Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Kekecewaan Mereka Terhadap Luna


__ADS_3

Sesampai di kediaman Papa Ardi, di sana banyak orang-orang yang kumpul. Luna dan Bibi Imah segera turun dari sana. Pemakaman ternyata sudah selesai dilakukan lima belas menit yang lalu. Luna dan Bibi Imah telat datang padahal sopirnya sudah ngebut di jalan. Sayangnya, Luna masih belum bisa datang tepat waktu.


Kedantangan Luna membuat keluarga suaminya, tersenyum sinis. Bahkan tak ada yang menyapa Luna dan Bibi Imah sama sekali. Luna bahkan merasakan aura kebencian dari mereka semua.


Namun Luna tak memperdulikannya, ia terus berjalan hingga menuju ruang tamu.


"Buat apa kamu datang, Hah?" tanya seseorang dengan menampakkan wajah murkanya.


"Tante, aku .... " belum selesai Luna bicara. Wanita itu langsung memotongnya.


"Sudah puas kamu melihat Kakakku meningal dunia, Hah? Jika kamu emang punya masalah dengan Ariel, tak perlu kamu bawa-bawa keluarga besar. Tak perlu kamu vidiokan sampai akhirnay viral dan membuat keluarga kami malu. Bahkan sampai kami semua, kena dampak hujaan dan hinaan dari banyak orang. Jika emang Ariel melakukan kesalahan, dan kamu tidak menerimanya. Kamu cukup pergi ke pengadilan agama dan menggugat cerai Ariel. Atau kamu bisa bilang kepada kami, biar kami yang menghukumnya. Bukan malah bikin kami semua malu sampai gak punya muka untuk berhadapan dengan banyak orang," jeritnya membuat Luna menangis. Bibi Imah berusaha untuk memeluk Luna dan memberikan Luna kekuatan. Bagaimanapun saat ini kondisi Luna juga tidak baik-baik saja, ia tengah hamil dan tidak boleh sampai stres karena itu bisa berakibat fatal dengan kandungannya.


"Gara-gara kamu, Kakakku sampai histeris, jiwanya sakit. Setiap hari dia selalu teriak dan tertawa keras. Setiap hari, dia selalu mengurung dirinya di kamar, karena takut dan malu untuk keluar rumah. Semua orang-orang dan teman-temanya menghindarinya, menghinanya tanpa memikirkan bagaimana perasaan kakakku. Kamu gak tau, bagaimana setiap harinya, jiwa kakakku tergoncang akibat dari ulah kamu itu. Kenapa? Kenapa kamu tega menghukum semua orang? Jika memang ARiel yang bersalah, kenapa harus kami yang menanggungya, kenapa harus kami yang ikut kena dampaknya? Tak bisakah kamu membicaran masalah ini dengan baik-baik. Haruskah kamu mempermalukan kami di depan banyak orang. Haruskah kamu melemparkan kotoran di wajah kakakku dan di wajah keluarga besarku hanya karena kesalahan satu orang. Jika kamu tau suami dan sahabat kamu berkhianat, cukup mereka berdua saja yang di hukum. Kamu bisa memukul atau membunuh mereka sekalipun jika itu bisa membuat kamu puas. Tapi jangan membuat kami semua yang tak tau apa-apa ikut menanggung dosa mereka. Gara-gara kamu, setiap hari keluarga besarku menjadi omongan para tetangga, di dunia maya pun mereka masih tak henti-hentinya terus melontarkan hinaan dan caci maki. Kamu gak kasihan sama Papa dan Mama mertuamu? Mereka baik sama kamu selama ini. Bukan hanya mereka, tapi kami apa pernah melakukan kamu dengan tidak baik? Apa pernah di antara kami, memperlakukan kamu dengan buruk. Bukankah Mama dan Papa mertuamu selama ini selalu membela kamu ketimbang anaknya sendiri. Tidakkah cukup kasih sayang mereka untuk kamu selama ini, sampai kamu membalas mereka sampai seperti ini. Menghukum mereka hanya karena ulah Ariel. Tak pernahkah kamu mengingat kebaikan mereka sedikitpun?" tanyanya. Dia adalah Laila, adik kandung Mama Ila. Laila merasa sakit hati dan kecewa karena gara-gara Luna, kakaknya itu mengalami stres yang berkepanjangan hingga membuat dia depresi dan memilih untuk mengakhiri hidupnya.


Ia kecewa pada Ariel dan Luna. Tapi ia lebih kecewa pada Luna karena dia harus membeberkan masalah keluarga di depan umum. Kenapa harus menyelesaikan di depan banyak orang yang tidak tau apa-apa. Apa gak cukup jika keluarga aja yang tau, kenapa harus semua orang di undang untuk memperlihatkan kebejatan Ariel.


Laila tidak membenarkan sikap Ariel yang sudah tega mengkhianati Luna, ia juga membenci sikap Ariel yang sudah berzina dengan wanita lain. Tapi ia juga tak suka cara Luna menyikapi masalah keluarganya.


Setiap orang pasti punya masalah dalam rumah tangga, entah itu faktor ekonomi, faktor keturunan, tetangga yang julid, mertua atau ipar yang dengki dan iri hati, atau tentang suami istri yang tidak bisa jaga komitmen dalam pernikahan, atau masalah KDRT, atau masalah perselingkuhan atau yang lainnya. Hal itu wajar. Setiap orang pasti punya masalah masing-masing.


Tapi apakah harus masalah dalam rumah tangga di umumkan di depan banyak orang. Keuntungannya apa, apa agar semua orang tau jika Luna disakiti oleh suaminya. Apakah agar semua orang tau, jika selama ini ternyata suami dan sahabatnya selingkuh. Setelah mereka tau, lalu apa dampaknya pada Luna. Apakah setelah berhasil mempermalukan mereka, Luna akan meraga lega? Ataukah ia akan mendapaktan simpati dari banyak orang.

__ADS_1


Jika memang itu yang diinginkan Luna, maka dia berhasil. Tapi apakah Luna memikirkan bagaimana perasaan kedua orang tua Ariel dan keluarga besar ARiel yang gak tau apa-apa tapi harus ikut menanggung masalah mereka. Lalu bagaimana perasaan orang tua Laras yang juga ikut kena dampaknya. Sedangkan yang bersalah hanya Laras dan ARiel.


Tapi kenapa keluarga besarnya ikut di permalukan oleh Luna?


JIka memang Luna membenci mereka, Luna bisa membawa mereka ke jalur hukum atas kasus perzinahan. Bukankah Luna mempunyai banyak bukti. Dengan membawa kasus itu ke jalur hukum. Ariel dan Laras pasti akan dipenjara selama beberapa bulan. Dan Luna juga bisa menggugat cerai Ariel agar bisa lepas dari suami pengkhianat, suami yang tak setia pada istrinya.


Belum lagi, jika anaknya Luna dan anaknya Laras lahir. Bagaimana jika mereka melihat kasus ayahnya yang yang pernah viral. Apakah Luna gak memikirkan dampak psikologis buah hatinya. Bagaimana perasaan mereka saat melihat orang tuanya di permalukan hingga semua orang menghinanya.


Vidio jika sudah di unggah di media sosial dan banyak yang share, tak menutup kemungkinan kelak juga bisa di akses oleh anak-anak mereka. Walaupun bukan Luna yang mengunggahnya, tapi tetap saja, itu semua karena Luna yang menampilkan kejahatan ARiel di depan bnyak orang, sampai ada yang tega merekamnya dan mengunggahnya di media sosial.


Andai Luna membicarakan masalah ini cukup dengan orang tua ARiel, orang tua Laras dan orang tuanya sendiri, tak mungkin seluruh dunia tau, hingga keluarga besar ARiel dan Laras pun jadi bulan-bulanan para tetangga dan netizen.


Luna terus menangis, saudara-saudara yang ada di sana pun, tak lagi peduli sama Luna. Bahkan mereka juga sangat membenci Luna saat ini. Karena gara-gara Luna, nama baik besar mereka harus tercoreng. Dan mereka juga ikut kena dampak atas apa yang di perbuat oleh Luna beberapa Minggu yang lalu.


Papa Ardi sendiri, ia ada di kamarnya. Jadi ia gak tau apa yang terjadi di ruang tamu. Mungkin jika tau Luna datang, Papa Ardi juga akan menatap kecewa pada menantu kesayangannya itu. Karena gara-gara tindakan Luna, kini istrinya sudah tiada. Meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Papa Ardi hanya bisa menatap foto mendiang istrinya. Ia masih ingat saat beberapa jam yang lalu, ia membuka kamar mandi dan melihat istrinya dengan wajah pucatnya dengan pergelangan tangan yang terluka parah bahkan darah pun sampai berceceran. Papa Ardi gak menyangka jika istrinya memilih menyerah karena tidak kuat untuk menahan rasa malu, ia tidak kuat untuk terus mendengarkan hinaan dari orang-orang di luar sana dan menyalahkan dirinya yang tidak becus jadi seorang Ibu.


Selama beberapa Minggu, Papa Ardi sampai rela gak kerja, karena menemani istrinya yang ingin terus melukai dirinya. Setiap hari, siang dan malam, istrinya terus histeris dan mencaci maki Ariel yang menyebabkan dirinay  mendapatkan perlakuan tidak baik dari orang-orang di sekitarnya. Bahkan tadi malam pun, istrinya masih terus meracau dan menyebut nama Luna dan Ariel beberapa kali.


Kini, istrinya itu sudah tak akan lagi merasa terhina, namun bagaimana istrinya harus menanggung dosanya yang begitu besar, bagaimanapun mati bunuh diri adalah dosa yang sangat besar, dan Papa ARdi sangat menyayangkan itu. Seharusnya istrinya bertahan, bukan menyerah sama keadaan.

__ADS_1


Ariel sendiri, ia berada di kamarnya dan tengah pingsan. Saat perjalann menuju ke rumah orng tuanya, selama perjalanan itu, Ariel terus menangiss dan histeris. Ia masih gak percaya jika Mamanya sudah tiada. Dan ketika tiba di kediaman orng tuanya, semua orang mencaci maki dan menghina Ariel. Namun Ariel tak memperdulikan itu. Ariel mencoba untuk meraih Mamanya yang sudah terbujur kaku, tapi sayangnya Ariel gak bisa mendekat, karena Papa ARdi terus mengusir Ariel dari sana. Bahkan beberapa keluarganya pun ikut menyeret Ariel untuk pergi dari sana.


Mama Ila gak akan meninggal, andai Ariel gak berbuat ulah. Mama Ila gak mungkin sampai depresi dan bunuh diri, andai Ariel gak selingkuh. Mereka menyalahkan Ariel, atas kematian Mama Ila.


Ariel yang gak boleh mendekat pun terus meronta, namun sayangnya, tak ada yang menaruh kasihan terhadap Ariel. BAhkan saat Ariel teriak kesetanan pun, tak ada yang memperdulikannya. Noah pun berusaha membantu ARiel agar bisa bertemu dengan Mamanya untuk terakhir kali. Sayangnya, Noah kalah jumlah. Mereka berusaha menghalangi Ariel dan Noah agar tidak mendekat dengan jasad Mama Ila.


Ariel yang emang masih belum sembuh total, akhirnya tidak sadarkan diri, baru setelah Ariel pingsan orang-orang pada menyingkir. Noah akhirnya sendirian membantu Ariel untuk pergi ke kamarnya dan sampai sekarang pun, Ariel belum juga sadarkan diri.


Noah menangis di samping Ariel, karena gara-gara kesalahan yang di lakukan oleh Ariel, kini semua orang membencinya. Tak ada satupun keluarga yang menaruh kasihan terhadap Ariel. Bahkan mereka dengan teganya tidak mengizinkan Ariel bertemu dengan Mamanya untuk terakhir kali.


Berat badan Ariel pun terus menyusut. Bahkan saat Noah menggendongnya sendirian pun rasanya begitu ringan. Tak ada lagi tubuh yang kekar seperti dulu. Kini seperti tinggal kulit dan tulang saja. Bahkan wajahnya pun begitu tirus.


Sejak di rumah sakit pun, Ariel juga tak mau makan, untungnya ia di infus sehingga Ariel tetap bisa bertahan sampai sekarang. Setiap hari, Ariel terus menangis. Ia menyesali apa yang sudah di lakukannya. Namun nasi sudah jadi bubur, Luna pun juga sudah enggan untuk menjenguknya lagi. Tak ada lagi semangat hidupnya, ia bahkan bisa bertahan hidup pun masih bersyukur. Dan kini setelah tau Mamanya meninggal, mungkin Ariel akan semakin kehilangan semangat hidupnya. Apalagi ia tau, jika Mamanya meninggal karena bunuh diri, Mamanya terlalu stres dan depresi karena ulahnya. Ariel pasti akan semakin merasa bersalah.


Entah apa yang akan terjadi setelah ini, Noah cuma berharap, Ariel tetap bertahan hidup, dan jangan sampai ia melakukan seperti yang Mamanya lakukan, memilih mengakhiri hidup karena tak tahan lagi dengan banyaknya masalah.


Di ruang tamu, Luna hanya bisa menangis, karena tak ada yang membelanya. Ia bahkan tidak bisa bertemu dengan Papa mertuanya, Ariel dan Noah pun tak menampakkan batang hidungnya.


Akhirnya, karena keberadaan Luna tidak diterima oleh mereka. Luna dan Bibi Imah pun memutuskan untuk pulang. Luna tak mungkin tetap bertahan di sana sedangkan mereka semua terang-terangan membenci Luna, dan mengusirnya.


Saat perjalanan pulang, Luna tak berhenti menangis. Ia menyesali apa yang sudah terjadi. Andai ia tau, bahwa apa yang ia lakukan akan berakibat fatal seperti ini, mungkin Luna memilih untuk memendamnya sendiri dari pada mempermalukan suami dan sahabatnya di depan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2