
Setelah melihat dede bayi, Ardi, Ariel dan Noah memutuskan untuk pulang. Sepanjang jalan, mereka hanya diam tanpa ada yang bersuara.
Sesampai di rumah, saat Noah membuka pintu. Ada surat yang di selipkan di bawah pintu. Noah membaca sekilas ternyata dari pengadilan agama.
Noah memberikan surat itu kepada Ardi, Ardi menerimanya dengan dada yang sesak. Lalu Ardi memberikan surat itu ke Ariel.
"Kamu dan Luna sudah sah bercerai, dan kalian bukan suami istri lagi," tuturnya memberitahu.
Ariel hanya menganggukkan kepalanya, kali ini ia tidak lagi menangis dan lebih tegar.
"Kamu gak sedih?" tanya Noah dan Ariel menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah," ucap Noah tersenyum.
__ADS_1
Lalu Ardi mendorong kursi roda itu ke dalam dan Noah bagian menutup pintu.
Ardi membantu Ariel untuk duduk di sofa, setelahnya ia juga duduk di samping Ariel dam Noah duduk di hadapan mereka.
"Nanti jika kamu sudah tidak lelah, jangan lupa dua kardus besar di kamar Ariel, bawalah ke rumah Luna," tuturnya memberitahu.
"Iya, Om," jawabnya.
"Ariel, jika kamu ingin menangis. Menangislah Nak, gak papa. Kamu gak perlu malu pada kami," ujarnya sambil mengelus rambut Ariel dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Stree terlalu berat, sudah membuat hidupnya tak berdaya. Dan kali ini, ia harus bisa mengelola rasa stress itu agar tidak membuat hidupnya semakin kacau atau ia akan mati secara perlahan.
Ia tak ingin Papanya sedih karena harus kehilangan dirinya. Papanya sudah kehilangan Mamanya, Ariel gak akan biarkan Papanya kehilangan dirinya juga.
__ADS_1
Untuk itu, ia harus sehat demi Papanya. Agar kelak, ia bisa gantian menjaga sang Papa, saat Papanya tua kelak.
Ardi memeluk Ariel karena Ariel memilih diam sedari tadi. "Bersabarlah, kelak kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan," tuturnya dan kali ini Ariel menganggukkan kepalanya.
"Aku akan mengantarkan dus itu ke rumah Luna, Om," tuturnya.
"Kamu sudah gak capek? Kamu juga belum malan lo. Om masakkan dulu ya," ucapnya.
"Aku sudah gak capek, Om. Dan aku belum lapar juga. Nanti jika lapar aku beli di luar aja. Aku mungkin pulang sore, habis dari rumah Luna, aku mau main ke rumah temen aku," ujarnya memberitahu.
"Baiklah, hati-hati di jalan."
"Iya, Om."
__ADS_1
"Om bantu kamu bawa dusnya ke mobil." Ardi langsung beranjak dari tempat duduknya dan membantu Noah untuk mengangkat dus besar yang ada di kamar Ariel ke bagasi mobil.