Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
4 Bab Menuju Tamat


__ADS_3

Setelah sekian lama tidak ada kabar, akhirnya Noah muncul lagi di hadapan Ariel. Namun kini, Noah membawa wanita yang ternyata sudah bertatus istrinya, Putri Salsabila.


"Kamu kemana aja sih kok gak ada kabar?" tanya Ariel kesal. Bagaimana tidak kesal jika ia di buat kebingungan sendiri dengan sikap Noah yang mendadak hilang seperti di telan bumi.


"Ada banyak hal yang harus aku lakukan, untuk itu, aku sengaja menghindar dulu dari semuanya untuk menenangkan diri dan fokus untuk menerima semua yang kini terjadi padaku," tuturnya berbelit belit membuat Ariel bingung.


"Kamu tuh ngomong apa seh, langsung ke inti saja," ujarnya.


Noah melihat ke arah Salsa yang ternyata asyik bermain dengan Diana. Entahlah kenapa Diana langsung lengket dengan istrinya, padahal mereka baru aja ketemu.


"Setelah pulang dari sini, Mama kembali menelfon aku dan meneror aku. Aku di suruh datang ke rumah sakit, waktu itu aku bingung, gak tau harus berbuat apa. Dengan bodohnya aku mengikuti kemauan Mama aku. Dan ternyata di sana aku melihat Salsa yang meringis kesakitan, ternyata dia keguguran setelah jatuh dari kamar mandi. Dia emang sedikit ceroboh dan suka melakukan hal sesuka hatinya, tak peduli itu membahayakan dirinya sendiri. Aku menemani Salsa seminggu lebih dan setelah itu, aku di paksa untuk terus berada di samping Salsa untuk menguatkan Salsa, bagaimanapun walaupun dia masih remaja, tapi dia hampir menjadi seorang Ibu. Saat tau jika anaknya meninggal, dia sangat sok dan menyalahkan dirinya sendiri dan menganggap dirinya seornag pembunuh.


Salsa sempat depresi. Dan mereka menginginkan aku yang menemani dia di saat terpuruknya. Aku bisa apa, ingin menolak tapi lagi lagi, Mama selalu aja bilang balas budi. Akhirnya aku pun menerima permintaan mereka dan menemani Salsa di saat terpuruknya.


Setelah Salsa sedikit baikan, aku mengajari dia tentang ilmu pendidikan. Bayangkan, aku mendadak jadi seorang guru untuk wanita yang ingin sekali aku hindari. Salsa ikut paket C, karena dia tak mungkin melanjutkan sekolahnya setelah apa yang terjadi.


Aku menemani dia, benar benar menemaninya hingga akhirnya dia bisa menyelesaikan semua ujiannya dan di nyatakan lulus. Baru aku bernafas lega, namun diam diam orang tua aku dan keluarga aku menyiapkan pernikahan aku dengan Salsa. Jujur aku sok dan ingin kabur tapi melihat sikap baik dan tulus Salsa selama ini, aku jadi gak tega. akhirnya aku pun mengiyakan dan kami menikah dengan sederhana yang hanya di hadiri oleh keluarga terdekat aku dan juga keluaraga terdekat Salsa.


Setelah kami resmi menikah, aku membawa Salsa ke apartemen aku. Dia yang emang dasarnya penurut walaupun sedikti ceroboh hanya selalu bilang iya, setiap aku ngomong ini dan itu. Aku sampai gemas sendiri di buatnya. Sejak menikah, aku berusaha menjadi suami yang baik walaupun belum ada cinta di hati aku, karena jujur untuk mencintainya rasanya sangat susah, apalagi setelah aku tau masa lalunya.


Dia juga bersikap baik, memasak buat aku, membersihkan apartemen aku dan selalu menuruti kemauan aku. Hingga di puncaknya dua minggu lalu, dia bilang ingin kuliah. Aku sempat sok, tapi mengingat umurnya yang emang baru tujuh belas tahun, aku pun mengiyakan. Aku langsung mendaftarkan dia ke kampus tempat dulu aku kuliah. Dia terlihat bahagia, entah kenapa aku merasa ikut bahagia melihat dia ceria dan tersenyum senang.


Namun untuk masuknya, masih dua bulan lagi, karena memang aku dan Salsa terlalu cepat mendaftarkan diri. Tapi tak apa, yang penting, Salsa sudah tercantum sebagai mahasiswi baru di sana nantinya.

__ADS_1


Beberapa hari setelah aku mendaftarkan dia ke kampus ternama, aku izin pulang ke rumah aku untuk mengambil sesuatu. Dan kebetulan aku emang tidak bilang ke Mama dan Papa aku. Dan kamu tau apa yang aku dengar dari mereka. Ternyata Mama dan Papa aku punya hutang besar kepada orang tua Salsa. DAn agar hutang mereka di anggap lunas, aku harus menikahi putrinya yang sudah tidak suci lagi, karena saudah di jamah oleh orang lain.


Sakit, rasanya. aku gak menyangka, jika Mama dan Papa tega mengorbankan aku demi kesenangan mereka sendiri. Setelah itu, aku memilih diam dan cuek pada Salsa. Aku terus mendiamkannya hingga pada akhirnya aku mendengar dia menangis setelah selesai sholat malam, di situ aku merasa bersalah banget, aku langsung menghamnpirinya dan memeluknya dari belakang.


Dia menangis terisak isak, aku tau, bukan kemauan dia di perko sa oleh temannya sendiri, toh dia juga dia sudah berusaha melawan, namun tenaganya yang  emang kecil, tidak bisa melakukan apa apa.


Akhirnya sejak saat itu, aku dan Salsa saling memaafkan dan mencoba untuk memulai kehidupan baru sebagai suami istri, aku mengajak dia liburan untuk menenangkan diri dan sebagai penebus rasa bersalah aku setelah apa yang aku lakukan padanya.


Dan sejak saat itu, hubungan aku dan Salsa semakin akur. aku emang belum mencintainya, tapi aku sudah menyayangi dia, dan aku harap, cepat atau lambat, aku bisa mencintai dia dan meneriam dia dengan lapang dada." ucap Noah menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutup tutupi.


Mendengar cerita Noah, Ariel sampai merasa sedih .


"Kenapa cerita kamu seperti di novel novel yang dulu pernah aku baca?"


"Emang dulu kamu suka baca novel?"


"Aku baru tau kamu suka baca novel."


"Haha ya, emang gak banyak orang yang tau kok."


"Oh ya, LUna sudah melahirkan, apakah kamu tau?"


"Udahlah."

__ADS_1


"Oh, anaknya cowok ya. Kalau gak salah, namanya Daniel."


"Ya kamu benar."


"Kamu masih chatan dengannya?"


"Iya, tapi sekarang sudah gak lagi. Sepertinya hubungan mereka membaik."


"Syukurlah, tapi yang aku dengar, Dion katanya kecelakaan sih, tapi kondisinya sudah membaik bahkan sudah boleh pulang. Cuma ya itu, dia hilang ingatan."


"Waduh, kok aku gak tau ya. kamu kata siapa?"


"Seseorang lah. "


"Seseorang siapa?"


"Adalah pokoknya."


"Kamu gak masang mata mata kan di rumah Luna?'


"Enggaklah, ya kali aku masang mata mata di sana.";


"Huefft syukurlah."

__ADS_1


"Hemm."


Mereka pun terus mengobrol. Ariel dan Noah sesekali melihat ke arah Diana dan juga Salsa yang tampak akrab seperti adik kakak, usisa Salsa yang masih sangat muda, membuat dia seperti anak kecil yang mungil. Mungkin karena tinggi badanya yang cuma seratus lima puluh lima cm dan berat badan empat puluh dua kilo, membuat dia benar benar kecil, mungil.


__ADS_2