Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Mencari Fakta


__ADS_3

Sore hari Ardi memutuskan untuk pulang bersama Dania. Sebenarnya Noah sudah meminta Ardi untuk menginap tapi Ardi menolaknya karena Dania harus minum sirup dulu sebelum tidur. Sirup yang di rekomendasikan langsung oleh dokter, jadi tidak bisa sembarangan.


Setelah kepulangan Ardi, Noah langsung mendekati Ariel, sedangkan Diana, ia tidur di kasur lantai karena kelelahan setelah seharian bermain dengan Dania. Bahkan Diana sampai tidak tidur siang. Ia baru tidur barusan jam setengah empat sore, setelah kenyang.


"Riel?" panggilnya.


"Ini buat kamu." Noah memberikan rambut Dania yang emang gampang rontok.


"Buat apa?" tanya Ariel tak mengerti.


"Astaga ya buat tes DNA dong. Emang buat apalagi?"


"Kamu mau tes DNA aku dan Diana?" tanyany kaget.


"Bukan Diana, tapi Dania. Aku curiga Dania itu anak kamu. Wajah kamu itu mirip sama Dania, dan lagi Dania dan Diana itu seperti saudara kembar. Aku yakin, Dania itu anak kamu," balas Noah.


"Iya, aku pun merasakan hal yang sama. Saat aku dekat dengan Dania, rasanya naluri aku sebagai seorang Ayah, seakan keluar. Aku ingin terus menggendongnya dan memanjakannya sama seperti aku memanjakan Diana."


"Maka dari itu, mending kamu ambil rambut ini dan segera tes DNA. Jika benar dia itu anak kamu, kamu akan melakukan apa? Sedangkan Ardi sudah terlanjur menyayangi putrimu. Bahkan jika bukan karena Ardi, bisa jadi, Dania sudah tiada. Mengingat Dania dari sejak ia di lahirkan sudah sakit-sakitan. Bahkan Ardi juga sampai rela menguras tabungannya untuk berobat putrimu ke sana kemari," ujar Noah. Mendengar hal itu, Ariel hanya bisa menghela nafas.


"Jika memang Dania lebih nyaman dengan Ardi, ya aku akan membiarkannya. Tapi sebagai Ayah, aku akan tetap tanggung jawab, memberikan biaya bulanan kepada Ardi. Dan menjenguknya setiap seminggu sekali atau dua kali. Aku juga akan mengganti semua biaya Dania selama ini."


"Ya seperti itu lebih baik. Kamu gak boleh seenaknya mengambil Dania dari tangannya. Tapi jika Ardi dengan tulus ikhlas memberikan hak asuh Dania, baru kamu bisa mengambil Dania dari dia. Tapi jika dia gak ikhlas, ya jangan di paksa. Harus sama-sama mengerti. OH ya, misal bener, Dania itu anak kamu. Artinya Dania anaknya Laras, iya kan? Jika benar, artinya yang meninggal bulan lalu itu Laras yang kita cari selama ini." tutur Noah.


"Kenapa aku gak kefikiran ke sana ya."


"Kamu punya fotonya Laras gak?"


"Enggaklah, ngapain aku nyimpen foto dia?"


"Ya buat aku tunjukin ke Ardi lah. JIka emang benar itu Laras, tanpa kamu tes DNA pun, sudah pasti Dania itu anak kamu."


"Bener juga ya, bentar aku minta ke Luna dulu ya."

__ADS_1


"Emang kamu punya nomernya?"


"Punya, Luna kan pakai nomer yang dulu."


"Oh, ya udah chat sana."


Setelah itu, Ariel pun chat nomer Luna.


"Assalamualaikum, ini aku Ariel. Aku mau nanya kamu punya fotonya Laras gak?" tanyanya.


Setelah pesan terkirim, tak lama kemudian langsung di baca.


Lalu ada tulisan mengetik ...


Ariel dengan setia menunggu balasan dari Luna.


Setelah dua  menit, barulah pesan itu muncul.


"Waalaikumsalam. Ini nomer mu yang baru Mas?" balasnya.


"Iya."


"Apa nama akunnya?"


"IG :larasmaheswari_17 FB : Lares Maheswari."


"Baiklah, terima kasih ya."


"Sama-sama. Mas sudah menemukan Laras kah?"


"Belum, tapi sepertinya aku menemukan titik terang."


"Alhamdulillah. Diana mana?"

__ADS_1


"Lagi tidur."


"Oh."


Dan setelah itu, Ariel pun tak membalas pesan Luna lagi.


"Ada fotonya?" tanya Noah.


"Ada."


Ariel membuka ignya dan mencari nama akun milik Laras.


"Ini." Ariel menunjukkannya ke Noah.


"Sip. Enaknya aku ngomong sekarang apa besok ya ke Ardi?" tanyanya bingung.


"Menurut aku besok aja, sambil nunggu surat tes DNA. Buat jaga-jaga, misal Ardi gak percaya."


"Baiklah, apa kamu yakin Dania itu anakmu?"


"Aku gak tau, tapi hatiku mengatakan iya."


"Iya sudah kamu sekarang pergi ke rumah sakit aja, biar Diana aku yang jaga."


"Okay. Pilih yang cepat aja, yang dua puluh empat jam. Jadi besok kita bisa ambil surat tes DNA nya sambil pergi ke rumah Ardi."


"Emang kamu besok dah sembuh?" tanya Ariel.


"InsyaAllah, iya. Sekarang aja sudah enakan."


"Ya sudah. Aku titip Diana dulu ya."


"Iya."

__ADS_1


Lalu setelah itu, Ariel pun segera pergi dari sana. Ia memilih menggunakan mobil yang ada di bagasi agar lebih cepat. Ia tak ingin meninggalkan Diana terlalu lama. Apalagi sampai membuatnya menangis karena tidak ada dirinya di sampingnya.


__ADS_2