Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Dunia Itu Sempit


__ADS_3

Hari ini, Ariel dan Diana akan pergi ke rumah orang tuanya Ariel yaitu, Rumah Papa Ardi yang kini di tempati oleh Noah untuk sementara waktu.


Yah, dari pada kosong dan tidak terawat jadi lebih baik di tempati oleh Noah.


Ariel datang ke sana karena tadi pagi, Noah mengeluh pusing dan demam. Ariel gak mungkin diam aja, mengingat selama ini, saat dirinya sakit. Noah lah yang selalu ada di dekatnya. Dia satu-satunya orang yang mau merawatnya di saat yang lain memilih menghindar dan menjauhinya.


Noah satu-satunya orang yang bertahan di saat semua orang membencinya. Noah bahka rela melupakan kehidupannya karena fokus sama kesembuhannya.


Noah adalah satu-satunya orang yang akan berada di garda terdepan untuk membelanya. Walaupun hanya sepupu, tapi Noah sangat tulus menyayangi dirinya seperti saudara kandung.


Lalu bagaimana mungkin, dirinya akan diam aja jika Noah lagi sakit sendirian di rumah Papa Ardi.


Seperti biasa, Ariel dan Diana pergi menggunakan mobil online. Hari ini mereka memakai baju couple. Warna biru. Rambut Diana yang sudah panjang di kuncir dua. Dan hanya memakai bedak bayi seperti biasa. Sengaja gak pakai yang aneh-aneh karena kulitnya masih sangat-sangat sensitif.


Sesampai di rumah Papa Ardi, saat turun dari mobil. Melihat Ariel berjalan menuju rumahnya, langsung menjadi gosip terpanas di sana. Kebetulan ada beberapa ibu rumah tangga yang lagi belanja di Pak Jojo, pedagang keliling yang berada tak jauh dari rumahnya.


Namun Ariel sengaja menulikan telinganya dan tidak menanggapi omongan mereka, sepedas apapun itu. Biarlah mereka terus bergosip, mungkin mereka butuh hanyak tabungan buat jadi penghuni neraka.


Ariel mengetuk pintu, dan tak lama kemudian pintu pun terbuka lebar.


"Lo, Masnya yang waktu itu di Mal kan?" tanya Ariel kaget. Karena yang buka pintunya bukan Noah tapi orang lain.


"Iya, Mas Papanya Diana kan?" tanyanya balik.


"Iya benar."


"Mau ketemu sama Noah ya?" tanyanya


"Iya. Noahnya ada?" tanyanya sopan.


"Ada. Ayo masuk," ajak Ardi sambil membuka pintu lebar-lebar


Ariel masuk bersama dengan Diana.


Saat masuk ke dalam, Ariel melihat Noah yang tengah bermain dengan Dania.


"Katanya sakit?" tanya Ariel melihat wajah Noah yang masih sedikit pucat.


"Iya, tapi sudah mendingan," balas Noah.


"Diana sini main, nih kamu ada temennya," tutur Noah.


Melihat Dania main barbie, Diana pun langsung minta turun. Ariel segera menaruh Diana di lantai dan setelahnya, Diana langsung merangkak menghampiri Dania yang main bersama Noah.

__ADS_1


Lalu Diana menoleh ke arah Ariel, lalu menatap ke boneka Barbie yang di pegang Dania.


"Bonekanya cuma satu?" tanya Ariel yang seakan mengerti kemauan putrinya.


"Iya," balas Noah.


"Diana mau pinjem boneka berbinya?" tanya Noah lembut. Ini pertama kalinya Diana mau dekat dengan Noah, biasanya Diana langsung menangis atau bersembunyi. Tapi sekarang melihat Diana yang menghampirinya lebih dulu, tentu Noah merasa senang.


"Dania, boleh kakak pinjem bonekanya?" tanya Noah lembut.


Dania yang tidak ngerti apa-apa, hanya diam dan terus memainkan bonekanya.


Lalu Ariel ingat, di kamarnya banyak mobil-mobilan yang masih tersimpan rapi. Mobil-mobilan itu punya dirinya sewaktu masih kecil. Yang di belikan oleh Mama dan Papanya.


"Sepertinya di kamar aku ada mobil-mobilan dan boneka. Aku ambil dulu ya."


"Ya udah ambil sana, dari pada cuma di simpen, mending keluarin buat mainan putrimu," balas Noah.


Melihat Ariel mengatakan kamarnya dan langsung berjalan ke lantai dua membuat Ardi bingung.


"Dia saudaramu?" tanya Ardi setelah Ariel pergi.


"Iya dia sepupu yang aku ceritakan itu. Dan ini rumah orangtuanya. Dia sendiri tinggal apartemen karena masih trauma tinggal di sini. Sedangkan Papanya masih di Dubai."


"Mm."


"Kasihan ya. Tapi Alhamdulillah setelah banyak cobaan yang di lalui, aku melihat dia mulai bisa menata kehidupannya kembali."


"Ya Alhamdulillah. Aku juga ikut senang melihat perubahannya yang semakin hari, semakin membaik. Kamu kenal sama saudaraku dimana?"


"Di Mall, waktu itu Dania nangis, terus saudaramu itu ngasih bonekanya ke putriku."


"Oh. Tapi belum kenalan?"


"Belum." balas Ardi.


"Nanti kenalan lah."


"Iya."


Tak lama kemudian Ariel pun datang membawa banyak mainan, ada boneka bear. Ada mobil-mobilan, pesawat kecil, dan banyak lagi lainnya.


Melihat itu semua, tentu Diana dan Dania langsung mengambil mainan kesukaan mereka.

__ADS_1


"Papa, eka eka," ucap Diana senang.


"Iya boneka, buat Diana. Seneng kan?" tanyanya.


Diana mengangguk dengan antusias.


"Nah yang ini boneka buat Dania. Mau?" tanyanya.


Dania juga menganggukkan kepala dan mengambil boneka dari tangan Ariel.


Setelah itu Ariel pun duduk di kursi sofayamg bersebelahan dengan Ardi. Sedangkan Noah memilih duduk di bawah dengan beralaskan kasur lantai tebal menemani Diana dan Dania.


"Oh ya Riel, kenalin dia teman bisnis aku. Sudah kayak Solmed sih. Namany Ardi," ucap Noah memperkenalkan Ardipad Ariel.


"Salam kenal ya Ar, semoga ke depannya aku juga bisa jadi teman baikmu." Ariel pun menyambut dengan hangat perkenalan dirinya dengan Ardi.


"Salam kenal juga, Ar. Alhamdulillah aku senang karena akhirnya bisa nambah teman," balas Ardi tak kalah ramahnya.


"Oh ya, Ar. Kata kamu Ibunya Dania meninggal?" tanya Noah.


"Mm ... sebenarnya sudah sebilan yang lalu."


"Kenapa gak ngomong sama aku?"


"Lupa karena sibuk ngurusin Dania. Waktu itu kondisi Dania tiba-tiba kembali drop. Tau sendiri kan, dari kecil Dania suka sakit-sakitan, badannya lemah, dan perkembangannya pun sedikit lebih lambat dari bayi seusianya. Waktu itu, aku hanya fokus sama pemakaman Ibunya Dania, dan fokus sama kesehatan Dania. Jadi aku lupa ngabarij kamu. Lagian waktu itu kamu juga lagi sibuk kan, katanya lagi cari seseorang."


"Iya, aku pagi cari seseorang." sahut Noah sambil menoleh ke Ariel.


"Gimana sudah ketemu?" tanyanya.


"Belum," balas Noah sedangkan Ariel hanya diam memperhatikan Diana dan Dania yanng sangat mirip seperti bayi kembar, hanya saja bedanya Dania lebih kecil dan kurus, dari pada Diana. Dan bagian rambutnya juga beda. Tapi wajahnya mereka, bener-bener hampir mirip 85%.


"Kamu ngelihat Diana sama Dania kok sampai segitunya?" tanya Noah yang sedari tadi memperhatikan Ariel yang terus menatap ke arah putrinya.


"Hemm, aku hanya heran. Kenapa wajah mereka sama ya?" tanya Ariel mengungkapkan isi hatinya.


"Ya dan anehnya, wajah Diana dan Dania itu mirip kamu," balas Noah tertawa. Namun dalam hati, sebenarnya ia menaruh curiga jika Dania itu anak kandung Ariel. Namun ia memilih diam karena gak enak sama Ardi.


Sedangkan Ardi juga mulai curiga, karena jika di lihat-lihat wajah Dania emang persis seperti wajah Ariel. Bahkan wajah Dania dan Diana pun juga hampir mirip seperti bayi kembar.


"Apakah Dania itu emang anak kandung Ariel? Tapi bagaimana bisa Ibunya menjadi pengemis? Bagaimana bisa Ibunya menjadi gembel di Jakarta sedangkan Ariel merupakan orang yang cukup berada. Ah, bukan hanya cukup berada. Tapi jika di lihat semuanya barang branded. Tentu, Ariel mungkin salah-satu seorang sultan." Ardi bertanya-tanya dalam hati.


Tiga pria itu saling diam dan memperhatikan Diana dan Dania yang tampak akrab seperti saudara kandung.

__ADS_1


__ADS_2