
Empat bulan sudah Luna berjuang seorang diri, dia bolak-balik Bandung Jakarta hanya untuk mengurusi restorannya.
Sedangkan Dion, walaupun kesal karena tidur sendirian, sering di tinggal tinggal hanya bisa diam. Dirinya juga gak bisa ikut, karena pabrik lagi sibuk-sibuknya terlebih ia tengah membuka cabang jadi gak bisa nemenin Luna.
Ada kalanya di saat ia pulang, ia ingin Luna menyambut kedatangannya, membawakan teh hangat dan bercengkrama sebentar untuk melepas rasa lelah, sebelum akhirnya ia mandi, sholat, makan malam dan bercerita sebelum tidur.
Sayangnya, sejak menikah, Luna sudah di sibukkan dengan masalah resto, ia bahkan sampai memohon untuk di izinkan tinggal di rumah yang ada di Jakarta untuk mengurus restorannya.
Dion menikah, tapi masih seperti bujang. Karena tak ada yang mengurus kecuali ARTnya.
Bahkan Ibunya sampai menegur Dion, agar bisa mendidik istrinya dan bisa bersikap tegas. Luna sudah menikah, ada hal yang harus ia utamakan.
Dion bukannya gak mau negur, ia sudah beberapa kali negur hingga berakhir pertengkaran, karena Luna yang sangat keras kepala padahal Dion sudah meminta Luna untuk melepaskan saja.
Toh di sini, semua kebutuhan Luna di penuhi, perbulan selalu mendapatkan jatah sendiri. Itu untuk pribadinya karena yang lain Dion yang sudah menanggungnya. Tapi sayangnya, Luna tak mau mengerti dan bersikeras untuk mempertahankan apa yang dulu pernah Ariel perjuangkan mati-matian.
__ADS_1
Luna masih mengingat bagaimana dulu Ariel membangun usaha itu, semua itu tidaklah mudah. Luna sangat ingat, bagaimana mantan suaminya itu membangun usaha tanpa bantuan siapapun, Ia bahkan sampai lupa sama untuk merawat dirinya sendiri. Siang malam ia bekerja, tanpa kenal lelah. Terlebih awal bangun usaha, tak ada yang datang. Butuh waktu lama hingga akhirnya mulai ada yang datang satu persatu.
Arie tak pernah menyerah, ia terus berusaha melakukan yang terbaik hingga akhirnya dalam waktu beberapa bulan, restonya cukup ramai dan sejak saat itu semakin terkenal. Bahkan uangnya selalu masuk ke dalam rekening Luna dan Ariel hanya minta untuk menggaji karyawan dan buat modal
Bahkan Ariel pernah jatuh sakit karena sangking lelahnya, bukan hanya fisik tapi juga fikiran. Semuanya seakan remuk redam.
Lalu bagaimana bisa, resto itu akan gulung tikar di tangannya. Walaupun resto ini sudah jadi miliknya, tapi tetap saja ia tak ingin apa yang dulu Ariel mati-matian memperjuangkan semua itu buat anaknya malah kini berakhir bangkrut di tangannya.
Itulah kenapa Luna sampai memohon pada suaminya untuk mengizinkan dirinya pergi ke resto untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan, Luna juga merenovasi semuanya. Dan meliburkan karyawan.. Renovasi butuh waktu dua bulan dan menghabiskan uang hampir satu M. Karena Luna menambah beberapa furniture yang sangat mahal untuk di taruh di sana sepagai pajangan.
Luna juga menyewa Chef terkenal dengan bayaran yang hampir sepuluh kali lipat dari chef yang emang tersedia di resto itu.
Luna juga menghabiskan banyak uang buat promo demua sosial media, mengiklankannya, dan memakai brand ambassador dengan memakai artis ternama yang tengah naik daun.
Luna juga memberikan diskon besar-besaran.
__ADS_1
Luna bener bener berusaha sudah payah untuk membuat resto itu kembali ramai.
Sayangnya, entah apa yang terjadi. Walaupun sudah menghabiskan hampir tiga M. Nyatanya pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran yang di Luna keluarkan.
Ia bahkan juga menjual semua mobil dan sepeda motor yang ada di garasi, percuma toh gak di pakai. Luna juga memakai mobil yang di fasilitasi oleh suaminya, lengkap dengan sopir paruh baya. Karena Dion tak mau, jika Luna terpincut sama sopir, ia tak ingin Luna mengkhianati dirinya. Jadi Dion berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjaga Luna, waktu dari jarak jauh.
Karena sibuknya itu, kadang Luna seringkali lupa pulang ke Bandung. Jangankan pulang, bahkan untuk mengangkat telfon dan membalas pesan suaminya pun ia tak sempat.
Jangankan ingat suami, Luna bahkan seakan lupa sama putrinya sangking sibuknya. Ia bahkan pulang larut malam, dan setelahnya ia akan tidur, bahkan lupa untuk mandi, ganti baju dan makan malam. Paginya setelah bangun, ia hanya minum susu, makan roti allu berangkat ke resto lagi.
Awalnya emang Luna pulang tiap hari, pagi berangkat, sore pulang, walaupun nyampek rumah malam.
Bagaimanapun jarak Jakarta Bandung, tidaklah dekat, Luna bahkan lebih banyak menghabiskan waktunya di jalan.
Tapi setelah hampir dua bulan, Luna merasa Lela bolak-balik, hingga ia memilih untuk tinggal di rumahnya, bersama Bibi Neni dan Bibi Imah.
__ADS_1
Luna sekaan lupa, kewajiban istri yang paling utama itu apa.
Bahkan jika bukan karena mendengar Dion yang marah besar, sudah pasti Luna tak ingat jika ada suami yang selalu menunggu kepulangannya setiap malam.