Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Antara Suami dan Anak


__ADS_3

Sejak tau jika Luna hamil, kebahagiaan Dion dan Luna semakin berlimpah. Dion semakin memanjakan sang istri. Bahkan apapun yang Luna mau, Dion pasti akan menurutinya.


Dion juga sudah mengabari kedua orangtuanya tentang kehamilan Luna. Tentu mereka senang, bahkan mereka juga memaafkan semua kesalahan Luna di masa lalu. Kini mereka akan memberikan Luna kesempatan sekali lagi, dan berharap Luna tak lagi abai pada keluarga kecilnya.


Luna juga memberitahu Lintang dan sang Bunda. Mereka juga ikut senang dengan kebahagiaan Luna, mereka tak menyangka jika sebentar lagi, mereka akan mempunyai cuc lagi.


Sang Bunda, juga meminta Luna untuk sesekali menelfon Diana, karena bagaimanapun Diana juga merupakan putrinya walaupun kini Diana tinggal bersama dengan Papanya, Ariel.


Luna hanya mengiyakan, bukannya Luna tak mau sering-sering nelfon putrinya. Hanya saja, saat ini ia tengah menjaga perasaan Dion, sang suami.


Kalau dirinya pengen ngobrol atau Vidio call dengan Diana, tentu harus lewat Ariel. Karena Diana, masih belum faham apa itu Hp.


Dan Dion pasti akan merasa kesal, setiap kali Luna berinteraksi dengan Ariel. Mungkin Dion takut, jika Luna dan Ariel akan kembali alias rujuk. Walaupun itu tidak mungkin terjadi, tapi siapa yang tau isi hati masing-masing.


Dion hanya ingin menjaga Luna, karena ia tak ingin apa yang dulu menimpa Luna, kini menimpa padanya.


Dan akhirnya, Luna hanya bisa Vidio call dengan Diana sebulan sekali atau dua kali, itupun tak sampai sepuluh menit. Yang penting Luna sudah memastikan jika Diana baik-baik aja di sana, itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Jika di tanya, apakah Luna kangen? Tentu, Ibu mana yang tidak kangen saat berjauhan dengan putrinya. Tapi apalah daya, saat ini ia gak bisa bersama dengan Diana karena beberapa keadaan. Terlebih ia juga kini tengah hamil, pasti akan sulit misal Diana ikut dengannya.


Berbeda jika Diana ikut Ariel, Diana pasti mendapatkan perhatian penuh karena Ariel masih sendiri, belum lagi di sana ada Papa Ardi, yang ikut bantu jaga Diana. Jadi, Luna lebih tenang misal Diana ada bersama mereka.


Sedangkan Dania, sampai saat ini masih tinggal bersama dengan Lestari dan juga Ardi. Pertumbuhan Dania juga semakin membaik. Sama seperti Diana. Kini mereka berdua, sudah bisa jalan dan bisa ngomong walaupun kadang masih belum terlalu jelas.


Kini umur Diana juga sudah hampir dua tahun, mengingat dirinya menikah dengan Dion juga sudah tujuh bulan lebih, hampir delapan bulan.


Awalnya Ariel cuma enam bulan di Dubai. Tapi mengingat, Luna tidak keberatan jika Ariel memperpanjang waktunya disana. Akhirnya Ariel pun memilih menetap di sana untuk sementara waktu, kecuali Luna kangen pada putrinya. Baru Ariel akan pulang dan mempertemukan putrinya dengan Ibu kandungnya.


Jadi tak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Karena sampai detik ini, semuanya masih berjalan dengan lancar.


"Iya, Mas," balas Luna yang tengah nonton Upin Ipin di ruang keluarga


"Nanti sore, Mami sama Papi mau ke sini," ujar Dion memberitahu.


"Loh? Kok ngedadak?" tanya Luna panik.

__ADS_1


"Enggak ngedadak lah, ini kan masih jam delapan pagi. Masih ada waktu kalau mau siap-siap," balas Dion tersenyum sambil sedikit mengacak rambut sang istri.


"Iya sudah kalau gitu, ayo anterin aku belanja. Aku mau masak masakan kesukaan Mami sama Papi, sekalian mau bikin kue buat mereka," ujarnya sambil mematikan tivinya.


"Kenapa gak beli matengnya aja, yank. kamu kan lagi hamil, gak boleh capek." balas Dion, yang tak ingin Luna kecape-an, yang membuat kandungannya jadi bermasalah.


"Aku gak akan capek kok, lagian aku akan bikin menu yang sederhana aja." tuturnya tak mau di bantah.


"Baiklah, mau belanja sekarang apa gimana?"


"Sekarang aja, sekalian jalan-jalan dan kulineran," ucap Luna yang akhir-akhir ini emang suka makan. Bahkan di belikan apa aja, pasti di makan oleh Luna. Bahkan apa yang gak di sukai dulu pun, kini juga ikut di makan.


Kandungannya emang baru umur enam Minggu, tapi perut Luna sudah terlihat sedikit membuncit. Entah efek banyak makan, atau emang sudah waktunya buncit karena ada isinya di dalam.


Berat badan Luna juga sudah nambah empat kilo, dan semuanya sudah mulai montok sana sini, membuat Dion semakin gemas sendiri apalagi pipi Luna yang chubby membuat Dion kadang mencubit pipi itu m, sangking gemasnya.


Luna langsung bersiap-siap, sedangkan Dion menunggu depan rumah. Ia tak perlu bersiap layaknya perempuan yang butuh waktu lama, karena selain ganti baju, juga harus pakai make up dan yang lainnya, yang menurut Dion super rumit. Berbeda dengan pria, tak perlu ini itu, cukup tampil sederhana aja, langsung Joss.

__ADS_1


Setelah menunggu hampir setengah jam lamanya, akhirnya Luna keluar juga. Baru setelah itu, mereka pergi naik mobil karena ini sudah mau siang, tentu di jalan sudah mulai panas. Bisa-bisa mereka gosong misal maksa naik sepeda motor. Berbeda jika naik mobil, walaupun berjam-jam lamanya, hawanya tetap dingin karena ber-AC


__ADS_2