Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Kekaguman Luna Terhadap Ariel


__ADS_3

Keesokan harinya, Ariel menyelesaikan administrasinya. Tak lupa, Ariel juga mentransfer sejumlah uang untuk mengganti uang yang kamren dibelikan roti sama air oleh Luna. Ariel tak ingin punya hutang, jadi sekecil apapun akan ia ganti.


Setelah membayar semua administrasi, barulah Luna dan Ariel masih diam, dan masih bingung memutuskan Diana mau dibawa siapa.


"Mas, bagaimana jika untuk sementara Diana kamu yang jaga," ucap Luna memutuskan. Pasalnya setelah di fikir-fikir, ia juga harus pergi ke Bandung. Dan tak mungkin ia bawa Diana ke sana, takutnya malah masuk angin karena perjalanan berjam-jam.


Ibunya Dion sakit, dan masuk rumah sakit. Sejak kemarin Ibunya Dion menanyakan Luna terus, itulah kenapa Dion datang ke rumah Luna dan memohon agar Luna mau datang untuk menjenguk Ibunya yang sakit.


Hanya saja Luna tidak memberikan jawaban karena posisinya, Diana juga tengah sakit. Luna tak mungkin pergi di saat putrinya juga membutuhkan dirinya.


Namun saat ini, setelah di fikir panjang. Ada Ariel yang akan menjaga putrinya, terlebih Diana juga sudah lengket dengan Papanya sendiri.


Jadi, Luna pasti akan lebih percaya dan lebih tenang, jika Diana di asuh Papanya sendiri. Luna percaya, Ariel pasti menjaganya lebih baik dari pada dirinya.


"Baiklah, jika memang itu mau kamu. Aku akan dengan senang hati merawat putri kita," jawab Ariel. Tentu ia tak akan menolak, karena ini memang yang ia inginkan.


Toh Ariel gak kerja, dia cuma diam di apartemen, jadi ia punya waktu dua puluh empat jam untuk Diana.


Beginilah jika orang cerdas, jangan kerja untuk uang, tapi biarkan uang yang bekerja untuknya. Bagaimana caranya, yaitu membeli banyak saham agar setiap bulannya ada uang masuk. Tidak mudah memang di awal, tapi jika sudah terbiasa pasti akan lebih faham dan lebih nyaman tentunya.


Dimana beli saham? Tentu di pasar saham seperti, pasar modal, bursa efek atau bursa saham.


Apakah pembelian saham itu haram? Sebenarnya ada yang halal dan diperbolehkan asal memenuhi syarat-syarat tertentu. Karena pada dasarnya, investasi saham sangat bermanfaat bagi keberlangsungan perputaran ekonomi suatu negara.


"Mas tinggal dimana?" tanya Luna.


"Di apartemen Diamond," jawabnya. Mendengar hal itu tentu Luna sangat terkejut, karena itu apartemen khusus kalangan elit dan sangat ketat penjagaannya. Bahkan yang tinggal di sana, merupakan seorang pengusaha besar dan tentu hartanya bahkan tidak bisa di hitung lagi sangking banyaknya.


Sedangkan Ariel memilih untuk tinggal disana demikian kenyamanan dirinya dan putrinya tentunya karena di apartemen itu, tidak ada yang kepo karena semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga Ariel pasti akan merasakan nyaman dan tentram tinggal disana.


"Mas nyewa di sana?" tanyanya karena tak mungkin Ariel beli mengingat harga apartemen di sana, puluhan milliar sampai ratusan milliar.

__ADS_1


"Beli," jawabnya yang membuat Luna melongo.


Ariel emang jujur, bukan bermaksud sombong hanya saja ia ingin Luna tau, dia tidak terpuruk walaupun hartanya sudah jatuh ke tangan Luna semua.


"Bo ... boleh aku lihat tempatnya? Maksud aku misal nanti aku kangen sama Diana atau pengen jemput Diana, aku bisa langsung datang ke apartemen Mas Ariel," ucapnya gugup.


"Boleh," balas Ariel. Toh hanya lihatkan, tak apa. Mungkin Luna takut jika dirinya menelantarkan putri mereka.


Setelah itu, mereka pun pergi dari rumah sakit dan menuju apartemen Ariel.


"Kapan Mas beli?" tanyanya yang masih kepo.


"Beberapa hari yang lalu," sahutnya.


"Tapi kan Mas selalu ada di rumah sakit "


"Sekarang sudah zaman modern, untuk membeli sesuatu dan mengurus semuanya bisa via online," balas Ariel.


Sesampai di apartemen, Ariel menunjukkan identitasnya ke penjaga keamanan, baru setelah itu di perbolehkan masuk.


Saat di lobi juga sama, Ariel menunjukkan apa yang ada di hpnya dan menscan sesuatu yang tidak Luna mengerti. Lalu setelah itu, Ariel baru mendapatkan kunci aksesnya untuk bisa masuk ke apartemennya.


Ariel masih menggendong Diana sedangkan Luna hanya mengikutinya dari belakang.


Ariel memencet tombol dan masuk ke dalam lift, Luna pun mengikutinya.


"Apartemenku ada di lantai tujuh," ucapnya memberitahu dan Luna pun menganggukkan kepala.


Setelah sampai di depan apartemennya, Ariel membukanya dengan kartu akses yang ia pegang, lalu ia juga mengatur agar pintu itu bisa di buka dengan beberapa cara yaitu sidik jarinya, wajahnya dan kartu akses miliknya yang menggunakan pin agar semakin aman dari orang-orang jahat.


Setelah pintu terbuka, Luna pun langsung melongo. Pasalnya di apartemen itu, semua barang-barangnya sudah ada dan tertata rapi. Sangat luas dan mewah tentunya. Barang-barang yang ada di sana juga tidak kaleng-kaleng, semuanya barang branded dengan harga yang sangat fantastis. Bahkan Luna sampai takut buat megang karena takut rusak.

__ADS_1


Luna tidak tau jika Ariel sekaya ini, dulu Luna emang tidak tau berapa pendapatan Ariel sebulannya.


Yang ia tau, Ariel hanya memberikan uang bulanan untuknya yang selalu ia tabung karena semuanya sudah di siapkan oleh Ariel. Seperti gaji ART, uang belanja dan yang lainnya.


"Duduklah," ucap Ariel.


Dan Luna pun duduk di sofa yang sangat empuk dan lembut.


"Kenapa aku jadi minder gini?" gumam Luna dalam hati.


Ariel masuk ke dalam kamar dan menaruh Diana di tengah-tengah kasur agar tidak jatuh. Diana sudah tidur saat perjalanan menuju apartemen.


Sebelum pergi, Ariel menyelimuti Diana dan mengecup kening Diana. "Tidurlah, putri Ayah. I love sayang." gumam Ariel dengan pelan agar tidak menganggu tidur putrinya.


Setelah itu, Ariel pun segera keluar kamar dan membiarkan pintu kamar terbuka lebar, agar saat ia mendengar suara Diana, ia bisa langsung menghampirinya.


"Kamu sudah tau tempatku, datanglah saat kamu ingin mengunjungi atau menjemput Diana," ucap Ariel yang duduk di sofa agak jauh dari Luna.


"Iya, kalau gitu aku pamit. Aku titip Diana."


"Mm."


Luna segera pergi dari sana karena Ariel seperti tidak ingin lama-lama ngobrol dengan Luna.


Luna yang tau diri, pun langsung angkat kaki. Setelah kepergian Luna, Ariel menutup pintunya dan menghela nafas kasar.


"Maafkan aku," gumam Ariel sambil pergi ke kamar putrinya dan memilih rebahan di samping putrinya.


Ia melihat Diana yang tertidur pulas, Walaupun Diana sangat mirip dirinya tapi dalam darah Diana juga mengalir darah Luna.


Dan Diana adalah hasil buah cinta dirinya dan Luna.

__ADS_1


Untuk itu, Ariel ingin menjaga Diana sebaik mungkin yang ia bisa, memberikan apapun yang Diana mau. Karena Diana adalah harta yang tak bisa ia dapatkan begitu saja. Diana jauh lebih berharga dari apapun.


__ADS_2