Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Mantan Mertua VS Mantan Menantu


__ADS_3

Ariel keluar dan menemui mantan mertuanya itu. Sedangkan Lintang, dia entah pergi kemana. Mungkin ke kafe atau resto depan rumah sakit, atau mungkin saja ada di taman rumah sakit, entahlah. Ariel tidak terlalu memperdulikannya. Karena saat ini fokusnya hanya orang tua dari mantan istrinya itu.


Ariel berdehem, lalu Lukmah-Ayahnya Luna mempersilahkan Ariel duduk. Ariel pun akhirnya duduk di samping kiri Lukman sedangkan Naira, ada di samping kanan Lukman.

__ADS_1


"Ayah, Bunda. Saya minta maaf karena saya dulu gagal menjadi seorang suami. Maaf karena saya akhirnya tergoda dengan rayuan Laras. Maaf, karena saya tidak bisa menahan hawa naf-su saya hingga akhirnya menyakiti Luna. Saya sangat menyesali apa yang sudah terjadi di masa lalu." tutur Ariel dengan nada rendah.


"Jujur sebagai seorang Ayah, saya kecewa, marah dan juga merasa sedih. Kecewa karena kamu sudah ingkar janji untuk tidak menyakiti putri saya. Marah karena kamu menghianati putri saya bahkan dengan sahabat putri saya sendiri. Sedih karena pada akhirnya, saya harus melihat pernikahan putri saya berantakan hingga berakhir dengan perceraian. Tapi saya sadar, ini bukan kesalahan kamu seratus persen. Andai waktu itu, Luna mau mendengarkan nasihat orang tua, andai dulu dia tidak memmbantah omongan suaminya, andai dulu dia tidak terlalu baik pada Laras. Mungkin semua itu tidak akan terjadi. Putri saya juga salah di sini, salah karena sudah memasukkan orang ketiga dalam ruah tangganya. Jadi, saya pun sebagai Ayah dari Luna, meminta maaf. Maaf karena saya juga gagal mendidik putri saya untuk bisa menjadi istri sholehah, istri yang berbakti pada suami, istri yang mau mendengarkan nasihat suaminya dan tidak membangkang. Maaf juga karena kecerobohan dan sakit hati yang Luna rasakan, membuat kamu dan keluarga kamu harus menanggung malu  yang teramat besar. Maaf karena sikap Luna yang keterlaluan hingga membuat Mama kamu depresi hingga memilih untuk mengakhiri hidupnya, bahkan kamu pun sampai sakit berbulan-bulan lamanya. Dan sampai detik ini, Papa kamu sampai merasa gak betah tinggal di kediamannya. Maaf untuk semua kesalahan Luna di masa lalu." balas Lukman yang tak bisa menghakimi mantan menantunya itu, karena ia sadar, bahwa jauh sebelum Laras datang, kehidupan putrinya dan suaminya baik-baik saja. Tapi sejak kehadiran Laras, rumah tangga putrinya mulai goyah hingga akhirnya berakhir saling menyakiti satu sama lain.

__ADS_1


Mereka pun mengobrol santai, seakan tak terjadi apa-apa, walaupun formal, namun mereka sudah bisa saling memaafkan satu sama lain. Dan tak ada lagi dendam, sakit hati atau apapun. Mereka mencoba untuk melupakan masa lalu dan memperbaiki hubungan yang sebelumnya sempat renggang.


Ariel bersyukur, satu persatu, ia mulai bisa meminta maaf pada semua orang yang pernah tersakiti karena ulahnya. Kedua orang tua Laras, kedua orang tua Luna dan hanya tinggal keluarga besarlah yang menjadi beban fikiran sampai saat ini. Karena Ariel belum bisa meminta maaf secara langsung. Sampai detik ini, mereka masih enggan untuk berbicara dengannya, jadi Ariel hanya bisa menunggu, menunggu waktu yang tepat sampai ada celah buat dirinya meminta maaf pada mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2