
Hari ini Ariel mulai mencari keberadaan Laras dan anaknya. Sedangkan Diana sudah di titipkan ke Luna untuk sementara waktu.
Jujur berat rasanya berpisah dengan Diana, tapi apa boleh di kata. Ia ingin mencari tau dimana anaknya yang lain berada saat ini.
Ariel meminta bantuan Noah, untuk mencari keberadaan Laras. Bahkan Ariel juga menyuruh orang-orang yang ahli di bidangnya untuk mencari keberadaan mereka.
Sedangkan di tempat yang berbeda, keadaan Laras semakin menurun. Dari tadi malem, kondisinya kembali kritis.
Ardi pun juga menginap sejak semalaman di rumah sakit. Dania sendiri, ia berada di rumah bersama baby sitternya.
Sengaja tidak di bawa ke rumah sakit, karena rumah sakit tidak bagus buat anak balita, apalagi kondisi Dania yang emang dari lahir sangat lemah dan rentan sakit, hingga harus mendapatkan pengawasan dan perawatan yang ekstra.
Saat tubuh Laras mengalami kejang-kejang, dokter-dokter mulai berhamburan lagi masuk ke dalam ruangan Laras untuk menangani kondisi Laras. Sedangkan Ardi, ia harap-harap cemas, takut jika Laras kenapa-kenapa.
__ADS_1
"Sebenarnya dosa apa yang sudah kamu lakukan, sampai harus mengalami kejadian seperti ini?" gumam Ardi dalam hati.
Ia sebenarnya tidak tega melihat Laras yang selalu kesakitan. Beberapa kali Laras selalu kejang-kejang dan kondisinya kembali drop, namun dokter-dokter berusaha untuk menyelamatkannya. Dan entah apa kali ini akan berhasil atau tidak. Ardi sudah pasrah.
Hampir lima jam dokter berada di ruangan Laras, dan setelah menunggu cukup lama.. Akhirnya dokter keluar dengan raut wajah sedihnya.
"Dok, bagaimana keadaannya?" tanya Ardi.
"Maaf, pasien sudah tiada." jawab dokter paruh baya, mungkin umurnya sudah 40 ke atas.
Sampai detik ini, Ardi juga belum tau nama asli Laras, ia juga tidak tau dimana rumah Laras sebenarnya. Ia sudah mencari tau tapi sayangnya selalu mendapatkan jalan buntu.
Orang-orang di sekitar sana hanya mengatakan jika Laras emang sudah lama tinggal di bawah jembatan, tidur hanya beralaskan kardus. Tak ada rumah untuk dijadikan tempat tinggal.
__ADS_1
Setiap hari dia hidup dari mengemis di lampu-lampu merah, kadang mengambil sisa makanan yang masih bagus dari tempat sampah.
Mendengar hal itu, membuat dada Ardi begitu sesak. Saat Ardi mencari tau lebih detail, Laras ternyata bukan orang gila. Mungkin bisa jadi dia kecopetan atau apa. Dan tidak ada yang mau menolongnya hingga berakhir dengan hidup yang menyedihkan.
Itu artinya Laras sebenarnya punya keluarga atau saudara. Tapi bagaimana ia bisa tau dimana keluarga Laras berada. Dimana ia bisa tau, sedangkan tak ada petunjuk sedikitpun yang bisa ia jadikan patokan buat mencari keluarganya.
Saat Ardi tengah merenung, tiba-tiba oa di kagetkan dengan suara sang dokter.
Ardi pun langsung berbincang sejenak sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membawa Laras ke rumahnya dan di makamkan di TPU yang tak jauh dari rumahnya.
Nanti Ardi akan minta bantuan para tetangga di sana untuk membantu memakamkan jenazah Laras.
Dan karena Ardi tidak tau nama aslinya, maka Ardi akan memberi nama Larasati.
__ADS_1
Dania Larasati, Dania anak dari Larasati.