Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Dania Larasati


__ADS_3

Satu bulan berlalu tapi kondisi Laras masih dalam keadaan koma. Baju yang di pakai Laras pun semuanya sudah di ganti dengan baju pasien.


Laras juga sudah di bersihkan, seluruh tubuhnya sudah di lap oleh suster, rambutnya pun juga tidak lagi acak-acakan.


Tentu laki-laki itu yang meminta Laras untuk di rawat sebaik mungkin, dan ada harga yang harus di bayar mahal karena para suster dan dokter bukan hanya merawat dalam pengobatan saja, melainkan dari segi fisik juga.


Dalam satu bulan ini, sudah ada tampak yanng berubah. Laras mulai terawat lagi dan tidak seperti orang gila.


Dan kini bayi Laras sudah boleh di bawa pulang. Laki-laki itu memberi nama Dania.


Karena dirinya yang merupakan seorang duda dan tinggal seorang diri di rumah, akhirnya laki-laki itu mencari seorang ART dan juga babysitter untuk mengurus rumah dan mengurus Dania.


Mulai hari ini, ia akan menganggap Dania seperti anak keduanya. Karena dirinya juga punya anak satu lagi yang kini dirawat oleh mantan istrinya.


"Mulai hari ini, kamu jangan khawatir lagi. Bayimu akan aku rawat sepenuh hati. Aku gak tau siapa namamu. Tapi sebagai sesama manusia, aku akan menolong kalian berdua. Bayimu aku kasih nama Dania Larasati. Aku harap, kamu tidak marah dengan nama pemberian dariku," bisiknya di telinga Laras.

__ADS_1


"Aku akan membawa bayimu pulang ke rumahku. Dan beberapa hari sekali, aku akan menjengukmu. Semoga kamu segera sadar dan bisa bersama anakmu lagi."


Setelah itu, laki-laki itu pun pergi dan menggendong Dania yang baru berumur sebulan.


Sedangkan di tempat yang berbeda, Luna tengah menggendong Diana yang rewel sedari tadi. Umurnya sudah hampir tiga bulan, dan entah kenapa dari tadi dia terus saja menangis.


Luna sudah memberikan dia susu tapi tetap aja menangis. Popoknya juga masih bersih.


"Mungkin Non Diana, kangen sama Papanya Non," ucap Bibi Imah yang tak tega mendengar Diana menangis sedari tadi.


Luna pun akhirnya mengambil baju Ariel yang masih ada di lemari, dan menyelimuti Diana dengan baju itu. Benar saja, tak lama kemudian Diana mulai tenang.


"Kamu kangen Papa ya sayang, maaf ya. Mama belum tau keberadaan Papa kamu. Kita doakan, dimana pun Papa kamu berada, dia baik-baik saja." Luna mengecup kening Diana.


Kata orang-orang, wajah kalau masih bayi akan berubah-ubah. Nyatanya sampai sekarang, wajah Diana masih tetap seperti wajah Ariel. Mereka terlihat kembar tapi beda jenis kelamin dan umur saja.

__ADS_1


Luna mengambil Hpnya dan memotret Diana yang di selimuti baju Ariel.


"Luna dari tadi nangis terus, kayaknya kangen kamu Mas. Kamu dimana? Sudah hampir tiga bulan kamu pergi, gak ada kabar. Kamu gak kangen sama putrimu. Aku terpaksa memberi Diana baju milikmu agar tenang. Dari tadi dia rewel." pesan terkirim.


Sampai saat ini, Luna masih konsisten mengirim foto Diana ke Ariel. Namun sudah hampir tiga bulan ini, tak ada satupun pesan yang di balas.


Ariel benar-benar hilang bak di telan bumi.


Noah pun juga tidak pernah datang, dia hanya dua kali mengirim paket lewat kurir. Paket itu berisi susu buat Diana dan beberapa baju serta mainan seperti boneka dll.


Tak ada keluarga dari Ariel yang datang. Luna benar-benar kehilangan kontak mereka semua. Hanya dari keluarga Lunalah yang memberikan selamat padanya karena sudah jadi seorang Ibu.


Sedangkan Bunda Naila dan Ayah Lukman, beberapa hari sekali akan vidio call, untuk melihat cucu pertama mereka.


Ayah Lukman juga kadang seringkali menanyakan Ariel datang apa gak, sayangnya sampai detik ini, jangankan datang, pesannya pun tak ada yang di balas.

__ADS_1


__ADS_2