
Hari ini adalah hari ulang tahun Luna, semua orang sudah berkumpul dan duduk di tempat masing-masing. Kemaren karyawan resto datang jam sebelas malam dan langsung menginap di hotel terdekat. Ariel dan Laras baru datang tadi pagi, Laras langsung pulang ke rumahnya dan Ariel pulang ke rumah Luna. Sedangkan rombongan Mama dan Papa mertuanya tiba jam tiga pagi. Dan menginap di hotel cukup mewah di kota itu.
Laras datang bersama kedua orang taunya dan ada beberapa saudara sepupu, paman, dan juga bibinya yang ikut datang karena Luna memberikan undangan ke mereka semua. Jadi untuk Laras dan keluarganya ada sekitar sepuluh orang yang datang.
Karyawan Resto, 15 orang. Sedangkan untuk keluarga Ariel sendiri ada dua puluh orang yang datang, dua puluh dua sama Mama Ila dan Papa Ardi. Sepuluh dari keluarga Mamanya Ila dan sepuluh dari keluarga Papanya Ardi.
Sisanya adalah teman-teman Laras dan Luna yang juga ikut di undang oleh oleh Luna. Semua keluarga besar Luna pun juga datang dan tetangga kanan-kiri semuanya pada hadir untuk memeriahkan ulang tahun Luna dan juga untuk mencicipi makanan lezat yang datang di hotel bintang lima. Ya, kapan lagi mereka akan makan makanan mahal itu, kalau bukan Luna yang mengadakan pesta mewah ini.
Laras duduk bersama keluarganya di kursi terdepan sebelah kiri, Ariel duduk bersama kedua orang tuanya di kursi terdepan di kursi bagian tengah. Luna dan keluarganya duduk di kursi sebelah kiri.
Sedangkan kursi belakang untuk karyawan resto, tetangga dan keluarga besar Luna.
__ADS_1
Acaranya sangat mewah, bahkan ada kue sekitar satu meter lebih dengan lima tingkat. Asli kue dan di cetak sangat bagus sekali, sangat mewah karena untuk kuenya aja harganya lebih dari sepuluh juta. Sengaja Luna memesan kue sebagus itu, toh yang bayar Dion bukan dirinya.
Laras sangat iri sekali dengan perayaan mewah milik Luna, gak menyangka akan semewah ini. Walaupun di kampung, namun pestanya seperti anak pejabat saja, sangking mewahnya
Orang-orang pun juga sangat kagum, dengan pesta Luna. Bahkan saat mereka datang, mereka juga langsung diberikan hadiah oleh Luna lewat seseorang tentutnya karena gak mungkin Luna turun sendiri memberikan ke setiap tamu yang datang.
Mereka yang hadir juga boleh langsung mencicipi semua makanan yang ada di hadapan mereka, mengambil apa saja yang sudah di sedikan di sana. Makanan, camilan, minuman, buah buahan semuanya di sediakan sangat banyak hingga tak mungkin ada yang merasa kekurangan. Bahkan mungkin ada di antara mereka yang menaruh makanan itu ke dalam tasnya untuk buat oleh-oleh kepada sanak saudaranya yang tak ikut hadir ke pesta ini.
Setelah memastikan semuanya datang dan kursi udah pada penuh, acara pembukaan pun segera di mulai, tak ada yang bersuara, yang membawa acara adalah Dion sendiri. Dan orang-orang seperti di hipnotis oleh ketampanan Dion, bahkan Ariel pun kalah jauh. Dion memakai celana hitam, baju putihh dan yang di masukkan ke dalam celananya, ikat pinggang mewah juga di perlihatkan. Mungkin jika orang gak tau, itu hanyalah ikat pinggang biasa, padahal bagi kalangan atas, ikat pinggang itu harganya bisa mencapai belasan juta seharga sepeda motor. Rambutnya juga di sisir sangat rapi, sehingga tampak seperti pemuda yang baru berumur dua puluhan, padahal umurnya sudah kepala tiga. Bajunya juga di ikat sampai sikunya hingga menampilkan tangan putih mulus yang sedikit berotot. Tak lupa jam mewahnya yang bertengger di pergelangan tangan kirinya.
Acara demi acara sudah di lalui hingga puncaknya adalah tiup Lilin. Luna di panggil untuk ke depan, dengan senyuman manisnya, Luna berjalan bak seorang model. Wajahnya yang sangat cantik, body yang bagus walaupun Luna memakai gaun yang agak longgar untuk menutupi perutnya yang mulai menonjol, Luna juga memakai hight heel yang setinggi lima cm. Ia gak mau pakai yang terlalu tinggi karena takut akan jatuh dan membayakan perutnya.
__ADS_1
Luna benar-benar terlihat seperti bidadari, dari kecil Luna emang sudah cantik, tak heran banyak yang menyukai Luna karena Luna sangat gemesin, pintar, ramah dan juga ceria. Luna juga sangat baik dan suka nolong. Itulah kenapa Luna menjadi kesayangan mereka semua.
Bahkan orang tua Laras sendiri pun sangat menyayani Luna bahkan ketika Luna datang ke rumah Laras, selalu mereka menyambutnya dengan baik dan hangat.
Saat mereka menyanyikan happy birthday, Luna menatap ke mereka semua satu persatu. Tak ada terkecuali, sampai pandangannya jatuh ke ARiel yang sedari tadi menatapnya penuh pesona. Luna pun memberikan senyuman indannya kepada suaminya itu.
Setelah selesai tiup Lilin, Luna mulai memotong kuenya di bantu oleh Dion. Mereka sudah seperti sepasang kekasih hingga membuat Ariel cemburu, namun ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak menimbulkan kericuhan. Potongan pertama ia berikan pada Ibunya, Ayahnya, Adiknya, Lalu Mama mertuanya, Papa mertuanya, Ariel, Laras, Dion, Bibi Imah, Bibi Neni dan akhirnya semua pun di kasih. Adiknya Lintang ikut membantu Luna untuk memotong kue itu agar semuanya bisa kebagian. Kuenya di potong agak besar agar nantinya gak ada yang tersisa. Bibi Imah dan Bibi Neni di bantu saudara Luna yang lain, mulai membagikan kepada setiap tamu yang datang agar mereka ikut menikmati kue yang ada di hadapan mereka.
Setelah kue itu sisa sepotong, Luna tersenyum senang. Kue terakhir Luna makan sendiri dengan pelan dan elegant, sudah seperti putri bangsawan, hingga orang-orang yang melihatnya pun lagi-lagi menatap kagum ke arah Luna. Luna emang sengaja melakukannya agar membuat Laras semakin panas.
Lima belas menit kemudian, kue di tangan Luna sudah habis tak tersisa. Dan Luna melihat ke mereka, ada sebagian orang yang menghabiskannya dan ada sebagian yang memilih menaruh kue itu, mungkin mau di bawa pulang untuk di kasihkan ke anak anaknya atau ke keluarganya. Entahlah, Luna gak peduli akan hal itu.
__ADS_1
Dion mulai mengelurkan suara lagi, Ia meminta mereka untuk tetap memperhatikan ke depan lagi. Dan Dion mulai menyelesaikan beberapa susunan acaranya. Hingga di acara terakhir, Luna mulai ke atas lagi dan mengambil mikrofon yang sudah disediakan sebelumnya.
Layar besar seukuran tiga kali tiga meter terpampang di belakang Luna. Sengaja memakai layar besar biar semua orang bisa melihat dan fokus ke layar itu. Saat ini layar itu hanya menampilkan pernikahan Luna dan Ariel. Melihat itu, hati Dion memanas namun ia berusaha untuk tak memperlihatkannya, karena ia yakin cepat atau lambat, Luna akan jadi miliknya. Dan ia juga akan memberikna pesta mewah untuk Luna yang tak akan pernha bisa terlupakan seumur hidupnya.