
Setelah mobil travel datang, Ayah Lukman memeluk Luna sekali lagi dan mencium kening Diana. Lintang dan Bunda Naira pun sama, mereka memeluk Luna dan mencium Diana dengan penuh kasih sayang.
"Jaga diri baik-baik ya, Mbak," tutur Lintang.
"Iya, kamu juga harus fokus sekolahnya. Jangan main-main, biar nanti jadi orang yang sukses," ucapnya manasehati.
"Siap," jawab Lintang dengan menaruh tangannya di pelipisnya seperti orang yang tengah menaruh hormat.
"Bunda pasti kangen sama Diana, rasanya belum puas gendong dia. Tapi Bunda juga tidak bisa tinggal di sini terus menerus, ada pekerjaan yang menanti Bunda di sana," ujar Bunda Naira.
"Kan nanti bisa vidio call, Bun. Bisa lihat Diana lagi," balas Luna.
"Iya, kamu jangan lupa ibadahnya, jangan di tinggalkan ya. Dan baik-baiklah sama Bibi Inah dan Bibi Imah, mereka yang akan jaga kamu dan Diana. Anggap mereka seperti keluaga kamu sendiri." pesannya.
"Iya, Bun."
Dan setelah itu, Ayah Lukman, Bunda Naira dan Lintang pun segera masuk ke dalam mobil.
Luna melambaikan tangan Diana ke arah mereka. Dan setelah mobil itu pergi, barulah Luna masuk ke dalam rumah.
Luna membawa Diana ke kamarnya, di sana Luna memandikan Diana sendiri, lalu memakaikan popok dan baju yang dibelikan mertuanya. Setelah itu, barulah Luna menaruh Diana ke kereta dorong, dan membwanya ke dapur.
"Non Luna mau ngapain?" tanya Bibi Imah.
__ADS_1
"Mau buat susu, Bi."
"Biar Bibi aja, NOn."
"Enggak usah, Bi. Biar aku aja. Bibi temani Diana aja, Bibi Neni mana?" tanyanya.
"Lagi sholat, Non."
"Oh."
Dan setelah itu, Bibi Imah pun menghampiri Diana dan mengajak Diana bercanda. Setiap kali meliht Diana, Bibi Imah pasti ingat dengan Ariel, karena wajah mereka memang sangat mirip dan tidak tidak berubah.
Setelah Luna selesai bikin susu, barulah ia menyusui Diana dengan pelan agar tidak tersedak.
"Ayo, NOn."
Mereka pun pergi ke belakang dan duduk di sana sambil mengobrol santai, sedangkan tangan Luna masih memegangi dot, setiap kali memberikan susu pada Diana, Luna selalu esktra hati-hati, takut jika Diana akan tersedak dan membahayakan kesehatannya.
Karena Luna pernah membaca, ada bayi tersedak sampai meninggal dunia dan Luna gak mau itu terjadi.
Setelah selesai menyusui, Luna mengambil hpnya yang ada di saku, ia memfoto Diana dan mengirimkannya ke Ariel lewat email. Diana umur 38 hari.
Walaupun, tak ada balasan dari Ariel, namun Luna terus mengirimkannya setiap hari. Bahkan sehari bisa tiga sampai lima foto yang ia kirim. Biar ARiel tau perkembangannya setiap harinya.
__ADS_1
Setelah mengirim foto ke Ariel, Luna membalas pesan Dion. Yah, sampai detik ini, mereka masih sering tukar pesan. Luna membalas pesan Dion, sambil sesekali melihat ke arah putrinya yang tengah di temani oleh Bibi Imah.
Tak lama kemudian, Bibi Neni pun datang dan gabung sama mereka.
"Kayaknya Non Diana ngantuk, Non," ucap Bibi Neni.
Melihat Diana yang matanya terlihat redup, Luna menaruh HPnya di saku celana dan menggendong Diana. Ia meninak bobokkan Diana agar Diana segera tidur. Setelah beberapa menit, benar saja, Diana sudah tidur nyenyak dan Luna pun kembali menaruh Diana ke kereta dorongnya.
"Mau rujak an, Bi. Kok aku pengen semangka ya. Aku lihat di kulkas ada semangka ya, Bi," tutur Luna.
"Iya, Non. Biar Bibi ambilkan, mau rujak an pakai buah apa aja, Non?" tanya bibi Imah.
"Buah apa aja yang ada di dalam, keluarin aja semuanya, Bi. Besok pagi baru isi lagi sama yang baru," ujarnya.
"Baik, Non."
Bibi Imah pun segera pergi ke dalam untuk mengambil buah sekalian buat bumbu rujaknya. Sedangkan Bibi Neni, duduk santai di sana sambil melihat ke arah Diana.
"Enggak nyangka ya, Non. Non Diana sudah mau umur dua bulan aja, cepet banget rasanya," tutur Bibi Neni.
"Iya, Bi. Waktu berjaln begitu cepat. Aku juga kayaknya baru kemaren melahirkan, tapi Diana sudah mulai lincah seperti ini," ucap Luna tersenyum senang setiap melihat ke arah putrinya itu.
Entah kenapa, ia merasa bangga menjadi seorang Ibu. Sejak kehadian Diana, hidupnya tidak lagi merasa sepi. Karena ia selalu gemas melihat tingkah laku Diana, ada aja perkembangannya yang bikin dia terpukau setiap harinya.
__ADS_1