Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Back To Ariel


__ADS_3

Back To Ariel


Dulu, mungkin banyak yang bertanya kenapa Ariel gak jujur aja sih sama si Luna jika Laras sudah menggodanya, kenapa dia gak bilang kalau Laras terus berusaha mendekatinya.


Banyak hal yang difikirkan oleh seorang laki-laki. Tidak semua laki-laki pandai bicara, atau mengungkapkan sesuatu kepada orang lain. Laki-laki kebanyakan memilih memendam sendiri semua masalahnya.


Mungkin dulu Ariel ada kepikiran buat memberitahu sang istri, tapi akankah dia percaya padanya?


Apakah dia percaya, jika ia bilang Laras sudah mencoba untuk mendekati dan menggodanya. Sedangkan saat itu, Luna sangat menyayangi dan mempercayai Laras. Bahkan saat Bibi Imah dan Bibi Neni berusaha mengingatkannya dari awal pun, nasihatnya di abaikan.


Bukan hanya sekali, atau dua kali mereka mengingatkan Luna, namun Luna masih kekeh mempercayai sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara kandung sendiri. Lalu bagimana dengan Ariel, mungkin Luna berfikir suaminya hanya omong kosong dan tidak menyukai Laras, hingga tega memfitnahnya.


Dan lagi, Ariel diam karena tidak ingin menghancurkan persahabatan Luna dan Laras. Bagaimanapun ia melihat Luna, sang istri begitu sangat menyayangi Laras. Apakah dia tega menghancurkan perasaaan Luna setelah tau jika sahabatnya tega mengkhianatinya  di belakangnya.


Sedangkan saat itu, Ariel sangat menyayangi dan mencintai Luna bahkan kebahagiaaan Luna adalah hal utama baginya.


Bagaimana perasaan Luna, jika tau, sahabat satu-satunya, yang selama ini selalu ada untuknya, tiba-tiba menikam dia dari belakang.


Untuk itu, Ariel berusaha memendamnya seorang diri dan terus berusaha menghindar dari Laras. Namun sayangnya, Luna seakan tidak mengerti dirinya. Ia malah seperti sengaja mendekatkan Ariel dan Luna.


Setiap ia berusaha menjauh, Luna seakan terus mencoba mendekati dirinya dengan Laras.


Ariel, awalnya memang terus menghindar. Namun melihat sikap Luna padanya, ia juga sedikit kecewa. Kecewa karena ia melihat Luna seperti tidak menaruh cemburu padanya. Ia seperti tidak mencintainya. Jika Luna emang cinta, maka dia akan cemburu jika melihat suaminya ngobrol dengan wanita lain, dekat dengan wanita lain. Dan Ariel gak melihat itu di mata Luna.


Ia malah tersenyum senang saat Ariel bahkan mengizinkan Laras satu mobil dengannya. Apakah ada seorang istri yang terlihat biasa, suami jalan bareng sahabatnya.


Sedangkan Ariel aja, dia tidak rela jika sang istri mengobrol dengan pria lain, bahkan dengan keluarganya sendiri sekalipun. Ia cemburu, hatinya seperti terbakar.

__ADS_1


Ia tidak rela, kecantikan Luna di nikmati pria lain. Ia sakit, saat ada pria lain menatap ke arah Luna dengan tatapan liar. Hatinya nyeri saat lihat Luna bicara bahkan tertawa dengan saudaranya, entah itu saudara dari pihak Luna atau dari pihak keluarganya sendiri.


Secinta itu Ariel pada Luna. Bahkan sampai mengurung Luna di rumah, tidak membiarkan Luna pergi sendirian. Dan harus dia yang menemani jika luna emang benar benar ingin keluar untuk menghirup udara segar. Ariel takut jika Luna akan berpaling pada cowok lain atau cowok lain yang merebut Luna darinya. Ia ingin menjaga Luna, melindunginya sebisa dan semampu dia.


Baginya, Luna adalah miliknya sampai dia mati. Dan cukup dia yang menikmati kecantikan sang istri.


Bahkan saat sahabatnya Ariel datang pun, Ariel sampai saling nonjok karena sahabatnya melihat ke arah Luna terus menerus. Ia rela persahabatannya rusak, asal dia tidak datang lagi ke rumahnya dan melihat istrinya.


Tapi kenapa, saat sahabat Luna yang datang, Luna malah mengizinkan tinggal satu atap, kerja di tempatnya, jalan bareng dengan sahabatnya.


Padahal Ariel sendiri, tidak begitu. Ia malah sakit saat sahabatnya menatap lapar ke arah Luna.


Kenapa Luna tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya. Ia susah payah, agar bisa menjadi suami setia dan menghindari dari semua wanita yang terus menggodanya di luar sana, tapi kenapa sang istri malah mendatangkan wanita lain di rumahnya.


Itu yang membuat Ariel gak habis fikir dengan apa yang Luna rasakan.


Luna gak tau apa yang terjadi di resto, saat Laras kadang mencoba mendekati dia di sana. Ingin dia mengadu, tapi apa Luna mau mempercayainya?


Tak ada yang mau mengerti dirinya. Tak ada.


Awalnya Ariel emang jijik bahkan terkesan tak peduli pada Laras. Ia berusaha fokus dngan Luna, sang istri. Namun, karena ia melihat tatapan Luna padanya yang tidak terlihat cemburu, Ariel yang kecewa mulai luluh terhadap Laras. Apalagi Laras seperti mendambakannya. Ia bahkan tidak pernah melihat Luna seperti itu.


Ia bisa melihat cinta di mata Laras, Laras bahkan terlihat cemburu saat melihat ia bersama Luna.


Tapi Luna sendiri malah terlihat tidak cemburu saat ia melihat suami bersama sahabatnya. Malah seakan mendorongnya untuk terus bersama.


Diam-diam, selama ini Ariel emang melihat tatapan Luna dan Tatapan laras padanya. Dan itu berbeda. Luna yang tampak biasa aja, dan Laras yang tampak mendampakan dirinya.

__ADS_1


Malah Luna seperti dekat dengan sang sopir. Dan itu membuat Ariel sakit hati, namun ia memilih diam dan berusaha berfikir positif. Sedangkan di sisi lain, Laras terus merayu dan menggodanya. Fikirannya kacau, ia bahkan sudah tak bisa konsen untuk bekerja.


Rumah tangga yang dulu tenang, nyaman, seperti neraka baginya. Namun ia tetap berusaha terlihat baik-baik aja di saat perasaanya mulai terombang ambing ke sana kemari.


HIngga akhirnya, di saat dirinya kacau, Laras datang lagi. Di saat itulah, pendirian Ariel runtuh seketika. Ia sudah masuk dalam perangkap Laras dan mulai menikmati permainan mereka. Merasa bersalah, tentu. Tapi semua sudah terjadi.


Dan dari situlah, semuanya semakin runyam. Perasaaan Ariel mulai terbagi. Luna yang terlihat seperti tak peduli, dan Laras yang bisa membuat dirinya nyaman.


Ariel juga memasang mata-mata, ia sering mendapatkan laporan, jika Luna sering jalan bareng Dion, makan bareng, liburan bareng ke Ancol dan yang lainnya. Dari situ, fikiran Ariel semakin amburadul. Namun ia tetap berusaha terlihat bodoh. Apaalgi Luna dan Dion juga semakin dekat, di tambah Bibi Neni dan Bibi Imah seakan mendukung hubungan mereka, terlihat bagaimana mereka akrab saat rujaan dan mengobrol bareng di taman belakang. Bukankah di sana juga ada kamera, hanya saja tidak semua tempat ada. Hanya di taman belakang dan taman depan yang mengarah ke pagar. Itu di pasang dulu karena buat jaga-jaga misal ada orang masuk lewat pintu depan dan pintu belakang.


Hanya saja Ariel kecolongan, ia tidak melihat di setiap rekaman apa yang Luna lakukan, ia bahkan tidak kefikiran seperti Luna untuk menaruh banyak CCTV. Karena ia masih harus fokus bekerja. Ia cuma lihat sesekali, dan itu pun sebentar. Karna ia tak tahan melihat sang istri tertawa bahagia dengan laki-laki lain.


Semuanya hancur, hancur saat Luna memaksa untuk mengizinkan Laras ke Jakarta dan tinggal di rumah itu. Dan semakin hancur dengan kedatangan Dion yang semakin dekat dengan sang istri. Dan makin amburadul saat dirinya melihat luna tak seperti mencintainya dan dirinya terlena dengan rayuan Laras.


Dan semuanya jadi boom, saat Luna ternyata dia diam menyelidikinya dan mengungkapkannya di depan banyak orang. Dan sejak saat itu, hatinya yang emang kacau sejak lama, semakin berantakan.


Kenapa Ariel tidak berhenti untuk melakukannya dngan Laras. Buat apa? Jika di sisi lain, Luna seperti tidak mencintainya malah terlihat dekat dengan Dion. Sedangkan Laras bisa membuat dirinya nyaman dan puas. Toh yang ngedeketin dirinya dan Laras, adalah Luna.


Namun Ariel tidak bisa pisah gitu aja dengan Luna, karena hatinya masih milik Luna, cintanya masih untuk Luna.


Apalagi Ariel terpedaya dengan kata-kata Laras, yang mengatakan jika Luna pasti akan menerima dirinya untuk jadi istri kedua. Ia percaya begitu saja, karena melihat Luna yang terus membela Laras, melakukan apa aja untuk Laras, bahkan sengaja mendekatkan dirinya dengan Laras. Ariel fikir, mungkin memang benar, Luna mau dan rela jika Ariel bersama dengan Laras. Mengingat Luna terlihat biasa aaja.


Ariel tidak tau apa yang ada di fikiran Luna, ia tidak tau jika Luna sudah tau semuanya.


Dan saat Luna mengingatkannya berkali-kali, ARiel sempat ada ketakutan, namun ia berfikir lagi. Bukankah Luna yang menginginkan dirinya dekat Laras. Di tambah saat ini Luna juga tengah dekat dengan Dion.


Jadi\, Ariel mengabaikannya\, terlebih ia sudah candu dengan Laras. Ya\, Laras seperti n*rkoba\, yang membuat dirinya candu. Ariel emang gak pernah main ju-di atau minum n*rkoba\, tapi teman-temannya mengaktan\, itu bisa bikin candu jika sekali nyoba. Dan kini\, Ariel sudah kecanduan. Bedanya ia candu dengan s*k yang Laras berikan. Dan itu sulit berhenti setelah tau nikmatnya. Apakah setiap melakukannya\, tidak merasa bersalah. Tentu\, ada. Tapi Laras berhasil membuat fikirannya bertumpu pada Laras dan perasaan bersalah itu berangsur angsur menghilang setelah Laras mengambil alih permainan yang ia berikan.

__ADS_1


Entahlah, siapa yang salah di sini.


__ADS_2