Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Luna OTW jenguk Ariel di RS


__ADS_3

Sore hari, sehabis sholat ashar, Luna mengobrol santai dengan Bibi Neni dan Bibi Imah. Mereka mengobrol di taman belakang sambil menatap tanaman yang segar karena habis di siram, belum lagi bungannya juga merekah membuat Luna betah lama lama di sana.


"Non, ada yang ingin Bibi omongin," ucap Bibi Imah dengan wajah tegang.


"Mau ngomong apa, Bi? Kok sampai tegang gitu wajahnya?" tanya Luna sambil menatap wajah Bibi Imah dan Bibi Neni yang terlihat tegang.


"Seminggu yang lalu, ah bukan seminggu yang lalu sih tapi sudah lebih dari seminggu yang lalu. Sebenarnya Tuan Ariel dan Tuan Noah pulang ke rumah ini," jawab Bibi Imah sambil melihat wajah Luna yang terkejut, namun beberapa detik kemudian. Luna seakan bisa mengontrol wajah terkejutnya itu sehingga terlihat biasa aja.


"Lalu?" tanya Luna.

__ADS_1


"Katanya Tuan Ariel dan Tuan Noah tau jika Non Luna pulang ke Jakarta. Makanya mereka ikut pulang ke Jakarta, bahkan Tuan Ariel pun sampai ngebut di jalan agar cepat sampai di Jakarta. Tapi sayangnya, sesampai di rumah ini, Non Luna juga belum sampai membuat mereka pada akhirnya kecewa. Dan saat Bibi nelfon Non Luna waktu itu, sebenarnya Tuan Ariel ada di samping Bibi. Bibi berbohong saat bilang Bibi sengaja mengaktifkan pengeras suaranya karena lagi masak, sebenarnya Tuan Ariel yang meminta Bibi buat mengaktifkan pengeras suaranya," ucap Bibi Imah menceritakan. Sedangkan Luna masih diam mendengarkan.


"Sejak Tuan Ariel pulang, Tuan Ariel terus menunggu kepulangan Non Luna. Ia terus menungu di ruang tamu sambil melihat pintu bahkan sesekali melihat ke luar jendela, takut jika Non Luna sudah pulang. Sayangnya sampai pagi, Non Luna tak kunjung pulang. Sedangkan Tuan Ariel sampai rela gak tidur semalaman karena terus menunggu. Bahkan saat Non Luna bilang mau pulang Lusa, Tuan Ariel terus menunggu di ruang tamu. Tuan bahkan rela gak pergi ke kamarnya, gak tidur atau apapun. Ia tetap terjaga dan berharap jika Non Luna segera pulang. Bahkan untuk makan pun, harus di paksa sama Tuan NOha, baru Tuan Ariel mau makan, itu pun sedikit," imbuh Bibi Imah. Luna masih setia mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan Bibi Imah sampai Bibi Imah selesai cerita.


"Tuan Noah sampai marah-marah karena Tuan Ariel menyiksa dirinya sendiri. Mungkin jika bukan karena di halang-halangi Tuan Noah, Tuan Ariel pasti sudah pergi ke Bandung buat jemput Non Luna. Namun, Tuan Ariel memilih diam selain takut Tuan Noah mengamuk, dia juga takut jika Non Luna semakin marah dan murka padanya. Hingga tiga hari kemudian, Tuan Ariel ambruk, ia pingsan karena tidak tidur lebih dari tiga hari dan makan pun sedikit. Tuan Noah langsung membawa Tuan Ariel ke kamarnya, mengganti bajunya dan meminta Bibi untuk membuatkan bubur dan membawaka obat karena tubuh Tuan Ariel sangat panas dan wajahnya pun pucat. Bahkan dari bibirnya sesekali menyebut Non Luna." Bibi Imah masih terus cerita, sedangkan Bibi Neni diam karena ia gak sepandai Bibi Imah dalam bercerita. Luna pun masih belum bereaksi apa-apa.


Bibi Imah pun akhirnya melanjutkan ceritanya lagi.


Luna hanya bisa menghela nafas berat, ada rasa kasihan mendengan kondisi calon mantan suaminya itu. Namun, bukan berarti dia akan mengurungkan niatnya buat tidak menceraikan Ariel. Ia tetap akan menggugat cerai Ariel di pengadilan, mungkin gak sekarang. Ia akan menungu sampai kondisi Ariel pulih dulu. Bagaimanapun, ia harus sedikit simpati dengan keadaanya itu.

__ADS_1


"Dia di rawat di mana?" tanyanya dengan wajah datar, tak ada raut wajah kecemasan atau apapun.


"Di rumah sakit XX, Kamar nomer 15," jawabnya.


Luna melihat jam masih menunjukkan pukul setengah empat sore, masih ada waktu jika ia menjenguk kondisi Ariel.


"Mobilnya kemana yang di bawa aku ke Jember itu?" tanyanya.


"Ada di rumah sakit, di bawa Tuan Noah," jawab Bibi Imah.

__ADS_1


"Iya sudah, aku mau siap-siap dulu, aku mau jenguk Mas Ariel dulu." Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Luna bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar untuk bersiap siap. Sebenarnya di garasi masih ada mobil milik Ariel, namun ia malas untuk menyetir, jadi ia memilih untuk memesan mobil online saja.


__ADS_2