Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Laras Melahirkan


__ADS_3

Keesokan harinya Luna mendapatkan vidio call dari Lintang. Luna pun segera mengangkatnya. "Assalamualaikum, dek," sapa Luna lebih dulu.


"Waalaikumsalam, Mbak," jawab Lintang.


"Sudah sampai?" tanyanya.


"Iya, Alhamdulillah. Baru juga sampai."


"Syukurlah. Berhenti dimana aja, kok sampai lama?"


"Iya kan, sopirnya ngantuk Mbak. Jadi tidur istirahat di masjid. Terus berhenti di pom bensin dua kali, sama beberapa kali berhenti di warung makan buat ngisi perut," sahutnya.


"Iya sudah gak papa, yang penting kalian sudah sampai."


"Diana mana?" tanyanya


"Ini, baru aja tidur dia habis minum susu."


"Oh, padahal aku dah kangen banget. Tapi malah tidur."


"Namanya masih bayi, doyan tidur."


"Iya sudah kamu istirahat dulu gih, pasti capek banget. Nanti kalau sudah gak capek, baru vidio call lagi."


"Iya, Mbakk."

__ADS_1


Setelah itu, Lintang pun memutuskan vidio callnya.


Luna menaruh hpnya lagi, dan mulai menata baju-baju dan mainan yang di beliin Dion sama Papa Ardi.


Susu buat Diana juga masih banyak, cukup sampai Diana umur 6 bulan.


Luna tak perlu beli apapun lagi, karena memang semuanya sudah ada.


Di saat Luna mulai menikmati masa-masa menjadi seorang Ibu. Berbeda dengan Laras. Saat ini, ia tengah di gotong oleh warga untuk di bawa ke rumah sakit. Yah, saat Laras tengah mengamen, tiba-tiba ia jatuh dan memegang perutnya sambil teriak-teriak kesakitan.


Beberapa warga yang tak jauh dari sana merasa kasihan dan tak tega, hingga mereka menolong Laras dan menghentikan mobil yang melaju di jalan. Ada satu mobil yang berhenti, dia langsung meminta warga disana untuk memasukkan Laras ke kursi belakang. Lalu mereka pun langsung menuju rumah sakit terdekat.


Laki-laki yang menolongnya tadilah yang mengisi administrasi dan menjadi penanggung jawab misal Laras kenapa-kenapa.


Warga tadi yang ikut ke rumah sakit, memutuskan untuk pergi sedangkan laki-laki itu, juga sebenarnya masih ada urusan tapi sayangnya, ia tidak tega meninggalkan Laras sendirian di rumah sakit tanpa ada yang menemani. Akhirnya laki-laki itu pun memilih untuk menunggunya.


Mendengar hal itu, laki-laki itu pun langsung merasa lemas. Jika Laras koma, lalu siapa yang merawat bayinya.


Baru juga laki-laki itu merasa kaget mendengar Laras koma, dokter mengatakan yang membuat dadanya semakin sesak.


Bayinya perempuan yang baru aja di lahirkan, mengalami kecacatan fisik.


Mendengar hal itu, laki-laki itu semakin shok.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku bukan Ayahnya. Tapi aku juga tidak mungkin tega membiarkan bayi malang ini tidak terurus. Sedangkan sepertinya wanita tadi itu gila. Karena penampilannya sangat berantakan sekali. Apa bayi ini hasil pemer-kosaan?" batin laki-laki itu.

__ADS_1


Saat ia tengah berfikir keras, tiba-tiba Hpnya berbunyi. Ia pun segera mengangkatnya.


"Halo," sapanya lebih dulu.


" .... "


"Aku gak bisa ke sana sekarang."


" .... "


"Iya, aku ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan."


" .... "


"Lebih baik kamu yang menemuinya sendiri, gak papa kan?"


" .... "


"Okay, thanks banget ya."


" .... "


"Okay, see you."


Dan setelah itu, Laki-laki itu pun meneruskan obrolannya dengan dokter. Laki-laki itu meminta agar bayinya Laras di rawat di sini selama beberapa hari ke depan dan ia akan bayar semuanya.

__ADS_1


Para dokter pun setuju, lagian bayi ini emang tidak bisa langsung di bawa pulang. Mengingat fisiknya sangat kecil sekali seperti botol.


Dan mungkin bayi ini harus di rawat selama satu bulan ke depan. Mendengar hal itu, laki-laki itu tidak mempermasalahkan. Yang penting ia bisa tenang saat meninggalkannya. Karena di rumah sakit ini, bayinya Laras akan di awai langsung oleh dokter.


__ADS_2