Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Menguji Cinta Ariel


__ADS_3

Selesai makan Ariel langsung pamit ke Luna untuk berangkat ke Resto, Ariel bahkan nggak noleh ke arah Laras yang sedari tadi curi-curi pandang ke arahnya.


Padahal dalam hati Laras sangat berharap bahwa Ariel mau memberikan tumpangan padanya seperti tadi malam. Luna yang melihat wajah Laras dan Ariel hanya bisa menghela nafas.


Luna menghampiri Ariel dan mulai bergelayut manja di tangannya. "Mas, Laras kan satu tujuan sama Mas Ariel. Boleh ya kalau Laras numpang di mobil Mas Ariel," ucap lunas sambil melirik ke arah Laras yang hanya tersenyum dan pura-pura malu.


"Tapi sayang .... " belum selesai Ariel berbicara Luna langsung memotongnya.


"Please, lagian Laras itu sahabat aku. Dan kalian itu juga perginya satu tujuan. Dari pada kursi di mobil kamu kosong, mending di manfaatkan buat ngasih tumpangan ke sahabat aku, iya kan? Membantu sesama saudara itu, dapat pahala loh," rayu Luna sambil menggenggam tangan Ariel dan menatap wajah Ariel dengan senyuman yang menawan.


Melihat wajah menggemaskan sang istri membuat Ariel tanpa sadar mencubit pipi Luna.


"Aw, sakit tau," ucap Luna kesal. Namun ekspresi Luna yang seperti itu membuat Ariel terkekeh karena Luna tampak lucu di matanya.


"Kamu itu loh yank, seharusnya kamu cemburu kalau lihat suami deket ma wanita lain, sekalipun itu sahabat kamu sendiri. Tapi ini malah kamu pengen aku deket sama sahabat kamu."


"Bukan pengen Mas deket, cuma sesekali ngasih tumpangan, aku rasa gak ada masalah. Lagian aku percaya Mas Ariel gak akan pernah selingkuhin aku, mengkhianati cinta kita. Dan aku juga percaya, Laras gak akan tega nusuk aku dari belakang. Aku udah sahabatan ma Laras itu sudah lama, bahkan sudah sampai saudara. Aku yang ngajak dia ke sini, ngasih dia kerjaan, ajarin dia pakai make up, hingga bisa seperti sekarang. Kalau sampai Laras menggoda Mas, mungkin ada yang salah dalan hatinya. Begitupun Mas Ariel, kalau Mas Ariel tergoda, berarti cinta Mas ke aku, hanya cinta di bibir saja. Sudah lah, lebih baik sekarang Mas Ariel segera pergi bareng Laras. Ini sudah siang, nanti Laras telat, kasihan dia. Kalau Mas Ariel telat gak papa, tapi kalau Laras. Nanti temen-temennya pada iri karena ada perlakukan beda terhadap karyawan," usir Luna secara halus. Dia emang sengaja ngomong panjang lebar gitu di hadapan Laras, agar Laras hati-hati dan gak ngerebut apa yang ia miliki.


Walaupun Luna percaya Laras gak akan menikam dirinya dari belakang. Tapi tetap saja dirinya harus hati-hati dan waspada. Apalagi Bibi Imah dan Bibi Neni selalu mewanti-wanti padanya agar tidak mudah akrab sama wanita lain, karena bisa jadi wanita itu yang akan jadi orang ketiga dalan rumah tangganya.


"Baiklah, Mas akan buktikan sama kamu, hanya kamu wanita yang Mas cintai. Dan Mas gak akan menjadi orang bodoh yang menyia-nyiakan kamu demi wanita di luar sana." Ariel mengecup kening Luna cukup lama, dan entah kenapa itu membuat Laras merasa iri dan cemburu. Namun ia berusaha menekan perasaannya karena ia sadar akan posisinya. Terlebih setelah ia mendengar kata-kata Luna barusan.


"Laras ayo berangkat," ucap Ariel dingin. Laras menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Luna, aku berangkat kerja dulu ya. Nanti kalau aku ada waktu. Aku akan main-main ke sini lagi," ujar Laras.


"Iya, kamu hati-hati ya Laras."


"Iya, Lun," jawab Laras sambil berjalan lebih dulu, seakan memberikan kesempatan buat Luna dan Ariel untuk bermesraan dulu.


"Sayang, aku berangkat ya. Kalau kamu ada apa-apa, langsung telfon aku. Dan jangan lupa olah raga, okay. Ini juga wajahnya jangan lupa dirawat, kalau perlu kamu bisa manggil pemilik salon mahkota untuk datang ke sini. Biar kamu dapat perawatan langsung dengannya," tutur Ariel memberitahu.


Memang di wajah Luna ada jerawat, hanya satu. Itupun kecil, tapi bagi Ariel yang mencintai kesempurnaan, tetap aja itu akan merasa terganggu.


"Iya, Mas."


Ariel memeluk Luna sebentar, sebelum akhirnya ia berjalan menuju mobilnya dimana disana, Laras sudah menunggu dirinya.


"Non, kok Non Luna malah nyuruh Laras pergi sama Tuan?" tanya Bibi Imah gemas.


"Gak papa, Bi. Kasihan kalau Laras masih harus nunggu ojek. Lagian Mas Ariel dan Laras satu arah, satu tujuan."


"Tapi, Non. Kalau misalkan Non biarkan mereka berduaan terus, gak menutup kemungkinan mereka ada rasa."


"Kalau itu terjadi, berarti cinta Mas Ariel ke aku gak sebesar omongan dia selama ini. Dan jika itu terjadi, bukan aku yang rugi. Tapi Mas Ariel, karena dia sudah buang aku demi wanita lain. Aku tinggal cari lagi aja," canda Luna yang hanya di tanggapai dengan gelengan kepala oleh Bibi Imah.


"Aish, Non ini." Bibi Imah gemes sendiri dengan Luna. Entah apa yang ada di fikiran Luna, tak ada yang bisa menebaknya.

__ADS_1


"Aku mau olah raga dulu, Bi. Sekalian mau chat Mbak Angel, buat perawatan wajah sama tubuh aku hehe."


"Iya deh, Non. Mau Bibi buatin jus."


"Enggak deh. Oh ya tadi Laras bawain aku sambal bawang, keripik pisang, keripik sukun dan keripik nangka. Sama jajanan tradisional khas desa aku. Bibi makan aja bareng Bibi Neni. Tapi aku sisain dikit aja buat aku makan nanti siang."


"Siap, Non. makasih, Non."


"Sama-sama Bi."


Setelah itu, Luna pun masuk ke dalam kamar, mengambil Hpnya buat chat Mbak Angel untuk datang ke rumahnya. Dan sambil nunggu, Luna ganti baju dan pergi berenang. Karena dia malas untuk olahraga yang lain, jadi dia milik berenang, mumpung masih pagi.


Luna membawa Hpnya ke kolam renang dan menaruhnya di kursi samping kolam renang.


Luna berenang memakai banyak gaya, dia emang menguasai beberapa gaya renang hingga ia bisa mempraktekkannya setiap hari.


Bahkan ia sudah jago mengambil nafas hingga bisa berlama-lama di dalam air.


Setelah hampir setengah jam ia berenang dan sudah merasa lelah. Luna duduk di pinggir kolam sambil main Hpnya.


Ada chat masuk dari Mbak Angel dan juga Ariel. Namun, Luna hanya membaca chatnya Angel, dan membalas chat Angel.


Dan karena Angel mengatakan datang jam dua nanti, jadi setelah ini Luna bisa istirahat bentar, sambil ngobrol sama Bibi lalu tidur siang.

__ADS_1


Masih ada banyak waktu buat nyantai dan menikmati hidup. Setelah selesai chatan ma Angel, Luna pun menaruh hpnya tanpa membaca chat Ariel. Biarlah, nanti ia bisa mencari alasan jika Ariel menanyakan kenapa chatnya gak cepat dibaca dan dibalas.


__ADS_2