Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Ariel Sadar


__ADS_3

Luna pulang dengan keadaan hati tenang, tak merasa risau atau pun khawatir. Ia bersikap biasa aja, seakan rasa yang ia rasakan terhadap suaminya benar-benar sudah mati. Bahkan sebelum pulang, Luna masih menyempatkan waktu membeli terang bulan rasa coklat dan kacang almond. Ia membeli tiga sekaligus buat Bibi Imah dan Bibi Neni juga.


Sedangkan di rumah sakit, Ariel terus menitikkan air mata, ia menangis dalam diam. Membuat Noah semakin gak tega melihatnya.


"Aku tau kamu mendengar ucapan Luna tadi, Riel. Tapi aku gak bisa berbuat apa-apa. Hanya kamu yang bisa mencegah agar perceraian itu tidak terjadi. Aku juga melihat tekat yang begitu bulat di mata Luna. Mungkin rasa sakit yang kamu berikan sudah melampaui batas, hingga dia pun juga enggan untuk berlama-lama menjadi istrimu lagi," ucap Noah. Ia juga ikut menangis melihat nasib saudaranya yang seperti ini.


Namun ini bisa dijadikan pelajaran buatnya ke depannya, agar tidak bermain-main hati, agar jangan sampai mempermainkan hati istri, mempermainkan sebuah pernikahan. Noah gak ingin mengalami nasib yang sama dengan Ariel, atau bahkan lebih pedih dari yang dirasakan oleh Ariel.

__ADS_1


Air mata Ariel terus bercucuran, Noah mencekanya dengan pelan.


"Maafin aku, karena aku gak bisa berbuat apa-apa. Maafin aku, karena aku hanya bisa menjadi penonton dalam cerita kehidupanmu. Maafin aku, karena aku gak bisa masuk dalam kisah hidupmu dan menyelesaikan semua masalah kamu. Bangunlah, Riel. Bangunlah agar kamu bisa meminta maaf sekali lagi pada Luna. Buat dia luluh dan memaafkan semua kesalahan kamu. Bangunglah, Riel. Bangunlah dan selamatkan pernikahanmu bersama Luna. Ingatlah bentar lagi, kamu akan segera punya anak. Jangan sampai anakmu menjadi anak broken home karena keegoisan orang tuanya. Jangan sampai anak menjadi korban karena kesalahan yang sudah kamu lakukan. Bangunlah, dan buktikan pada Luna, bahwa kamu sudah berubah dan kamu menyesali semua yang sudah terjadi," ucapnya berusaha untuk memberikan semangat buat Ariel agar lekas sembuh.


"Bangunlah, dan selesaikan masalah kamu secepatnya. Jangan sampai kamu menyesal setelah Luna benar-benar menggugat cerai kamu, dan kamu gak akan bisa mendapatkan dia kembali. Kamu akan kehilangan semuanya, kamu akan kehilangan istri dan anak yang kamu tunggu-tunggu selama ini. Minta maaflah sama Luna dan buat dia luluh kembali, agar masalah kamu yang lain pun bisa kamu selesaikan satu persatu. Ingatlah, Mamamu juga sakit, dan dia butuh kamu Riel. Dia butuh kamu menyelesaikan masalah ini, agar mereka bisa punya muka lagi untuk bisa keluar dari rumah. Selama ini Mamamu sudah cukup stres karena terus mendapatkan hinaan dan caci maki dari orang-orang sekitarnya dan itu karenamu. Papamu juga cukup stres karena melihat Mamamu yang setiap hari mengurung diri di kamar, menangis, dan teriak-teriak seperti orang yang akan kehilangan akalnya. Bangunlah, ada banyak masalah yang harus kamu selesaikan. Jangan tidur terus, jangan jadi orang pengecut, yang memilih bersembunyi karena takut menghadapi kenyataan," sarkas Noah yang terus memberikan semangat hidup buat saudaranya.


Setelah menunggu beberapa menit, Ariel pun mulai membuka mata. Noah yang melihat itu pun tersenyum bahagia, ia senang karena setelah berhari-hari, akhirnya Ariel mau membuka matanya kembali.

__ADS_1


"Luna," ucap Ariel dengan suara lemahnya.


"Yah, Luna tadi ke sini. Dan ia berjanji besok pagi akan ke sini lagi. Kamu harus sembuh ya, jangan sakit lagi, jangan tidur lagi. Aku takut kamu kenapa-napa. Kamu harus kembali sehat, dan kamu harus bisa bikin Luna kembali sama kamu, okay. Mamamu juga butuh kehadiran kamu saat ini, dia sudah hampir kehilangan kewarasannya karena ulah kamu. Jadi, please. Jangan memilih sembunyi dalam diammu. Selesaikan masalah kamu satu persatu. Kamu yang memulai jadi kamu yang harus membereskan masalah ini sampai selesai," tutur Noah.


Ariel menangis sekali lagi, ia bahkan menangis sampai sesegukan. Ia bahkan masih mendengar ucapan Luna barusan. Ya, walaupun ia memejamkan matanya, namun ia bisa mendengar dengan jelas ucapan istrinya.


"Kamu gak boleh lemah, Riel. Kamu masak kalah sama Luna, Luna bahkan masih bisa berdiri tegak, walaupun di sakiti berkali-kali. Luna bahkan masih bisa menjaga kewarasannya saat suami dan sahabat terdekatnya menikamnya dari belakang. Luna bahkan masih bisa tersenyum, setelah dia melihat langsung pengkhianatan yang kamu lakukan bersama sahabat yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri. Tolong, jangan menjadi manusia lemah. Karena sesungguhnya kamulah antagonis dalam kisah hidup kamu sendiri," cetus Noah, membuat Ariel diam. Ia memikirkan setiap perkataan yang Noah ucapkan sedari tadi.

__ADS_1


Ya, Ariel harus bangkit, dia harus bisa menyelesaikan masalahnya, bukan malah memilih sakit seperti ini. Karena bahkan jika ia mati pun, mungkin Luna tak akan lagi menoleh padanya, atau berbelas kasih. Untuk itu, ARiel harus berjuang, berjuang sekali lagi untuk bisa mendapatkan maaf dari Luna. Mendapatkan kesempatan dari Luna untuk bisa memulai semuanya dari awal. Dan ia berjanji, berjanji tak akan lagi mengkhianatinya. Ia sudah kapok, dan ia sudah sangat menyesali keputusannya yang memilih selingkuh.


__ADS_2