
Ketiga juri mengangkat papannya dengan cepat dan disana terukir nilai sempurna.
30 total poin, dan satu juri yang belum memberi hasilnya adalah Tua Neon, ia masih tidak bergeming dan papannya masih tertutup ke arah bawah.
Semua orang penasaran karena mereka tahu bahwa ini adalah penentuannya. Jika nilainya kurang dari 7 maka posisi Miranda masih aman namun jika lebih dari itu maka semuanya telah berakhir untuk Miranda.
Dalam semua kegugupan orang pembawa acara semakin mempertegang susana dengan menunda waktu untuk mengangkat papan milik Tua Neon.
Dengan bantuan dari belakang panggung maka pembawa acara menunda dan kemudian mengarahkan para penonton ke arah samping panggung dengan beberapa iklan produk.
Iklan yang berlangsung sepuluh menit itu seperti berlangsung selama berhari-hari karena dorongan rasa penasaran semua orang.
Waktu berlalu dan akhirnya Tua Neon di persilahkan mengangkat papan penilaiannya.
Nilai 10 di papan itu membuat semua orang terkejut. Nilai itu merupakan nilai sejarah dari Tua Neon sepanjang acara penghargaan itu berlangsung.
Ezra tersenyum bahagia dengan air matanya mengalir di kedua pipinya.
Seketika kegugupannya menghilang diganti rasa haru. Mereka bertiga saling berpelukan dan memberi semangat.
Di akhir acara semua orang menunggu desainer dari A untuk naik ke panggung mendapatkan penghargaannya.
__ADS_1
Seorang pria paruh baya naik ke panggung dan menerima piala itu. Ia menyampaikan rasa terima kasih pada berbagai pihak dan juga menjelaskan dirinya yang hanya sebagai perwakilan dari A.
Semua orang merasa kecewa karena gagal mengobati rasa penasaran mereka pada desainer berbakat itu.
Setelah acara itu sekali lagi A menguasai pasar dan memecahkan beberapa rekor penjualan.
Toko cabang baru dikembangkan di berbagai kota berpotensi dan beberapa di luar negeri. Banyak pusat perbelanjaan terkenal menawari mereka hingga Carri kembali bekerja keras demi kemajuan perusahaannya.
...
Semua orang sedang berkumpul di rumah tua, mereka dipanggil oleh kakek untuk beberapa hal.
Mereka di kumpulkan di ruang kerja kakek dan duduk mengelilingi meja besar.
Kakek diam begitu lama hingga akhirnya ia membuka percakapan.
"Aku tidak akan berbicara lebih banyak, tapi kita sudah memiliki aturan keluarga sejak turun temurun dan aturan itu tidak boleh di langgar jika ingin tetap di berkati. Carri dan Geri kalian adalah cucuku fan aku menyayangi kalian namun ini sudah menjadi tradisi keluarga hingga aku juga tidak bisa berbuat lain,"
Sebelum Kakek melanjutkan bicaranya Geri telah mngerti lebih dulu, ia merasa geram dan merasakan tangan genggaman Carri yang semakin kuat.
"Kami akan pergi"
__ADS_1
Begitu selesai mengatakannya ia menuntun Carri keluar dari rumah tua.
"Ayah?
Megan sudah tidak bisa menahan emosinya dan jatuh pingsan, sedangkan Regan meninggalkan ruangan itu dan mengunci diri di kamarnya.
Carri menagis di pelukan Geri ia tidak bisa menahan rasa kecewanya. Keluarga yang diimpikan dari ia kecil kembali mencampakkannya dengan cara yang lebih kejam. Apakah salah mereka jika tidak bisa memiliki anak?
Karena ia menagis terlalu lama membuatnya muntah sepanjang jalan hingga ia tiba di rumah dan beristirahat sampai pagi.
Saat bangun ia sendirian di kamar dan badanya sangat lemah. Ia hanya membuka mata tanpa bergerak sampai suaminya datang membantu ia membersihkan diri dan mereka makan bersama.
Geri tidak sanggup melihat keadaan istrinya jadi ia memutuskan untuk mengajaknya liburan.
Mereka ada di sebuah pulau pribadi milik Geri dan menikmati keindahan pantai.
Karena terlalu menikmati pantainya mereka lupa makan siang hingga Carri kembali mengalami muntah akibat maag yang menyerangnya.
"Sayang, apa yang kau lakukan disini kembalila beristirahat"
Carri tidak peduli dengan celoteh Geri dan hanya mendekati suaminya lalu duduk dipangkuannya.
__ADS_1
"Aku tidak selemah itu"