pesan dan nelfon dirinya.


Bahkan juga banyak notif masuk, dari ig, fb, tiktok dan sosial media lainnya. Ada ratusan ribu orang yang follow dan komen di statusnya.

__ADS_1


"Astaga apa ini?" tanya Luna dalam hati. Bahkan baterai yang tadi 85% sisa 60%, mungkin karena sedari tadi, hp itu terus menyala karena mereka yang pada heboh.


Luna menklik dua link itu, dan ia benar-benar kaget.


"Siapa yang sudah merekamnya dan siapa yang mengunggahnya di medsos?" tanya Luna.


"Yang pasti tetangga kita, Mbak. Enggak mungkin orang luar. Emang tadi Mas Ariel ke sini?" tanya Lintang.


"Seharusnya kamu lebih hati-hati, Nak. Kalau sudah seperti ini, keluarga kita pun jadi sorotan, dan akan selalu jadi perbincangan hangat, di jadikan gosip panas sama mereka yang kepo dan penasaran sama kisah rumah tangga kamu," ujar Bunda Naila.

__ADS_1


"Maafin aku, Bun. Aku bener-bener gak tau kalau kejadiannya akan seperti ini," ucapnya menyesal.


"Ya sudahlah, gak papa. Kalau kita denger ada orang yang ngomongin kita, anggap aja angin lewat. Toh sumua juga sudah terjadi, tapi lain kali selesaikan kekeluargaan aja, jangan di selesaikan di depan banyak orang, hasilnya malah bukan mereka aja yang malu tapi kita semua. Bahkan keluarga besar Laras dan Ariel pun juga pasti akan kena dampaknya, padahal mereka berdua yang salah," tutur Ayah Lukman.


"Ya, Yah. Maaf aku gak berfikir panjang, hingga mengakibatkan kehebohan di dunia maya." Luna sangat menyesali apa yang sudah dia lakukan.


"Hmm ... gak papa, buat pelajaran aja," balas Ayah Lukman santai. Toh di bawa emosi pun, buat apa. Yang ada malah hubungan dirinya dan putrinya jadi berantakan kalau sama-sama saling menyalahkan.


"Kamu telfon balik mertua kamu, mereka pasti sudah menelfon kamu dari tadi kan, jangan lupa minta maaf," ujar Bunda Naira, dan Luna pun menganggukkan kepala. Ia menelfon Mama Ila untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi.

__ADS_1


Sedangkan para tetangga di luar, lagi curi curi pandang ke rumah Luna untuk melihat apa yang terjadi, sayangnya mereka gak akan dapat apa apa, karena Lintang sudah menutup pintunya rapat rapat, agar tak ada orang iseng yang merekamnya lagi.


__ADS_2