Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Kekesalan Noah Pada Luna


__ADS_3

Di saat Laras luntang lantung di jalan, di rumah sakit, kondisi Ariel semakin membaik, bahkan ia sudah sadar sejak tadi malam. Hanya saja, ia tidak bicara dan memilih untuk diam. Bahkan segala cara sudah di lakukan oleh Luna dan juga Noah, namun Ariel memilih melamun dan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Bahkan ia tidak mau makan atau apapun, untungnya ada infus yang membuat ia tidak kekurangan nutrisi.


Ia seperti kehilangan akal sehatnya, ia seperti tidak punya semangat hidup, ia seperti hidup dengan dunianya sendiri.


Melihat hal itu, tentu Noah merasa sedih, malam itu Noah memutuskan untuk menemani saudaranya sedangkan Luna, ia juga sampai rela begadang demi mengajak suaminya bicara namun tetap saja, Ariel tidak meresponnya.


Saat dokter memeriksanya, dokter mengatakan jika jiwa Ariel tengah terguncang dan ia butuh support dari orang-orang sekitarnya.


Dokter itu juga mendatakan psikolog untu membantu Ariel keluar dari masalah yang membuat dirinya sepert itu, namun usaha pskilog itu tidak membuahkan hasil. Karena Ariel seakan mengabaikan psikolog dan semua orang yang ada di dekatnya.


Hari hari telah berlalu, namun Ariel masih dalam kondisi yang sama, tidak mau bicara dan tidak melakukan apapun, dia menutup bibirnya rapat-rapat. Jangakan makanan mau masuk, bahkan untuk mengeluarkan suaranya aja, Ariel seakan merasa enggan. Dan lama-kelamaan Luna merasa iba. Hanya iba, bukan cinta atau yang lainnya. Ia hanya sekedar kasihan, bagaimanapun saat ini Ariel masih sah jadi suaminya dan dia merupakan ayah dari anak yang ia kandung.


Luna dan Noah terus mendampinginya sejak Ariel sadar, Noah terus ada di sana dan tidak keluar, kecuali membeli makanan untuk dirinya dan untuk Luna. Atau mengambil baju yang sudah di loundri di lantai bawah.


"Kenapa keadaan Mas Ariel jadi seperti ini?" tanya Luna.


"Mungkin jiwanya masih terguncang. Terakhir kali ia melihat Mamanya sudah meninggal dan itu karenanya. Wajar, jika ia merasa bersalah, terlebih beban hidupnya yang begitu berat, sehingga Ariel merasa tak sanggup lagi menghadapinya."

__ADS_1


"Tapi kan tidak seharusnya seperti ini. Aku aja kuat kok, saat lihat mereka selingkuh di depan mataku sendiri, mana waktu itu aku lagi keadaan hamil muda," tutur Luna.


"Iya, aku tau. Tapi kondisi mental orang itu beda-beda, ada yang kuat, ada yang gak, apalagi jika mentalnya terus di uji dengan berbagai macam masalah yang datang menghampiri. Satu masalah belum selesai, datang lagi, datang lagi. Akhirnya semuanya menumpuk, dan mental pun jadi terganggu." sahut Noah menjelaskan.


"Kamu tidak bisa menyamakan kekuatan mental kamu dalam menghadapi masalah dengan Ariel. Walaupun Ariel seorang laki-laki sekalipun." imbuh Noah.


Mendengar hal itu, Luna diam.


"Kamu bayangkan saja, awalnya hidup kalian baik-baik aja. Hidup harmonis, Ariel bekerja seperti biasanya, lalu pulang. Hingga datanglah si Laras dalam hidup kalian dan bikin semuanya berubah. Ariel yang setia, mendadak jadi pengkhianat. Lalu kamu mempermalukan dia di depan keluarnya, di depan banyak orang. Lalu orang tuanya dan keluarnya begitu membencinya dan menyalahkannya, menghakiminya seolah-olah dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal hingga menghancurkan hidup banyak orang. Tak sampai di situ, ia juga cukup kaget saat tau kamu hamil, dan kini kamu membencinya bahkan menuntut cerai. Dia bahkan tidak berfikir untuk berpisah sama kamu bahkan dalam mimpi sekalipun. Dia juga entah harus kaget, terkejut atau gimana dia bingung, karena tiba-tiba kamu mengumumkan kehamilan kamu di depan banyak orang. Padahal, Ariel sudah  menantikan itu sudah sangat lama. Tapi kamu memberikan dia kejutan yang begitu luar biasa, tentang anak dan juga tentang sebuah perselingkuhan. Di satu sisi ia senang, di sisi lain ia merasa bersalah. Dari situ aja jiwanya sudah mulai tergoncang.


Namun, tak sampai di situ. Dia di hajar habis-habisan oleh adikmu dan semua orang menatapnya dengan tatapan hina, belum lagi fikirannya mulai bercabang antara kamu dan Laras yang sama-sama tengah hamil.  Namun kamu yang menjadi utama dalam pemikirannya, karena bagaimanapun ia gak mau pisah dan kamu terus menekan dia dengan mengucapkan kata cerai sedangkan Ariel gak mau karena dia mencintai kamu.


Jiwanya yang sudah tergoncang, semakin tergoncang oleh tindakan mereka semua.


Belum cukup masalah mental yang kini mulai terganggu, ia mendapatkan kabar Mamanya meninggal dalam keadaan bu-nuh diri. Dan itu karena ulah darinya.


Sekarang aku tanya, dari sekian banyak masalah itu, apakah mungkin ada orang yang masih bisa baik-baik aja? Nama baiknya hancur, nama baik keluarganya tercoreng, ia kehilangan banyak teman, sahabat dan rekan kerja. Ia bahkan di jauhi dan di benci oleh keluarganya, ia juga kehilangan mamanya untuk selamanya, ia juga bahkan di benci oleh papanya sendiri, ia juga akan kehilangan kamu dan anak yang ia nanti-natikan selama ini.

__ADS_1


Jika memang ada yang masih hidup dengan nyaman, setelah semua terjadi, dia memang hebat. Aku akan acungi dua jempol," ucap Noah sambil melihat Ariel yang menatap ke depan dengan tatapan kosong. Sesekali, matanya Ariel mengeluarkan air mata. Namun mulutnya tetap diam tanpa mau bicara.


"Kenapa sih dulu kamu harus mengajak Laras ke Jakarta, Lun? Kenapa hm? Padahal Ariel sudah tidak memberi izin? Kenapa kamu sulit sekali untuk patuh pada suami? Padahal dalam agama, seorang istri tidak di perbolehkan membawa tamu masuk tanpa izin suaminya. Bahkan itu ada dalam sebuah hadist yang mengatakan, 'Tidak halal bagi wanita untuk puasa sunah, sementara suaminya ada di rumah, kecuali dengan izin suaminya. Dan istri tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya, kecuali dengan izin suaminya'. Tapi apa, kamu masih aja maksa, padahal jelas-jelas suamimu itu gak ridho. Apa kamu lupa juga? Bahwa Ridho Allah itu ada pada ridho suamimu. Bahkan sampai ada hadist yang mengatakan, 'seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain (selain Allah), sungguh aku akan memerintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya'.


Kenapa kamu cuma mikir, perasaan sahabat kamu dari pada mencari ridho suamimu. Dan inilah efek dari kamu membangkang sebagai istri, kamu lihat hasilnya. Keluarga hancur berantakan. Suamimu jadi seperti ini karena kamu tidak mau mendengarkan nasihatnya. Tidak mau mendengarkan larangannya. Kamu yang bikin mereka dekat, kamu pula juga yang seakan memberikan peluang buat mereka itu untuk terus bertemu dan saling bertatap muka, kamu pula yang mendorong sahabat kamu untuk dekat dengan suamimu. Padahal jelas-jelas, suamimu itu risih pada si Laras. Kan begitu awalnya, suamimu bahkan tidak menoleh saat Laras ada di hadapannya, ia seakan menghindarinya. Jangan tanya aku tau dari mana, aku sudah mendengar sendiri cerita dari Bibi, saat kamu masih asyik menginap di rumah calon suami masa depan kamu itu," sindir Noah.


"Bahkan Bibi pun juga sudah menasehati kamu dari awal, kalau mereka punya firasat gak enak sama sahabat kamu, dan sudah mengingatkan kamu juga, kan? Kamunya malah mengabaikan nasihat mereka. Kamu terlalu fokus sama sahabat kamu sendiri. Sampai mengabaikan keutuhan rumah tangga kamu yang harmonis itu. Kamu juga selalu curhat, merasa terkekang karena gak di izinkan keluar. Padahal Ariel melakukan itu demi kebaikan kamu sendiri. Aku jadi teringat dengan sebuah hadist yang mengatakan, 'Tidak halal bagi seseorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat nusyuz (durhaka), bermaksiat kepada Allah dan Rosulnya, serta layak mendapatkan hukuman'. Misal kamu keluar dan kamu kenapa-napa, siapa yang susah? Pasti suamimu. Siapa yang akhirnya akan di salahkan oleh keluarga kamu? Tentu, suamimu. Mereka pasti mengira suamimu gak becus jaga kamu. Belum lagi kamu yang cantik dan punya body ****, pria mana yang tidak tertarik sama kecantikan kamu.


Aku pun bahkan tertarik, tapi aku ingat kamu itu istri dari saudaraku, tak mungkin aku merebut kamu dari saudaraku sendiri. Bahkan aku yakin, Dion sekali melihat kamu pun pasti tertarik, cuma dia bisa menahannya. Namun saat dia melihat adanya sebuah kesempatan, dia langsung bergerak maju dan mendekati kamu. Buktinya, dia bahkan semakin gencar mendekati kamu saat kamu dan suamimu ada dalam masalah. Bahkan dia tidak mau menunggu sampai kamu resmi bercerai dan selesai masa iddah. Dia bahkan mengajak kamu yang masih istri orang menginap di rumah orang tuanya, layaknya calon istri yang ingin di kenalkan ke orang tua dan keluarganya. Jelas-jelas calon istri yang ia maksud bahkan masih hamil loh dan masih status istri orang lain." imbuh NOah karena kesal melihat Luna yang seakan terus membandingkan dirinya dengan Ariel. Luna yang bisa tahan dengan ujian yang menghampirinya, sedangkan Ariel yang langsung drob ketika mendapatkan masalah. Padahal jelas setiap orang punya kekuatan mental yang beda dan tidak bisa di samaratakan.


"Kamu itu harus bersyukur loh punya suami seperti Ariel, di kasih rumah mewah, dua asisten rumah tangga, kamu minta apa aja di kasih, uang bulanan selalu di transfer walaupun gak kamu sentuh karena kebutuhan kamu, di tanggung oleh Ariel sepenuhnya. Kamu cukup diam di rumah, olah raga biar tubuh kamu fit, dan gak mudah sakit. Serta makan makanan bergizi agar kamu terus sehat dan bisa mendampingi Ariel sampai kakek nenek. Dan saat Ariel pulang kerja dan tidak dalam kondisi lelah, ia juga mau menemani kamu keluar untuk jalan-jalan. Baju kamu bahkan sudah seperti toko baju sangking banyakknya, perhiasan, berlian juga kamu punya. Baju, tas, sepatu, make up dan yang lainnya selalu di belikan dari merk ternama, bahkan kamu sampai memberikan semua itu ke Laras sangking banyaknya. Iya kan?


Kamu juga mendapatkan perawatan yang di datangkan langsung dari salon terkenal. Kurang apa sih Ariel sebagai seorang suami, kamu bisa sholat, ibadah, ngaji dengan tenang, gak perlu mikir masalah ekonomi atau yang lainnya. Mertua kamu dan suami kamu juga tidak menekan kamu agar cepat hamil, karena mereka tau anak itu adalah rezeki dari Allah. Bahkan kamu punya mertua yang begitu baik dan menganggap kamu sebagai anaknya sendiri, bahkan keluarga Ariel pun juga ramah awalnya kan, sebelum masalah ini terjadi.


Ariel juga setia dan tidak neka-neko, bahkan ia di luar sana hanya fokus bekerja, bahkan saat ada yang menggodanya, ia akan memberikan wajah datarnya ke mereka. Kamu tau, banyak loh yang mencoba untuk mendekati Ariel di luar sana, siapa coba yang tidak tertarik sama laki-laki tampan dan mapan. Tapi Ariel gak mudah goyah, dia hanya fokus sama kamu dan ingat sama kamu. Tak jarang, setiap bepergian dan ia melihat ada baju bagus, tas bagus, sepatu bagus, atau yang lainnya, ia selalu membelikan itu buat kamu. Bukan untuk wanita lain.


Dan jika ia agak tertarik sama wanita di luar sana, ia akan segera pulang dan melampiaskan has-ratnya sama kamu. Dia tidak ada niat sedikitpun buat selingkuh, tapi semuanya berubah saat Laras datang. Iman dia, mulai goyah. Karena terus di goda, di tambah kamu seakan mendukung Ariel dekat dengan Laras. Walaupun Ariel berusaha untuk menghindar dari Laras dengan memberikan berbagai alasan, kamu masih berusaha untuk mendekatkan mereka. Laki-laki manapun, pada akhirnya akan goyah, jika terus di dekati dan di goda. Batu aja kalau di tetesi air terus menerus, juga akan berlobang.

__ADS_1


Istri bukannya menjauhkan suaminya dari wanita lain, kamu malah mencoba mendekatkan mereka seolah-olah kamu memang menginginkan Laras masuk dalam pernikahan kalian dan ketika Laras berhasil merobohkan iman Ariel barulah kamu merasa was-was. Sedangkan mereka sudah mulai menikmati hubungan, kamu baru merasa terancam. Dan setelah mereka resmi melakukan hubungan ba-dan, barulah kamu merasa murka. Dan menganggap mereka jahat, terutama suamimu. Padahal kan dirimu yang salah. Tapi ya sudahlah, toh sekarang kamu, keluarga kamu, keluarga Ariel, netizen sudah menganggap jika Ariel itu pantas di hukum bahkan jika perlu mati saja. Walaupun Ariel memohon dan mencium kaki kamu pun, kamu juga akan terus menyalahkannya tanpa intropeksi diri. Bagi semua orang, pengkhianat tetaplah salah, walaupun mereka sudah tau cerita detailnya." Dan setelah itu, Noah pun diam. Tak mau bicara lagi. Ia juga sudah lelah ngomong panjang kali lebar.


Ia mengambil air, untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering. Ternyata banyak bicara cukup menguras tenaga. Sedangkan luna hanya diam, ia merasa malu karena Noah seakan menyalahkan dan menyudutkan posisinya saat ini.


__ADS_2