
Setelah mengurus semua administrasi, barulah Ardi dan Noah mengajak Ariel pulang dari sana. Ariel yang memang tidak tau apa-apa karena kondisinya yang tidak sadar akan apa yang terjadi, membuat ia hanya menurut saja.
Setelah Ariel di bawa pergi, Luna menangis.
"Kenapa ini terjadi? Apakah aku tidak boleh merawat suamiku sendiri sampai aku dapat surat cerainya? Aku cuma ingin berbakti sebagai seorang istri. Kenapa tidak ada yang mau mengerti aku?" tanyanya sambil menangis.
Luna menangis sampai merasa kelelahan. Setelah itu, ia segera berkemas dan pergi dari sana. Yah, Luna memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri. Berbulan-bulan ia menginap di rumah sakit, dan akhirnya ia kini bebas dan bisa pulang serta beraktivitas seperti biasanya. Namun entah kenapa, relung hatinya terasa kosong. Seperti ada yang menghilang.
Sepanjang jalan, Luna hanya diam sambil memperhatikan foto Ariel yang ia ambil beberapa kali. Foto suaminya yang memang dalam keadaan sakit, bahkan orang-orang pasti akan kaget jika lihat kondisi Ariel saat ini.
Sesampai di rumah, Luna segera membayar sang sopir dengan cash. Lalu ia turun dari mobil dan membawa barang-barangnya. Bibi Neni yang kebetulan lagi duduk di luar dan sedang menyapu, langsung kaget melihat Luna yang sudah pulang. Ia pun segera membantu Luna membawakan barang-barangnya dan masuk ke dalam.
"Non sudah pulang. Apa Tuan sudah sembuh?" tanyanya.
__ADS_1
Namun Luna memilih diam dan langsung duduk di kursi sofa.
Bibi Neni menaruh barangnya dan memberitahu Bibi Imah kalau Luna sudah pulang. Bibi Imah yang tau jika Luna pulang pun, merasa sangat senang. Ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Luna.
"Non, Alhamdulillah Non sudah pulang. Gimana kondisi Tuan?" tanyanya.
"Buruk," itulah jawaban yang keluar dari Luna. Ia gak ingin menyembunyikan apapun dari kedua ART nya itu.
Luna menggelengkan kepalanya, seperti enggan untuk menjelaskan. Ia terlalu lelah dan memutuskan untuk pergi ke kamar dan beristirahat.
Sedangkan Ariel, ia sudah tiba di rumahnya. Dan mulai hari ini, Ariel dan Noah akan menetap di rumah Ardi. Ardi juga sudah mengusir semua orang dari sana. Ia tidak akan membiarkan orang-orang datang untuk menghina dan membuat putranya semakin sakit. Ardi juga tidak memakai jasa ART dan yang lainnya. Jadi mulai hari ini, di rumah itu hanya ada mereka bertiga. Ardi, Noah dan Ariel.
Ardi dan Noah akan bahu membahu untuk membantu Ariel agar lekas pulih dari kondisi seperti ini.
__ADS_1
Ariel di taruh di kamar yang dulu pernah di tempatinya. Kamar yang memang milik Ariel dari kecil hingga dewasa. Lalu, Ardi membantu Ariel menyeka tubuhnya dan menggantikan bajunya. Saat Ardi membuka baju Ariel, ia menangis, karena tulangnya itu bahkan menonjol karena sangking kurusnya.
"Maafin Papa ya," ucapnya sekali lagi. Ada perasaan bersalah yang menghantam dadanya. Jika kemaren ia bersikap egois, namun setelah melihat putranya secara langsung, rasa marah, kesal, kecewa seakan melebur dan tergantikan dengan rasa kasihan, iba, sayang, cinta, rindu dan semacamnya.
"Om, apa kita gak coba bawa Ariel ke luar negeri aja, dan berobat di sana?" tanyanya. Setelah Ardi berhasil mengganti baju Ariel. Noah datang dan bergabung sama mereka.
"Kita lihat aja beberapa hari ke depan, jika masih tetap seperti ini, baru kita bawa ke luar negeri buat mencari pengobatan terbaik. Namun, Om juga tidak bisa menjauhkan Ariel dari Luna. Tidak ada yang tau kapan Luna akan melahirkan, bisa maju, bisa mundur dari prediksi dokter. Bagaimanapun Luna tengah hamil anaknya Ariel. Tidak mungkin Ariel lepas dari tanggung jawab. Walaupun Luna sudah bikin Om kecewa, tapi dia kini tengah mengandung anaknya ariel. Om tidak mau, Ariel melewatkan hal penting di mana Luna akan mempertaruhkan nyawanya untuk bisa melahirkan anaknya Ariel lahir ke dunia. Makanya Om bingung, di satu sisi, pengen Ariel cepat sembuh tapi di sisi lain, jika Ariel di bawa keluar negeri. Bagaimana dengan Luna dan anaknya?" ucapnya membuat Noah pun juga dilema.
"Iya sudah kalau gitu, nunggu Luna melahirkan. Baru bawa Ariel ke luar negeri untuk berobat," balas Noah.
"Ya, mungkin seperti itu lebih baik," sahut Ardi.
Mereka pun terus berbincang, membahas bagaimana agar Ariel bisa segera sembuh dan tidak seperti mayat hidup lagi.
__ADS_1