
Tiga hari sudah Ariel tinggal di Jember, tentu bersama dengan Noah dan Ardi serta Dania. Tak mungkin Noah dan Ardi tega meninggalkan Ariel sendirian di sana. Bagaimanapun Noah tak ingin saudaranya itu kenapa-napa.
Sebenarnya Ariel ingin segera kembali ke Jakarta. Hanya saja permintaan Rahman dan Sari yang ingin dekat dengan cucunya, membuatnya harus tertahan untuk tetap tinggal di sana beberapa hari ke depan.
Di tambah Lestari yang juga selalu ingin dekat dengan keponakannya. Rasanya ia belum puas jika harus berjauhan lagi dengan Dania, sedangkan ia baru saja bertemu.
Setiap hari tiga pria itu, akan datang tiap pagi dan pulang sore hari ke hotel.
Rahman dan Sari juga sudah mengiklaskan kepergian putrinya itu dan mencoba untuk memaafkan semua yang terjadi di masa lalu. Yang mereka inginkan saat ini hanya dekat dengan cucunya dan memperbaiki kesalahan yang terjadi di masa lalu.
Sejujurnya, Rahman dan Sari ingin Dania tetap tinggal bersama mereka, mengingat Dania adalah cucu kandung mereka. Tapi mengingat perjuangan Ardi yang menyelamatkan putrinya dan cucunya membuat mereka hanya bisa menghela nafas.
Bagaimanapun selama ini Ardilah yang sudah berjuang untuk menyelamatkan putrinya walaupun pada akhirnya Laras tetap pergi.
Ardi juga yang merawat Dania sedari dia lahir di dunia, bahkan rela mengeluarkan banyak uang untuk berobat Dania. Dan jika Dania tinggal bersama mereka, belum tentu mereka sanggup mengobati penyakit Dania yang tidak membutuhkan uang sedikit. Dari pada mereka mendapatkan uang sebanyak itu.
Dan untuk itulah, walaupun dalam hati sangat ingin Dania kumpul bersama mereka, namun keadaan membuat mereka harus rela melepaskan cucunya untuk tinggal bersama orang asing. Orang yang sudah menjadi Papa angkat Dania.
Lagian di Jakarta juga ada Ariel yang menjaga Dania, mereka yakin Ariel gak akan lepas tanggungjawab. Apalagi melihat kedekatan mereka dan rasa sayang Ariel pada Dania, membuat mereka sangat yakin untuk melepaskan Dania bersama mereka.
Tapi berbeda dengan Lestari yang tak ingin jauh dengan Dania, ia tak mau berjauhan dengan anak yang sudah di lahiran dengan susah payah oleh Kakaknya.
Dan hanya Dania, peninggalan kakaknya satu-satunya. Lalu bagaimana mungkin ia dengan santainya akan bersikap biasa aja, setelah ia tau tentang keberadaan Dania.
"Mas, apa aku boleh ikut ke Jakarta agar aku bisa menjaga Dania? Jujur aku gak mau jauh dari Dania," tutur Lestari dengan sopan.
Mendengar hal itu, Rahman langsung menolaknya.
"Enggak, Bapak gak akan mengizinkan kamu ke Jakarta. Bapak gak mau jika kamu sampai seperti kakakmu itu! Menjadi wanita murahan, perebut suami orang, Hamil di luar nikah, membuat orang tua dan keluarga malu, masa depan hancur, dan berakhir dengan mengenaskan. Bapak gak akan biarkan kamu mengikuti jejak kakakmu!" bentak Rahman. Ia sangat menyayangi Lestari, sudah cukup Laras yang berada di jalan yang salah, 8a tak ingin anaknya lagi-lagi salah jalan karena dirinya kurang tegas sebagai seorang Ayah.
"Tapi, Pak .... " Lestari menangis membuat Ardi jadi tidak tega melihatnya.
"Bagaimana jika saya menikahi Laras agar Laras bisa ikut saya ke Jakarta?" tanyanya membuat semua orang kaget. Begitupun dengan Noah dan Ariel.
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Rahman tegas.
"Saya ingin melamar Lestari buat jadi istri saya dan Ibu dari Dania. Dengan begitu Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir lagi. Karena saya pastikan, Lestari tidak akan mengalami apa yang pernah di alami oleh Kakaknya." ujar Ariel sopan.
"Saya belum tau status kamu dan keluarga kamu. Bagaimana mungkin kamu seenaknya mau melamar putri saya?" ujarnya tegas.
Dan Ardi pun menceritakan semuanya dan tidak ada yang di tutup-tutupi.
Mendengar cerita Ardi, tentu mereka mereka merasa kasihan, karena di balik kesuksesan Ardi selama ini, ada air mata dan derita yang tidak banyak orang yang tau.
Setelah Ardi menceritakan semuanya, barulah ia memberikan keputusan sepenuhnya pada Lestari dan kedua orang tuanya.
"Saya tidak akan memaksa Lestari, Bapak atau Ibu untuk menerima pinangan dari saya. Bagaimanapun saat ini saya hanyalah seorang duda dengan satu anak. Bahkan saya juga sudah tiga kali gagal membina rumah tangga. Tapi jika saya di kasih kesempatan, maka saya pasti akan membahagiakan Lestari serta tidak akan menelantarkannya." tutur Ardi serius.
Mendengar hal itu, Lestari tidak menyangka. Jika kedatangan mereka bertiga ke rumahnya, akan mempertemukan Lestari dengan jodohnya.
Walaupun Ardi sudah satu anak, tapi melihat perawakannya. Ardi bahkan terlihat masih sangat muda sekali sama seperti Noah dan Ariel. Bahkan mereka seperti seumuran.
"Saya sebagai sahabat Ardi, akan menjadi jaminan. Jika Ardi adalah orang yang sangat baik. Saya sudah tau seluk beluk perjalanan hidupnya sampai saat ini. Kebetulan Ardi bukan hanya sahabat saya, tapi juga rekan bisnis saya. Saya juga sudah anggap Ardi seperti saudara saya, sama seperti Ariel. Jadi jika memang di kasih kesempatan, saya yakin Ardi tidak akan membuat hidup Lestari susah. Bahkan Bapak dan Ibu bisa menengok kehidupan Lestari nantinya di Jakarta. Atau mereka yang akan datang ke rumah ini sesekali misal Ardi ada waktu luang agar kalian pun bisa bertemu dengan cucu kalian. Dengan Lestari menikah sama sahabat saya, Lestari gak akan jauh dari keponakannya," ucap Noah yang mencoba untuk mendukung keputusan Ardi.
"Mereka pastinya sangat setuju. Karena sudah lama mereka menginginkan saya untuk menikah lagi." balas Ardi.
"Orang tuamu tinggal dimana?"
"Kampung Pak. Sedangkan saya sendiri menetap di Jakarta dan mungkin selamanya akan menetap di sana. Mengingat di sana saya sudah punya rumah sendiri. Dan usaha saya pun juga ada di Jakarta."
"Anakmu?"
"Dia ikut mantan istri saya. Seperti yang saya bilang, mantan istri saya menikah dengan adik saya. Jadi anak saya di asuh sama mereka di kampung."
Mendengar hal itu, Rahman mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu melihat ke Sari dan juga Lestari.
Sari dan Lestari seakan mengerti lalu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa boleh Bapak ngomong sama orang tua kamu?" tanyanya.
"Boleh, Pak. Sebentar saya akan Vidio call adik saya dulu."
"Kenapa gak langsung telfon orang tua kamu?"
"Orang tua saya di kampung tidak faham apa itu video call. Taunya cuma nelfon biasa. Saya ingin semuanya bisa bertatap muka, biar enak ngomongnya dan bisa saling kenal juga. Untuk itu, saya akan meminta tolong adik saya."
Mendengar hal itu, Rahman pun mengangguk setuju.
Lalu setelahnya, Ardi menelfon Adiknya dan meminta Adiknya memberikan Hpnya pada Ibunya.
Tak lama wajah Ibunya, pun nongol di layar Hp. Ardi ngomong sebentar sebelum akhir ia memberikan Hpnya pada Rahman.
Rahman dan Sari ngomong serius dengan Ibunya Ardi. Sedangkan Ardi memilih diam, begitupun dengan yang lain agar tidak menganggu omongan para orang tua
Setelah hampir dua puluh menit, barulah Rahman memberikan Hpnya pada Ardi. Ardi pun mengobrol sebentar sebelum akhirnya, dia mematikan Hpnya
"Baiklah, saya terima kamu untuk menikahi putri saya. Tapi saya tidak mau jika Lestari hanya di nikahi secara Sirri," ujarnya.
"Baik, Pak. Kalau gitu, beri saya waktu dua hari untuk mengurus berkas. Dan setelah itu, saya bisa menikahi Lestari secara sah baik secara agama maupun negara." balasnya.
"Baiklah, Bapak tunggu dua hari lagi. Nikahnya dimana? KUA, di rumah atau di masjid?" tanyanya.
"Dia masjid aja, Pak. Biar lebih sakral," tuturnya dan Rahman pun menganggukkan kepala.
Sedangkan Lestari, hatinya berdebar-debar, tak menyangka jika Ardi bentar lagi akan jadi suaminya. Yah, tiga hari lagi, dirinya akan resmi sah jadi istri dari Ardi.
"Berapa mahar yang kamu inginkan, dek?" tanya Ardi pada Lestari.
"Semampu Mas Ardi aja," balas Lestari dengan jantung yang seakan berdebar kencang.
"Baiklah."
__ADS_1
Dan setelah itu, Ardi pun pamit pulang. Noah dan Ariel juga pamit pulang, sedangkan Dania tentu, dia di bawa oleh mereka bertiga. Karena takut jika nantinya Dania akan menangis jika tidak melihat Ardi atau Ariel.
Bagaimanapun Dania masih takut sama Rahman dan Sari, sedangkan sama Lestari, walaupun Dania mau bermain dengan Lestari, tapi ada kalanya Dania juga tidak mau berdekatan dengannya. Entahlah, sepertinya tergantung mood Dania.