Suamiku Dilamar Sahabatku

Suamiku Dilamar Sahabatku
Foto Bersama


__ADS_3

Satu bulan sejak kejadian di mana, Ayah Lukman dan Bunda Naira datang ke rumah Ardi. Sejak saat itu, hubungan mereka dengan Luna seakan berjarak. Bahkan ketika Luna mengajak mereka bicara pun, hanya di jawab sekedarnya aja. Saat Luna tanya kepada Lintang, Lintang pun hanya jawab gak papa. Tak ada raut wajah sinar bahagia di mata mereka, kecuali mata yang redup. Entah bagaimana agar Luna bisa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Dia juga saat tanya, apakah Ardi dan Ariel ada di rumahnya. Mereka hanya jawab, mereka sudah pergi dan gak tau kapan kembali. Membuat Luna jadi tanda tanya besar, saat ia chat Noah pun, tetap centang satu sampai sekarang. Mereka seakan sengaja menghindar dari Luna.


Dan kini tiba-tiba saja Ayah Lukman mengatakan akan pulang, naik traveel. Ya mereka memilih naik travel dari pada naik bus. Kalau naik Travel, mereka bisa di jemput dari rumah dan di antar sampai depan rumah mereka. Berbeda jika naik bus, mereka harus naik dari terminal dan berhenti di terminal. Jika pun berhenti di jalan raya, mereka harus jalan kaki menuju rumah mereka. Dan tentu mereka pasti lelah setelah perjalanan jauh, jadi dari pada ribet dan harganya juga hampir sama, mereka memilih naik travel aja.


"Ayah akan pulang hari ini." tutur Ayah Lukman.


"Kenapa dadakan, Yah?" tanyanya.


"Ayah kan sudah sebulan lebih di sini, jadi sudah saatnya Ayah pulang. Lagian kamu sudah bisa mengasuh anakmu sendiri, tanpa bantuan Bunda," balasnya.


"Baiklah, kalian mau naik apa, pesawat, kereta, bus atau apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Travel. Ayah sudah mesen barusan, nanti jam sepuluh dia datang." jawabnya.


"Hemm ... Maafin Luna, jika selama ini Luna ada salah sama Ayah," ujarnya meminta maaf.


"Ayah gak tau harus ngomong apa, tapi perbaiki ibadah kamu, jadilah ibu yang baik buat Diana. Didik dia menjadi anak yang sholehah. Jangan hubungan lagi dengan Dion, kecuali kamu sudah selesai masa iddah dan dia melamar kamu secara resmi. Ayah bukan melarang kamu untuk hubungan lagi dngannya, tapi Ayah gak ingin, kamu di anggap wanita murah-an hanya karena kamu gak bisa jaga nama baik kamu sendiri, gak bisa jaga kehormatan kamu sendiri. Kamu anak perempuan, Ayah didik kamu untuk bisa menjadi wanita terhormat. Jadi, tolong jangan mengecewakan Ayah lagi dan misal jika suatu saat ARiel datang untuk melihat putrinya, jangan sampai kamu melarangnya, dia itu Ayah kandung Diana, dia berhak melihat putri kandungnya. Toh kamu tetap dapat uang bulanan kan darinya. Jadi, dia masih bertanggung jawab sebagai seorang Ayah. Dan misal kamu menikah dengan Dion, jangan pernah sekali-kali kamu memasukkan wanita lain dalam rumah tangga kamu, jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kamu lebih hati-hati lagi ke depannya. Pintar-pintarlah dalam mengatur keuangan, kita tidak pernah tau, apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin saat ini, kamu punya banyak uang, mendapatkan uang bulanan dari Ariel dan juga dari uang resto. Tapi, sedia payung sebelum hujan itu, jauh lebih baik. Masa depan kamu terutamam Diana masih panjang, jadi berfikirkan ke masa depan, jangan foya-foya. Dan satu lagi, jika suatu saat, kamu punya masalah dalam rumah tangga kamu, selesaikan baik-baik dan secara kekeluargaan, tak perlu semua orang tau, jika Dion bikin kamu sakit hati, pilihan kamu hanya dua, pertahankan, atau tinggalkan. Tidak perlu koar-koar lagi hingga membuat yang lain, ikut kena atas apa yang kamu lakukan. Ayah tak ingin, jadian yang terjadi sama Mama mertua kamu terulang kembali, Ayah tak ingin ada orang yang bunuh diri lagi, atas kesalahan yang kamu perbuat. Carilah seseorang yang bisa kamu percaya untuk menyelesaikan persoalan yang kamu hadapi, agar kamu tidak salah jalan, dan tetaplah menjadi pribadi yang lebih baik," papar Ayah Lukman menasehati putrinya.


"Iya, Yah. Aku akan mengingat semua pesan-pesan Ayah," ucap Luna tersenyum.


"Sini, peluk Ayah dulu." Luna langsung menghamburkan dirinya ke pelukan Ayahnya, setelah sebulan ini, mereka seperti perang dingin. Akhirnya mereka sudah mencair kembali.


"Maafin Luna yah, maaf sudah sering bikin Ayah kecewa."


"Enggak papa, asal jangan di ulangi lagi ke depannya."

__ADS_1


Luna menganggukkan kepalanya.


Lalu tak lama kemudian, Bunda Naila datang sambil menggendong Diana.


"Wah ada apa nih, sudah baikan?" tanya Bunda Naira.


"Emang kami kenapa?" tanya balik Luna.


"Enggak papa. Bunda seneng akhirnya kalian bisa saling memaafkan. Bagaimana kalau kita foto bersama, Bunda ingin memamerkan cucu bunda ini sama paman dan bibi kamu di sana. Mereka pasti penasaran dan ingin tau rupa wajah Diana," ujar Bunda Naila semangat.


"Aku ikutan." Lintang yang baru masuk mendengar ucapan bundanya, ia pun segera bergabung sama mereka.


Lalu Luna meminta tolong sama Bibi Imah dan Bibi Neni untuk memfotokan mereka, pakai Hp Luna.

__ADS_1


Mereka mengambil beberapa foto dengan adegan yang berbeda, setelah merasa cukup barulah, Luna melihat hasilnya. Dan yah, hasilnya cukup bagus. Luna lalu mengirim foto itu ke hp mereka masing-masing.


__ADS_2