Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Ariel Vs Laras


__ADS_3

Jam sebelas malam, pada akhirnya Ariel sudah gak bisa menopang tubuhnya sendiri, ia ambruk dengan mata yang terpejam. Lagi, Noah harus segera membawa Ariel ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Kini, Noah bahkan bisa mengangkat Ariel sendiri, tanpa bantuan orang lain. Karena tubuh Ariel yang setiap hari semakin kurus.


Sesampai di rumah sakit, Ariel langsung di masukkan ke ruang ICU. Badannya sudah memutih mungkin karena efek bertahan di bawah guyuran air hujan. Noah hanya bisa duduk di depan ruang ICU sendiri. Tak ada keluarga yang menemaninya, hanya Noah yang peduli dengan keadaan Ariel saat ini.


Papa Ardi bahkan sudah tak lagi memperdulikan keadaan putranya itu, ia memilih menyendiri di kamarnya.


Noah menangis sesegukan. "Hanya karena selingkuh, hidupmu berantakan, Ar. Kamu bahkan bukan hanya kehilangan istri dan anak, tapi kamu juga kehilangan Mamamu untuk selamanya. Sekarang Papamu pun juga sudah tak lagi peduli, keluarga besarmu pun seakan menutup mata. Kamu sendiri. JIka bukan aku, lalu siapa yang akan merawat kamu di kala kamu sakit seperti ini? Kenapa Ar, kenapa kamu begitu bodoh. Hanya karena rasa enak yang tidak seberapa, kamu mengorbankan banyak hal. Kini kamu tersiska lahir dan batin. Aku harus apa, Ar? Aku harus apa biar bisa bantu kamu. Otakkku bahkan juga sudah buntu, aku juga bingung harus ngapain." Noah hanya bisa meracau sendiri di depan ICU. Ia lelah, tapi ia juga tak bisa meninggalkan Ariel begitu saja.

__ADS_1


Ia gak bisa untuk menutup mata dan telinga, lalu membiarkan Ariel menanggung masalahnya sendiri. Tiba-tiba Noah ingat satu hal, "Bukankah Dokter mengatakan kamu struk, tapi tadi kamu bisa berjalan layaknya  orang normal. Kamu bisa berjalan tanpa merasakan rasa sakit, kamu bisa berdiri Ar." ucap Ariel senang.


Yah, awalnya Noah dan Ariel datang menggunakan kursi roda karena kaki Ariel yang seperti mati rasa. Namun sesampai di kediaman Papa Ardi, kedatangan Ariel langsung ditolak oleh kelurganya. Di sana tiba-tiba Ariel histeris, ia bahkan melawan keluarganya sendiri. Hingga pada akhirnya ia pingsan. Dan saat sadar pun, Ariel lagi-lagi berteriak seperti orang kesurupan, ia menangis dan berteriak memanggil Mamanya. Lalu ia mengusir seluruh keluarga besarnya yang ada di rumah itu, dan berlari menuju TPU, pemakaman Mamanya.


Di saat itu, Noah bahkan lupa jika Ariel sudah bisa jalan. Ia lupa jika sebelumnya, Ariel bahkan dinyatakan struk dan membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas. Akankah rasa sakit mengalahkan semuanya?


Dan kini, Noah baru  menyadari akan hal itu. Tapi sayangnya, kondisi Ariel semakin drop lagi. Entah apa lagi yang akan terjadi kali ini. Noah hanya bisa pasrah, ia cuma berharap, Tuhan memberikan keajaibannya sekali lagi, agar Ariel bisa melewati masa kritisnya.

__ADS_1


Jendela di kunci dari luar bahkan di kasih kayu, sehingga Jendela sulit untuk dibuka. Pintu pun juga akan di kunci dari luar saat Rahman dan Sari pergi bekerja. Lestari sendiri juga sudah di titipkan di rumah orang tua Rahman dan meminta mereka untuk mengurung Lestari di sana agar tidak membantu Laras kabur dari rumahnya.


Laras pun sudah putus asa, ia bahkan hanya bisa diam di kamar. Yang bisa dilakukan oleh Laras hanya duduk diam menunggu waktu, dimana Ariel akan datang untuk menjemputnya. Karena ia sendiri, juga sudah kehabisan cara agar bisa keluar dari rumah orang tuanya. Ia tidak memegang HP, ia juga tidak memegang uang sama sekali, tak ada barang berharga yang bisa ia jual di rumahnya agar bisa kabur, makan pun hanya nasi putih karena orang tuanya tidak memberikan lauk pauk, dan parahnya, ia bahkan tidak bisa keluar dari rumah ini. Bahkan hanya untuk menghirup udara dari luar pun, Rahman tidak mengizinkannya.


Setiap kali Laras mencoba pergi dari rumah ini, pada akhirnya ia hanya menemui kegagalan dan jalan buntu.


Setiap hari, Laras juga akan selalu mendengarkan hinaan dan caci maki orang tuanya, mungkin mereka kini sudah tak lagi menyakiti fisik Laras, tapi mereka menyerang mental Laras hingga membuat Laras sesekali histeris.

__ADS_1


Sebenarnya Rahman dan Sari sebagai orang tua, tidak tega melakukan hal itu. Namun mereka juga sudah kehabisan cara untuk menyadarkan Laras agar tidak terus menerus berharap pada suami orang, terlebih itu merupakan suami sahabatnya sendiri.


Mereka lelah, mereka juga sudah ingin hidup normal seperti dulu, namun kedua anaknya tidak ada yang mau mengerti mereka. Terlebih Laras, dia sangat egois, ia hanya memikirkan dirinya sendiri, ia hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri, tanpa memperdulikan rasa malu yang ditimbulkan olehnya kepada orang tuanya.


__ADS_2