
Mungkin karena sekarang hari MInggu, jadinya Mall cukup ramai. Ariel menggendong Diana dan langsung menuju permainan. Namun sayangnya, saat lewat toko boneka. Diana menunjuk ke ara boneka, karena tak ingin Diana menangis. Ariel langsung berjalan ke arah toko boneka yang di tunjuk oleh putrinya.
Ternyata Diana memilih boneka kelinci yang tengah memegang dot. Warna putih dan pink, warnanya sangat lucu dan imut, pantas jika putrinya itu sangat menyukainya. Apalagi ada pitanya di telinga sebelah kiri, membuat boneka kelinci itu terlihat sangat manis dan unyuk-unyu.
Ariel membeli empat sekaligus. Ada yang ukuran seratus dua puluh cm, ada yang ukuran delapan puluh cm, ada yang ukuran lima puluh cm, dan ada yang ukuran tiga puluh cm. Karena masih mau main, Ariel menitipkan tiga bonekanya sedangkan yang paling kecil, di pegang oleh Diana.
Lalu Ariel pun melanjutkan perjalannya menuju pusat permainan anak, di sana Diana terlihat bahagia, melihat teman seumurannya yang asyik main bola plastik. Diana langsung minta turun dan memberikan semua boneka yang di pegangnya kepada Papanya. Karena memang Diana memegang dua boneka, satu boneka berbie yang di bawa dari apartemen dan satunya boneka kelinci yang di beli barusan.
Ariel menemani putrinya bermain, ia duduk di hadapan putrinya dan ikut bermain bola. Sedangkan bonekanya ia taruh di pangkuannya.
Saat asyik main, tiba-tiba Ariel mendengar suara di belakangnya yang tengah menangis.
"Kenapa putrinya?" tanya Ariel pada laki-laki yang sepertinya merasa kewalahan menghadapi putrinya itu.
"Gak tau, tiba-tiba nangis," balasnya sambil berusaha menenangkannya.
Melihat seorang anak kecil yang hampir mirip Diana, membuat Ariel tidak tega. Ia memberikan boneka kelinci yang ia pegang kepada anak kecil itu.
Dan benar saja, setelahnya dia langsung diam seperti di hipnotis.
"Terima kasih ya, Mas," ucapnya merasa lega.
"Sama-sama," balas Ariel sambil melihat ke arah putrinya.
"Istrinya mana, Mas?" tanya laki-laki itu.
__ADS_1
"Saya sudah cerai," jawab Ariel tersenyum ramah.
"Ah jadi cuma berdua di sini?" tanyanya lagi.
"Iya, kamu sendiri?"
"Sama saya ke sini, juga sama putri saya."
"Ibunya?"
"Ada di rumah sakit, koma setelah melahirkan Dania."
"Dania?" tanya Ariel mengernyit heran.
"Mendengar nama Laras, membuat hati Ariel berdenyut sakit. Ia ingat, bahwa Laras dulu tengah hamil buah hatinya. Entah bagaimana kondisinya saat ini.
"Kenapa, Mas?" tanya Ardi melihat Ariel yang tiba-tiba bengong.
"Enggak papa. Namanya hampir sama seperti putri saya."
"Emang putri Mas, siapa namanya?"
"Diana."
"Wah, kok bisa hampir sama ya. Rupanya juga hampir mirip. Mungkin jika orang tidak tau, di kiranya kembar," ucapnya terkekeh.
__ADS_1
ARiel pun hanya tersenyum kecut mendengarnya.
"Boleh saya menggendongnya?" tanyanya sambil memperhatikan Diana yang asyik bermain.
"Boleh." Ardi memberikan Dania ke Ariel dan Dania pun langsung menjulurkan tangannya.
Entah kenapa saat menggendong Dania, ia seperti menggendong Diana. Rasanya sama, seperti ada sesuatu yang menghangatkan hatinya.
Sayangnya, Ariel tidak bisa menggendong Dania terlalu lama, karena putrinya yang menangis. Mungkin dia cemburu karena melihat Papanya yang menggendong anak yang lain.
Ariel segera memberikan Dania ke Papanya. Dan setelah itu, ia langsung menggendong Diana.
"Umurnya berapa, Mas?" tanya Ardi.
"Sepuluh bulan." jawab Ariel yang berusaha untuk ramah, walaupun hatinya saat ini tengah nyesek. Entah apa yang ia rasakan, namun saat Dania menatapnya, seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya.
"Oh kalau Dania baru delapan bulan lebih. Selesih satu bulan setengah ya perkiraan, kalau gak salah," balas Ardi dan Ariel pun hanya menganggukkan kepalanya.
Tak ingin berlama-lama, Ariel segera pamit pergi dari sana. Namun sayangnya, Diana menangis karena melihat bonekanya ada di tangan Dania.
Ariel pun segera pergi menuju toko tadi, dan memesan lagi satu yang kecil. Lalu boneka yang kecil itu di berikan kepada Diana, agar Diana diam dan tak lagi menangis.
Dan setelahnya, dengan susah payah, ia membawa boneka berbie dan tiga boneka kelinci yang cukup besar. Untungnya semuanya di jadikan satu di plastik besar, hingga ia menyeret plastik itu sambil menggendong Diana. Plastiknya cukup tebal dan berwarna hitam, jadi tidak akan membuat isinya kotor.
Setelah berada di depan Mall, Ariel langsung memesan mobil online untuk pergi menuju apartemennya. Karena bentar lagi adalah jadwal Diana tidur siang. Ia tak ingin Diana terlalu lelah bermain, hingga membuat kesehatannya menurun.
__ADS_1