
Kau yang menciptakan peluang
Kau juga yang mendorongku
Walaupun aku sudah menolaknya berkali-kali
Kau yang memaksaku untuk terus bersamanya
Dan ketika aku mengabulkan keinginanmu
Kau malah menyalahkanku
Seakan-akan, kesalahan dari awal sampai akhir
Memang akulah dalangnya
Kau pintar bermain peran
Kau pintar memutar semuanya
Seolah-olah kamulah yang paling teraniaya
Kamu korban dan aku adalah pelakunya
__ADS_1
Tapi tak apa
Dari sini aku belajar banyak hal
Bahwa aku harus hati-hati dalam melangkah
Karena kita tidak pernah tau
Bisa jadi, orang terdekat kitalah
Yang menjadi sumber kesakitan kita
Semoga ke depannya
Aku tidak terjebak lagi
Di ciptakan UNTUKKU.
Isi hati, Ariel Alfarizy Ilham.
-
"Kamu ngapain, Nak?" tanya Ardi karena melihat putranya yang sedari tadi bengong.
__ADS_1
Ariel menggelengkan kepalanya.
"Papa sudah menelfon teman Papa yang ada di luar negeri, di sana ada pengobatan terbaik. Kamu mau ke sana?" tanyanya.
Dan Ariel menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Minggu depan kita berangkat. Noah ternyata gak bisa ikut, tadi dia nelfon Papa dan menjelaskan jika dirinya saat ini ada kerjasama dengan temannya. Mereka akan buka usaha dalam waktu dekat ini, jadi jika ada waktu, Noah yang akan ke sana menemui kita."
Dan lagi-lagi, Ariel hanya menganggukkan kepalanya.
"Kamu gak apa-apa jauh dari putrimu?" tanyanya dan Ariel mengangukkan kepalanya.
"Bersabarlah, kelak kamu pasti akan bertemu dengan putrimu dalam keadaaan yang lebih baik," ujar Ardi dan Ariel pun mengamini dalam hati.
Sekarang, kita sholat dhuhur dulu, lalu makan, minum obat, terus istirahat, okay. Biar kamu bisa segera sembuh, jangan memikirkan sesuatu yang akan membuat fikiran kamu semakin berat. Buang semua masalah kamu itu, dan anggap kita cuma berdua, jika kamu rindu sama putrimu, cukup doakan dia agar putrimu bisa terus tumbuh menjadi anak yang sholehah dan punya budi leluhur yang baik," ucap Ardi dan Ariel lagi lagi hanya menganggukkan kepalanya. ARdi hanya bisa menghela nafas, lalu ia segera membawa Ardi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ambil wudhu, lalu sholat.
Setelah Ariel siap dengan baju koko dan sarungnya, Ardi pun segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan berpakaian rapi. Ia tak ingin Ariel menunggu terlalu lama, sehingga ia melakukan semuanya dengan serba cepat. Dan setelah itu, barulah mereka sholat berjamaah.
sebenarnya Ardi ingin mengajak Ariel sholat berjamaah dekat rumah, cuma karena takut masih ada yang nyirnyir dan itu bisa melukai perasaan putranya dan menjadi beban buat Ariel sendiri, jadi lebih baik Ardi mengajak Aril sholat berjamaah berdua aja di rumah. Dan jika memang ada waktu dan ada pengajian, barulah ARdi akan mengajak Ariel pergi, yang lokasinya agak jauh sehingga telinga mereka aman dari cibiran para tetangga dan keluarga yang sampai saat ini, masih belum lupa akan apa yang terjadi di masa lalu.
Manusia emang seperti itu, walaupun kita melukan seribu kali kebaikan, tapi satu kali aja kita melakukan kesalahan, maka selamanya yang akan diingat adalah keburukannya, sedangkan kebaikannya? Akan hilang dalam sekejab mata.
Untuk itu, jangan berlomba lomba untuk menarik perhatian manusia atau ingin mendapatkan pujian dari manusia sampai rela melakukan banyak hal, karena percuma. Sekali aja kita berbuat salah, mereka akan terus mengungkit aib kita dan keburukan kita. Dan mereka seakan lupa, jika dulunya kita sudah pernah membantu mereka berkali-kali.
__ADS_1
Jadi, bersikaplah sewajarnya, karena manusia, kebanyakan tidak tau arti terima kasih. Dan jangan pedulikan mereka, karena pada dasarnya, setiap manusia itu pernah berbuat salah dan punya aib sendiri, bahkan mungkin aib mereka jauh lebih banyak, hanya saja Tuhan menyembunyikannya.
Jangan sampai ikut-ikutan membully, karena roda itu terus berputar, bisa jadi kelak, kita yang ada di bawah dan dipermalukan oleh banyak orang. Jadi lebih baik diam dan doakan agar siapapun yang tertimpa musibah, Allah segera menyelesaikannya.