Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Dion Vs Lintang


__ADS_3

Sore harinya Lintang pulang dan kaget melihat Dion dan orang tuanya. Lintang langsung menyapa mereka dan mencium tangan mereka bergantian. Setelahnya,ia berbasa-basi dikit, barulah setelah itu Lintang ngobrol berdua dengan Dion. Sedangkan kedua orang tua Dion menemani Bunda Naila di ruang tamu mengobrol santai.


Dion dan Lintang ada di halaman belakang, tempatnya cukup sepi sehingga obrolan mereka tidak akan terdengar oleh orang lain kecuali memang ada yang sengaja menguping pembicaraan mereka.


"Mbak Luna, kenapa gak ikut?" tanyanya, dari tadi ia sangat penasaran, karena Luna tak datang saat kematian Ayahnya. Bahkan saat ini, hanya ipar dan orang tuanya yang datang. Lalu dimana Luna?


"Dia sibuk," balasnya.


"Kak Dion jangan berbohong, sesibuk apapun Mbak Luna, gak mungkin dia tidak datang saat kematian Ayahnya," ujarnya tak terima.


"Kalau gitu, kenapa kamu gak telepon dia aja, dan suruh dia datang ke sini?" Tanyanya membuat Lintang mengernyitkan dahi.


"Bagaimana aku bisa nelfon, jika hpnya aja gak aktiv, aku chat juga gak terkirim," balasnya.

__ADS_1


"Dan itulah yang aku rasakan," balasnya.


"Jangan bilang Kak Dion gak tau dimana Mbak Luna berada."


"Tapi itulah kenyataannya. Mbakmu terlalu sibuk, sampai dia lupa kalau sudah bersuami."


"Mbak Luna gak mungkin seperti itu?" bantahnya.


"Aku bahkan cuma berapa kali tidur dengan Mbakmu. Selama ini kami pisah rumah, dia di Jakarta, aku di Bandung, bahkan aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku ke Jakarta, pun dia tak ada di rumah karena sibuk menemui client bisnisnya."


"Aku bahkan seperti seorang duda, karena yang merawat aku adalah asistenku. Bukan istriku. Kehidupan aku setelah dan sesudah menikah, ternyata sama aja, tak ada yang menyiapkan baju kerjaku, menemaniku sarapan pagi, mengantarkan aku sampai depan rumah, mengingatkanku untuk makan siang, atau menunggu kepulangan aku dari tempat kerja. Bahkan setiap malam aku hanya tidur dengan banyak dan gulung. Bukankah aku seperti tak punya istri. Mbakmu terlalu sibuk dengan urusannya, sampai mengabaikan aku. Padahal kurangku apa, semua kebutuhannya aku penuhi, dia tidak perlu mikir besok makan apa, siapa yang gaji asisten rumah tangga, atau memikirkan masalah yang lain. Semua keinginannya aku penuhi, dan tiap bulannya aku selalu mengirimkan dia uang, bahkan di saat ia tak melayaniku sebagai mana mestinya, aku tetep menjalani kewajiban aku memberikan dia nafkah," tuturnya lembut.


Lintang hanya diam mendengarkan, jujur ia kecewa, kecewa karena ternyata Luna tak sebaik yang dia kira.

__ADS_1


Luna telah mempermalukan dirinya da orang tuanya.


"Maafkan, Mbak Luna. Mungkin dia seperti itu karena sibuk mengurus restorannya?" Bela Lintang, ya dia masih berusaha membelanya walaupun Luna sudah membuat dirinya teramat kecewa.


"Apakah resto itu lebih penting dari pada aku, suaminya?" tanyanya dengan tersenyum miris.


"Apakah aku tidak berharga di matanya? Apakah resto itu jauh lebih bernilai dari aku, yang merupakan tempat dia mencari ridho suami. Jika aku tak bisa mencukupi kebutuhannya, mungkin wajar jika dia mati-matian kerja siang malam, nyatanya aku bahkan sangat mampu membelikan apa yang dia mau."


"Mungkin Mbak Luna tak ingin resto itu bangkrut, karena Mbak Luna ingin mewariskan resto itu buat putrinya," balas Lintang


"Kita tidak pernah tau bagaimana masa depan seseorang Lintang, jangan sampai semua itu akan menjadi sia-sia belaka. Dari pada sibuk melakukannya, bukankah alangkah baiknya jika Luna fokus menjadi istri dan Ibu yang baik buat putrinya. Toh tidak ada yang tau apa keinginan Diana di masa depan nanti, bisa jadi dia ingin jadi dokter, dosen atau yang lainnya. Bukan seorang pengusaha. Terlebih Papa kandungnya pun juga punya kekayaan yang fantastis, pasti Ariel sudah memikirkan itu semua dari sekarang. Aku juga tidak akan membiarkan Diana luntang-lantung, bagaimanapun, Diana sudah jadi putriku sekarang. Dan masa depannya juga pasti akan menjadi tanggung jawabku sebagai ayah sambungnya. Mending Luna fokus ibadah aja dan menjadi istri yang taat. Bukankah Ridho suami, adalah Rindho Allah. Kematian tidak ada yang tau, jangan sampai dia mati dan aku tidak meridhoinya karena dia sudah bikin aku kecewa teramat dalam." Balasnya.


Sedangkan Lintang langsung diam seketika, benar bagaimana jika Dion tidak meridhoi semua yang di lakukan oleh saudaranya saat ini

__ADS_1


Bukankah mengejar ridho suami itu yang paling utama dari pada mengejar dunia yang hanya sementara. Sedangkan ridho suami, adalah hal yang sangat penting karena itu menjadi penentu Luna masuk neraka apa Surga. Percuma sholat, puasa, melakukan banyak kebaikan, jika pada akhirnya menjadi istri yang pembangkang


__ADS_2