
Saat Luna fokus mengaji, Noah datang dengan menenteng dua kantong kresek. Mendengar Luna mengaji di samping suaminya, Noah merasa ikut senang. Setidaknya, ia tau jika Luna memberikan perhatian pada suaminya itu dengan membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an.
Saat melihat Noah sudah pulang, Luna menyelesaikan mengajinya. Ia menaruh Al Qur'an di atas meja. Lalu dia juga membuka mukenahnya, lalu melipatnya bersama sejadahnya. Dan menaruhnya di rak di samping lemari, agar tidak berantakan.
"Banyak banget?" tanya Luna.
"Kan pesanan kamu banyak. Aku ambil mangkok sama sendok dan garbu ya," ucap Noah dan Luna pun menganggukkan kepalanya.
Luna duduk di kursi dan melihat belanjaan Noah. Melihat semuanya lengkap sesuai yang dia mau, Luna tersenyum senang.
"Emang ada yang jual terang bulan jam segini ya?" tanya Luna.
"Enggak ada, tadi saat aku baru keluar dari kamar ini langsung meminta bantuan seseorang. Jadi, saat aku datang ke sana, pesanan aku sudah selesai. Itu terang bulanya masih hangat, karena aku baru ambil belakangan."
"Makasih ya," ucap Luna tulus.
"Sama-sama."
Noah membeli soto ayam dua bungkus jadi, ia bisa menemani Luna makan. Lagian ia juga lapar dan ini emang sudah waktunya makan siang.
__ADS_1
Luna makan dengan sangat lahap, apalagi sotonya juga masih hangat, di tambah ada kerupuknya. Membuat nafsu makan Luna meningkat.
Noah membuka teh botol agar Luna nanti langsung minum, jika haus. Melihat hal itu, Luna tersenyum. Ia tak menyangka jika Noah cukup perhatian padanya. Mungkin karena Noah ingin menggantikan posisi Ariel yang ingin memberikan perhatian kepada janin yang ia kandung.
"Terima kasih," tutur Luna sambil tersenyum.
"Sama-sama."
Mereka pun meneruskan makannya, habis makan. Noah mengambil mangkok milik Luna dan mencucinya. Lagian tadi Luna sudah bersih-bersih, pasti masih capek. Jadi Noah pun berinisiatif sendiri untuk membantu mencucinya kali ini.
Habis makan Luna memainkan hpnya lagi, Noah pun sama.
Luna sangat menikmati es krimnya itu, sedangkan Noah, hanya melihat Luna yang seakan menikmati es krim yang dia pegang.
"Enak?" tanya Noah.
"Ya, kamu mau. Kalau mau, yang melon tadi, buat kamu aja," jawab Luna.
"Enggak, aku gak terlalu suka es krim," sahut Noah memberitahu.
__ADS_1
"Oh. Keadaan Papa Ardi gimana?" tanya Luna.
"Om Ardi sudah lebih baik, hanya saja ia lebih pendiam dari pada yang dulu. Dan jika pulang kerja langsung masuk kemar dan gak keluar-keluar lagi. Paling keluar ya cuma buat makan aja. Sebelihnya lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Bahkan saat ada saudara yang datang pun, Om ARdi gak mau menemuinya. Mungkin Om Ardi masih sangat marah sama mereka semua karena dulu saat Tante Ila masih hidup, mereka menghina dan membuli Tante Ila sampai depresi."
"Sebenarnya aku merasa bersalah. Aku gak menyangka apa yang aku lakukan akan berdampak buruk buat sekitarnya. Padahal niat aku hanya ingin memberikan pelajaran untuk Laras dan Mas Ariel. Aku ingin mempermalukan mereka, dan membuat mereka di hukum oleh orang-orang sekitar mereka. Namun sayangnya, aku tidak berfikir panjang. Aku tidak memikirkan jika dampak dari semua itu, Mama Ila ikut menanggungnya."
"Sudahlah, jangan di fikirkan. Yang lalu biarlah berlalu. Kamu jadikan pelajaran aja, misal kamu ada masalah, tidak perlu semua orang tau. Itu kan aib keluarga. Bahkan dalam agama pun, jika suami melakukan keburukan, sang istri harus bisa menyembunyikan aibnya dari semua orang. Kamu cukup mengingatkanya dan mendoakannya. Tapi jika emang kamu gak mampu, kamu bisa menggugat cerai suamimu tanpa harus koar-koar. Semua masalah, bisa diselesaikan dengan baik-baik. Kalau gini, kamu ikut dosa. Karena kamu menyakiti banyak orang, bahkan Tante Ila yang tak tau apa-apa, juga ikut kena dampaknya. Tapi aku gak menyalahkan kamu. Mungkin waktu itu kamu lagi emosi banget, wajar jika kamu ingin balas dendam dengan mempermalukan mereka. Apalagi kamu tengah hamil, jadi emosi kamu pasti tidak terkendali," ucap Noah panjang lebar dan Luna hanya diam mendengarkan.
"Aku jadi keingat sesuatu. Aku gak mau sok suci ya, aku cuma mengingatkan saja, semoga ini menjadi ilmu buat kita ke depannya. Ada salah satu ayat Alquran, kalau gak salah Surat Al Baqoroh, ayat seratus delapan puluh tujuh yang menjelaskan bahwa istri adalah pakaian bagi suaminya dan suami adalah pakaian bagi istrinya. Artinya bahwa suami dan istri adalah perhiasan dan sekaligus sebagai penutup aib di antara keduanya. Karena sudah terjalin hubungan yang sangat dekat, maka Allah mengibaratkan suami dan istri sama- sama sebagai pakaian bagi keduanya. Sehebat apapun seseorang, ketika sudah berumah tangga, maka kekurangan dan kelemahannya akan diketahui oleh pasangannya. Di sinilah fungsi seorang suami harus menutupi aib istrinya, begitupun sebaliknya. Istri juga wajib menutupi aib suaminya. Bukan malah koar-koar hingga seluruh dunia tau permasalahan dan aib dalam rumah tangga. Jika kita tak mampu menyelesaikan masalah dalam rumah tangga, kita bisa meminta bantuan orang ketiga yang terpercaya."
"Ya begitulah intinya. Aku sendiri belum berumah tangga, tapi insyaAllah, sedikit banyak aku mengerti. Apa yang harus aku lakukan kelak jika aku sudah resmi menjadi seorang suami dan juga seorah ayah tentunya. Aku gak akan menghakimimu, karena aku gak pernh ada di posisi kamu. Jadi rasa sakit kamu pun, aku tidak tau. Untuk itu, aku gak akan menyalahkan kamu atas apa yang sudah kamu lakukan. Dan satu lagi, yang sangat penting sekali. Dalam rumah tangga, jangan sesekali memasukkan wanita lain. Bahkan untuk cari pembantu pun, juga harus mencari yang umurnya sudah tua, kenapa? Agar seorang suami tidak mudah tergoda. Seorang istri wajib membantu suaminya menajga pandangan. Bukan malah membiarkan suaminya mendekati zina. Dengan kamu membawa perempuan lain dalam rumah tangga dan membiarkan tinggal satu atap dengan suami kamu, itu kan kamu seperti mendorong suamimu buat berhubungan dengan wanita itu. Bahkan aku juga dengan dari cerita Ariel, kamu juga yang mendorong suamimu buat dekat dengan Laras. Menyuruh mereka untuk berangkat bersama. Kamu bayangkan aja, sepanjang jalan mereka berdua di mobil. Yang awalnya gak dekat, pada akhirnya akan dekat. Laras yang tadinya sungkan sama suami kamu, tapi karena kamu mendukung kedekatan mereka, pada akhirnaya Laras berfikir kamu memberikan lampu hijau untuknya. Laras yang tadinya gak ada kepikiran buat merebut suamimu, tapi karena terus dekat, akhirnya rasa ingin memiliki itu muncul hingga Laras pun diam-diam jatuh hati dan ingin merasakan apa yang kamu rasakan."
"Sejujurnya, ini seratus persen kesalahan bukan terletak pada suami kamu. Tapi juga ada pada diri kamu. Coba kamu fikir-fikir kembali, selama kamu menikah, apakah pernah Ariel dekat dengan wanita lain, enggak kan? Ia hanya fokus sama kamu. Meminta kamu melakukan ini dan itu, selain untuk kesehatan kamu sendiri, agar Ariel pun terus menerus jatuh hati sama kamu dan tidak melirik wanita lain. Itu yang Ariel lakukan, ia ingin melihat kamu selalu tampil cantik, karena Aril berfikir, jika di rumah sudah ada wanita cantik, **** dan bisa membuat dirinya nyaman. Lalu buat apa lagi, ia mencari wanita di luar sana. Bahkan Ariel juga sangat posesif, ia pencemburu bahkan ia gak rela kecantikan kamu di nikmati oleh para pria di luar sana. Secinta itu Ariel sama kamu. Namun semuanya berubah saat Laras datang dan kamu mencoba mendekatkan mereka berdua. Ariel yang selama ini fokus sama kamu, pada akhirnya sedikit demi sedikit mulai teralihkan. Ia mulai memikirkan kamu dan Laras secara bersamaan, terlebih saat Laras menggodanya terus menerus. Laki-laki yang naf su nya emang gede, pada akhirnya juga akan terseret oleh hawa naf sunya sendiri. Kenapa? Karena ada peluang di depannya, dan siapa yang menciptakan peluang itu? ya kamu." ucap Noah. Ia ingin Luna juga ikut menyadari kesalahanya, agar tidak melulu menyalahkan Ariel.
"Jika kamu menyalahkan Ariel melakukan dosa besar karena berdekatan dengan lawan jenis, apalagi sampai melakukan zina. Sekarang aku tanya, apa bedanya Ariel sama kamu? Kamu pulang pergi sama laki-laki lain. Bukan hanya itu, kalian menginap di hotel, walaupun berbeda kamar, tapi kamu sama laki-laki itu selalu bersama. Makan bersama, pergi bersama, liburan bersama layaknya kencan. Bahkan kamu yang statusnya masih istri orang, dan lagi hamil. Malah menginap di kediaman laki-laki lain. Di saat suamimu di rumah menunggumu siang malam karena khawatir.
bahkan suamimu sampai sekarat pun, kamu tidak tau karena terlalu sibuk menikmati kebersamaan kamu dengan laki-laki itu bahkan dengan keluarga laki-laki itu. Tak masalah jika status kamu sudah resmi menjadi seorang janda dan sudah melewati masa iddah. Tapi ini, kamu masih sah loh jadi istrinya ARiel. Tapi kamu senyaman itu tinggal di rumah orang lain. Kamu terus menyalahkan Ariel yang menjadi penyebab kamu sakit hati, menderita dan lain sebagainya. Padahal akar dari semua masalah ini penyebabnya adalah kamu. Dari awal, Ariel sudah menolak, dia juga tidak mengizinkan kamu membawa sahabat kamu ke Jakarta. Tapi kamu bersikeras bahkan menentang ucapan suamimu sendiri. Dari awal, Ariel sudah merasa takut dan was-was, ia takut jika rumah tangganya berantakan karena orang ketiga. Tapi kamu tidak peduli dan hanya fokus membantu sahabat kamu, hingga akhirnya semuanya terjadi. Rasa takut yang selama ini di khawatirkan oleh Ariel, benar-benar terjadi. Dan parahnya, kamu hanya bisa menyalahkan tanpa intropeksi diri."
"Aku fikir, aku sudah terlalu banyak bicara. Aku minta maaf, aku terpaksa ngomong kayak gini, agar kamu tidak terus menerus menyalahkan Ariel dan bersikap dingin padanya. Sekarang Ariel sudah mendapatkan karmanya. Ia sudah kehilangan Mamanya untuk selamanya. Aku cuma berharap, kamu sedikit berbaik hati, untuk membahagiakannya. Karena jujur aku takut, takut jika kesehatan Ariel terus menurun, ia akan ikut Mamanya untuk pergi meninggalkan dunia ini. Aku harus keluar dulu, karena masih ada urusan. Aku akan kembali besok. Enggak papa kan?" tanya Noah dan Luna pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Noah tersenyum lalu ia bangkit dari sana dan pergi keluar. Kini Noah bisa bernafas lega, setelah ia mengutarakan semua isi hatinya ke Luna. Kini, ia bisa pergi keluar karena sudah ada Luna yang menjaga suaminya.